My Strong Girl (Part 4)

Hyo hwa’s Pov

“Kau tidak makan siang dulu?” tanyaku saat melihat kyuhyun yang masih berkutat dengan dokumen-dokumen didepannya itu. Kyuhyun menatapku sejenak kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada tumpukan-tumpukan kertas didepannya.

“Aku sibuk, sebaiknya kau makan sendirian saja”

“Baiklah..”

Padahal aku bukan ingin mengajaknya makan bersamaku, tapi mengingatkannya untuk makan. Bagaimanapun dia tetap harus menjaga kesehatannya.

Aku memutuskan untuk keluar dan membeli jajangmyeon kesukaannya, kalau bekerja seperti itu terus aku takut dia akan sakit. Ah! Chankaman!! Aku mengkhawatirkannnya? Apa aku…. Tidak-tidak tentu saja aku harus mengkhawatirkannya bukankah aku digaji untuk menjaga keselamatannya.

Kyuhyun terlalu sibuk akhir-akhir ini, perusahaannya akan mengeluarkan handphone terbaru yang berbeda dengan handphone biasanya dia sudah memamerkannya padaku beberapa hari yang lalu. Hanya berukuran 3×3 cm seperti sebuah tombol, hanya dengan menekannya akan muncul virtual handphone sesuai kebutuhan. Bahkan dapat bekerja lebih baik daripada computer dengan processor core i7.

Aku baru tahu kalau perusahaan kyuhyun sehebat itu dan kyuhyun sejenius itu. Dengan melihat  kelakuannya padaku hampir tidak mungkin dia memiliki otak secerdas itu. Tapi kenyataanya memang seperti itu.

“Makanlah dulu..” aku menyodorkan sekotak jajangmyeon kearahnya.

Kyuhyun langsung mendongak kearahku dan tersnyum manis. “Gomawo~ ternyata kau sangat memperhatikanku” ujarnya manja.

“Tentu saja, aku digaji memang untuk menjagamu bukan?”

“Jujur saja, kau mengkhawatirkanku benar kan?” tanyanya menggodaku.

“Ti-tidak, siapa juga yang mengkhawatirkanmu..” aku baru saja akan meninggalkannya saat kata-katanya menghentikan langkahku.

“Aku akan sangat senang kalau kau memang mengkhawatirkanku”

Aku menoleh kearahnya dan melihatnya menopang dagu dengan tangannya sambil tersenyum, senyuman yang sangat mematikan. Jantungku rasanya melompat-lompat ingin keluar dari tubuhku.

*****

“Hyo hwa-sshi, tolong antarkan ini keruangan tuan cho..” ujar sekretaris kim sambil menyerahkan beberapa tumpukan kertas padaku. Padahal sudah malam begini, kenapa dia masih bekerja? Aku tahu besok adalah peluncuran perdana handphone itu tapi dia tetap harus menjaga kesehatannya.

Aku melihat pintu ruangan kyuhyun yang sedikit terbuka, sangking sibuknya sepertinya dia lupa menutup ruangan kerjanya. Walaupun sudah dirumah kyuhyun belum sempat istirahat barang sedetikpun.

Aku masuk perlahan kedalam ruangannya, dan aku tidak menemukan sosoknya. Apa dia sudah keluar? Samar-samar aku mendengar dengkuran halus aku mencoba mencari sumber suara itu dan melihat ternyata kyuhyun tertidur dalam posisi duduk disofa. Aku menaruh berkas tadi dimejanya kemudian berjalan mendekatinya.

Aku memerhatikan wajahnya dengan seksama, ternyata dia sangat tampan saat sedang tertidur. Hidungnya mancung, bibirnya penuh dan wajahnya putih meskipun ada bekas jerawat tapi tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun.

“Aku baru sadar, ternyata kau sangat tampan” ujarku pelan, hampir berbisik.

Aku masih menikmati pemandangan didepanku ini saat tiba-tiba aku melihat seringaian diwajah tampannya dan dalam hitungan detik matanya terbuka.

“Akhirnya kau mengakui ketampananku bukan?”

more

Refleks aku menjauhkan wajahku yang hanya berjarak beberapa centi lagi darinya tapi secepat itu pula kyuhyun menahan pergelangan tanganku, menarikku hingga terduduk disampingnya. Aku berusaha untuk bangun tapi dia sudah mengurungku dengan kedua lengannya.

“Apa yang mau kau lakukan hah?” geramku masih berusaha melepaskan diri dari cengkramannya.

Tapi, tidak seperti biasanya dia malah menatapku lembut. Dan dalam hitungan detik aku sudah berada dalam dekapannya.

“Kyu…”

“Aku lelah” ujarnya lemah “Sebentar saja, biarkan seperti ini”

Entah luluh karena perkataanya atau apa, aku malah membalas pelukannya dan mengelus punggungnya. Aku tidak tahu sudah berapa lama kami berada dalam posisi ini sampai dia melepaskannya dan menatapku jauh kedalam manik mataku.

Kyuhyun tersenyum tipis sebelum akhirnya bibirnya sudah berada dibibirku. Dan kali ini aku bukan menolak seperti biasanya dan malah membiarkannya. Tapi, jantungku langsung meledak-ledak saat tiba-tiba bibirnya mulai melumat bibirku. Aku meremas pundaknya, menahan perasaan tegangku tanpa membalas ciumannya.

Dan seakan kembali kealam sadarku aku mendorong tubuh kyuhyun menjauh dan melepas kontaknya denganku. Kyuhyun menatapku bingung sekaligus kecewa, aku mengacuhkannya dan langsung meninggalkannya.

Tepat saat aku memegang kenop pintu ruangannya dia menarik pergelangan tanganku dan mendorong tubuhku hingga terhimpit antara dinding dan tubuhnya.

“Ini salah, tidak seharusnya seperti ini..” ujarku dengan suara bergetar menahan tangis.

“Sebaiknya kau memiliki alasan yang tepat untuk mengatakan hal yang kulakukan tadi adalah suatu kesalahan.” Ancamnya mengacuhkan semua ketakutanku.

“Aku hanya gadis yang dibayar untuk menjaga keselamatanmu cho kyuhyun-sshi. Hal yang baru saja terjadi adalah kesalahan terbesar yang penah aku lakukan.”

Kyuhyun menatapku geram dan mencengkram lenganku kuat. “Persetan dengan pengawal dan semua hal konyol itu. Aku hanya ingin kau selalu berada disisiku”

“Aku hanya memintanya sekali, jadi dengarkanlah baik-baik.” Ujarnya tanpa melepas cengkramannya padaku. “Jadilah milikku”

Air mataku menetes begitu saja, bukan karena cengkramannya. Tapi karena kata-katanya, dia hanya ingin aku memiliku tanpa ada rasa cinta sedikitpun. Bahkan sepertinya dia tidak menyukaiku sama sekali.

“Tidak, aku tidak mau”

Seketika cengkramannya mengendur hingga terlepas sama sekali kyuhyun menundukkan kepalanya. Menghindari kontak mata denganku.

Dia berbalik dan memperlihatkan punggungnya yang dingin padaku. Dan aku langsung pergi dari ruangannya, memang seharusnya seperti itu karena tidak ada yang perlu yang dibicarakan lagi.

*****

Aku menyetir mobil dengan hati-hati dalam keadaan mobil yang sangat mencekam. Setelah kejadian tadi malam aku masih berharap dia akan bersikap seperti biasa padaku. Bodoh sekali bukan?

Dia bahkan tidak mau menatapku sama sekali, dan tidak berbicara sepatah katapun. Memang inilah yang harus kuterima karena penolakanku semalam bukan. Aku seharusnya bersyukur karena dia tidak memecatku.

Aku menghentikan mobil saat kami sudah berada ditempat tujuan kami. Hari pertama peluncuran produk terbarunya dan hari pertama yang kulalui tanpa senyumannya sedikitpun.

Dia keluar dari mobil dan berjalan layaknya seorang pangeran dengan tatapan dingin yang bisa membuat semua gadis jatuh cinta hanya dengan memandangnya sekali.

Dan aku berjalan dibelakangnya, menjaga keselamatannya memang seperti inilah seharusnya. Aku digaji oleh ayahnya untuk selalu menjaga keselamatannya.

Kyuhyun berjalan terlalu cepat membuatku harus sedikit berlari untuk mengimbanginya tapi karena terlalu focus dengannya aku tidak menyadari kalau ada anak tangga didepanku dan bruk..

“Aaah!!” ringisku pelan.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kearahku, melihatku yang sudah tersungkur dilantai. Kakiku rasanya sakit sekali, sepertinya terkilir tapi kata-katanya lebih menyakitkan daripada rasa sakit dikakiku ini.

“Perhatikan langkahmu..”

Masih dengan tatapan dinginnya dia menatapku seakan tidak peduli sama sekali. Aku bangun dengan kasar tidak peduli dengan rasa nyeri ini dan berjalan mendahuluinya dengan langkah tertatih-tatih.

Rasanya  ingin menangis, aku benci sekali dengan  matanya itu. Aku memang egois, masih berharap  bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Langkahku terhenti begitu saja saat tangannya mencengkram lenganku dan membalikkan tubuhku hingga menghadapnya.

“Sampai kapan kau akan terus bersikap keras kepala seperti itu hah!!” bentaknya tepat didepan diwajahku.

“Apa pedulimu? Sebaiknya kau acuhkan saja aku seperti tadi”  balasku tak kalah kasar.

“Kau ini..” geramnya.

Kyuhyun menarik lenganku dan menaruhnya dipundaknya, “Lepaskan..” tolakku masih keras kepala.

Kyuhyun tidak mengacuhkanku dan masih membopongku menuju salah satu kursi didekat kami. Kulihat dia menghubungi seseorang kemudian kembali berjongkok didepanku.

“Sebaiknya kau masuk, nanti kau terlambat”

Dia masih saja bersikap acuh dan malah membuka sepatuku. “Ya! Apa yang…”

“Jangan bergerak, kakimu bengkak” ujarnya tanpa menatapku. Kyuhyun menghela nafas sejenak kemudian menengadahkan kepalanya menatapku. “Bisakah kau lebih menjaga dirimu, kalau kau tidak mau melakukannya untuk dirimu sendiri lakukanlah untukku.”

“Kenapa kau tidak memecatku bukankah aku sudah menyakitimu”

“Aku tidak akan memaksakan perasaanku padamu, kau pasti akan menyukaiku nanti. Aku hanya perlu sedikit bersabar.”

Aku hanya terpaku mendengar perkataannya, laki-laki menyebalkan sepertinya ternyata bisa mengucapkan kalimat seperti itu.

“Tuan muda..” suara sekretaris kim mengembalikanku kedunia nyata, aku melihatnya menyerahkan sesuatu pada kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya dan langsung mengoleskan salap itu pada pergelangan kakiku.

“Aaah, appoo~” rengekku sambil menjauhkan kakiku dari jangkauannya.

“Tahan sedikit, kau mau kakimu semakin bengkak” balasnya dan kembali mengoleskan obat itu dikakiku. Kyuhyun meniup-niup obat yang sudah dioleskannya itu pada kakiku, membuatku merinding.

“Tunggulah disini, aku bisa pergi sendiri.” Katanya sambil berdiri. “Dan jangan coba-coba membantah perkataanku”  ancamnya

Aku tidak menjawab perkataannya hanya bisa melihat punggungnya yang semakin lama semakin menjauh bersama sekretaris kim.

*****

“Bagaimana keadaanmu?”

“Kau sudah selesai?” tanyaku mengabaikannya.

“Aku menanyakan keadaanmu, kenapa kau malah berbalik bertanya?” geramnya

“Aku sudah baikan,  lihat. Aku sudah bisa berdiri dengan baik kan?” jawabku sambil berdiri didepannya.

Kyuhyun memperhatikanku dari  ujung kaki hingga wajahku, dan langsung membalikkan tubuhnya.

“Ayo pulang”

Aku mengikuti langkahnya dari belakang, sedikit menahan rasa nyeri dikakiku. Aku berusaha sekeras mungkin agar kyuhyun tidak menyadari keadaanku.

Entah hanya perasaanku tapi aku merasa ada yang mengikuti kami sejak tadi, aku menepis jauh-jauh pikiran burukku dan kembali mengikutinya.

Langkahku terhenti begitu saja saat kyuhyun berhenti dan membalikkan tubuhnya dan berdiri didepanku.

“Keluarlah, sampai kapan kalian akan mengikutiku”

Setelah kyuhyun berkata seperti itu sekitar 15 pria bertubuh kekar datang dan mengelilingi kami. Kyuhyun merentangkan tangan kanannya menjauhkanku dari pandangan mereka.

“Ternyata tuan muda cho memang sangat cerdas” ujar seorang pria yang berjalan menghampiri kami. Dia tersenyum sinis dan sorot matanya sangat menakutkan.

“Apa maumu lee ji hoo?”

“Mauku? Hahaha tentu saja menghancurkanmu” jawab pria itu dan tersenyum licik.

Kyuhyun semakin merapatkan tangannya padaku, membuatku tidak bisa melihat pria itu dengan jelas. Sepertinya mereka saling mengenal dan ada masalah yang sangat serius.

“Siapa gadis yang kau lindungi itu? Kekasihmu?”

“Bukan urusanmu, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini”

“ah, benarkah? Tapi bukan kau yang menentukannya melainkan aku. Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak macam-macam dengan perusahaan appaku. Tapi, kau malah membuatnya bangkrut.”

“Ji hoo ini adalah bisnis seharusnya kau harus mempersiapkan dirimu untuk semua kemungkinan terburuk.”

“Kemungkinan terburuk? Semua pemilik saham menarik sahamnya dan bekerja sama denganmu. Kau pikir aku senaif itu, kau pasti sudah melakukan sesuatu pada mereka. Benar kan? Sekarang saatnya aku membalas air mata ayahku,” ji hoo mengisyaratkan sesuatu pada semua bodyguardnya. “Matilah kau” desisnya.

Author Pov

Dalam hitungan detik pria-pria kekar itu maju dan mulai melayangkan tinjunya kearah kyuhyun, tapi tidak semudah yang mereka bayangkan. Kyuhyun dapat melawannya bahkan membalas mereka satu persatu benar-benar diluar dugaan mereka.

Salah satu dari mereka menarik lengan hyo hwa ingin menjadikannya sebagai sandera tapi dengan cepat hyo hwa menyikut perutnya dan menendang kakinya.

“Aku tidak tahu kalau kemampuanmu sehebat ini” puji hyo hwa saat mereka mengambil jeda dalam perkelahian itu.

“Asal kau tahu aku ini memegang sabuk hitam taekwando” balas kyuhyun dengan suara terengah-engah.

Mereka kembali mengadu kekuatan dengan pria-pria didepannya itu, hanya tersisa beberapa orang lagi. Tapi, tiba-tiba saja kaki hyo hwa ditendang ditempat bengkaknya tadi, hyo hwa kehilangan keseimbangan dan langung tersungkur dilantai. Kyuhyun yang melihat hyo hwa ingin menolongnya tapi dia tidak menyadari bahaya yang mengancamnya.

Ji hoo mengancungkan pistolnya tepat dijantung kyuhyun menunggu timing yang tepat sebelum peluru itu menembus tubuhnya.  Tanpa menyadari apapun kyuhyun menghampiri hyo hwa dan dorr!!!

Seakan dunia berhenti berputar kyuhyun merasakan bau anyir menusuk hidungnya, tapi bukan berasal darinya melainkan dari gadis yang sekarang memeluknya.

Kyuhyun’s Pov

Aku melihat hyo hwa tersungkur dilantai, dan pria brengsek itu tanpa ampun menendang perutnya. Aku berlari kearahnya dan dengan sekali hantaman keras diwajahnya dia langsung jatuh. Aku baru saja akan menghampiri hyo hwa tapi dia sudah terlebih berdiri dan memelukku. Dorr!!

Suara tembakan itu membuatku tidak menapak bumi lagi, bau anyir yang menusuk-nusuk hidungku membuat aku hampir kehilangan kesadaran. Aku meraba punggung hyo hwa yang basah dan melihat telapak tanganku yang penuh dengan darahnya.

Tubuh hyo hwa merosot begitu saja diikuti dengan tubuhku yang limbung bersama dengannya, pikiranku kosong. Aku tidak tahu harus berbuat apa, matanya.. mata hyo hwa tertutup sangat rapat membuat aliran darahku seakan berhenti mengalirkan oksigen.

Aku meraba wajahnya dengan tanganku yang berlumuran darah, “Hyo hwa?” panggilku, dengan suara berat yang hampir tidak keluar dari mulutku.

“Hey, kau mendengarkanku? Bangunlah.. mm?” aku berusaha menepuk-nepuk pipinya membuatnya wajahnya semakin berlumuran darah. “Aku mohon~.. Bangunlah..” tidak ada respon apapun darinya. Aku menarik tubuhnya dan menenggelamkan wajahku dipundaknya, “Kumohon.. “ aku terus memeluknya. Tidak, aku tidak mau kehilangannya dengan cara seperti ini. Aku bisa mati, kumohon bangunlah..

*****

Hyo Hwa’s Pov

Tubuhku seperti remuk, rasa sakit ini menjalar hingga tulang-tulangku. Aku berusaha membuka mataku dengan susah payah dan ternyata aku sudah terbaring di ranjang rumah sakit.

“Kau sudah sadar?”

Aku menoleh kesamping dan melihat donghae oppa menatapku cemas.

“Oppa, dimana kyuhyun?”

“Kau masih mencemaskannya sedangkan kau hampir mati. Apa sekarang nyawamu sudah tidak berharga lagi?”

Donghae oppa menatapku geram dengan mata berkaca-kaca, aku tahu dia pasti sangat mencemaskanku.

“Mianhae~..”

“Bukankah sudah kubilang, kau tidak perlu bekerja. Aku bisa menjagamu, aku akan selalu menjagamu..” katanya lirih.

“Oppa~”

“Aku sangat mencemaskanmu, kau tahu?”

Donghae oppa memelukku dengan posisiku yang masih terbaring diranjang. “Jangan  membuatku cemas lagi. Arachi?”

“mm..” aku membalas pelukan donghae oppa, tubuhnya bergetar karena menangis.

Donghae oppa melepaskan pelukannya setelah beberapa menit. “Aku harus pergi ke suatu tempat, hanya sebentar.”

Aku mengangguk dan tersenyum tipis pada donghae oppa. Dia mengelus kepalaku sebelum akhirnya pergi.

Ckleek…

“Oppa kenapa cepat sekali?” tanyaku tanpa melihat siapa yang masuk kekamarku. “Kyuhyun?”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya berjalan lurus dan berhenti disamping ranjangku.

Aku tersenyum pada kyuhyun melihatnya baik-baik saja membuatku hatiku senang. Kyuhyun tidak menatapku walaupun dia berdiri didekatku dia menghindari mataku.

“Bagaimana keadaanmu?”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku, membuatku semakin bingung. Dia hanya berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun untuk beberapa saat, hingga akhirnya dia membuka mulutnya.

“Park Hyo Hwa..” panggilnya pelan. “Kau kupecat”

Tanpa menunggu jawabanku dia langsung meninggalkanku, sepertinya tidak ada tawar menawar untuk keputusannya itu. dia semakin menjauh dari pandanganku, aku ingin bangun dan menahannya. tapi, tubuhku tidak bisa bergerak sedikitpun.

“Kyuhyun~a” dia menghentikan langkahnya tapi tetap tidak mau melihatku. “Maafkan aku, semua ini memang kesalahaanku. aku gagal menjagamu, aku…”

“Tutup mulutmu” desisnya tajam. Kyuhyun membalikkan tubuhnya menatapku dengan tatapan garang. “teruslah bersikap begitu, berpura-pura tuli, pura-pura buta dan tidak menyadari apapun. Kau fikir aku akan berterima kasih karena kau sudah mengorbankan nyawamu untukku? Asal kau tahu, aku benci dengan sifatmu itu”

“Dan… Jangan pernah perlihatkan wajahmu itu lagi dihadapanku”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya air mataku yang mewakili semua kata-kata yang ingin kukeluarkan dari mulutku. Hanya seperti ini, akhir yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. aku masih ingin melihatmu, bertengkar tentang hal-hal sepele dan melihat senyumanmu itu. Berbaliklah kyuhyun~a kumohon…

Blaam..

Suara pintu yang tertutup itu menghancurkan semua harapanku, sudah berakhir. hanya seperti ini, aku akan sangat merindukanmu.

“Hiks.. Hiks…”  Kenapa aku menangis? Bodoh sekali, tapi aku tidak mau akhir seperti ini.

“Hyo? Waeyo?” tanya donghae oppa yang terkejut melihatku.

Aku menggeleng, menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. “Waeyo? Kau sakit?”

“Oppa~” aku berusaha untuk duduk. “Neomu appo, hatiku sakit..”

Donghae oppa menarikku kedalam pelukannya dan membelai rambutku. “menangislah, oppa disini akan menjagamu”

“Oppa~ aku dipecat. Dia tidak mau melihatku lagi, dia membenciku. “

Aku menengadahkan kepalaku menatapnya, “Aku merindukannya” donghae oppa tersenyum, mengelus kepalaku.

“Kau menyukainya?”

“Tidak oppa, aku tidak menyukainya.. aku mencintainya..”

Mulai sekarang aku harus mulai membiasakan diri, untuk tidak melihatnya dan sepertinya tidak mudah. keadaan ini akan membunuhku perlahan.

TBC

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke My Strong Girl (Part 4)

  1. Wah … Padahal td aku pikir Kyuhyun oppa tuh yg k’tembak
    ckckck …
    Adegan tembak menembak emg bikin tegang
    keren chingu
    lanjut, ya😀

  2. magnaelover berkata:

    Kenapa sedih begini ya :(((
    Kyunya ga tega liat hyo ya ?😦
    Next part !

  3. Drei_Kyu berkata:

    Kenapa hyo malah d pecat?? Padahal kyu udah jelas suka sama hyo, kyu malah buat jarak lagi…😦
    daebak oen, ak suka adegan actionny! ^^

  4. nindy berkata:

    Yaaah~ jadi sedih kaan.. Aish😦 dipecat beneran ?? jangan dong~

  5. @nonajongwoon berkata:

    Wuahhh keren
    Kyu jadi benci ama hyo hwa ?
    Penasaran sama kelanjutanya nihh

  6. hyunsoo28 berkata:

    setelah ketawa” trs senyam senyum… author jahat bwt ak mewek di part ini😥

  7. jaemijhe berkata:

    Kyyaaa kenapa hyo hwi d pecat??

    Aishhh apa alasan kyu,

  8. Choiri berkata:

    hiks..hiks.. kenapa jadi melow ya ceritanya
    Cho Kyuhyun ada apa denganmu? kenapa Hyo Hwa harus dipecat? Bukankah kau telah jatuh hati padanya?

  9. choi yeon woo berkata:

    ikut berkaca-kaca aja deh*eh#apaan deh-_-

  10. Afifah berkata:

    Hyaa kyu mngkin mrasa brsalah gegara hyo ngelindungin dya, mpe d pecat sgala…*poor hyo😦

  11. sikyuh berkata:

    psti kyuh lakuin itu bwt ngelindung.i hyo hwa…

    #awalnya aq pkir kyuh yg ktembk…tp trnyata..? T.T

  12. hinata berkata:

    Yah ko di pecat c!?😛

  13. Cho handa berkata:

    kyu knpa si kok udh di tolong tp sikap ya gitu.
    gk ada terima kasih ya sama sekali.
    padahal hyo hwa kan udh nolong dia.
    apa kyu kecewa krna dia hyo hwa ketembak??
    tp kok kyu malah jauhi hyo hwa

  14. Esa Kodok berkata:

    ini part yg paling mendebarkan
    kyuuuu dingin bgt jd cow…stay cool bgt dah

  15. Nurul.h0095 berkata:

    Lhaa, kenapa itu si kyu berubah jadi power ranger:/
    #plaakkk
    #ditaboksparkyu -_-

  16. mayang berkata:

    Aq ngerti kenpa kyu mecat hyo , tp rasa nya nyesekkk bgt😥
    sakit.a tuh disni *nunjukhati😥

  17. iea berkata:

    aigoo..hyo hwa kasian..pengakuanny udh terlambat..

  18. EkaShfly berkata:

    Aish! Kyuhyun jahat sejali dia, aku rasa kyuhyun hny tak ingn hyo hwa terluka.. #keep writting

  19. choalfi berkata:

    kyuhyun pasti mecat hyo gara gara takut hyo kenapa napa lagi deh. dia kelibatan khawatir bget soalnya

  20. amoy berkata:

    Yaaaah….kyuuu..kok dipecat sih?..

  21. berkata:

    mmm…hyo d pecat pst krn kyu gk mw kl kjadian kyk gtu trjadi lg..dy pst gk bs liat org yg dy cintai mati gr2 pgn lindungin dy…-sok tau bgt aq!!!emg aq authornya..kekeke.maaf authornim,cm ngutarain yg pendapat aj..sorry!!^^-
    ahhhh…seru bgt!!!pnasaran bgt next story nya,,,btw,aq bngng ma donghae oppa,dy prhatian bgt ma hyo,tp dy suka org lain…

  22. minkijaeteuk berkata:

    kasian hyo hwa y dipecat,,, ngak bisa salahin kyuhyun juga sih krn kyuhyun ngelakuin itubirn cinta…
    hyo hwa knp ngak peka bgt sih kyuhyun minta buat jd milik y udah pasti cinta lah malah mikir kyuhyun ngak
    cinta ma dia…

  23. Nam Min Byul berkata:

    Ff ini udah pernah dipublish SJFF blm sih?

  24. miss_250508 berkata:

    Omooooooo kyuhyun-aaaa T.T dia jadi parno2 sendiri kali ya, ga mau hyo hwa kaya gitu lagi tapi kasian si hyo hwa huhuhuhuhuhuhu

  25. nda ccm berkata:

    kyu tryta hebat,,,,
    tp hyo. np hrs dpct,,,
    p krn tkut trjd sprt t gi,,,,
    hwaitinngggg

  26. tri lovekyu berkata:

    kecehh🙂

  27. elfishyvil berkata:

    Aigoo….
    What happen to you kyuhyun?.

  28. hankims_ais berkata:

    Adakah yg berpendapat sama klo part ini bener” bercucuran aer mata??

    Sedihhhh’a bikin nyees bngett..

  29. Nisasahwa berkata:

    hhahahaaa…
    hyo hwa tidak peka……

  30. Anggrain berkata:

    Ciatt.. Di PECAT..? Tdk ada ujan/angin…. Huwaaa oppa cho kok gitu..lahh aq yg nyesekkkkk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s