Good Bye My Love

HYERIN’S  POV

Hari ini, tanggal 14 agustus 2010, aku berada diantara ribuan manusia sambil sesekali meneriakkan nama boyband favoritku “SUPER JUNIOR!! SUPER JUNIOR!!”. Memegang lightstick berwarna biru sapphire dan terus meneriaki nama mereka. Setelah menunggu beberapa menit, mereka muncul dengan hits mereka sorry sorry. “Kyaaaa~aaa” teriakan itulah yang terdengar, memang gila mengingat aku berada di kursi penonton dan malah aku tidak merasa telingaku sakit sama sekali. Aku malah ikut-ikutan berteriak seperti mereka. Baru mendengar 3 lagu aku sudah merasa kepalaku pusing, dan tubuhku seperti tidak menapaki bumi lagi. Aku berusaha keluar dari kerumunan manusia ini dan duduk di luar gedung.

“Agaesshi, gwenchana?” aku menoleh dan tersenyum melihat laki-laki disampingku. Go jung il, supir pribadiku.

“Tolong antarkan aku kerumah sakit” ujarku pelan sambil memegang dadaku yang sakit.

*****

Aku menghirup aroma paling kubenci didunia ini, tempat yang bisa dibilang rumah kedua bagiku, karena terlalu seringnya aku disini. Aku mencoba membiasakan mataku dengan cahaya yang masuk melalui celah jendela kamarku dirawat. Aku memperhatikan ruangan rawatku dan melihat pria memakai baju putih dengan stetoskop di lehernya menatapku cemas.

“Jangan melihatku seperti itu dokter, aku belum mati.” Ujarku santai. Dokter lee eun song masih menatap ku secara intens.

“Dokter lee eun song?” panggilku lagi. Kali ini dia tersenyum kemudian duduk disamping ranjangku.

“Bagaimana?”

“Apa?”

“Konser mereka?”

“Sangat mengagumkan, haaaah aku tidak tahu harrus mengungkapkannya bagaimana, yang pasti sangat-sangat keren, kalau dokter lee juga bersedia ikut pasti tidak akan menyesal” jawabku panjang lebar.

“Kau sangat mengidolakan mereka?”

Aku mengangguk mantap, dokter lee mengelus kepalaku sambil tersenyum senang.

“Dokter lee, kau menepati janjimu kan?”

“Janji apa?”

“Untuk tidak memberitahu eomma masalah ini. Kau sudah janji kan? Kau menepatinya?”

“Tentu saja, aku belum mau mati muda karena dicekik olehmu” ujarnya terkekeh pelan.

Aku tersenyum dan langsung memeluknya. “Ya! Apa yang kau lakukan? Kau mau ada gossip kalau ada pasien yang jatuh cinta pada dokternya?” tanyanya sambil berusaha melepas pelukanku.

“Memangnya siapa yang mau berpacaran dengan laki-laki tua sepertimu?” tanyaku ketus. Dokter lee melotot ke arahku dan langsung kubalas dengan senyuman termanis yang kupunya.

“Kau harus lebih menjaga kondisi tubuhmu hyerin~a, kau tidak tahu kan bagaimana cemasnya aku tadi? Bagaimana kalau aku tidak bisa menyelamatkanmu ?” dokter lee menatapku cemas.

“Aku tidak akan mati sebelum melihatmu menikah, jadi dokter tenang saja.”

“Kau berjanji?”

“mm” kami menautkan jari kelingking kami. Dokter lee sudah seperti kakakku sendiri, dialah yang selalu merawatku aku sangat menyayanginya.

******

Aku tahu ini gila, tapi perasaanku berkata inilah jalan satu-satunya untuk menemuinya. Benar, tidak ada cara lain. Aku kembali menatap pintu kamar didepanku, penuh dengan coret-coretan dari penggemar mereka. Menunjukkan betapa terkenalnya mereka dan dicintainya mereka oleh penggemarnya. Dengan tangan gemetaran aku memencet bel dorm ini, tidak berapa lama aku melihat pintu terbuka dan muncul seorang laki-laki manis. Namanya kim ryeowook, pria yang paling pintar memasak diantara member suju yang lain.

“Nuguseyo~?”

Aku gugup, sangat gugup. Ternyata dilihat dari jarak sedekat ini dia sangat tampan. Bagaimana ini, pita suaraku menghilang aku tidak bisa berbicara.

“nuguseyo?” tanyanya lagi. Tiba-tiba pandanganku buram dan detik berikutnya aku merasa tubuhku limbung.

AUTHOR POV

Ryeowook langsung menangkap tubuh didepannya saat hampir menyentuh lantai. “HYUUUNG!! TOLONG AKU!!!” teriaknya keras. Tidak berapa lama kemudian muncul beberapa pria yang terkejut menatap pemandangan didepannya itu.

“Ya! Kim Ryeowook, apa yang kau lakukan pada anak gadis orang?” Tanya eunhyuk yang sedang berdiri dibelakang ryeowook dan menatap gadis yang terbaring didepannya itu.

“Aku tidak melakukan apapun hyung!!”

“Jeongmal?” Tanya eunhyuk memastikan.

“Sudah-sudah, sebaiknya kita bawa gadis ini masuk ke dalam.” Ujar donghae menengahi.

Mereka mengangkat gadis didepannya dan menidurkannya di sofa ruang tengah dorm mereka. Ryeowook bergegas ke dapur dan mengambil air putih untuk gadis itu kemudian dia kembali bergabung dengan member yang lain.

Donghae menepuk-nepuk pelan pipi gadis itu, “Nona, kau bisa mendengarku?” tidak ada jawaban, gadis itu masih menutup rapat matanya.

“Bagaimana hyung?” Tanya ryeowook cemas. Donghae masih menepuk-nepuk pipi gadis didepannya, perlahan mata gadis bergerak dan dia sadar.

HYERIN’S POV

“Gwenchana?” Tanya seorang dan didengar dari suaranya sepertinya dia laki-laki, aku masih diam sambil mengerjap-ngerjapkan mataku berusaha untuk dapat melihat dengan baik. Saat aku merasa mataku sudah dapat merespon cahaya yang masuk aku terkejut dengan pemandangan didepanku. Omo? Lee donghae, aku tidak bermimpi kan? Dia benar-benar lee donghae, laki-laki paling romantis diantara member super junior dan memiliki mata yang paling jernih menurutku.

“Gwenchana?” tanyanya lagi, kali ini dia berada didepanku dan wajahnya sangat dekat denganku. Aku mengangguk pelan, hampir tidak bernapas karena terlalu gugup. Dia tersenyum kemudian membantuku untuk duduk dan memberiku segelas air putih. aku melihat ada ryeowook dan eunhyuk oppa yang juga sedang menatapku cemas. Benar, tadi aku nekat datang ke dorm ini untuk bertemu mereka tapi baru melihat wajah ryeowook oppa saja aku sudah pingsan, bagaimana kalau aku melihat kyuhyun? Apa aku akan mati ditempat? Ternyata keputusan yang salah aku pergi ketempat ini, belum lagi jantungku berdetak dengan normal aku mendengar suara yang sangat menenangkan dari belakangku. Suara yang selalu membuat ku merinding.

“Kenapa ribut-ribut hyung?” aku membalikkan tubuhku dan menatap tak percaya laki-laki yang sedang berdiri dibelakangku ini. Dia, laki-laki yang selalu bisa  membuatku sesak nafas secara tiba-tiba saat melihatnya, membuat mataku tidak pernah bisa melihat laki-laki lain selain dirinya dan membuatku merasa tenang hanya dengan suaranya.

Dia melihatku sebentar, kemudian beralih menatap donghae oppa yang sedang duduk didepanku.

“Dia siapa?” tanyanya pada donghae oppa.

“Kami baru ingin menanyakannya.” Donghae oppa menatapku kemudian tersenyum, senyum yang sangat manis. “Boleh aku tahu nona, kau siapa dan kenapa kau datang kesini?” tanyanya sopan, aku menunduk sesaat kemudian mengangkat kepalaku,bagaimana ini aku harus menjawab apa? Apa aku harus bilang kalau aku adalah fans fanatik mereka dan hari ini aku datang karena aku berharap aku bisa melihat mereka dari dekat.

“Kau ELF?” Tanya donghae oppa setelah melihatku hanya diam. Aku mengangguk pelan, tidak tahu harus berkata apa lagi.

“Jinja?” Tanya eunhyuk oppa memastikan. Aku mengangguk lagi kemudian memberanikan diri menatap nya. “Siapa namamu?”

“Choi Hye Rin imnida” Mereka semua tersenyum padaku, tapi hanya satu orang yang menatapku dingin kemudian memalingkan wajahnya. Kyuhyun, laki-laki yang paling ingin kutemui. Dia berbalik kemudian masuk kedalam salah satu kamar, sepertinya itu kamarnya.

“Apa kau sudah merasa lebih baik?” aku mengangguk menjawab pertanyaan donghae oppa.

“Mianhae, aku mengganggu waktu istirahat oppadeul. Jeongmal mianhae” aku sedikit membungkuk, merasa kesal akan keputusanku sendiri yang nekad datang kesini dan malah membuatku diacuhkan oleh laki-laki yang sangat ingin kulihat sekarang.

“Aniya, kami sangat berterimakasih kau sudah mau datang kemari” ujar ryeowook oppa sambil tersenyum manis.

“Dan lain kali bawalah makanan.” Lanjut eunhyuk oppa membuat kami semua tertawa. “Apa aku boleh datang lagi?” tanyaku ragu, aku tidak ingin menyusahkan mereka. “Ne..” jawab mereka bersamaan. Mungkin ini permulaan yang baik untukku aku akan berusaha untuk lebih dekat dengan kyuhyun oppa.

Beberapa hari ini aku sering datang ke dorm suju dan mulai dekat dengan mereka terutama donghae oppa. Dia laki-laki yang sangat baik selalu memperhatikanku saat aku datang. Dan aku mengetahui satu kenyataan yang sangat manis bahwa mereka saling menyayangi seperti saudara walaupun tidak ada ikatan darah diantara mereka. Saling memperhatikan dan menyayangi satu sama lain benar-benar hubungan yang sangat manis. Tapi sikap kyuhyun oppa masih sama seperti saat kali bertemu dia jarang tersenyum padaku dan selalu menatapku dingin. Mungkin dia memang tidak suka dengan kehadiranku.

“Wae? Sedang ada masalah?” Tanya donghae oppa sambil duduk disampingku.

“Ani.. Aku baik-baik saja oppa”

“Tapi didahimu tertulis kalau kau sedang ada masalah”

“De?” aku meraba dahiku, bagaimana bisa?

“Hahaha.. Dasar!! Memangnya kau percaya dengan perkataanku barusan?”

“Oppa~.. Kau mengerjaiku?” donghae oppa masih tertawa kemudian mengacak-acak rambutku. Membuatku gugup setengah mati, walau bagaimanapun aku ini juga penggemarnya dia menempati posisi kedua setelah kyuhyun oppa dihatiku. Aku membenarkan rambutku seadanya untuk menutupi kegugupanku.

“Kau penggemar kyuhyun kan?” aku menoleh kearahnya dan melihat dia tersenyum jahil kearahku. “Terlihat sangat jelas kau menggilai kyuhyun saat aku melihat caramu menatapnya.”

“Memangnya bagaimana caraku menatapnya?”

“Kau melihatnya dengan mata melotot, mulut sedikit terbuka” ujarnya sambil memperagakan kata-katanya tadi. “dan air liur yang menetes disini” dia menunjuk ujung bibirnya.

“Ya! Oppa apa-apaan itu? Menjijikkan. Aku tidak pernah melihatnya seperti itu” sergahku tidak terima. Dia malah tertawa keras membuatku semakin kesal.

“Oppa hentikan!!” kataku kesal karena melihatnya kembali memperagakan hal menjijikkan tadi. Dia berlari sambil terus mengejekku, geram akupun bangun dan mengejarnya. “Hahaha..” dia tertawa lagi. “Oppa chankaman!!” aku mengejarnya yang berlari menuju dapur dan bugh. Aku menubruk tubuh seseorang yang cukup tinggi aku mendongak perlahan karena takut. DEG Ternyata orang yang kutabrak adalah kyuhyun oppa, aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang menerpa wajahku membuatku sesak nafas.

Dia menatapku sejenak masih dengan tatapan dinginnya. “Jangan lari-lari didapur” setelah berkata seperti itu dia pergi begitu saja dari hadapanku. Aku merasa seperti orang bodoh, padahal orang yang sangat ingin kutemui adalah dia, tapi dia tidak mau menyia-nyiakan waktunya hanya untuk menatapku.

Aku merasakan seseorang menepuk pundakku pelan, donghae oppa tersenyum kemudian berdiri didepanku. “Gwenchana?”

“Mm..” aku mengangguk padahal air mataku mendesak ingin keluar. Dia kemudian mengelus kepalaku. dasar, kalau seperti ini aku benar-benar akan menangis.

“Dia sedang kesal akhir-akhir ini, jangan terrlalu dipikirkan.”

“Kesal?”

“mm, kalau tidak salah dia kehabisan stok game terbarunya. Karena terlalu sibuk akhir-akhir ini dia tidak sempat membelinya dan game itu sudah habis terjual.”

“Game apa?”

“Starcraft versi terbaru aku lupa namanya.”

*****

Aku berjalan dengan senyuman yang tidak hilang dari wajahku, aku berhasil mendapatkan game yang diincar oleh kyuhyun oppa dengan sedikit usaha sebenarnya. Sudah seminggu aku tidak berkunjung ke dorm mereka, rasanya rindu sekali.

Aku baru ingin menekan tombol lift saat seseorang memanggi namaku. “Hyerin~a” aku menoleh dan melihat donghae oppa berlari-lari kecil kearahku.

“Kemana saja, kenapa tiba-tiba mengilang?”

Aku tersenyum kemudian menyerahkan kotak yang kupegang daritadi kepadanya. Dia melihatku kemudian membukanya. “Ini..” katanya terputus.

“Kau berhasil mendapatkannya? Bagaimana caranya?”

“Aku mencari di internet orang-orang yang memesan game ini, lalu mengirimi mereka email apakah mereka mau menjual game nya untukku tapi tidak satupun yang membalasnya. Setelah menanyai beberapa orang akhirnya aku menemukan alamat seseorang yang memiliki kaset game ini. Aku kerumahnya dan memohon agar dia mau menjual gamenya ini untukku.  Walaupun dengan harga 3 kali lipat, untung saja pria itu mau menjualnya setelah berkata ini untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Syukurlah oppa aku berhasil menemukan penawar untuk kekesalan kyuhyun oppa.” Aku berbicara panjang lebar pada donghae oppa karena dia satu-satunya yang selalu mau mendengarkan semua ocehanku.

Kulihat donghae oppa masih diam dan terus menatapku membuatku gugup setengah mati.

“Kau sangat mencintai kyuhyun?”

“De?”

TINGG

Pintu lift terbuka, aku langsung mengalihkan arah pembicaraannya. “Oppa~ ayo kita masuk.”

Donghae oppa menahan pergelangan tanganku. “Jawab pertanyaanku”

“Aniya, bukankah hal ini biasa dilakukan oleh seorang fans. Melakukan apapun demi idolanya, aku yakin banyak ELF yang mau melakukan hal yang sama untuk kyuhyun oppa.”

Dia menghela nafas pelan, “Baiklah. Aku mengerti”

“Oppa tolong jangan ceritakan hal yang baru kukatakan pada kyuhyun oppa” kataku memohon, dia mengangguk. Syukurlah, aku tidak mau dikira mencari muka didepan kyuhyun.

Baru saja kami akan masuk kedalam lift tiba-tiba donghae oppa menepuk dahinya. “Handphoneku tertinggal dimobil.”

“Jinja?”

“mm, kau naiklah dulu nanti aku menyusul” aku mengangguk mengiyakan perkataanya. Tidak berapa lama kemudian dia sudah menghilang menuju tempat parkiran mobil.

Tiba-tiba saja rasa takut menghantuiku, bagaimana kalau dia tidak mau menerimanya? Bagaimana kalau dia marah dan semakin membenciku? Eottokeh? Aish, aku tidak berfikir sampai kesitu. Sebaiknya begini saja, aku menaruh kotak ini dipintu lalu pulang. Benar, sebaiknya begitu aku belum sanggup kalau harus semakin dibenci oleh kyuhyun oppa.

Baru saja aku akan menekan bel, pintu terbuka begitu saja. “Ryeowook oppa?”

“Hyerin~a, kemana saja. Kau tiba-tiba menghilang”

“A-ani, aku sedang ada urusan sedikit.” Ryeowook oppa mengangguk. “Oppa mau kemana?”

“Aku harus belanja, persediaan makanan hampir habis” ujarnya kemudian melewatiku. “masuklah” dia mendorongku hingga tubuhku sudah ada didalam dorm dan menutup pintu. Aku berfikir tentang rencanaku tadi, sebaiknya aku menaruhnya disini. Aku meletakkan kotak berisi game itu ditempat yang bisa langsung dilihat setelah masuk ke dorm, disudut tepat disamping pintu. Aku ingin pergi saat mendengar suara seseorang sedang berbicara didalam. Dan aku mendengar namaku disebut-sebut. Sebenarnya bukan perilaku yang baik menguping pembicaraan orang lain, tapi aku penasaran kalau mereka menyebut-nyebut namaku. Aku mendekat tanpa menimbulkan suara sedikitpun, kemudian saat sudah berada diposisi yang tepat aku berdiri.

“Jelaskan apa maksud pembicaraanmu ini kyuhyun?” sepertinya ada beberapa orang didorm dan suara ini suara leeteuk oppa.

“Choi Hyerin, siapa gadis itu? Kita bahkan tidak benar-benar mengenalnya, tapi membiarkannya keluar masuk didorm. Apa menurutmu itu hal yang baik hyung? Bagaimana kalau ada fans yang tahu? Lalu wartawan, apa yang mereka pikirkan tentang kita? Menerima fans dengan senang hati?”

Hatiku sakit mendengar perkataannya tadi, tapi memang benar yang dia katakan. Kenapa fans sepertiku datang setiap hari tanpa ada alasan yang jelas. Aku seperti parasit.

“Lalu kau ingin kita mengusirnya kalau hyerin datang kesini. Hah?” aku mendengar suara heechul oppa yang sedikit meninggi. Walaupun dia sedang membelaku tetap saja aku tidak mau kyuhyun oppa dimarahi.

“Aku tidak menyuruh kalian mengusirnya, hanya saja aku ingin mengatakan pada kalian kalau aku merasa terganggu dengan kehadirannya.”

Baru saja aku ingin melangkahkan kakiku yang tidak mau bergerak sedikitpun saat teriakan seseorang membuatku benar-benar terkejut.

“TUTUP MULUTMU CHO KYUHYUN!!” aku terperanjat mendengar teriakan donghae oppa dibelakangku. Seketika itu semuanya menoleh kearah ku dan donghae oppa mereka memandangku iba.

“Jeongmal mianhae oppa, tadi ryeowook oppa menyuruhku masuk. Jadi…” kataku salah tingkah, aku tidak tahu harus berkata apa lagi mereka masih melihatku dengan wajah bersalah. “Jeongmal mianhae” aku membungkuk dan dengan cepat pergi dari tempat itu, bersyukur karena donghae oppa tidak berusaha menahanku.

*****

KYUHYUN’S POV

Aku melihat gadis itu menatap kami dengan mata berkaca-kaca, aku yakin dia sedang menahan air matanya habis-habisan. Aku tahu sikapku ini tidak baik tapi aku hanya ingin mengatakan apa yang kurasakan. Saat gadis itu pergi aku mendengar umpatan dari hyung-hyung ku aku melihat donghae hyung berjalan ke arahku dengan mata yang menyiratkan kemarahan yang sangat besar. Lalu  melemparkan sesuatu kearahku dan tepat menyentuh dadaku.

“Itu adalah hadiah yang ingin diberikan oleh seseorang yang kau anggap sangat mengganggu hidupmu itu.” Desisnya, kemudian berjalan melewatiku. Aku membuka kotak yang dilemparkan tadi dan betapa terkejutnya aku saat melihat isinya adalah game? Bukankah game ini sudah habis terjual, bagaimana dia bisa mendapatkannya?

“Kau tahu? Dia bahkan memohon-mohon pada pemilik game itu hanya untuk membuatmu senang.” Sambungnya sambil membelakangiku. Seketika rasa bersalah menghantuiku, rasanya aku baru saja menjadi orang paling jahat didunia ini. Dengan cepat aku mengambil mantel dan maskerku dan berlari sekencang mungkin untuk mengejar gadis itu, walaupun aku tidak tahu harus berkata apa padanya nanti.

Aku terus berlari dan mencari sosoknya disekitar dorm, ‘aish, sial!!’ umpatku dalam hati. Pergi kemana dia? Sepertinya dia sudah jauh, aku harus mencarinya kemana? Aku merasakan seseorang menabrak tubuhku dari belakang. Aku berbalik dan melihat hyerin menunduk, sepertinya dia berjalan sambil menundukkan kepalanya.

“Jeongsohamnida..” ujarnya tanpa melihatku. Dia hendak melewatiku dan aku langsung menarik pergelangan tangannya hingga dia menatapku. wajahnya berair, matanya sembab dan bibirnya bergetar. Bagus cho kyuhyun, kau berhasil menyakitinya.

“Kyuhyun oppa?” tanyanya pelan dengan suara bergetar. Bahkan dengan masker pun dia bisa mengenaliku dengan sangat mudah. Aku menariknnya hingga dia mengikutiku dari belakang. Menarik? Ini bahkan bisa lebih disebut menyeret. Aku tidak peduli dengan tatapan orang dan masih menyeretnya, membawanya ke tempat yang lebih sepi.

HYERIN’S POV

Kyuhyun oppa berhenti menyeretku setelah kami sampai ditempat yang cukup sepi, dia duduk sambil menghembuskan nafas berat. Apa yang terjadi? Apa oppadeul memarahinya dan dia ingin balas dendam padaku? Eotteokkeh? Aish, kebenciannya padaku pasti sudah bertambah berkali-kali lipat sekarang.

‘Aku merasa terganggu dengan kehadirannya’ kata-kata itu kembali terngiang ditelingaku. Ternyata begitulah perasaannya padaku, apa ada yang lebih menyakitkan saat seseorang yang kita cintai merasa kita ini hanyalah pengganggu baginya. Aku menggigit bibir bawahku mencoba untuk tidak menangis didepannya, tapi ternyata air mataku sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

“Mianhae…” ujarku serak. “Jeongmal mianhae karena aku sudah membuatmu terganggu oppa. Aku hanya ingin mengenal kalian tapi sepertinya itu berlebihan untuk fans sepertiku. Mulai sekarang aku berjanji tidak akan datang dan mengganggumu lagi. Jeongmal mianhae” aku berdiri dan sedikit membungkuk.

“Duduk!!” aku tersentak mendengar perintahnya dan tanpa perlu disuruh dua kali aku kembali duduk disampingnya, dia terlihat stress dan mengacak-acak rambutnya gusar.

KYUHYUN’S POV

Gadis itu terus saja berbicara yang bukan-bukan membuat kepalaku semakin pusing saat dia akan pergi aku langsung menahannya dengan satu kata.

“Duduk!!” perintahku, gadis itu tampak terkejut tapi kemudian kembali duduk disampingku. Aku mengacak-acak rambutku gusar, aish!! Aku harus bicara apa sekarang?

“Mianhae..” kataku pelan “dan terima kasih untuk hadiahmu, aku suka.” Hanya dengan beberapa kata itu hyerin langsung tersenyum dan menatapku dengan wajah berbinar-binar. Dia mengangguk dan tersenyum tapi air matanya tetap mengalir.

“Jangan menangis, kau membuatku terlihat seperti napeun namja.” Dia menggeleng cepat. “Aniya, oppa kau laki-laki terbaik yang pernah kulihat. “ balasnya masih sambil tersenyum, mau tidak mau aku ikut tersenyum dengannya.

“Besok kau harus datang.”

“De?”

“Bertanding game denganku” matanya sedikit terbuka mendengar kata-kataku tadi membuatnya terlihat sangat manis.

*****

“YA!! Kenapa kau kalah lagi? DASAR BABO!!!” bentakku keras sambil mendorong kepalanya. Dia menatapku gusar kemudian menggembungkan pipinya, dia langsung berdiri sepertinya sangat kesal.

“Ya! Ya! Eodiga?”

“Aku mau makan, memangnya aku mau makan game ini bersamamu? Aku bukan maniak game sepertimu oppa!!”

Dia keluar kemudian membanting keras pintu kamarku, ternyata dia bisa marah juga aku pikir dia malaikat yang tidak memiliki rasa amarah.

HYE RIN’S POV

Aku kesal sekali, aku ini memang bodoh kalau soal game. Tidak pernah menang sekalipun!! Haaah apa yang menariknya dari game itu? Bukan menghilangkan stress malah menambah stress. Aku melihat-lihat sesuatu yang bisa dimakan dan mataku langsung berhenti pada bungkusan ramen disudut meja.

“Oppa~ ayo makan!!!”

Eh? Tidak ada jawaban? Pasti dia sedang asyik bermain game. Aku melihatnya didalam kamar yang ternyata benar dia sedang sangat berkonsentrasi.

“Oppa~ makan” kataku lagi sambil bersandar ditepi pintu. Tapi dia mengacuhkanku dan masih dengan dunianya.

Tidak ingin menghabiskan energiku aku masuk dan mulai menarik lengannya. “Oppa~ ayo cepat nanti makanannya dingin.”

“Aish!! lepaskan” dia berusaha melepaskan tanganku tapi, aku tidak menyerah dan..

“AAAAA!!!” teriaknya kencang. Aku menatap layar monitor, ternyata dia kalah. Kyuhyun oppa menatapku dengan tatapan membunuh. Aku hanya bisa tersenyum seperti orang bodoh didepannya.

“Kau tahu? Hanya ada kita berdua didorm. Menurutmu apa yang akan kulakukan untuk membalasmu?” dia bergerak mendekatiku dan memojokkan ku didinding. Tamatlah riwayatmu hyerin, kau benar-benar akan mati sekarang.

“Mi-mianhae oppa. Aku hanya ingin mengajakmu makan.” Ucapku terbata-bata.

“Makan? Heh, bagaimana kalau aku memakanmu?” aku menelan ludah dengan susah payah mendengar ucapannya.

KYUHYUN’S POV

Gadis ini, dia sudah membuatku kalah dan menghancurkan semuanya. Aku menatapnya yang sangat ketakutan, sepertinya seru juga mengerjainya.

“Kau tahu? Hanya ada kita berdua didorm. Menurutmu apa yang akan kulakukan untuk membalasmu?” aku bergerak mendekatinya dan memojokkan nya kedinding. Sebenarnya aku sangat ingin tertawa melihat ekspresinya tapi aku harus mengerjainya dulu

“Mi-mianhae oppa. Aku hanya ingin mengajakmu makan.” Ucapnya terbata.

“Makan? Heh, bagaimana kalau aku memakanmu?” dia menelan ludah dengan susah payah mendengar ucapanku. Aku semakin memajukan wajahku dengannya.

“Dagingku tidak enak.”

“Mwo?”

“Sebaiknya oppa makan daging ayam atau mungkin sapi. Karena dagingku tidak enak, lagipula tubuhku sangat kurus akan sangat sedikit daging yang akan oppa temukan.”

“Hmmft. Hahahahahaha …” aku tertawa sangat keras mendengar ucapannya tadi.

“Kenapa oppa malah tertawa?” dia menatapku polos

“Ya! Choi hyerin kau fikir aku benar-benar akan memakanmu? Aish sincha!!” aku memegang perutku yang nyeri karena tertawa. Dia menatapku kesal kemudian mengembungkan pipinya kesal.

“Asal kau tahu, aku bukan kanibal!!” kataku lagi.

“Jadi kau mempermainkanku. Awas, akan ku adukan kau pada oppadeul” ancamnya sambil melotot.

“Coba saja, kalau kau berani macam-macam aku benar-benar akan memakanmu.” Aku menghimpitnya lagi dan tersenyum evil membuat ekspresi nya kembali terkejut seperti tadi. Dengan gerakan cepat dia mendorong tubuhku dan berlari keluar kamar.

“EOMMAAAAA!!!!”

“Hahahahaha…” aku hanya bisa tertawa melihat tingkahnya itu ternyata dia lebih kekanak-kanakan daripada yang kukira.

*****

“Kau membuatku kalah tadi hanya untuk memakan ramen ini?” aku berdiri dengan tangan menopang pinggangku. Gadis ini benar-benar..?

“Coba dimakan dulu, ramen ku paling enak sedunia. Eomma dan appa sering memuji ramenku” balasnya bangga.

“Tentu saja, mereka tidak mau mendengar rengekan mu yang seperti bayi itu” aku duduk dan menyuap ramen buatannya ke dalam mulutku. Ini..

“eotte?” aku tidak menjawab dan memakan satu suapan lagi. Rasanya benar-benar… Enak!!

“Mashita?” aku tersenyum sambil terus memakan ramen buatannya ternyata sangat enak. Dia tersenyum puas sambil terus memperhatikanku makan.

“Haaah~ Aku kenyang.” Dia duduk didepanku dengan tangan menopang dagunya dan tersenyum padaku.

“Mwo? Baru pertama kali melihat orang tampan makan?” tanyaku angkuh

Dia mengerucutkan bibirnya seperti mencibirku. “Kau itu memang sangat tampan bahkan terlalu mempesona apalagi saat sedang makan. Kurangilah sedikit ketampananmu itu dan berhenti membuatku terus menyukaimu”

“Kau mengakui ketampananku?”

“mm.. “ dia mengangguk mantap.

“Aish, sincha? Hahaha aku tahu aku tampan..”

HYERIN’S POV

Ternyata kesalahan besar mengakui ketampanan pria ini, dia sangat narsis. Aku memang sering melihat rekamannya yang selalu mengatakan dirinya tampan tapi aku tidak tahu kalau tingkat kenarsisannya sudah separah ini.

“Berhentilah tertawa oppa, kau membuatku takut”

“Waeyo? Katakan saja kalau kau tergoda”

Aku memeletkan lidahku didepannya membuatnya tertawa semakin keras. Ini seperti mimpi, bisa berbicara seperti ini denganmu.

*****

“Kimbapmu sangat enak, hyerin~a” kata eunhyuk oppa dengan mulut penuh.

“Jeongmal? Gomawo oppa” aku tersenyum manis melihat oppadeul makan dengan lahap kimbap yang kubuat. Hari ini aku diajak untuk melihat perfume mereka di SBS Inkigayo aku sengaja membuat beberapa makanan supaya mereka lebih semangat.

Aku mencari-cari keberadaan kyuhyun oppa, ternyata dia sedang duduk disudut masih dengan kebiasaannya ‘playing game’. Kalau aku memaksanya lagi aku takut terjadi peristiwa yang sama seperti saat didorm beberapa hari yang lalu.

“Oppa kau tidak makan?” aku berdiri disampingnya. “Tidak.” Dia menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari game itu sedetikpun. Aku menunduk sedikit dan dengan cepat menekan tombol Esc, kyuhyun oppa menoleh kearahku saat itu juga.

“Neo..” ucapannya terhenti karena aku memasukkan kimbap kedalam mulutnya. Dia masih mengomel dengan mulut penuh, aegyo kyeopta!!

“Ya!! Romantis sekali, kau benar-benar calon istri idaman” ujar eunhyuk oppa heboh. “Hyaaaa~ lihat, wajahnya merah!!” sambungnya lagi yang langsung dibalas dengan jitakan oleh donghae oppa.

“Ya! Jangan menganggu mereka.” Akhirnya pahlawanku datang, aku baru ingin tersenyum sebelum mendengar sambungan ucapannya tadi. “Kau ini, dia bukan calon istri tapi istri idaman. Benar kan kyu?” aish ternyata dia sama saja. Aku menunggu jawaban kyuhyun dia menatapku sebentar seperti sedang menilai.

“Aku tidak mau punya istri pemaksa seperti dia.”  Jawab kyuhyun oppa ketus.

“Memangnya aku mau meniikah denganmu? Week!!” aku memeletkan lidah kemudian memalingkan wajahku darinya.

Oppadeul tertawa melihat prseteruan kami, saat bersama mereka aku menjadi gadis cerewet dan lebih sering tertawa. Seperti memiliki keluarga baru, sangat menyenangkan aku benar-benar bahagia seperti ini sudah cukup bagiku.

Aku melihat penampilan mereka dari tv diruang ganti mereka, sangat keren. Saat diatas panggung mereka seperti berubah menjadi orang lain. Sangat berkarisma dan tampan.

Oppadeul memasuki ruang ganti satu persatu, mereka tersenyum padaku.

“Bagaimana penampilan kami?” Tanya donghae oppa sambil duduk disampingku.

“Sangat keren. Daebak!!” aku mengacungkan 2 jempolku padanya. Donghae oppa tersenyum tipis kemudian mengacak rambutku pelan.

“Besok kami akan ke pantai. Kau mau ikut?” Tanya leeteuk saat sedang bersiap-siap pulang.

“Ikut saja dan bawa makanan yang banyak.” Kata shindong oppa dan disambut anggukan oleh eunhyuk oppa dan oppadeul lainnya, kecuali kyuhyun oppa yang masih asyik dengan gamenya itu.

“Apa ini tidak berlebihan?” tanyaku ragu. aku tidak ingin menjadi beban mereka, aku hanya fans dan kenyataan itu tidak bisa diubah.

“Aniya, lagipula bukankah kau calon adik ipar kami.” Leeteuk oppa tersenyum jahil padaku.

“Ne, ne aku ikut tapi hentikan pembicaraan konyol itu.”

*****

“Huaaaaah!!!” oppadeul keluar dari mobil dan berlari-lari menuju pantai. Seperti anak kecil yang baru pertama datang ke pantai. Aku tersenyum tapi air mataku menetes begitu saja. Bodoh! Disaat semua tertawa kenapa malah aku menangis. Aku menunduk sambil menghapus air mataku yang masih mengalir. Seeorang menepuk-nepuk kepalaku pelan dan saat aku mendongak aku melihat donghae oppa tersenyum tipis padaku.

“Waeyo?”

“Ani, aku seperti sedang bermimpi. Berada disini, melihat kalian, berbicara dan tertawa bersama semua ini dulu hanya mimpi bagi seorang fans bagiku.” Donghae oppa menarik tanganku kemudian memelukku sambil mengelus punggungku.

Tuhan, permohonanku sudah terkabul apakah aku sudah harus pergi sekarang. Bisa melihat mereka dari jarak dekat saja sudah lebih dari cukup bagiku dan semua yang kudapatkan sekarang apakah bonus?

“Ya! Donghae~ya, jangan merebut istri dongsaengmu!!” teriak eunhyuk oppa. Yang sudah bermain air bersama oppadeul lainnya. Tapi, dimana heechul oppa?

Aku melihat sekeliling dan melihat dia sedang tiduran dibawah payung besar dan meminum jus. Omo? Anggun sekali.

“Ya!! Berhenti bermesra-mesraan ..” aku melihat eunhyuk oppa, leeteuk oppa dan kyuhyun oppa sudah berdiri didepan kami. Dengan sekali hentakan mereka membopong donghae oppa dan melemparnya ke air.

AUTHOR POV

“Ya! Ikan, inilah tempatmu. Ayo mandilah sepuasmu.” Kyuhyun tersenyum puas karena berhasil mengerjai hyungnya.

“Awas kalian!!” donghae mengejar sahabat yang sudah dianggap keluarganya sendiri itu tapi karena dia tidak bisa menangkapnya. Dia menarik ryeowook yang sedang bermain ditepi pantai dan melemparnya ke air sama seperti yang dia rasakan tadi.

“Hyuuuung!!!” mereka saling mengejar satu sama lain menarik tubuh yang paling lemah kemudian menghempaskannya ke air, seperti kelakuan remaja.

HYERIN’S POV

“Oppa~ kau tidak mandi?” aku duduk disamping heechul oppa. Dia menatapku sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak ingin merusak kulitku.”

Aku mengangguk mengerti, bukankah dia selalu membanggakan kulit putihnya itu. Wajar saja kalau dia tidak mau merusaknya.

“Ini liburan pertama setelah 3 bulan yang melelahkan. Haah menyenangkan sekali, manajer sengaja memilih pantai yang sepi. Akhirnya aku bisa menghirup aroma pantai..” heechul oppa merenggangkan ototnya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

Entah sejak kapan, mereka berhenti kejar-kejaran dan malah tidur sambil melentangkan tangannya. “Oppa~ kalian seperti jemuran ikan!!”

Mereka langsung bangun sambil tersenyum. “Ya! Kami ikan-ikan tertampan yang pernah lahir” jawab donghae oppa dan berjalan seperti sedang syuting MV, aku melihat heechul oppa mengangguk setuju.

Aku tidak harus mengulangi ucapanku kan? Mungkin mereka sudah bosan mendengarnya. Mereka memang sangat tampan.

KYUHYUN’S POV

Kami bersiap pulang, semua member sudah masuk kedalam mobil. Tapi aku merasa seperti melupakan sesuatu, tapi apa?

PSP? Benar, tadi aku sempat memainkannya setelah makan. Aku lupa memasukkannya kedalam tas. Aku ingin turun, tapi tiba-tiba saja gerimis. Bagaimana dengan PSP ku?

“Dimana hyerin?” Tanya jungso hyung.

“Tadi dia keluar katanya ada yang tertinggal. “ jawab donghae hyung. “Ah, itu dia”

Aku melihat gadis itu berlari-lari kecil sambil memeluk sesuatu. Dia masuk kedalam bus dengan keadaan rambut dan badannya yang sedikit basah. Dia berjalan kemudian berdiri didepanku, tangannya meraih tanganku kemudian meletakkan sesuatu ditelapak tanganku.

“Untung saja aku pergi mencek lagi apa ada barang oppa yang tertinggal. Bukankah ini benda yang paling kau sayangi?”

Gadis ini, bodoh atau apa? Untuk apa melakukan semua ini untukku. Dia tersenyum tapi aku bisa melihat bibirnya yang bergetar dan pucat. Gadis bodoh!!

Hyerin duduk dikursi paling belakang sambil memeluk tubuhnya sendiri, aku tahu dia pasti sangat kedinginan. “Gwenchanayo?” aku melihat sungmin hyung yang menatapnya cemas.

“Gwenchana.” Hyerin tersenyum padahal aku tahu dia bahkan tidak sanggup lagi membuka matanya. Aish,!!

Aku berjalan mendekatinya kemudian duduk disampingnya, dia Nampak terkejut dan menoleh ke arahku. Aku menarik tubuhnya kemudian melingkarkan tanganku dipunggungnya, tubuhnya sedikit menegang dan berusaha melepaskan pelukanku.

“Biarkan seperti ini” ujarku sambil menarik kepalanya sampai menyentuh dadaku.

“Oppa~”

“Saat aku sakit ibuku selalu memelukku seperti ini. Aish, jangan berbuat bodoh seperti itu lagi, kau membuatku seperti orang jahat.” Tubuhnya berhenti memberontak tapi masih bergetar, kepalanya sedikit bergerak seperti sedang bersandar.

Aku merasa nafasnya yang berhembus dengan teratur dan tubuhnya tidak bergetar seperti tadi, dia sudah tidur. Aku menyandarkan daguku dikepalanya kemudian ikut tertidur bersamanya.

*****

“Kyu?” aku merasa bahuku ditepuk pelan, aku berusaha membuka mataku yang terasa berat. “Kita sudah sampai” aku mengusap wajahku kemudian mengangguk pada donghae hyung.

Aku melihat hyerin masih tertidur dengan posisi yang sama tapi wajahnya masih pucat. Aku melepaskan pelukanku perlahan kemudian menggendongnya kepunggungku, aku menolak tawaran hyungku untuk membantu karena gadis ini jadi seperti ini karena ulahku.

Setelah membaringkannya di kasur, aku mengambil handuk dan air panas untuk mengompresnya, paling tidak hanya ini yang bisa kulakukan sekarang.

“Bagaimana keadaannya?” aku melihat ryeowook berdiri didepan pintu sambil membawa semangkuk bubur. Aku menghela nafas dan menggeleng pelan, “Molla..”

“Apa sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit?”

“Ani, aku sendiri yang akan merawatnya.” Aku kembali mengganti kain didahinya dan memperhatikan wajahnya. Pucat..

Perlahan matanya terbuka, dia mengerjap-ngerjap merasakan cahaya yang masuk kedalam matanya. Dia menoleh ke arahku kemudian tersenyum. “Aku baik-baik saja oppa jangan menatapku begitu”.Dia berusaha bangun dan duduk sambil bersandar dikepala tempat tidur.

“Aku mencemaskanmu, bodoh!!” dan kata-kata itu yang malah keluar dari mulutku. Dia tersenyum lagi seperti sudah tahu sifatku.

Setelah sedikit memaksa akhirnya hyerin mau menghabiskan bubur buatan ryeowook. Padahal sedang sakit tapi tetap keras kepala, untung saja aku ini lebih keras kepala darinya.

“Oppa~, maukah kau berjanji sesuatu padaku?”

“Mwo?”

“Berjanjilah untuk selalu hidup dengan sehat dan bahagia, makanlah dengan baik dan carilah pacar”

“Mworago? Ya! Kenapa kau tiba-tiba jadi aneh begini. Apa karena suhu tubuhmu terlalu panas?” aku meletakkan punggung telapak tanganku didahinya dan langsung ditepis olehnya.

“Yaksokhae?”

“Ya! Jelaskan padaku kenapa kau berbicara aneh seperti ini?”

“Berjanjilah.”

Aku mendengar nada memohon dari suaranya membuatku tidak tega. “Baiklah, aku berjanji akan selalu hidup dengan sehat dan bahagia, makan dengan baik dan mencari pacar. Kau puas?”

Hyerin tersenyum dengan mata yang berbinar-binar bahagia kemudian menjulurkan jari kelingkingnya padaku. Setelah menautkan jari kelingkingnya denganku dia terlihat sangat bahagia tapi kelihatan aneh bagiku.

“Oppadeul, aku permisi” hyerin membungkuk sambil melambaikan tangannya kearah kami.”

“Ne, jaga dirimu baik-baik. Kau yakin tidak perlu diantar?” donghae hyung terlihat cemas dengan keinginannya untuk tetap pulang sendiri.

“Aniya. Anyeonghaseyo~” dia berbalik, tapi sedetik kemudian langkahnya terhenti dan kembali membalikkan tubuhnya menatap kami.

“Oppa, aku ingin mendengarnya.” Hyung ku saling berpandangan satu sama lain karena bingung.

“Cara kalian memperkenalkan super junior pada dunia.”

Aku dan hyungku mengerti maksudnya kemudian leader kami, leeteuk hyung mulai memberi aba-aba.

“Hana, dul, set. Uri neun SUPE JUNI EOYEO!!!” kami melakukannya dengan sangat baik, tentu saja kami selalu mengatakan kata-kata itu disetiap konser dan acara lainnya.

Hyerin tersenyum kemudian menarik nafas dalam-dalam. “Naneun ELF EOYEO!!”

AUTHOR POV

“hyerin~a ireona. Sudah pagi sayang” nyonya choi mengelus puncak kepala putrinya dengan sangat lembut. Membangunkan putrinya bukan hal yang biasa dilakukannya, tapi hari ini putrinya tidak bangun dengan sendiri seperti biasanya.

Melihat dari sifat putrinya dia bukanlah tipe orang yang harus diiminta 2kali untuk melakukan satu hal kecuali ada sesuatu yang tidak beres dengannya.

“Hyerin~a waeyo?” nyonya choi menempelkan telinganya didada hyerin memastikan bahwa dia masih hidup. Jantung hyerin masih berdetak namun sangat lemah, nyonya choi bergegas memanggil supor lee untuk menyiapkan mobil.

*****

Sesampainya dirumah sakit hyerin dibawa keruang ICU, dan dokter lee eun song yang selalu menanganinya langsung berlari ketempat hyerin saat menerima panggilan darurat dari ICU.

“Bagaimana dengan detak jantung pasien?” Tanya pada perawat disampingnya, perawat itu menggeleng pelan menandakan ada yang tidak beres.

“Ambilkan Defibrillator.” perintah dokter lee. “Ye..”

“Semuanya clear?” Tanya dokter lee.

“Ye”

Setelah melakukan satu kali defibrilasasi dia melakukan pijat jantung sebanyak 30 kali.

“Hyerin~a bertahanlah.”

“Dokter detak jantungnya..” dokter lee beralih menatap alat pendeteksi jantung disampingnya dan kembali mengambil Defibrillator.

“Semuanya, clear?”

“Ye.”

“Ready, shock!!” duugh, tubuh hyern kembali terangkat kemudian dokter lee kembali melakukan pijat jantung.

“Hyerin~a, kumohon bertahanlah. Kau sudah berjanji tidak akan mati sebelum aku menikah bukan?” dokter lee berbicara sambil terus melakukan pijat jantung.

“Hyerin~a..”

“Dokter lee, gomawo..”

“Wae? Kenapa tiba-tiba berterimakasih?”

“Ani, bukankah aku belum pernah berterimakasih pada dokter. Kau selalu menjagaku dengan sangat baik. Jeongmal kamshamida” hyerin sedikit membungkuk pada dokter yang sudah merawatnya selama 7 tahun itu.

Dokter lee tersenyum kemudian mengelus rambut hyerin pelan.

“Terima kasih karena sudah bertahan selama ini. Aku bangga menjadi doktermu.”

Hyerin tersenyum sebentar “Aku akan bertahan, bukankah aku sudah bejanji tidak akan mati sebelum melihatmu menikah. Kapan kau menikah?”

“Aku tidak akan menikah, karena kau akan pergi saat aku menikah nanti.”

“Dokter lee ~”

“tepatilah janjimu itu. Arachi?”

“Aish, sincha..”

“Hyerin~a? kumohon bertahanlah.” Dokter lee masih melakukan pijat jantung walaupun dia tahu semua ini akan sia-sia. Dia hanya belum bisa menerima kenyataan bahwa pasien yang sudah dianggap seperti adiknya itu sudah pergi.

“Dokter lee..” salah seorang dokter di ICU memegang lengannya kemudian menggeleng pelan, menandakan bahwa semuanya sudah berakhir.

Perlahan dokter lee melepas tangannya kemudian berjalan mundur. “Andwae, ini tidak mungkin.”

Satu persatu orang di ruangan itu keluar, nyonya choi yang sedang menunggu diluar langsung berdiri begitu melihat mereka.

“Bagaimana keadaan putriku?”

Para dokter tersebut menunduk karena merasa bersalah. “Jeosonghamnida”

“Mwo?”

Mereka meninggalkan nyonya choi yang masih bingung karena perkataannya. Nyonya choi memutuskan masuk keruang ICU yang sudah tidak dihalangi oleh perawat lagi. Langkahnya melambat melihat putrinya yang sudah ditutup oleh kain hingga wajahnya.

“A-ada apa ini? Kenapa kalian semua hanya berdiri? CEPAT LAKUKAN SESUATU!!” nyonya choi tampak histeris melihat kondisi putri tunggalnya itu. Dia melihat dokter lee yang sedang menunduk disudut ruangan dan dengan cepat dia menghampirinya.

“Dokter lee, lakukan sesuatu pada hyerinku.” Dia menarik-narik baju dokter lee menariknya mendekat disamping ranjang hyerin.

“Jeongmal jeongsohamnida. Aku gagal menjaganya.” Dokter lee berbicara dengan bahu bergetar sambil menangis. Walaupun dia tahu dia sudah melakukan semampunya karena pada kodratnya dokter hanya mampu mengurangi rasa sakit pada pasien tidak bisa mengubah takdirnya.

“Hentikan!! Kenapa kalian hanya meminta maaf, cepat lakukan sesuatu!!”

“Jeongmal jeongsohamnida.” Lagi-lagi hanya itu yang bisa dikatakan oleh dokter lee.

Nyonya choi melepaskan cengkraman tangannya pada lengan dokter lee kemudian menatap putrinya. Dia menarik kain diwajah putrinya perlahan, melihat wajah putrinya yang sangat pucat. Dia mengelus wajah putrinya yang sudah dingin kemudian terisak.

“Hyerin~a ireona. Ini eomma sayang. Ayo kita pulang sekarang. Hm?” tidak ada satupun yang lebih menyakitkan bagi seorang ibu kecuali kehilangan anaknya.

Nyonya choi kembali mengelus pipi hyerin berharap putrinya akan sadar. “Appa sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, bukankah kau bilang kau sangat merindukan appa? Ireona~ hyerin-a”

Semua yang berada diruangan ICU menangis sambil menundukkan kepalanya, mereka bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi pada nyonya choi.

“Yeobo” seseorang menyentuh pundak nyonya choi membuatnya menoleh dan ternyata pria yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri.

“Yeobo? Kau sudah datang?” nyonya choi tampak terkejut kemudian menarik lengan suaminya untuk berdiri disampingnya.

“Hyerin~a appa sudah datang. Kau sangat merindukannya bukan, cepat buka matamu” tuan choi hanya bisa menatap iba istrinya itu, dia mengert apa yang terjadi melihat situasi diruangan ini.

“Hyerin~a” kali ini nyonya choi berusaha menggenggam tangan putrinya.

“Yeobo, sudahlah. Kau harus merelakannya” tuan park berusaha menenangkan istrinya.

“MWO? KAU MENYURUHKU MERELAKAN HYERIN? ANI, ANDWAE. HYERINKU HARUS HIDUP!!” teriaknya histeris

Tuan park memeluk istrinya mencoba memberinya ketenangan. “Cepat, kita harus membawanya kerumah sakit lain.”

“Yeobo, kumohon jangan begini.”

“Andwae, hyerin~a tenanglah. Eomma akan membawamu kerumah sakit lain. Eomma akan menyelamatkanmu.”

“Yeobo, tenanglah..”

“BAGAIMANA AKU BISA TENANG? ANAKKU, PUTRIKU SEDANG KESAKITAN BAGAIMANA AKU BISA TENANG??” dada nyonya choi naik turun karena menahan emosinya. Tapi, sedetik kemudian tubuhnya limbung dan dia pingsan.

*****

“Eomma~, eomma?”

Nyonya choi mengerjap-ngerjapkan matanya merasakan seseorang menggoyang-goyangkan bahunya. Dan dia langsung terbangun begitu melihat orang yang menbangunkannya itu.

“Hyerin~a” ujarnya sambil memeluk tubuh hyerin.

Hyerin membalas pelukan ibunya kemudian mengelus-ngelus punggung eommanya.

“Eomma~ waegeurae?” hyerin melepas pelukan eommanya kemudian menatapnya manja.

“Eomma harus kuat, kenapa eomma bersikap seperti itu?”

“Ani, eomma tidak akan pernah melepaskanmu. Kau harus bersamaku selamanya.” Nyonya choi memeluk erat hyerin. Takut menerima kenyataan bahwa dia akan pergi.

“Kalau eomma bersikap seperti ini aku tidak bisa pergi dengan tenang. Eomma biarkan aku pergi, hm?”

“Andwae, kau tidak boleh kemana-mana”

“Eomma~ appa juga sangat membutuhkan eomma. Teruslah hidup dengan bahagia karena dengan begitu aku juga akan bahagia.” Hyerin menatap ibunya sejenak. “Eomma~ saranghae” hyerin mengecup dahi eommanya kemudian perlahan bayangannya menghilang.

“Andwae hyerin~a jangan pergi, hyerin!!” nyonya choi terbangun dan melihat suaminya berdiri disampingnya.

“yeobo, gwenchana?” tuan choi menatap istrinya cemas.

“Dia menyuruhku untuk bahagia..” ujarnya pelan. Tuan choi mengelus pundak istrinya.

“Bagaimana mungkin aku bisa bahagia kalau dia tidak ada disisiku. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus tertawa sekarang?” nyonya choi menangis terisak. Meluapkan semua emosi didirinya, mencoba menerima semua takdir. Tapi, tetap saja sulit melepaskan orang yang paling kita cintai di dunia ini.

*****

KYUHYUN’S POV

“Oppa hwaiting!!!” aku menoleh kemudian tersenyum kearah penonton melihat hyerin yang sedang melambai kearahku.

“Kau tersenyum pada siapa kyu?” yesung hyung menepuk pelan pundakku.

“Hyerin, kau tidak lihat dia disana” aku menunjuk kearah penonton tapi hyerin tidak ada lagi.

“Dimana? Dari tadi aku memperhatikanmu tersenyum tapi aku tidak melihat hyerin disini.”

Eh? Benarkah? Tapi aku tadi benar-benar melihat hyerin dia melambaikan tangannya padaku. Apa aku berhalusinasi? Tidak mungkin!! Pasti tadi hyerin datang, hyerin? Ada apa dengannya? Kenapa aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.

1 weeks later

Aku mondar-mandir didepan hyungku membuat mereka berdecak kesal, tapi aku tetap tidak bisa tenang. Tidak sebelum melihat wajahnya, kemana dia? Kenapa tiba-tiba menghilang?

“Sebenarnya ada apa kyu? Kau mondar-mandir begitu membuatku pusing.” Ujar siwon hyung menatapku cemas.

Aku mengabaikan pertanyaannya kemudian duduk disebelah donghae hyung yang sedang menonton drama.

“Kau merindukan hyerin?” aku menatap donghae hyung yang tersenyum geli padaku.

“Jeongmal? Wuaaah uri magnae sedang jatuh cinta” aku tidak peduli dengan ejekan eunhyuk hyung dan sorakan member yang lain hatiku sangat tidak tenang.

“Ya! Hae~ya bukankah kau memiliki no handphonenya? Cepat hubungi saja katakan kalau kyuhyun merindukannya.” Ujar sungmin hyung semangat.

“Keurae, aku akan menghubunginya.” Aku menatap donghae hyung sedang menekan beberapa tombol kemudian dia menempelkannya di telinganya. Setelah menunggu beberapa detik aku mendengar suara donghae hyung yang sangat bersemangat.

“Yeobseyo? Hyerin~a jeongmal bogoshipo” ujarnya manja. Tapi beberapa detik kemudian raut wajahnya berubah dan dia berbicara dengan sangat sopan.

“Ne, algaesemnida… ne…” dia menutup sambungan telephonnya kemudian menatapku

“Waeyo hae~ya, apa tadi bukan hyerin yang mengangkat telephonnya?” Tanya leeteuk hyung.

Donghae hyung menggeleng pelan kemudian beralih menatapku lagi, raut wajahnya itu sama persis dengan raut wajah saat ayahnya meninggal.

“Apa terjadi sesuatu?” aku mencoba berbicara padahal kerongkonganku sangat sakit. Dia tidak menjawab pertanyaanku malah pergi menuju kamarnya, tapi dia berhenti saat akan masuk kamarnya.

“Kita harus kerumah hyerin sekarang, ibunya ingin menyampaikan pesan terakhir hyerin pada kita.”

“Pesan terakhir? Apa maksudmu?” tannya leeteuk hyung. semua member tampak bingung mendengar perkataan donghae hyung.

Dia menghembuskan nafas pelan, “Hyerin meninggal”

Seketika itu juga aku merasa kepalaku seperti dihantam dengan benda keras dan kakiku seperti tidak menapaki bumi lagi. Ini mimpi bukan? Tapi kenapa senyata ini? Aku menampar pipiku cukup keras dan sakit. Ini bukan mimpi.

AUTHOR POV

“Kyu, kenapa kau tidak ganti baju?” Tanya sungmin dia melihat dongsaengnya itu massih berdiri ditempat yang sama padahal member lain sudah bersiap-siap untuk berangkat mereka semua mengenakan jas hitam.

“Kyu?” panggilnya lagi.

“Ini hanya lelucon hyerin, pasti dia sedang tertawa di suatu tempat” sungmin hyung menatap dongsaengnya itu cemas. “Hahaha, ini pasti lelucon, kalian semua telah ditipu.” Kyuhyun tertawa namun matanya berkaca-kaca. “Dan pesan terakhir, apa-apaan itu? Dia berencana untuk mati?” semua member mengerti perasaan kyuhyun sekarang dia hanya tidak bisa menerima bahwa semua ini adalah kenyataan. Dan mereka semua juga berharap bahwa semua ini hanya lelucon.

“Sudahlah sebaiknya kita berangkat sekarang.” Ujar leeteuk.

Selama perjalanan tidak ada yang berbicara semuanya terdiam, hanyut dalam pikiran mereka masing-masing sampai mereka sampai dirumah hyerin.

“Kalian sudah tiba” seorang wanita paruh baya menggunakan baju hanbok berwarna hitam yang membukakan pintu. Dia adalah ibunya hyerin, bahkan matanya masih sembab mungkin sampai kapanpun air mata itu tidak akan pernah berhenti mengalir setiap dia mengingat putrinya itu.

“Mianhae, kalian harus repot-repot datang kesini.” Ujar nyonya choi merasa sedikit sungkan dengan mereka.

“Gwenchana.”jawab leeteuk sambil tersenyum. “Mian kalau boleh kami tahu apa yang terjadi pada hyerin.?”

Nyonya choi menunduk sesaat berusaha mengumpulkan tenaga untuk berbicara.

“Hyerin menderita penyakit scleroderma.” Ujarnya pelan

“Scleroderma?”

“mm, penyakit ini biasanya menyerang kulit penderitanya. Tapi pada kasus hyerin penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada kulit melainkan langsung menyerang jantung dan paru-parunya. Penyakit ini belum ditemukan obat dan juga belum diketahui penyebabnya. Hanya saja jika penderita mengalami kelainan pada kulit orang tersebut dapat bertahan cukup lama sayangnya hyerin belum seberuntung itu.” Nyonya choi menceritakan penyakit hyerin kepada seluruh member panjang lebar walaupun dia juga merasa sakit. Bahkan lebih sakit daripada menderita penyakit apapun.

Semua member terdiam tidak tahu harus berkata apa lagi.

”Boleh kami melihat kamarnya?” Tanya donghae, entahlah mungkin dengan begitu dia bisa menghirup aroma hyerin yang masih tertinggal dikamarnya.

Ckleek

Berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh donghae, ternyata saat baru akan masuk dikamar hyerin bau obat langsung menusuk kehidungnya. Pandangan mereka menerawang melihat begitu banyaknya poster mereka didinding kamarnya juga ada beberapa foto disudut mejanya. Foto saat mereka ke pantai beberapa hari yang lalu. Semua member menangis kecuali kyuhyun dan donghae , mereka sudah habis-habisan menahan air matanya tapi begitu menatap wajah hyerin yang tersenyum membuat semua ingatan mereka kembali berputar. Ingatan tentang gadis itu, gadis yang sangat baik.

“Anak itu… selalu tersenyum. Tidak pernah menangis ataupun mengeluh padaku. Padahal aku sangat ingin mendengarnya keluhannya, tangisannya. Berkata bahwa ‘eomma~ aku sakit. Aku sakit.’ Aku ingin memeluknya, aku juga ingin merasakan kesakitannya. “ nyonya choi menangis mengingat semua kenangan tentang putrinya.

“Dia selalu berkata kalau dia bersyukur, bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berjalan. Bersyukur untuk semuanya yang dialaminya didunia ini. Hyerinku, hyerinku.. dia sudah pergi”  nyonya choi menangis sambil memegang dadanya, sakit. Sangat sakit saat kita menangis karena harus merelakan orang yanpaling kita cintai pergi untuk selamanya. Tidak bisa lagi mendengar suaranya, melihat senyumannya dan menyentuh tubuhnya.

KYUHYUN’S POV

Kakiku sangat berat, aku berusaha semampuku untuk berjalan. Kami sekarang menuju makam hyerin, aku sendiri yang menanyakan makam hyerin pada ibunya. Aku ingin memastikan bahwa ini lelucon bukan kenyataan.

Aku merasa keseimbangan tubuhku menghilang dan hampir terjatuh saat siwon hyung menangkap pundakku.

“Gwenchana? Kau sanggup kyu? Apa tidak sebaiknya kau tunggu di mobil saja?”

Aku melepaskan tangan siwon hyung kemudian kembali berjalan. “Ani hyung, aku harus memastikannya dengan mata kepalaku sendiri.”

Semua member berhenti disalah satu makam, aku berjalan dan melihat foto hyerin didepan makam itu. Lututku lemas, aku terjatuh dunia seakan berputar aku merasa tidak ada lagi gravitasi didunia ini.

“Kyuhyun, gwenchana?”

Aku menatap siwon hyung kemudian menggelengkan kepalaku. “Andwae hyung, ini tidak mungkin. Semua ini bohong kan?” aku menarik baju siwon hyung.

“Kyu kau harus merelakannya.”

“Andwae, andwae. ANDWAEEE!!”

*****

“Oppa~, waeyo?” aku melihat hyerin didepanku dia memegang tanganku. Aku langsung bangun dan melihat aku berada dikamarku.

Haaah ternyata benar, aku hanya bermimpi. Mimpi buruk.

“Waeyo?” aku menatap hyerin dia masih memperhatikanku seperti bingung.

“Ani, aku hanya mimpi buruk.”

Dia mengangguk mengerti, kemudian kembali menggenggam tanganku.

“Oppa~ gomawo. Aku mohon hiduplah dengan baik dan tetaplah bahagia seperti sekarang.” Hyerin tersenyum namun bayangannya perlahan menghilang.

“Hyerin~a , chankaman. HYERIN!!” Aku tersentak kaget saat menyadari ternyata aku dikamarku sekarang tapi tidak ada sosok hyerin. Aku keluar dari kamarku dan mencari hyungdeul.

“Hyung!!” aku terkejut melihat mereka sedang menangis dan menggunakan jas hitam.

“Kyuhyun kau sudah sadar?” Tanya ryeowook hyung sambil menghampiriku.

Aku melihatnya matanya sembab, aku yakin dia juga pasti menangis daritadi. Aku mengabaikannya kemudian melangkah menuju pintu.

“Kau mau kemana kyu?” tanyanya sambil menahan lenganku.

“Aku ingin mencarinya, gadis itu pasti sedang bersembunyi disuatu tempat sekarang. Aku akan membuktikannya bahwa semua ini hanya lelucon.”

“HENTIKAN CHO KYUHYUN!!” teriak donghae hyung, aku berbalik dan menatapnya. Dia menatapku dengan mata berkilat-kilat marah.

“APA KAU FIKIR HANYA KAU SAJA YANG MERASA SEDIH DAN TIDAK BISA MENERIMA SEMUA INI? HAH?” dadanya naik turun karena marah. Aku melihat air matanya menetes, dia mengepalkan tangannya kuat.

“Kami juga berharap bahwa ini hanya mimpi, mimpi buruk yang akan segera berakhir. Tapi itu tidak mungkin bukan? Ini takdir kyuhyun.” Donghae hyung masuk kekamarnya setelah berkata seperti itu padaku.

Aku masih terpaku ditempatku berdiri, bingung. Kepalaku sangat pusing dan tidak bisa kugunakan untuk berfikir. Aku memutuskan untuk masuk kekamarku, mungkin dengan begini aku bisa sedikit mendinginkan fikiranku.

Aku mendengar suara pintu terbuka dan kulihat leeteuk hyung masuk dan duduk disampingku. Dia menatapku kemudian menyodorkan sebuah surat kearahku.

“Ige, mwo?” tanyaku sambil mengambil surat ditangannya.

“Bacalah, itu pesan terakhir hyerin untukmu.” Ujarnya tanpa menatapku.

Pesan terakhir? Yang benar saja, gadis itu sudah berencana untuk mati? Aku membuka lipatan kertas ditanganku dan mulai membacanya.

Dear, Cho Kyuhyun Super Junior

Anyeonghaseyo oppa~, kau membaca suratku? Apa aku sudah tidak ada lagi didunia ini? Haaah kau pasti menganggap aku gila, mana mungkin aku bisa memprediksikan kapan kematianku. Tapi, saat aku pergi dengan kalian ke pantai aku merasa itu adalah pertemuan terakhir kita. Entahlah, firasat itu sangat kuat menguasai hatiku.
Oppa~ kau tahu? Rasanya seperti mimpi, bisa bertemu denganmu dan oppadeul super junior, bisa berbicara dan bercanda satu sama lain, juga liburan bersama kalian. Itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Tuhan pasti sangat mencintaiku, aku hanya berdoa agar bisa berbicara dan menatap kalian secara langsung tapi yang kudapatkan lebih dari semua doaku itu. Ini seperti bonus, benar bukan?
Oppa~ mianhae, jeongmal mianhae. Aku minta maaf karena pernah membuatmu merasa terganggu dengan kehadiranku, padahal aku fikir kau akan mengingatku bukankah kita pernah bertemu 3 tahun yang lalu? Kau ingat, gadis yang kau tolong 3 tahun yang lalu saat hampir melompat dari atap gedung rumah sakit.

‘Eh? 3 tahun yang lalu?’ batinku.

Flashback

AUTHOR POV

Seorang gadis kembali melihat kebawah tempatnya berdiri, tidak ada rasa takut sedikitpun padanya. Tatapan matanya kosong, dia kembali menghirup oksigen disekitarnya kemudian menghembuskannya pelan.

Dia merentangkan kedua tangannya siap untuk mengakhiri hidupnya sekarang juga. Tepa saat dia akan melompat sepasang tangan melingkar diperutnya dan dengan sangat kuat menarik tubuhnya sehingga tubuhnya tertarik dan jatuh diatas tubuh seorang laki-laki. Laki-laki yang memakai baju yang sama dengannya, pasien dirumah sakit ini.

Nafas laki-laki itu terengah-engah dan menerpa wajah gadis diatasnya. Perlahan lingkaran tangan laki-laki itu terlepas, dengan segera gadis itu bangun dari atas tubuhnya.

“Ya! Micheoso?” Tanya laki-laki itu kemudian setelah berhasil mengumpulkan tenaganya untuk berbicara. Namun, gadis itu tidak menanggapinya. Malah menangis sambil menunduk membuat rambut panjangnya menutup wajahnya.

“Aish!! Kalau ingin bunuh diri jangan lakukan disini. Kau bisa membuat reputasi rumah sakit ini jatuh dan rumah sakit ini bangkrut.” Ujar laki-laki itu kesal.

“Seharusnya kau membiarkanku mati..” ujar gadis itu pelan

“Mwo?”

“KAU FIKIR UNTUK APA MANUSIA YANG AKAN MATI SEPERTIKU INI HIDUP? HAH? UNTUK LEBIH MENDERITA!!” teriaknya namun tidak mengangkat wajahnya. “menderita penyakit yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak ada obatnya.” Ujarnya pelan “BUKANKAH SUATU SAAT AKU JUGA AKAN MATI, LEBIH BAIK AKU MATI SEKARANG DARIPADA LEBIH MENDERITA.” Gadis itu menangis sangat keras membuat siapapun yang mendengarnya hatinya akan teriris.

“Kau fikir hidup sebegitu tak berharganya?” tanyanya pelan tanpa memandangnya.

“Kalau begitu bayi yang baru dilahirkan lebih baik mati saja, bukankah mereka akhirnya juga akan mati? Hidup manusia tidak sesederhana itu. Manusia diberi kesempatan untuk hidup, diberi kesempatan untuk melihat dunia, diberi kesempatan untuk berjalan bukankah itu suatu anugerah yang harus sangat disyukuri? ” laki-laki itu mengadahkan kepalanya keatas dan memandang langit.

“Aku hampir saja merasakan yang disebut kematian, atau mungkin aku memang sudah mati dan ini kehidupanku yang kedua.” Laki-laki itu tertawa pelan kemudian kembali melanjutkan kata-katanya.

“ Aku hampir mati saat kecelakaan beberapa bulan yang lalu, semua orang sudah menyerah. Namun, tuhan belum mengijinkan aku untuk mati aku masih diberi kesempatan untuk hidup.”

“ Aku sangat bersyukur diberi kesempatan untuk hidup, untuk dapat menghirup udara lagi, untuk berjalan dan untuk makan. Dan untuk kembali melanjutkan aktivitasku sebagai member superjunior 1 minggu lagi.” Laki-laki itu kemudian menatap gadis disampingnya.

“Kau tahu Super Junior?” tanyanya antusias.

Gadis itu menggeleng pelan membuat laki-laki disampingnya berdecak kesal. “Mwo? Kau tidak tahu super junior? Kau tidak punya TV dirumahmu? Kami ini sangat terkenal, laki-laki tampan yang penuh dengan talenta yang sangat hebat. Terutama aku, aku anggota paling muda dan paling tampan, suaraku juga sangat indah.” Ujar pria itu panjang lebar.

Gadis disampingnya tertawa pelan namun masih bisa didengar oleh laki-laki disampingnya membuatnya juga ikut tertawa.

*****

KYUHYUN POV

Jadi, dia gadis itu?  Aku kembali membaca surat didepanku.

Apa oppa sudah ingat padaku sekarang? Ingatanmu sangat lemah oppa, kenapa kau bisa melupakan gadis secantik aku ini? ^-^.. setelah hari itu aku memutuskan untuk terus bertahan hidup dan menjadi fansmu dan super junior.
oppa~ gomawo karena pernah muncul dihadapanku dan kau telah membuatku bertahan sampai sekarang. Aku mencintaimu, sangaaaaaaat mencintaimu. Aku boleh berkata seperti itu bukan, aku ini fansmu. Dan ingatlah janjimu padaku oppa untuk selalu hidup dengan sehat dan bahagia, makanlah dengan baik dan carilah pacar. Oppa~ saranghae..

Perlahan surat ditanganku terjatuh kelantai, tanganku bergetar mataku memanas.

“Kau sudah melakukannya dengan sangat baik kyu. Kau membuat seorang gadis mempunyai semangat untuk hidup dan bertahan sampai sekarang.” Ujar leeteuk hyung.

“Hyung, aku..” ucapanku terhenti karena tangisanku pecah. Leeteuk hyung memelukku dan menepuk-nepuk punggungku.

“Kau membuatku bangga kyu, kau sudah melakukannya dengan sangat baik”

Aku memeluk leeteuk hyung sangat erat dan menangis sangat keras, leeteuk hyung membalas pelukanku sambil menepuk-nepuk punggungku, dia juga menangis bersamaku.

*****

11 months later

August 2011 5th

Aku berjalan pelan menuju sebuah makam sambil memegang sebuket bunga lili putih, walaupun aku tidak tahu bunga yang disukainya tapi sepertinya lili putih bukan pilihan yang jelek. Aku tersenyum saat sampai didepan makamnya, menaruh buket bunga itu didepannya kemudian duduk disamping makamnya.

“Hyerin~a apa kabar? Apa kau bahagia? Tentu saja kau bahagia karena aku juga sangat bahagia sekarang. Hari ini ComeBack Stage Super Junior. Kau harus berterima kasih padaku karena sudah meluangkan waktu untuk mengunjungimu. Kau fans yang sangat beruntung. hehehe” aku tertawa pelan.

“Hyerin~a aku belum sempat mengatakannya padamu. Sebenarnya aku tidak pernah membencimu dan merasa terganggu dengan kehadiranmu. Saat pertama kali melihatmu, jantungku seperti ingin keluar dari tempatnya. Apa aku jatuh cinta? Entahlah, kau itu terlalu cantik untuk seorang fans. Aku ingin berbicara denganmu tapi kedekatanmu dengan hyungku membuatku mundur. Aku tidak ingin orang membicarakanmu yang tidak-tidak makanya aku meminta hyung untuk tidak mengijinkanmu datang ke dorm lagi. Tapi, kau malah menangis dan membuatku takut.” Ujarku panjang lebar kemudian mengelus makam didepanku.

“Aku sudah mempunyai pacar sekarang. Gadis itu sangat bodoh dan suka berteriak-teriak padaku. Aish, kau tahu telingaku sampai panas karena mendengar teriakannya setiap hari dia hampir membuatku tuli. Tapi, aku malah merindukannya kalau tidak melihatnya dan mendengar teriakannya itu satu hari saja. Apa aku sudah gila? Sepertinya iya. Aku selalu mengganggunya dan wajahnya saat marah itu malah terlihat sangat manis dimataku.”

“Hyerin~a, aku sangat bahagia dan kuharap kau juga bahagia. Mm aku harus pergi sekarang, jaga dirimu hyerin~a… Anyeong.. “

Fans adalah orang-orang yang sangat mengangumi seseorang yang disebut dengan idola, tersenyum sendiri saat melihat penampilan idolanya, orang yang akan membela idolanya habis-habisan dan menangis saat melihat idolanya sedih.

Hubungan yang sangat menyedihkan namun juga menjadi indah di saat yang bersamaan. Karena idola tidak bisa disebut idola kalau tidak ada fans.

Hubungan yang aneh antara fans dan idola, mereka mengatakan mereka saling mencintai walaupun mereka tidak saling kenal. Mereka saling merindukan walaupun tidak pernah berbicara secara langsung. Cinta memang sesederhana itu bukan?

END

Pos ini dipublikasikan di one shoot dan tag , . Tandai permalink.

28 Balasan ke Good Bye My Love

  1. 13gamekyu berkata:

    Wuuaahhh kenapa semua ff yg kamu buat jalan ceritanya keren2 banget…
    Semangat yaa untuk buat ff yang lainnya..
    hehehe

  2. magnaelover berkata:

    sumpah baca ini sambil denger lagu storm bikin banjir air mata😦 suka bgt sama endingnya walau sad ending !!! daebak !

  3. @nonajongwoon berkata:

    Wuahhh ceritanya itu lohhh aduhh kasian bangettt
    Aku gak tau ahh thorr ampe meneteskan air mata nihh
    Daebak….

  4. Choiri berkata:

    ceritanya bagus, mengandung makna kehidupan bahwa kita akan merasa kehadiran seseorang berarti apabila kita kehilangannya…

  5. Trisna berkata:

    Aku nangis hiks hiks…

  6. Karindra berkata:

    Sumpah thor bikin nangis🙂 terus bekarya thor🙂

  7. astri elfishy berkata:

    Ceritanya daebak, thor. Sedih bnget, smpe nangis..
    FF slanjut.a d tnggu ya,,

  8. ghina berkata:

    maaf tapi aku gak terlalu suka ceritanya. kesannya… maksa? hahaha itu pendapat aku aja loh, maaf ya :c

  9. DewiChaki berkata:

    Bner” netesin air mta :’D smpek malu dliatin adik sndiri gra” tiba-Tiba nangis X’D feel dpt bgt gilakkk smngt thor bwt krya lg ^^9 fighting

  10. hinata berkata:

    Ceritanya sad,,😥
    Hik…. hik….

  11. melindacuty berkata:

    pa ni???
    ko nyesek bacanya

  12. Hyurin berkata:

    huaaaaa… ffnya daebaakkk… aku sampe nangis bacanyaa… hikss hikss

  13. Nurul berkata:

    Awalnya aku ga mau baca ff ini karna pasti sad ending, dan aku ga suka yg namanya sad ending, kasian liat castnya kehilangan orang yg dicintai,,
    tapi karna penasaran aku coba buat baca,, dan akhirnya, aku ikutan nangis ..

    Mungkin mulai sekarang aku menyukai ff yg sad ending🙂

    daebbakk author😀

  14. EkaShfly berkata:

    Hiks..hiks..hiks… Aku juga rasanya mau mati melihat kau menari dg sexy dance itu dho kyuhyun!?!
    #keep writting..
    Aku jd merasa menjadi hyerin T.T

  15. YummyJ berkata:

    Idola dan fans

  16. sakura berkata:

    Hiks hiks nyesek baca ni ff,, paling gk tahan kalau bca ff sedih gni huwaaaa hyerin kasihan!!

  17. Song Mi berkata:

    Baru saja menemukan FF ini….
    Keren banget,
    Ga tahu mau comment apa… Suka tiba-tiba no comment kalau baper gini. Senggukan nih bacanya, gakuku…
    Well done thor!

  18. nazaki berkata:

    Critanya sedih bgt,smpe mneteskn air mata. Tragis tpi mnis,,,,

  19. nda ccm berkata:

    knp hrs perpshn,,,,???
    ttp amgt,cayooo,,,,

  20. nda ccm berkata:

    knp hrs perpshn,,,,???
    ttp smgt,cayooo,,,,

  21. siti nss berkata:

    sedh sekali, hyerin meninggal

  22. lovey denalisa berkata:

    Nyayat bgt.udah deg2 an da judulnya pe di baca ulang..
    Haduh ga kuat liat mereka.

    kenapa gtu? Knapa gni?
    tpi 1 hal jangan pernah ngremehin fans.ga tau apa ,q jga bkan fans yg fanatik,tpi terkadang fans rela nglakuin apa aja cuma demi idola yg entah kapan bisa tatap muka..dy gakenal fans tpi fans terkadang rela nglakuin hal extrim sekalipun

  23. dwikyu berkata:

    T-T menyentuh bingo!!!aaa sedih saya sampe mewek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s