Yak! Babo, Saranghae!!! Part 5-End

Kyuhyun POV

“Tunangan?” pekikku pada appa. Appa berdiri dari kursi direkturnya yang nyaman itu dan berdiri di depanku.

“Bukankah appa bilang aku hanya perlu bersikap baik pada Victoria? Lalu apa lagi ini sekarang?” tanyaku setengah berteriak dan menggenggam kuat tanganku, menahan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun kepalaku ini.

“Kau harus ingat kyuhyun~ah, kalau bukan karena tuan Song, perusahaan kita sudah tutup dari dulu.” Kata appa dengan nada yang sangat tenang.

“Kau tidak lupa bukan, itu semua karena ulah bodohmu itu..” lanjut appa sambil melangkah keluar dari ruangannya.

‘Ulah bodohku?’ benar, semua ini karena kesalahanku. Aku mempertaruhkan 5 % saham perusahaan saat sedang bertanding game dengan teman chattingku. Kufikir 5 % itu bukanlah angka yang tinggi untuk dipersoalkan walaupun aku kalah, tapi ternyata perusahaan appa hampir bangkrut karena ulahku itu.

Dan untung saja keluarga song bersedia membantu appa, sebenarnya karena desakan dari Victoria. Aku tidak tau bagaimana perasaannya padaku, tapi kuakui dia wanita yang cukup baik dan cantik walaupun dia 1 tahun lebih tua dariku.

‘bertunangan?’ lelucon apalagi ini? Bagaimana kalau sibodoh itu menangis dan memutuskan untuk meninggalkanku.? Apa yang harus kulakukan sekarang?

*****

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Victoria yang sedang duduk didepanku.

“Apanya?” tanyaku balik

“Pertunangan kita, bagaimana menurutmu?” tanyanya antusias.

“Molla, aku tidak sempat memikirkan hal-hal seperti itu..” kataku dingin. Aku harap dia bisa mengerti perasaanku sekarang.

Dia menganggukkan kepalanya dan kembali meminum jus didepannya itu, “Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu..” katanya santai

Aku mengerutkan keningku mendegar kata-katanya tadi. “Kau tenang saja, aku akan berusaha sampai titik darah penghabisan” lanjutnya sambil terkekeh pelan. Terkadang aku merasa tidak enak dengannya, karena mengabaikan perasaannya. Tapi, aku juga tidak bisa mengabaikan perasaanku pada gadis bodoh itu.

“Ah, bukankah itu putri tuan park?” Tanya Victoria sambil menunjuk seseorang dibelakangku. Aku membalikkan wajahku dan melihat gadis yang sedang kufikirkan itu berjalan dengan, Lee Donghae? Kenapa mereka bisa bersama-sama? Mereka makan siang bersama?

“Chogi~? Nona park?” panggil Victoria sambil melambaikan tangannya

Hyo hwa menolehkan kepalanya dan tersenyum melihat Victoria, tapi senyumannya langsung menghilang saat melihat ku. Heeeh sikap seperti apa itu?

“Anyeonghaseyo..” sapa hyo hwa ramah

“Anyeong.. Kalian mau makan disini juga? Bagaimana kalau kita makan bersama?” tawar Victoria.

“Ani, nanti kami mengganggu. Sebaiknya kami duduk disebelah sana saja” tolak hyo hwa

“Gwenchana, kalau ramai pasti lebih menyenangkan..” desak Victoria sambil menarik tangan hyo hwa sampai dia terduduk disampingnya.

Selama makan, tidak ada seorang pun yang berbicara. Semuanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Aku sesekali melirik kearah hyo hwa, dan ternyata dia sedang memperhatikan lee donghae. Kenapa? Kenapa kau tidak melihatku? Apa kau sudah melupakan semuanya?

“Kami akan bertunangan..”

Uhuk!! aku tersedak mendengar perkataan Victoria, kenapa dia mengatakan hal ini didepan hyo hwa. Aku mencoba membaca ekspresi gadis bodoh didepanku ini, walau bagaimanapun untuk sekali ini aku ingin melihat ekspresi cemburu dari wajahnya. Tapi, kenyataan berkata lain. Wajahnya datar, bahkan hampir tidak ada ekspresi dari wajahnya. Dia marah? Atau tidak merasakan apapun saat mendengarnya?

“Chukaeyo~” ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Victoria. “Gomawo..” balas Victoria sambil tersenyum simpul. “Kau harus datang bersama lee donghae” kata Victoria lagi yang disambut oleh senyuman hyo hwa.

“Kyuhyun, chukaeyo~” ujarnya lagi sambil tersenyum dihadapanku.

“Aku tidak butuh ucapan selamat dari gadis bodoh sepertimu” ujarku sambil berdiri dan pergi meninggalkannya. Aku benci, kenapa kau mengucapkan selamat? Aku lebih berharap kau memarahi dan memakiku sekarang. Paling tidak kau masih memiliki perasaan padaku.

HYO HWA POV

“Aku tidak butuh ucapan selamat dari gadis bodoh sepertimu” aku terhenyak saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya itu. Apa kau sangat membenciku? Detik berikutnnya dia sudah bangun dan meninggalkan kami yang masih terpaku melihat tingkahnya.

“Jeongmal mianhae.. Aku tidak tau kenapa dia berkata seperti itu.” Kata Victoria eonni, aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum ke arahnya. Beberapa detik kemudian dia berdiri dan menyusul kyuhyun. Aku tersenyum kaku kearah donghae oppa, suasananya benar-benar aneh.

“Kau tidak apa-apa?”

“De? Ani, aku sudah terbiasa di bentak seperti itu oleh kyuhyun”

“Bukan, maksudku apa kau akan baik-baik saja kalau kyuhyun bertunangan?”

“Itu bukan urusanku, lagipula apa hakku untuk tidak menerima hal itu. Bertunangan atau tidak itu semua bukan urusanku” kataku acuh

“Kojimal..”

“De?”

“Hatimu tidak bisa berbohong, aku bisa merasakannya sekarang..” katanya sambil menatap lurus kedalam mataku.

“Oppa~ apa aku boleh menangis sekarang?” akhirnya pertahananku runtuh, air mata yang sudah kutahan dari tadi tumpah begitu saja. tidak butuh waktu lama donghae oppa langsung duduk disampingku dan menarikku ke dalam pelukannya. aku membenamkan wajahku didadanya, menangis seperti orang bodoh. Donghe oppa mengelus lembut rambutku, aku tidak peduli dimana aku berada sekarang, aku hanya butuh ketenangan, setidaknya untuk saat ini.

*****

Entah setan apa yang merasukiku, tapi disinilah aku sekarang berada diantara ribuan tamu untuk menghadiri pesta pertunangan kyuhyun dan Victoria eonnie. Apa aku sudah gila? Sepertinya kata-kata itu cocok untukku, aku sudah gila dan tidak bisa berfikir menggunakan akal sehatku lagi.

Aku merasakan genggaman hangat seseorang di tanganku, aku melihat lelaki disampingku sedang tersenyum manis padaku. Donghae oppa, kenapa kau sangat baik padaku?

Kami melewati beberapa tamu dan akhirnya aku melihat kyuhyun yang sedang menyapa beberapa tamu dihadapannya. Kami terus berjalan dan menghampiri mereka, jujur sebenarnya saat ini aku tidak bernafas dengan baik dan juga detak jantungku yang benar-benar sangat tidak karuan.

“Park hyo hwa-sshi, kau datang?” sapa Victoria eonni saat melihatku. Aku berusaha sekuat mungkin untuk tersenyum dan menahan air mataku ini.

“Eonnie, chukae~” ujarku sambil memeluk Victoria eonnie.

“Gomawo~ aku fikir kau tidak akan datang.” Katanya sambil terkekeh pelan

“Chukae” kata donghae oppa sambil menjabat tangan Victoria eonni dan kyuhyun. Jujur, aku masih belum bisa menatap mata kyuhun setelah kejadian saat terakhir aku bertemu dengannya itu. Tapi, entah dorongan darimana aku memberanikan diri untuk berjabat tangan dengannya dan memberi selamat untuknya walaupun aku akan dibentak lagi olehnya tapi aku tetap ingin merassakan genggaman tangannya.

KYUHYUN POV

Aku melihat hyo hwa yang masih tertunduk tapi sedetik kemudian dia mengangkat wajahnya dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya padaku.

“Chukae~” katanya lembut. Aku membalas uluran tangannya, untuk sedetik ini aku ingin waktu berhenti, untuk sedetik ini aku ingin mengabaikan semua tanggung jawabku dan menariknya ke dalam pelukanku, untuk sedetik ini aku ingin menjadikannya milikku dan tidak pernah melepaskannya dari pelukanku lagi. Tapi, semua itu hanyalah harapan kosong dari laki-laki pengecut sepertiku.

*****

Tepuk tangan bergemuruh diseluruh ruangan setelah aku memakaikan cincin tunanganku pada Victoria begitu juga sebaliknya. Aku masih mengawasi gerak-gerik hyo hwa sebelum aku melihatnya berjalan sambil terhuyung-huyung menuju luar ruangan. Apa karena acaranya diadakan di kapal pesiar makanya kepalanya pusing.

Aku memutuskan mengikutinya diam-diam sambil tetap menjaga jarak darinya. Dia terlihat berjalan kebelakang dek kapal, aku jadi cemas apa yang akan dilakukannya. Tiba-tiba tubuhnya terhuyung kesamping dan dia hampir tercebur ke dalam laut kalau aku tidak cepat-cepat menangkap lengannya. Dia menolehkan kepalanya kesamping kemudian tersenyum sambil menepuk-nepuk pipiku.

“Haaa~ cho kyuhyun-sshi, sedang apa kau disini?” tanyanya setengah sadar. Sepertinya gadis ini mabuk

“Ya! Apa yang kau minum? Kau mabuk?” hyo hwa menggelengkan kepalanya dan malah tersenyum seperti orang gila, dia menangkap wajahku dengan kedua tangannya dan memperhatikanku dengan mata bulatnya itu.

“Kau tampan,” katanya lagi. Kemudian dia terkekeh sambil mendorongku menjauh darinya. “Tapi kau jahat, aku membencimu,. AKU SANGAT MEMBENCIMU!!!”teriaknya gusar

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau memberiku harapan kemudian menghempaskannya begitu saja? Sebegitu bencikah kau padaku? Sebesar itukah keinginanmu untuk membunuh perasaanku padamu? Apa aku begitu tidak berharganya sampai kau melakukan ini padaku?” hatiku bergemuruh mendengar kata-katanya yang diiringi oleh isakan tangisnya. Hyo hwa mulai menangis dan berjalan lurus kehadapanku. Dia mengangkat tangannya dan mulai memukul-mukul dadaku.

“Kau jahat! Hatiku sakit, aku membencimu cho kyuhyun. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi” dia masih memukulku sambil menangis terisak-isak.

“Aku mencintaimu tapi kau malah membuatku begitu ingin membencimu, aku benci sekali melihatmu., aku…” kata-katanya kupotong karena aku meraih tengkuknya dan mencium bibirnya lembut. Tapi, sedetik kemudian aku merasakan tamparan dipipiku.

Hyo hwa menatapku nanar sambil mengelap bibirnya, dia membalikkan tubuhnya, tapi saat itu juga langkahnya terhenti saat melihat lee donghae yang sedang berdiri didepannya.

Lee donghae melangkahkan kakinya tapi bukan untuk menghampiri hyo hwa melainkan berjalan kearahku dan Bukk! Sebuah tinjuan dilayangkan kepipiku membuat tubuhku sedikit bergeser kebelakang tapi detik berikutnya aku langsung membalas tinjuannya itu yang membuatnya tersungkur kelantai dan kulihat sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

Aku baru akan menghajarnya lagi sesaat sebelum kulihat hyo hwa berhambur ke arah lee donghae sambil menatapnya cemas. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat rasanya ingin sekali menarik tubuhnya itu menjauh dari lee donghae.

HYO HWA POV

Aku sangat terkejut saat melihat donghae oppa meninju kyuhyun, tapi sedetik kemudian aku melihat kyuhyun membalas donghae oppa dan membuat tubuh nya tersungkur dan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

Aku langsung berhambur ke arah donghae oppa, aku meraih lengannya mengajaknya pergi dari tempat ini. Tapi, donghae oppa menahan tanganku dan menatap tajam kyuhyun.

“oppa~”kataku berusaha membawanya pergi dari tempat ini.

“Jangan coba-coba menyentuh hyo hwa lagi, karena mulai sekarang dia adalah gadisku” kata donghae oppa sambil menggertakkan giginya.

Aku melihat mata kyuhyun yang membulat dan wajahnya yang memerah menahan amarah. Aku langsung menarik lengan donghae oppa dan membawanya pergi dari tempat ini.

*****

Kami memutuskan duduk ditaman karena aku ingin mengobati luka donghae oppa, setelah membeli es batu, handuk dan obat untuk donghae oppa. Aku mengompres sudut bibir donghae oppa yang sudah biru karena tinjuan kyuhyun. Donghae oppa meringis saat aku mengompresnya, dia menarik tanganku kemudian menatap kedalam mataku.

“Menikahlah denganku” katanya setelah beberapa detik

“Oppa~”

“Aku akan membahagiakanmu dan tidak akan pernah membuatmu menangis, aku berjanji” ucapnya lagi.

Aku menarik tanganku dari genggamannya kemudian menatap lurus kedepan. Donghae oppa menghela nafas kemudian juga menatap ke arah lain.

“Maaf, kau pasti terkejut dengan permintaanku ini. Aku…”

“Baiklah, ayo kita menikah” kataku memotong ucapannya. Aku benar-benar bingung kenapa mulutku bisa menggucapkan hal ini. Donghae oppa langsung menarik tubuhku kedalam pelukannya, aku bisa merasakan kebahagiaannya sekarang. “Aku akan membahagiakanmu..” ucapnya sambil mengelus rambutku.

KYUHYUN POV

Aku duduk di salah satu kursi kosong, karena pestanya sudah selesai dan para tamu sudah pulang. Aku menatap kosong gelas didepanku sekarang,

‘Jangan coba-coba menyentuh hyo hwa lagi, karena mulai sekarang dia adalah gadisku’ apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus melepaskannya untuk pria lain? Apa cintaku akan berakhir menyedihkan seperti ini?

“Kau menyesal bertunangan denganku?” Tanya Victoria yang sudah duduk disampingku. “ini..” katanya sambil menyodorkan handuk yang berisi es padaku.

“Kau…”

“Aku sudah melihat semuanya tadi, kau mencintai hyo hwa bukan?” ujarnya tanpa melihat wajahku.

“Aku bukanlah gadis berhati malaikat yang akan merelakan kebahagiaanku untuk orang lain. Tapi, caramu menatapnya membuatku berfikir dua kali untuk merebutmu darinya” Victoria tersenyum kemudian menatapku, dia menarik cincin yang baru saja kami pakai tadi.

“Aku sudah melepaskanmu, jadi jangan sia-siakan pengorbananku ini, arasho?” Victoria berdiri dan pergi meninggalkanku yang masih bingung dengan sikapnya itu.

“Gomawo” kata ku akhirnya setelah membisu beberapa detik. Victoria terus berjalan sambil melambaikan tangannya. Mulai sekarang aku akan menjadikanmu milikku, tunggu aku hyo hwa.

HYO HWA POV

Sudah beberapa hari ini aku sibuk menyiapkan pernikahanku dengan donghae oppa, setelah mengutarakan niatnya pada appa dan eomma. Donghae oppa langsung diterima dengan baik, dia memutuskan memberi ku waktu hanya 1 minggu untuk menyiapkan pernikahan kami. Hari sudah malam kami baru saja pulang dari toko perhiasan untuk melihat cincin pernikahan yang akan kami pakai nanti.

Jujur, aku sudah sangat lelah karena ini sudah hampir tengah malam dan kami baru pulang sekarang. Setelah mengantarku sampai gerbang dia langsung melajukan mobilnya dan pulang.

Aku menarik pintu gerbang perlahan, tapi tubuhku langsung tersentak saat seseorang menarik lenganku kasar dan membalikkan tubuhku hingga aku dapat melihat wajah tampannya itu.

“Kyuhyun?” tanyaku terkejut. Dia menarikku kedalam pelukannya, aku bisa mencium bau alcohol yang masih tercium dari tubuhnya

“Kau sudah gila? Kau akan menikah dengan lee donghae? Apa maumu sebenarnya?” tanyanya sambil melepaskan pelukannya dan mencengkram lengan ku kuat.

“Lepaskan cho kyuhyun, apa hakmu ikut campur urusanku” kataku sambil melepas cengkramannya.

“Aku sudah memutuskan pertunanganku dengan Victoria, sekarang kita bisa bersama.” Dia memelukku lagi, aku langsung mendorong kuat tubuhnya.

“Tidak bisa, sudah terlambat kyuhyun” kataku tanpa melihat wajahnya.

“WAE? KENAPA TERLAMBAT? AKU TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKANMU UNTUK PRIA LAIN?” teriaknya

“HENTIKAN CHO KYUHYUN!!! AKU SUDAH MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK MAU BERURUSAN LAGI DENGANMU. “ teriakku emosi “Mulai sekarang anggap kita tidak pernah saling mengenal dan bertemu, semuanya sudah berakhir” kataku kemudian membalikkan tubuhku menjauhinya.

“Apa aku sudah tidak berharga lagi dimatamu? Apa kau tidak menginginkanku lagi?” tanyanya menarik pergelangan tanganku

“ani..” ujarku sambil melepaskan tanganku darinya.

*****

Hari ini donghae oppa mengajakku mencoba baju pengantin yang sudah dipilih olehnya, selama perjalanan aku melihat wajahnya yang cerah dengan senyuman yang tidak pernah menghilang dari wajahnya.

Tapi, perasaanku tidak enak bukan karena kejadian semalam tapi seperti firasat buruk. Aku menggenggam kuat tanganku untuk menutupi fikiran burukku. Tapi, tetap saja hatiku tidak tenang.

“Wuaaah pengantin wanitanya cantik sekali” puji salah seorang pramuniaga yang sedang berdiri didepanku.

Aku kembali menatap pantulan diriku dicermin, cantik? Apa aku cantik? Tanyaku pada diri sendiri. Aku melihat pantulan donghae oppa dari cermin yang sudah mengenakan tuxedo putihnya. Dia sangat tampan.

“Kau cantik sekali” pujinya sambil berdiri disampingku. Aku menatapnya “Oppa juga sangat tampan” ujarku sambil tersenyum.

“Bagaimana kalau kami mengambil gambar untuk kalian?” Tanya seorang pramuniaga sambil mengarahkan kameranya pada kami. Donghae oppa melingkarkan tangannya dipinggangku dan menarik tubuhku agar lebih dekat dengannya. Kami tersenyum ke arah kamera.

“Hana, dul,. Set”… Klik

*****

“Di foto ini kau sangat terlihat tampan oppa..” ujarku pada donghae oppa yang sedang mengendarai mobil, dia hanya tersenyum menanggapi ucapanku.

Drrrt… drrrt kulihat handphone ku bergetar tapi aku tidak tahu siapa yang meneleponku.

“Yeobseyo…”

“(hyo hwa~ya, neo eodiga?)”

“Nuguseyo~?”

“(Na, Victoria eonnie)”

“Onnie, wae?, aku sedang dalam perjalanan pulang bersama donghae oppa..”

“(kyuhyun… Dia masuk rumah sakit..)”hatiku seperti disambar petir mendengar perkataan Victoria eonnie. Perlahan handphone ku terjatuh membuat donghae oppa menoleh ke arahaku.

“gwenchana? Siapa yang menelepon?”

“Kita ke rumah sakit sekarang oppa..” kata ku dengan suara serak

Tanpa banyak bertanya donghae oppa langsung melajukan mobil menuju rumah sakit. Aku, apa yang sudah kulakukan padanya?

Aku langsung menerobos keluar dari mobil, padahal donghae oppa belum betul-betul menghentikan mobilnya. Aku mengabaikan teriakannya yang terus memanggil namaku. Kakiku bahkan tidak bisa berlari dengan baik karena gemetaran. Aku tidak tahu berapa orang yang sudah kutabrak saat aku berlari menuju tempat jaga suster.

“Di, dimana?” suster itu mengerutkan keningnya bingung menatapku.

“Pa, pasien bernama… Cho kyuhyun. Dimana dia?” tanyaku dengan suara tercekat. Suster itu menunjukkan salah satu ruangan yang berada di ujung lorong itu.

Aku langsung berlari, tapi tiba-tiba keseimbanganku hilang membuat tubuhku terjembab ke lantai. Aku sedikit meringis, donghae oppa menarik lenganku untuk berdiri, tapi tanpa sadar aku menepisnya. Air mataku terus mengalir diikuti rasa bersalahku pada kyuhyun. Didepan ruangan kyuhyun aku melihat Victoria eonni sedang duduk sambil menundukkan wajahnya. Aku langsung berjalan menghampirinya dan berdiri didepannya.

“Kau sudah datang?” tanyanya sambil berdiri. Aku mengangguk lemah sambil mengatur nafasku.

*****

Aku membuka pintu kamar kyuhyun perlahan, hampir tidak menimbulkan suara. Dia masih tertidur dengan selang infuse yang menancap tangannya, dan juga selang oksigen di hidungnya. Ada beberapa balutan perban dibagian kepala dan tangannya.

‘Tadi malam dia mengalami kecelakaan, sepertinya dia mengemudi dalam keadaan mabuk. Mobilnya menabrak pembatas jalan, untung saja tidak ada pengendara lain disekitarnya. Kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Dia masih tertidur karena pengaruh obat, dokter sudah memeriksa keadaannya tidak ada luka yang parah, dia bisa pulang dalam beberapa hari ini’

Perkataan Victoria eonnie masih terngiang ditelingaku, aku berjalan mendekatinya dan mengambil punggung tangannya. Hatiku sakit oppa, kumohon bangunlah…

“Hiks,.. Hiks,, Mianhae, jeongmal mianhae oppa” aku mencium tangannya yang berbau obat dan menangis sesunggukan.

“Kumohon, jangan begini. Aku minta maaf, semua ini salahku. Jangan siksa aku begini.. Oppa~ jebal, ireona..”

Kalau saja waktu bisa berputar kembali aku ingin menggantikan posisimu oppa, biarkan aku yang terluka asal kau hidup dengan baik jangan menyakitiku begini.

*****

Aku terbangun dari tidurku saat merasakan ada tangan yang mengelus rambutku. Aku memaksa mataku untuk terbuka dan melihat kyuhyun duduk sambil bersandar dikepala tempat tidur. Aku langsung berdiri dan menatap wajahnya dengan seksama, berharap aku sedang tidak bermimpi. Kyuhyun tersenyum kemudian menggerakkan tangannya mengisyaratkan aku untuk duduk disampingnya. Dengan sedikit malu aku melangkahkan kakiku dan duduk disampingnya, dia masih menatapku membuatku semakin ingin menangis.

“Kau cemas?” tanyanya  membuka pembicaraan

“Apa kau puas sekarang?” tanyaku menahan emosi, air mataku terus mengalir saat melihat wajahnya. “Kau ingin membunuhku? Kau hampir berhasil melakukannya, aku hampir mati terkena serangan jantung. Kau tahu?” kyuhyun hanya tersenyum melihatku. “Kau jahat? Kenapa kau selalu membuatku kesal dan menangis? Tak taukah kau aku hampir mati karena mencemaskanmu?” aku memukul-mukul lengannya sambil menangis.

“Ya! Mana boleh memukul pasien..” katanya sambil meringis menahan pukulanku.

“Aku tak peduli, bukankah kau mau mati? Kenapa kau tidak mati saja hah? Supaya kau puas menyakitiku dan membuatku menjadi mayat hidup karena harus hidup tanpa kehidupanmu? Laki-laki gila, jahat, aku mencintaimu.. Jangan buat aku harus menanggung kecemasan ini lagi, aku bisa mati” aku  menghentikan pukulanku dan menyandarkan kepalaku didadanya. Kyuhyun menarikku lebih erat ke dalam pelukannya.

“Aku baik-baik saja, kau jangan cemas. Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi..” kyuhyun mengelus rambutku pelan, membuat tangis ku semakin pecah. Aku menangis sangat keras seperti anak kecil dipelukannya, menagis sejadi-jadinya mengeluarkan semua beban di kepalaku.

AUTHOR POV

“Sudah malam, sebaiknya kau pulang” ujar Victoria pada lee donghae.

“Aku akan menunggunya, sampai hatinya tenang” Jawab lee donghae tanpa menatap Victoria.

“Kau sangat mencintainya? Sepertinya kau tipe laki-laki setia..” kata victoria sambil memainkan kakinya. “Tapi, sayangnya kau mencintai wanita yang salah”

“Maksudmu?”

“Sekarang kita berada pada posisi yang sama, aku mencintai kyuhyun tapi kyuhyun tidak mencintaiku. Dan kau mencintai hyo hwa tapi hyo hwa tidak mencintaimu.”

“Aku akan membuatnya mencintaiku..”

“Walaupun itu bisa membuatnya membencimu?” donghae menatap Victoria penuh Tanya. “Bukankah merelakan orang yang kita cintai untuk mendapatkan kebahagiannya itu jauh lebih keren? Aku tidak menyuruhmu untuk melepaskan hyo hwa, tapi pikirkanlah kebahagiannya.” Setelah Victoria berkata seperti itu, dia pergi meninggalkan donghae yang masih bingung dengan perkataannya tadi.

HYO HWA POV

Sudah beberapa hari ini aku selalu menjaga kyuhyun dirumah sakit, padahal besok adalah hari pernikahanku. Tapi, aku masih datang kerumah sakit untuk menjaganya, paling tidak ini bisa menebus rasa bersalahku padanya. Aku terus berjalan menuju kamar yang sudah sangat kuhafal itu, setelah mengetuk pintu aku langsung masuk dan melihat kyuhyun yang sedang duduk sambil membaca buku.

“Kyuhyun, aku datang..” kyuhyun tersenyum melihatku. “Kau sudah makan?” tanyaku lagi. Dia menggeleng pelan.

“Mau ku suapi?” tanyaku lagi, dia mengangguk senang sambil memperlihatkan wajah aegyo nya. Saat aku sedang menyuapi kyuhyun tiba-tiba ada telepon dari donghae oppa.

“Ne, oppa..” jawabku gugup karena kyuhyun terus memperhatikanku

“ne, arassho. Aku kesana sekarang.” Jawabku lalu mematikan handphoneku.

“kau akan menemuinya?” aku mengangguk mengiyakan pertanyaan kyuhyun. “Tak bisakah kau meninggalkannya dan datang padaku?” aku tidak menjawab pertanyaannya dan pergi begitu saja.

*****

“Oppa~,” panggilku saat melihat donghae oppa yang sedang duduk di taman rumah sakit. Donghae oppa menolehkan wajahnya kearahku dan tersenyum.

“Ada apa?” tanyaku saat duduk disampingnya.

Donghae oppa menghela nafas pelan sambil menatap lurus kedepan.

Untuk beberapa saat hanya ada suara semilir angin di sekitar kami. “Sebaiknya pernikahan kita dibatalkan saja..” aku langsung menatap wajah donghae oppa menuntut penjelasan darinya. Tapi, dia tidak membalas tatapanku.

“Aku tidak mau mengambil resiko pengantin wanita ku diculik oleh seseorang di hari pernikahanku nanti atau mungkin pengantin wanitaku kabur bersama pria yang sangat dicintainya” ujarnya sambil tersenyum, tapi matanya menyiratkan kesedihan.

“Oppa~ aku..”

“Kau tahu? Saat aku melihat ekspresi wajahmu waktu mengetahui kyuhyun masuk rumah sakit aku sangat cemburu dan marah. Aku berfikir, apakah kau akan bereaksi seperti itu juga jika aku yang berada diposisinya. Tapi, sepertinya mustahil kau hanya menganggapku sebagai kakakmu benar kan?”

Donghae menatapku dengan mata berkaca-kaca membuat rasa bersalahku padanya menjadi semakin besar. “Mianhae~” kataku pelan

“Kau tidak perlu mengasihaniku, cukup bahagia dengan orang yang kau cintai. Itu sudah cukup untuk menebus rasa bersalahmu padaku” katanya sambil mengelus rambutku.

“Oppa~ mianhae. Aku menyakitimu, kau boleh memakiku dan memukulku kalau kau mau..” kataku sambil menahan tangis.

“Kau yakin dengan tawaranmu itu?” tanyanya sambil menatapku tajam. Aku menganggukkan kepalaku pelan.

Donghae oppa mengangkat tangannya bersiap memukulku, aku langsung menutup mataku. Tapi, sedetik kemudian aku merasakan kecupan hangat didahiku dan pelukan donghae oppa ditubuhku. Aku membuka mataku, merasakan tubuh donghae oppa yang sedikit bergetar di pelukanku. Aku membalas pelukannya dan mengelus punggungnya berusaha memberikan ketenangan padanya.

Sesaat kemudian donghae oppa melepaskan pelukannya lalu berdiri hendak meninggalkanku. Aku menahan tangannya “oppa~”

“Jangan pernah menangis karenanya lagi atau aku akan merebutmu dari pelukannya dan tidak akan pernah melepaskanmu lagi.” Donghae oppa melepaskan tangannya dariku dan pergi meninggalkanku yang masih terdiam sendiri.

KYUHYUN POV

Apa yang akan mereka lakukan? Apa mereka benar-benar akan menikah besok? Apa aku harus membawanya kabur sekarang? Apa yang harus kulakukan?

Lebih baik aku menyusulnya sekarang, aku mendorong tiang infuse disamping tempat tidurku dan hendak beranjak keluar. Saat aku baru akan membuka pintu tiba-tiba pintu kamarku terbuka begitu saja. Aku melihat hyo hwa yang juga sedang menatap ku heran

“Kau mau kemana?” tanyanya bingung. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menariknya kedalam pelukanku, hembusan nafas lega keluar dari mulutku. Aku memeluknya seerat mungkin supaya dia tidak bisa kabur dariku lagi.

“Kyuhyun~ah aku tidak bisa bernafas..” ujarnya lemah. Aku langsung melepas pelukanku dan menatapnya yang sedang mengambil nafas dengan susah payah.

“Donghae oppa membatalkan pernikahan kami” ujarnya lagi sambil menatap mataku. Seulas senyuman langsung terbentuk dibibirku, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak memeluknya sekarang juga.

“Mulai sekarang kau akan menjadi milikku selamanya”

*****

HYO HWA POV

Bukankah di hari libur seperti ini biasanya pasangan kekasih bersenang-senang dan kencan, tapi kenapa aku malah tidur-tiduran sendiri dikamar? Kemana kyuhyun bodoh itu? Kenapa dia tidak mengirimiku pesan atau meneleponku. Dasar laki-laki tidak peka!!

Saat sedang menggerutu sendirian tiba-tiba aku mendengar suara tangisan bayi, sepertinya dari bawah.

“Hyaaa~ jungra wae geurae? Hm? Apa kau lapar?” tanyaku pada sesosok bayi laki-laki yang baru datang kerumah kami beberapa hari ini. Ya, ini adalah putra jungso oppa. Tapi, kemana mereka berdua? Kenapa meninggalkan anaknya diruang tamu begini?

“Eonniiiiiiie!!!!” teriakku sedikit keras. “wae?” Tanya nara eonnie sepertinya dia sedang didapur.

“Jungra sepertimya lapar..” teriakku lagi. “Tungggu sebentar aku sedang menyiapkan makanan untuk appa nya. Aku mendengus pelan mendengar jawaban dari nara eonnie dasar jungso oppa, sepertinya kau cemburu pada anakmu ya?

“Jungra~ya, bermain dengan bibi saja ya?” kataku sambil menggendong jungra. Aku membawa bayi mungil ini kekamarku dan menidurinya dikasur ku.

Aku menutup wajahku dengan telapak tanganku “ggakkung!!” jungra tersenyum.

“Aegyo, yeppeoda..” aku mencubit pipinya pelan. Ternyata sangat menyenangkan kalau ada bayi dirumah, “Jungra~ya kalau sudah besar nanti kau harus tampan seperti appa mu arachi?” ujarku sambil tersenyum padanya.

Drrrt…drrrt

From : evil kyu

Babo, aku didepan rumahmu!!!

Heee!! Aku langsung berlari ke arah jendela dan melihat kyuhyun sedang bersandar dimobilnya sambil tersenyum ke arahku. Apa dia akan mengajakku kencan? Aku langsung bergegas mengganti baju dan memakai make up seadanya menggendong jungra dan turun ke bawah.

Aku melihat jungso oppa dan nara eonnie yang sedang duduk didepan tv, aku berjalan kearah mereka dan meletakkan jungra kepangkuan nara eonnie. Setelah itu aku membalikkan tubuhku dan hendak pergi keluar sebelum jungso oppa memanggilku.

“Hyo hwa, eodiga?” tanyanya pelan

“Aku akan keluar sebentar dengan…”

“Kyuhyun?” sambarnya langsung.

Aku mengangguk pelan, jungso oppa langsung berdiri dan melewatiku begitu saja. “Ada yang ingin kukatakan padanya, kau tunggu disini saja.” Katanya tanpa menoleh ke arahku.

“Oppa~”

“Kau tenang saja, aku tidak akan membuatnya kabur lagi seperti dulu.” Ujarnya lagi sambil terus berjalan.

Aku menatap nara eonnie dengan tatapan memohon, tapi nara eonnie hanya tersenyum melihatku.

KYUHYUN POV

Kenapa dia lama sekali? Apa dia sedang bersolek? Padahal dia tetap cantik tanpa make-up apapun diwajahnya. Aku melihat pintu gerbang rumahnya yang terbuka perlahan, sepertinya dia sudah selesai. Tapi, detik berikutnya aku langsung berdiri tegak melihat jungso hyung datang menghampiriku.

“Ada yang ingin kukatakan, bisa kita bicara sebentar?” tanyanya dingin, aku langsung mengangguk mengiyakan permintaannya.

Setelah lama terdiam di kafe ini, akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya padanya. “Hyung, ada apa?”

Jungso hyung menatapku lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya. “Kau pasti penasaran darimana aku tahu masa lalumu.” Aku mengangguk pelan. “Melarikan diri dari rumah karena hampir membuat perusahaan appa mu bangkrut, benar-benar kekanak-kanakan.” Katanya mencibirku. “Ahra..”

“Ahra nuna?”

“Ne, kakakmu yang menceritakan semuanya padaku. Kami teman saat masih SMA dulu, dan saat aku bertemu lagi dengannya dia bilang dia sedang mencari adiknya yang kabur dari rumah. Dia memperlihatkan fotomu padaku,  dan ternyata kau sedang bersembunyi dirumahku. Kebetulan sekali bukan?”

“Sekarang kau sudah berhasil membangun perusahaan appa mu kembali. Aku bangga dengan usahamu.” Aku tersenyum tipis mendengar pujiannya itu. “tapi, bukan berarti aku mengijinkanmu untuk mempermainkan hati adikku.”

“Hyung, aku tidak akan mempermainkannya. Aku serius dengannya” kataku membela diri.

“Jujur saja, aku belum percaya kalau kau bisa menjaga adikku sebaik aku melakukannya. Tapi, kali ini aku akan memberi kesempatan untukmu. Sekali saja aku melihat air mata darinya kareena ulahmu, jangan harap kau bisa melihatnya lagi.” Ujarnya kemudian meninggalkanku yang masih bingung.

HYO HWA POV

Aku masih mondar-mandir di depan pintu menunggu jungso oppa pulang, sudah lebih 1 jam tapi dia masih belum pulang.

“Eonnie, bagaimana ini?” tanyaku pada nara eonnie yang sedang bermain dengan jungra.

Nara eonnie menatapku kemudian pandangannya beralih ke pintu. “Itu, dia sudah pulang” aku membalikkan tubuhku dan melihat jungso oppa sedang berjalan kearah kami.

“Oppa dimana kyuhyun?” tanyaku menghampirinya

“kenapa kau menanyakannya padaku? Kau fikir aku pengasuhnya?” jawabnya acuh.

Emosiku yang sudah kutahan dari tadi meledak sudah. “KAU MENYEBALKAN!!!” teriakku gusar. Aku berlari menuju kamarku, membanting pintu kasar dan menjatuhkan tubuhku ke kasur.

“Dasar ahjussi menyebalkan!! Selalu membuatku kesal, park jungso ahjussi menyebalkaaaaan!!!” umpatku.

Aku mendengar suara pintu terbuka kemudian tertutup kembali, pasti ahjussi menyebalkan itu yang datang. Aku mengabaikannya tapi sedetik kemudian aku sangat terkejut karena guncangan hebat di kasurku.

“YA!!!!” teriakku sambil bangun

Jungso oppa mengacuhkanku dan tersenyum sendiri seperti orang gila. Aku menarik selimut dan menutup seluruh tubuhku sampai ke wajahku dan membelakanginya.

“Masih marah padaku?” tanyanya sambil memelukku.

“Lepaskan ahjussi jelek!!!”

“Mwo? Kau panggil aku apa tadi? Ya, ya, ya!! Aku ini masih terlalu muda untuk kau panggil ahjussi?” balasnya tidak terima.

“Kau memang ahjussi jelek penggoda” sambungku lagi.

“Aish sincha…. Rasakan ini” jungso oppa mulai menggelitik tapak kakiku. Membuatku tertawa seperti orang gila. “Andwae oppa, kumohon hentikan.. Kyaaaaa!!!” Bukk

“Hahahahaha.. Dasar babo!!” tawanya pecah saat melihatku terjatuh kebawah tempat tidur.

“Ini semua karena ulahmu,!!” teriakku marah “Aegoo, pinggangku…” kataku sambil mengusap-usap pinggangku.

“Hahahahaha..” dia masih menertawakanku. Geram, aku langsung mengambil bantal didekatku dan melemparkan tepat kewajahnya. Membuat tawanya berhenti saat itu juga. “Rasakan itu” kataku menantang.

Jungso oppa langsung bangun dari tempat tidur membuatku kabur saat itu juga saat aku akan berlari dia menangkapku dan menggelitik pinggangku. “Oppa, andwae.. andwae aku kalah. Aku menyerah” kataku akhirnya setelah lelah tertawa.

Jungso oppa tersenyum penuh kemenangan lalu memelukku sambil mengelus rambutku. “Kau adikku satu-satunya. Jadi, bahagialah dengan keputusanmu. Selalu bahagia dan jangan membuat oppa cemas. Arachi?” aku mengangguk didalam pelukannya.

“Dan jangan pernah lebih mementingkan laki-laki lain daripada aku..” sambungnya dengan nada manja. “Ne~ oppa..” jawabku sambil membalas pelukannya. “Laki-laki yang paling kau cintai didunia ini hanya boleh aku, suamimu hanya boleh mendapatkan tempat kedua” aku terkekeh pelan dalam pelukannya. “Ne, jungso oppa”

*****

Sudah seminggu semenjak kejadian itu, kyuhyun tidak menghubungiku, bahkan hanya sebuah pesan pun tidak ada. Aku merebahkan kepalaku di meja kerja, sambil memutar-mutar handphoneku.

Apa aku harus mengiriminya pesan terlebih dahulu? Ah, jangan. Mau dibawa kemana harga diriku. Tapi, apa dia tidak merindukanku? Aku bahkan sampai berhalusinasi melihatnya dimana-mana karena terlalu merindukannya.

Tok..tok..tok..

“Masuk..” ujarku sambil membetulkan dudukku. Aku melihat donghae oppa masuk sambil membawa beberapa berkas ditangannya.

“Sajangnim, ini ada beberapa dokumen yang harus anda tandatangani” ujar nya sambil menaruh dokumen itu dihadapanku. Aku mengangguk lemah kemudian menandatangani semua dokumen didepanku ini.

“Ada masalah?” tanyanya saat melihat wajahku yang tidak bersemangat. Aku mengangguk pelan sambil menatapnya. Donghae oppa mengelus rambutku pelan, dan hal itu selalu membuatku tenang. “Gomawo oppa. Aku sangat senang karena kau selalu ada saat aku membutuhkanmu”

“Jangan berkata seperti itu, kau membuatku ingin merebutmu darinya sekarang juga.” Katanya dingin.

“Oppa~”

“Aku hanya bercanda, jangan terkejut seperti itu.” Katanya sambil tertawa. “Tapi, kau ingat kata-kataku dulu. Jangan menangis atau aku akan merebutmu kembali darinya” sambungnya sambil mengambil berkas didepanku dan keluar dari ruanganku.

*****

Sudah malam, tugasku hari ini banyak sekali sampai aku lupa waktu. Semua karyawan sepertinya sudah pulang hanya ada beberapa security yang masih tinggal. Aku bergegas merapikan mejaku dan mengambil tasku.

Drrrt…drrrt

From : evil kyu

Babo, datanglah ke tepi sungai han sekarang juga. Jangan sampai terlambat.

Dasar!! Setelah mendiamkanku beberapa hari sekarang kau mengirimi pesan dengan nada memerintah seperti itu. Dasar menyebalkan!! Memangnya siapa yang mau datang? Aku memasukkan handphone ku ke dalam tas. Tapi, tiba-tiba ada pesan lagi.

From : evil kyu

Kalau kau tidak datang, TAMATLAH RIWAYATMU!!!!

Apa dia bisa membaca pikiranku,? Tapi, aku juga ingin bertemu dengannya. Lebih baik aku berangkat sekarang daripada harus mendengar omelannya.

*****

Dimana dia? Kenapa tidak ada siapapun disini? Apa dia membohongiku? Lagipula disini lebih gelap dari biasanya. Lebih baik aku pulang, sepertinya dia benar-benar menipuku. Aku berbalik hendak pergi tapi aku melihat pantulan bayanganku dari cahaya dibelakangku.

Aku membalikkan tubuhku dan melihat lampu yang membentuk tulisan ‘Yak! Babo, Saranghae!!!’ kyuhyun muncul dari belakang lampu itu dan tersenyum kearahku. Senyuman yang selalu membuat jantungku berdetak sangat cepat.

“Aku tahu aku tampan, jangan terpesona begitu” ujarnya angkuh. Aku mendengus sebal menatapnya, dia berjalan ke arahku lalu membawaku ke sebuah meja makan yang dikelilingi oleh lilin. Kyuhyun menarik kursi untukku setelah itu dia duduk didepanku.

“Kau yang menyiapkan semua ini?” tanyaku sambil melihat suasana romantis disekelilingku.

“Aku bisa mati kelelahan kalau menyiapkan ini sendirian” jawabnya acuh.

“Ya! Kenapa kau masih bersikap menyebalkan seperti itu, seharusnya kau lebih romantis, suasanya sangat mendukung.. kau tahu?” kataku geram

“Sudahlah ayo cepat makan, kau pasti sangat lapar bukan?” aku mendengus sambil memotong daging didepanku. Setelah selesai makan aku melihatnya yang masih meminum anggur didepannya.

“Bukankah akan lebih romantis kalau ada pemain biola atau semacamnya disini..” kataku lembut.

“Bayaran mereka terlalu mahal” katanya santai.

“Dasar pelit!!” kataku sambil memeletkan lidahku.

“Tapi, selain itu ada alasan lain.”

“Apa itu?”

“Suaraku lebih indah dari suara apapun didunia ini..” katanya bangga. Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju piano di belakangnya. Setelah duduk kyuhyun mulai mendetingkan tut tut  pada piano itu.

na eui gi eog eo din ga e dong geu ma ni sum eo itt da
(my memories that were hidden away somewhere)

ul keog sso da jyeo nae ryeo o neun neo
(suddenly pour forth thoughts of you)

gi na gin ha ru han beon jjeum
(in the length of an entire day)

neo do na eui mo seub ddeo o reu neun ji
(would images of me ever come across your mind?)

sa rang i ra bu reu gi en u rin neo mu meo reo jyeott go
(what we had was far from being called ‘love’)

cha ma it gi en a jig eun neo mu il leo
(but to say it was forgettable is impossible)

o neul do nan sa rang gwa i byeol sa i reul
(today I am again caught in between love and separation)

nun mul lo maem dol myeo sum cha ge neo reul chat go i sseo
(spinning in tears, breathlessly searching for you)

ba bo ya eo ditt ni an ga myeon an dwe ni
(Fool, where are you? Can you not leave me?)

neo reul bo naen geu go se a jig do nan seo itt neun de
(I am still standing in the place where I let you go)

meo ri e ga seum e geu mo seub i geu ri weo seo
(in my mind and my heart I still yearn for you)

ddo han beon sum ju gyeo un da neol sa rang han hu e
(I cry again and lose my breath after loving you)

o raen man e mun eul na seo ba ggat ba ram eul man ji da
(It’s been such a long time since.. I’ve come outside to feel the blowing wind)

deol keog da ga seon we ro um e mu neo jyeo
(I collapse into a sudden spell of  loneliness)

ni son e ggeul lyeo da ni deon jeong deu reun geo ri
(As I walk on the same road you pulled me down by the hand)

neo eob neun seul peum e jaen geo reum eu ro jib eu ro ga
(Without you, the sadness takes me back home)

ba bo ya eo ditt ni an ga myeon an dwe ni
(Fool, where are you? Can you not leave me?)

neo reul bo naen geu go se a jig do nan seo itt neun de
(I am still standing in the place where I let you go)

meo ri e ga seum e geu mo seub i geu ri weo seo
(in my mind and my heart I still yearn for you)

ddo han beon sum ju gyeo un da neol sa rang han hu e
(I cry again and lose my breath after loving you)

neol bul leo bo da ga dwi do ra bo myeon
(I try calling out for you and turning around)

geu go sen neol dal meun chu eog man i
(I see only memories of you)

al myeon seo geu reo ni
(you know, don’t you?)

yeo tae it ji mot ha go a jig neol gi da ri neun de
(until now, I still haven’t forgotten you I am still waiting for you)

eo ddeon nal ol geo ni nae shim jang i meom chul gga bwa
(Which day are you coming back on? I’m afraid my heart will stop beating)

ddo da shi geu ri weo un da neol sa rang han hu e
(I cry again yearning for you, after loving you)

KYUHYUN POV

Aku melihat ekspresi wajahnya yang masih membatu dan terkejut, aku tahu suara ku pasti sudah menyihirnya. Aku berjalan perlahan mendekatinya yang masih menatapku dengan tatapan kosong.

“Gwenchana?” tanyaku sambil berlutut didepannya. Dia mengerjapkan matanya seperti masih linglung, sepertinya suaraku berpengaruh sangat besar pada sistem kerja otaknya. Aku memajukan wajahku kearahnya sampai jarak kami tinggal beberapa cm lagi. Hyo hwa tampak terkejut dan langsung mendorong pelan tubuhku.

“Sepertinya kesadaranmu sudah kembali” kataku sambil berdiri.

“Kenapa suaramu bagus seperti itu, berbeda dengan suaramu saat membentakku.” Suaranya Nampak serak dan lemah

“Tentu saja aku ini pria dengan kemampuan luar biasa.” Kataku angkuh.

“Tapi, chankaman!! Tadi kau bilang apa? Baboya? Kau mau bilang aku ini bodoh?” ujarnya lagi sepertinya dia baru menangkap arti lagu itu sekarang.

“Kau memang bodoh, kau tidak lihat tulisan dilampu itu. Yak Ba-bo sa-rang-hae” kataku sambil mengeja kata-kata dilampu itu.

“Aish, kau memang menyebalkan. Aku mau pulang saja.” Katanya sambil berdiri. Aku langsung menahan pergelangan tangannya. “Mwo?” tanyanya ketus.

Aku berlutut dihadapannya, kemudian merogoh saku celanaku. Mengambil benda yang bisa membuatnya menjadi milikku seutuhnya. Aku membuka kotak cincin didepanku, kulihat hyo hwa menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan
(Accept this shining ring in my hand)

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh
(That I’ve prepared from awhile back)

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge
(With the same feelings today I’ll remember the promise made right now)

Would you marry me?

Setelah menyanyikan beberapa bait lagu itu, aku menatapnya yang masih terharu. “Park hyo hwa apa jawabanmu?” tanyaku lagi. “I do” jawabnya pelan. Aku menarik jari manisnya dan melingkarkan cincin ditanganku. Aku berdiri dan menariknya kedalam pelukanku.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)
(For a lifetime I’ll be by your side, I do)

Nuhl saranghaneun guhl (I do)
(Loving you, I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
(Cherishing you through the snow and rain, I do)

nuhreul jikyuhjulge (I do)
(I’ll protect you,I do)

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)
(Through hardships and difficulties, I do)

Neul naega isseulgge (I do)
(I’ll always be there, I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)
(Through our many days together, I do)

Maeil gamsahalge (My love)
(I’ll be thankful every day, My love)

HYO HWA POV

“Malam ini adalah malam paling indah yang pernah kulalui bersamamu, Gomawo” kataku masih memeluknya. Kyuhyun menatapku sebentar kemudian kembali menatap langit. “kyuhyun?” panggilku, tapi dia tidak menjawab “Kyuhyun?” panggilku lagi. Tapi dia maasih diam hanya menatapku tanpa menjawab. “Ya! Cho kyuhyun?”

“Panggil aku oppa..” jawabnya sambil menatap kearah lain

“Mwo?”

Dia tidak menjawab ku lagi, aku memajukan wajahku dan mencium pipinya kilat. Membuatnya menoleh dengan cepat ke arahku.

“Ya! Sejak kapan kau jadi genit begini?” tanyanya sambil memegang pipinya.

“Ini ucapan terima kasih ku untukmu, Oppa~”  kataku manja. Kyuhyun tersenyum sepertinya karena mendengar kata oppa keluar dari mulutku.

“Besok kita menikah”

“Mworago? Tapi kita belum meyiapkan apapun.”

“Aku sudah menyiapkan semuanya. Besok kau tinggal datang dan menjawab. ‘Aku bersedia’”

“Tapi…”

“Aku tidak ingin menundanya lagi, karena …” ucapannya terputus “Karena aku tidak bisa membayangkan kalau besok semua akan berubah dan kau meninggalkanku. Aku tidak mau menanggung beban itu lagi” aku menyandarkan kepalaku dibahunya dan menyatukan jari-jariku dengan jari tangannya.

Kenapa kau mencintaiku?

Karena itu adalah kau

Seandainya kita tidak bertemu dan tidak mengenal, apa yang akan terjadi?

Saat itu aku akan mencarimu dengan seluruh kemampuanku, aku akan mencarimu dimanapun kau berada, bagaimanapun keadaanmu. Karena kau adalah gadis yang ditakdirkan untukku.

END

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , , . Tandai permalink.

48 Balasan ke Yak! Babo, Saranghae!!! Part 5-End

  1. yunsikyu berkata:

    OMONAAAAAA !!!!
    romantis banget sihhhh ?? jadi pengen kayak gituuuu #mupeng #plakkk
    DAEBAK banget thor ^^ suka banget, ceritanya kadang bikin ngakak, dan kadang bikin terhru :’)

  2. 13gamekyu berkata:

    happy ending..ehheee
    love it, like always

  3. 엘 리 사 berkata:

    ahiiiiiiiiy………ending yaaaaaa😀😄 asikasiiik

    love-love-love yeaaah selamat yaaaaaaaaaaaa
    tapi kasian donghae abangku~ adain cerita donghae yg selanjutnya dong *noel-noel hehe

    #abaikan sayaa =_=

    • kyuhae berkata:

      iya, gomawo..
      doain kami langgeng selalu yaw… *Plak
      untuk donghae? aish, aku gak inget lagi ma dia *ditendang
      aku usahain kalau ada inspirasi lngsung ku buat…
      oc!!

  4. Gaemgyu berkata:

    Daebak!!!! Seneng βğτ Ŝà♏ä FF ini

  5. magnaelover berkata:

    waaaaw … aku kira kyu ilang gr” dipaksa nikah sama song taunya kekeke ..
    so sweet bgt ! jadi ga sabar liat ntar kalau udh nikah gimana kekeke

  6. Drei_Kyu berkata:

    Manisnya!! (?)
    daebak oen!! Ak suka ceritany…
    Kirain Kyuhyun ada masalah apa sama jungsoo, Akhirny trkuak juga benang merah antara jungsoo-kyuhyun #plakk ^^v

  7. @nonajongwoon berkata:

    Romantis yah ….
    Apa yg bisa d kritik dari ff ini ya ????kayaknya gak ada
    Heheheeh daebak deh thorr ^^

  8. spysung berkata:

    Huaaahhhhhh ceritanya bagus bangeeettttt…..
    Aku suka gaya bahasa dan alurnya….
    Trimakasih atas ceritanya…

  9. hyunsoo28 berkata:

    waaaaaaa!!!! bnr” so sweet bgt…
    sempet ketar ketir gtu tkt mreka gk jdi, eh taunya akhirnya bgini, betapa bahagianya

  10. trisna berkata:

    so sweeeeet….

  11. skyd91 berkata:

    baca part 1 kek prnah baca.. Tp gag mpe part ending .. #tp lupa..hehe :))

    Yampuunn, happy ending..
    Sweet bgd lg ending.y ..

  12. Choiri berkata:

    senangnya berakhir dengan happy ending….

  13. taridwi berkata:

    yeeeeeee~ tamattamatamata kerenkerenkeren sudah galaunya dipart sebelumnya dan sekarng tersenyuuuum !

  14. mangamania08 berkata:

    so sweet bgt..
    keep writing thor!

  15. Huwooooooo *jatoh dri kasur*
    Yeeeeaaahhhhhh finally happy ending *joget bonamana*
    Sempet ikutan deg-deg’an saat tau kyu tunangan ama noh ahjumma dan Hyo Hwa bakalan nikah ama Donghae..
    Tetapi akhirnya si ahjumma sadar bahwa cinta gak bisa dipaksain,,,bravo buat ahjumma yg nyadar untuk gak egois buat ngelepasin Kyu…. *peluk ahjumma*
    Aigooooo emang dri awal Donghae kasihan bgt…. Donghae jg akhirnya melepaskan Hyo Hwa huwaaaaa nyeseekkk (T___T) *pelukkkkk eraattt Donghae*
    Terjawab sdh antara Kyu ama Jungsoo kekekekeke kirain mereka punya masalah atau apaa
    Tapi kok kelihatan nya Jungsoo ngga suka ya ama Kyu *perasaan ku aja kali yaa*
    Endingnya soo sweeettttt :*
    Daebaaakkkkkk

  16. Afifah berkata:

    Trnyata kyu wktu itu kbur yaa..kkk gra2 bkin bngkrut prushaan dgn truhn gme *aigoo tdk prnh trbayangkn sma skalii..
    But Happy ending..yeayyyyyyy😀

  17. Gebby berkata:

    AAAA! bgus eon ceritanya , bkin nangis iya , senyum2 sndri iya , marah iya , cmpur jdi satu deh , i like this !

  18. renikyu berkata:

    Aaah mengobati rasa bosan belajar uts xD romantis😀

  19. hinata berkata:

    Lamarannya so sweet😛

  20. Syarofa ukhtina berkata:

    Omooo . . . .kyuhyun so sweet bgt!
    Akhrnya happy ending!
    Tp poor utk si abang ikan sbnrnya,
    *pukpukdongek*
    drpd merana mending sama gue aja bang!*digorokfishy*
    hahaha . . .
    Crtanya keren una eon,
    emosi reader dbwa jungkir balik ky roller coaster.eh?
    Tegang,pgn ikut marah,trz tiba2 ketawa gaje!*mulai sarap*
    fighting eon,
    mian kalo komen’y ga ditiap part!

  21. melindacuty berkata:

    waw so sweet…
    happy ending

  22. Miss kim berkata:

    AAAAA MATI AKU KEPELETTT><

  23. Cho handa berkata:

    ahhhhh manis bngt kyupret ngelamar hyo hwa.
    aku iri sama hyo yg di kasi kejutan manis sama kyuhyyn. hyo hwaaaa ayo tukaran tempat…..

  24. mayang berkata:

    Kenapa kau mencintai ku ,
    karna itu adalah kau ,
    jjiiiaaaahhhh so sweeettttttt >.<
    akhirnya mereka bsa sama" lgy walau tetep harus ada yg berkorban . donghae slalu jd orang yg patah hati . kkkk
    tp gpp kan ^^

  25. VynnaELF berkata:

    Vic dan hae mengalah…
    Pertama baca nyesek bgt…
    Tapi,pas ending sweet bgt,sampai peluk2 guling buat mengekspresikan nya! Neomu joah!

  26. iea berkata:

    kyaa..so sweet..

  27. azizahminoz93 berkata:

    “Kenapa kau mencintaiku? Karena itu adalah kau Seandainya kita tidak bertemu dan tidak mengenal, apa yang akan terjadi? Saat itu aku akan mencarimu dengan seluruh kemampuanku, aku akan mencarimu dimanapun kau berada, bagaimanapun keadaanmu. Karena kau adalah gadis yang ditakdirkan untukku. ” -Cho kyuhyun. Omo, eoni demi apa ini… aaaa~ gila so sweet bgt… bikin aku ngefly~~

    hallo.. eoni aku azi.. slam knal eoni🙂

  28. amoy berkata:

    Yaaak…masa langsung nikah sih?..

  29. berkata:

    cho kyuuuuuu…saranghae….^^
    ya ampun,romantis bgt sh..aq ngiri,ngiri,ngiri… ^^
    waaahhh,sng nya happy ending..sbnrny spapun yg hyo wa plih,aq yakin dy bkal bhagia krn keduany sm2 mencintai hyo wa dan rela ngapain aja asal hyo wa bhgia…
    sng ny jd hyo wa dcintai ma cow2 ganteng,,,teukie oppa,donghae oppa,n my lovely evil prince ^^..
    aq suka ceritanya..aplg endingnya keren!!^^

  30. YummyJ berkata:

    Aye..ending juga ye!
    Babo…

  31. miss_250508 berkata:

    Sukaaaa. Meski sempet deg2an juga tapi akhirnya mereka bersatu juga hehehehhe keren kereeennn, ada sekuelnya pula

  32. nda ccm berkata:

    akhry,,,,!!!
    happy ending,,,,
    tp np hae g ma vitoria z

  33. kyutheee berkata:

    Yuhhhuuyyy jhdi kyuhyun ‘ngilang’ krna prepare untuk nikah yah… Huahahahahahaha

  34. cho angel berkata:

    wahhh >< Daebakk!! ceritanya sweet bangett…
    bikin senyum senyum ga jelas dan terharu tiba tibaa..
    apalagi kalimat kalimat terakhirnya akkhhh
    Pengen nyium kyu #plakk heheh
    pokoknya keren bangettt
    keep writting thor^^

  35. Milyani berkata:

    Wah ceritanya bagus banget, happy ending lagi.
    Gax bsa bayangin klu nyampe sad ending, bisa2 banjir ni rumah, yg happy ending aja udah seember gimana klu yg sad ending, bisa2 serumah😀
    tapi yg penting nih cerita keren banget, eonni DAEBAEEEEK

  36. esakodok berkata:

    pedess bangettt y mulutnya kyu..ceweknya dipanggil babo trsszs

  37. Nabela berkata:

    yeyyyy happy ending😀

  38. hankims_ais berkata:

    Hehehe happy end..

    Tpi yg bener aja kyuu, masa iya pake ‘babo’ jga sihh -__-

  39. nisa11 berkata:

    akhirnya happy ending juga horeee!!! fighting

  40. @syifakyuhae berkata:

    akhirnya happy ending juga ceritanya daebakkk eonni🙂

  41. Nisasahwa berkata:

    ending nya sweet sgt,…
    mau juga digitukan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s