Yak! Babo, Saranghae!!! (Sequel)

HYO HWA POV

Pernikahan, hal yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Aku bahkan tidak pernah punya rencana untuk menikah. Bagaimana kehidupanku nanti bersama orang yang harus selalu ku dampingi sampai akhir hidupku. Menjaganya, mengurus rumah juga merawat anak-anak kami nanti. Memikirkan hal itu saja sudah cukup membuat kepalaku pusing.

Aku kembali memandang pemandangan didepanku ini, sebuah taman didepan rumah dengan bunga-bunga yang bermekaran. Ada sebuah ayunan disudut taman juga kolam ikan kecil didepannya. Seulas senyuman terukir dibibirku mengingat kata-katanya saat kami pertama kali menginjakkan kaki dirumah baru kami ini.

‘Kau harus selalu berada dirumah ini, karena satu-satunya alasanku pulang kerumah adalah untuk melihat wajah istriku.’

Pertama kali mendengarnya aku merasa itu kata-kata yang sangat menjijikkan, tapi hatiku berbunga-bunga setiap mengingat kata-katanya itu.

Aku merasakan sepasang tangan memeluk pinggangku dari belakang, aku tidak perlu melihat wajah orang ini karena aku tahu siapa yang melakukannya. Suamiku, tentu saja nae yeobo.

“Kau sudah bangun?” tanyaku sambil memegang tangannya yang melingkari pinggangku. Dia menjawab dengan gumaman kecil sambil menyandarkan dagunya dibahuku.

“Kenapa kau bangun pagi sekali?” ujarnya sambil mengeratkan pelukannya.

“Aku hanya ingin menghirup udara pagi saja, rasanya lebih segar” ujarku dengan nada suara sedikit rendah. Karena dengan jarak seperti ini cukup sulit bagiku untuk menghirup oksigen, walaupun sudah menikah dan tinggal bersama perasaan gugup tiap berada didekatnya masih belum hilang sampai sekarang dan rasanya malah semakin parah.

“Oppa~ ayo kita sarapan..” ujarku sambil berusaha melepaskan pelukannya. tapi, dia malah semakin erat memelukku “Sebentar, aku juga ingin menghirup oksigenku” jawabnya tanpa mempedulikan kata-kataku. Jantungku berdegup semakin kencang, ahhh lama-lama aku bisa mati terkena serangan jantung.

*****

“Nanti aku akan menjemputmu…” ujar kyuhyun oppa lembut dari balik kaca mobilnya. Aku mengangguk sambil tersenyum. Kehidupan baru ku sekarang, kyuhyun oppa selalu menemaniku kemanapun aku pergi, termasuk mengantar dan menjemputku kekantor. Menyenangkan? Tentu saja karena aku selalu bisa bersamanya. Bisa selalu melihat wajahnya dan bisa menghirup aroma tubuhnya.

Aku melangkah menuju ruanganku, walaupun sudah menikah aku tetap bekerja sesuai keinginan appa. Saat membuka pintu ruanganku aku terkejut melihat sosok laki-laki yang sedang duduk di tempatku, bukan. Tapi itu memang tempat nya, iya posisi yang selalu dia tempati.

“Appa~?” aku berlari kearah appa dan memeluknya. “Appa~ bogoshipo” kataku sambil membenamkan wajahku didadanya.

“Hahaha putri appa, baru seminggu menikah kau sudah manja seperti ini. Apa kau tidak bahagia?” aku menggeleng didalam pelukan appa.

“Aku hanya merindukan kalian semua. eomma, jungso oppa, nara eonni dan juga jungra. Bagaimana keadaan mereka semua?” kataku sambil melepaskan pelukanku.

“Mereka sehat dan juga sangat merindukanmu. Pulanglah dan kunjungi mereka bersama suamimu.” Ujar appa sambil mengelus rambutku.

Aku mengangguk pasti dan kembali memeluk appa “Appa~ jeongmal, jeongmal bogoshipo” kataku lagi. Aku bisa merasakan tubuh appa yang bergetar karena tertawa.

“Putri kecil appa masih manja seperti dulu, kau tidak boleh memeluk appa lagi sekarang kau sudah menjadi milik suamimu.”

“Appa~ apakah ada hukum tentang seorang anak yang sudah menikah tidak boleh memeluk appanya? Kalau ada kenapa aku tidak pernah mendengarnya? Lagipula walaupun aku sudah menikah aku masih anakmu. “ ujarku panjang lebar. Appa malah tertawa sangat keras dan memelukku.

“Arassho, arassho. Kau memang tetap putriku sampai kapanpun.” Ujar appa sambil melepaskan pelukannya. “Putri appa yang sangat cerewet” katanya sambil mencubit pelan hidungku.

Aku mengembungkan pipiku kesal, appa memang suka sekali mencubit hidungku.

“Sebenarnya appa datang kesini ingin menyampaikan pesan eomma mu..”

“Pesan?”

“Hm, eomma mu ingin kau berhenti bekerja dan tinggal dirumah saja, mengurus suamimu.”

“Tapi…”

“Appa juga berharap kau bisa memenuhi permintaan eomma, lagipula tidak baik kalau suami istri sama-sama bekerja, kalian tidak akan punya waktu untuk bersama.” Sambung appa sambil mengusap pelan rambut ku.

Aku mengangguk pelan, mengiyakan permintaan appa. “Baiklah, appa..”

*****

“Terima kasih atas bantuannya selama ini..” aku sedikit membungkukkan tubuhku didepan karyawanku. Aku melihat karyawanku tersenyum kearahku “Kalian pasti senang dengan kepergianku kan?” gurauku dan disambut dengan tawa oleh karyawanku..

Setelah sedikit berbincang dengan beberapa karyawanku aku melangkah masuk ke kantor, hanya ingin mengambil beberapa foto yg ada diatas meja.

Aku menoleh saat mendengar langkah kaki seseorang yang masuk ke ruanganku, dan ternyata orang itu adalah donghae oppa.

“Oppa~” sapaku pelan. Donghae oppa tersenyum kearahku dan menghentikan langkahnya saat dia sudah berdiri di depanku.

“Entah sejak kapan, alasanku datang ke kantor adalah untuk melihat wajahmu, mendengar suaramu dan keluhanmu. Aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu disini dan sekarang aku harus membiasakan diri untuk tidak melihatmu lagi sepertinya itu tidak akan mudah.” Ujarnya pelan, donghae oppa mengangkat tangannya pelan dan mengelus pipiku, menelusuri setiap lekuk wajahku. Aku hanya bisa tersenyum kearahnya. “Aku pasti akan sangat merindukanmu..” suaranya terdengar sangat lembut dan halus.

“Aku juga oppa.” Jawabku. Donghae oppa menarikku kedalam pelukannya,

“Oppa~”

“Biarkan seperti ini, sebentar saja biarkan seperti ini.” Ujarnya sambil mempererat pelukannya, aku membalas pelukannya. tapi, aku langsung tersentak dan mataku terbelalak kaget saat melihat kyuhyun oppa yang sedang berdiri didepan pintu menatap ku dengan tatapan dingin. Aku melepas pelukan donghae oppa sekuat mungkin.

“Kyuhyun… oppa~?” pangggilku seakan tidak percaya, dia masih menatapku dingin membuatku semakin takut.

“Kita pulang sekarang?” tanyanya seperti tidak melihat apapun tadi. Biasanya dia akan meledak-ledak marah, tapi aku malah tidak melihat sorot mata tajam nya lagi sekarang melainkan hanya tatapan yang sangat dingin seolah-olah dia tidak peduli, tidak peduli dengan apapun yang dilihatnya tadi.

*****

Sesampainya dirumah tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dia keluar dari mobil tanpa mempedulikanku. Aku mengikutinya dari belakang mencoba menjelaskan hal yang terjadi beberapa saat yang lalu.

“Oppa~?” panggilku sambil menahan pergelangan tangannya. Dia menghentikan langkahnya tanpa mau menatapku. aku melangkah maju beberapa langkah didepannya dan berdiri tepat dihadapannya.

“Kau marah? Mianhae.” Kataku selembut mungkin sambil menggenggam tangannya.

Kyuhyun oppa menatapku lagi-lagi dengan tatapan dingin “Aku sudah memaafkanmu..” katanya pelan tapi sangat menusuk, beberapa saat kemudian dia berlalu dari hadapanku. Aku masih terpaku ditempatku berdiri, menyesali kejadian tadi yang membuat aku harus menanggung beban karena tidak dapat mendengar suara hangatnya lagi.

Setelah hari itu, kyuhyun oppa selalu pulang terlambat dan dia pergi saat aku masih tidur, sepertinya dia bahkan tidak tahu kalau aku sudah tidak bekerja lagi. Aku menghela nafas melihat kesamping tempat tidur, dia bahkan tidak mau tidur seranjang denganku lagi sekarang. Sepertinya dia tidak mau melihat wajahku lagi. Aku mulai merasa sesak dengan keadaan ini, kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya saat dia tinggal dibawah atap yang sama denganku? Sudah 3 hari sepertinya ini sudah cukup, aku akan menghentikan semuanya malam ini.

Aku menunggunya sambil duduk di ruang tamu, sudah tengah malam tapi aku belum melihat tanda-tanda dia akan pulang. Semakin lama aku semakin ngantuk dan sepertinya aku tertidur di sofa.

Aku mencium wangi yang sangat kurindukan, aroma tubuhnya. Aku mencoba membuka mataku ternyata kyuhyun oppa sedang menggendongku ke lantai 2 kamar dimana seharusnya aku dan dia tidur bersama tapi kutiduri sendiri beberapa malam ini. Setelah meletakkan tubuhku dengan hati-hati diatas tempat tidur, kyuhyun oppa mengelus lembut pipiku sesaat kemudian aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh keningku. Benar, kyuhyun oppa mengecup keningku. Aku hampir saja menangis merasakan sentuhannya, aku benar-benar merindukannya. Setelah beberapa detik dia beranjak hendak meninggalkanku aku langsung menahan pergelangan tangannya yang membuatnya tersentak kaget.

“Kenapa kau bersikap seperti ini?”tanyaku serak “Apakah aku sangat menjijikkan sampai-sampai kau tidak mau menatapku lagi?” kali ini air mataku tidak dapat kutahan lagi.

Kyuhyun oppa duduk didepanku menghapus air mataku. Aku menepis tangannya kemudian duduk dihadapannya. “Kalau kau masih marah padaku kenapa kau masih berpura-pura baik seperti ini? Aku lebih suka mendengar bentakanmu daripada harus mendapatkan perlakuan begini..” aku mulai terisak. Kyuhyun oppa mencoba menenangkanku dengan memelukku.

“Apa yang membuatmu begitu marah? Apa karena pelukan itu? Aku menganggap donghae oppa sama dengan jungso oppa posisi mereka sama dihatiku. Tapi kenapa kau malah tidak mau mendengarkan penjelasanku bahkan kau enggan menatap wajahku.” Kyuhyun oppa masih mencoba memelukku tapi aku langsung mendorong tubuhnya menjauh.

“Wae? Kau tahu?” kataku sambil memegang dadaku. “Hatiku sakit.. Sangat sakit” aku memukul-mukul dadaku sambil menangis. Kyuhyun oppa menarik tanganku “Mianhae..” katanya lembut “Aku hanya tidak ingin membuatmu terluka, tapi ternyata aku salah. Maaf, padahal aku sudah berjanji tidak akan pernah membuatmu menangis tapi yang kulakukan malah sebaliknya. Mianhae..” tangisanku semakin keras. Kyuhyun oppa menarik tubuhku kedalam pelukannya.

“Seharusnya aku yang minta maaf padamu, aku minta maaf oppa. Kumohon jangan marah lagi, aku sangat merindukanmu.” Aku mulai lelah menantimu, sesak saat tidak melihatmu dalam jarak pandangku dan menjadi takut kalau kau akan mengatakan ‘aku tidak menginginkanmu lagi’. Aku terlalu mencintaimu, bagaimana ini?

*****

Sepertinya kata-katanya tadi malam hanya pura-pura, buktinya aku tidak melihatnya pagi ini. Kenapa dia hobi sekali meninggalkanku? Aku melihat hp ku bergetar, sepertiya ada pesan.

From : Nae Yeobo

Mianhae, aku ada rapat pagi ini dan aku tidak tega membangunkanmu. Jangan lupa sarapan jagi~

Ternyata dia masih ingat padaku. Aku turun kedapur dan mulai memasak untuk diriku sendiri. Bagaimana kalau aku datang kekantor dan membawanya bekal? Sepertinya itu buka ide yang buruk, lagipula ada hal penting yang harus kukatakan padanya. Aku mulai menyiapkan bekal untuk suamiku, bekal biasa. Nasi, telur gulung, tempura dan sedikit sayuran. Walaupun aku tahu dia tidak suka sayuran aku akan mencoba menyuruhnya untuk makan walau hanya sedikit. Aku melirik jam dinding, sepertinya aku bisa berangkat sekarang kebetulan hampir jam makan siang. Aku memutuskan naik bus daripada membawa mobil pribadi.

Aku naik ke lantai 30 tempat kantornya berada, setelah beberapa menit pintu lift terbuka dan aku melangkah menuju ruangannya. Aku melihat sekretaris kyuhyun yang sedang mengetik di depan layar komputer nya. “Anyeonghaseyo~” sapaku ramah.

“Anyeong” jawabnya lembut tanpa melihatku, saat dia berbalik menatapku dia tampak terkejut. “Nyonya?” tanyanya terkejut

“Ne, apa kyuhyun ada diruangannya?”  tanyaku tidak terlalu mempermasalahkan keterkejutannya. Mungkin karena ini kali pertama aku berkunjung kekantor kyuhyun setelah pernikahan kami. Sekretarisnya tampak bingung ingin menjawab, aku sedikit heran dengan tingkahnya itu. Aku mendengar suara tawa kyuhyun dari ruangannya. Penasaran, aku mencoba mengintip ruangannya kebetulan pintunya tidak tertutup dengan rapat.

Aku melihat kyuhyun sedang bergurau dengan seorang wanita yang lumayan cantik. Mereka mangatakan sesuatu kemudian kembali tertawa. Dia bahkan belum pernah tertawa seperti itu denganku, tawanya benar-benar lepas. Aku masih bisa menerima semua kejadian ini tapi, hal yang sangat mengejutkanku adalah tindakan gadis itu menyentuh ujung bibir suamiku dengan jarinya seperti membersihkan sesuatu. Aku ingin pergi tapi kakiku tidak bisa kugerakkan, rasanya kakiku mati rasa.

“Nyonya…” sontak mereka menoleh kearah tempatku berdiri mendengar suara sekretaris kyuhyun itu. Kyuhyun tampak sangat terkejut melihatku, dia berdiri ingin menghampiriku. Tapi detik itu juga aku berlari, bergegas meninggalkannya. Aku menghiraukan teriakannya dan berlari sekuat tenaga, memencet tombol lift dengan tergesa-gesa. Tepat saat dia berdiri didepanku pintu lift tertutup. Aku tidak mengerti dengan sikapku ini, beginikah perasaan cemburu itu? Perasaan takut kalau orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita. Aku menangis, untuk alasan yang tidak jelas. Hanya karena melihat suamiku disentuh oleh gadis lain.

Saat pintu lift terbuka betapa terkejutnya aku melihat kyuhyun sudah berdiri didepanku dengan nafas terengah-engah. Aku menghiraukannya dan berjalan melewatinya.

“Ya! Cho hyo hwa!!!” panggilnya sedikit keras. Aku tidak mempedulikannya. “BERHENTI!!!” perintahnya berteriak, membuat orang-orang disekitar kami menoleh ke arah kami. Aku masih keras kepala dan terus berjalan “KUBILANG BERHENTI, CHO HYO HWA!!” teriakannya kali ini sangat keras. “Kau..” bukk aku mendengar seperti ada suara benda jatuh, aku menoleh dan melihat kyuhyun sudah tersungkur dilantai. Aku langsung berlari berhambur kearahnya, “Oppa?” panggilku menepuk-nepuk pipinya. “Oppa, bangun. Kumohon..” aku menaruh kepala kyuhyun di pangkuanku, “Oppa, kau dengar aku? Bangunlah kumohon..” aku mulai menangis melihat matanya yang masih tertutup. “Tolong, tolong suamiku..” kataku melihat orang-orang yang masih menatap kami bingung.

*****

“Dia hanya kelelahan, sebaiknya anda menjaga kondisinya. Kondisi tubuhnya sedikit lemah” aku mengangguk mendengar penjelasan dokter didepan ku ini.

“Baiklah, kalau begitu saya permisi” kataku sambil sedikit membungkuk lalu berlalu dari hadapannya.

Aku menangis melihat keadaan kyuhyun, dia masih terpejam karena efek obat tidur yang disuntikkan tadi.

“Sepertinya kehadiranku disisimu hanya membuatmu semakin menderita oppa, benar kan?” aku menghela nafas. “Aku selalu dan selalu membuatmu terluka karena kebodohan dan keegoisanku.” Aku terdiam sesaat mengumpulkan kekuatan untuk berbicara lagi. “Sepertinya sudah saatnya aku melepaskanmu, walaupun itu akan membuat hatiku mati. Setidaknya ini baik untuk kehidupanmu, kuharap setelah ini kau akan bahagia” aku bangun dari tempat duduk dan mencium keningnya cukup lama. Menghirup sebanyak-banyaknya bau tubuhnya, supaya aku tidak lupa. “Saranghae..” bisikku pelan

KYUHYUN POV

Aku membuka mataku merasakan sakit ditanganku, jarum infuse? Aku melihat sekelilingku, rumah sakit? Aku memegang kepalaku sedikit pusing. Tiba-tiba bayangan itu terlintas, hyo hwa? Aku beranjak dari tempat tidurku tepat saat pintu kamar terbuka dan kulihat seorang suster masuk.

“Tuan, anda sudah bangun?” tanyanya melihatku.

“Siapa yang membawaku kesini?” tanyaku cepat.

“Istri anda, tuan”

“Lalu, dimana dia sekarang?”

“Saya tidak tahu, setelah mengantar anda istri anda tidak pernah kembali lagi.”

Aku mengambil handphone ku disamping tempat tidur lalu dengan cepat menghubungi nomornya. Tidak aktif? Aku bergegas berdiri dan melepas infusenya sendiri. Suster itu tampak terkejut dan mencoba menghalangiku.

“Tuan, anda harus istirahat beberapa hari lagi.” Ujarnya sambil menahan tanganku

“Lalu, apa kau akan bertanggung jawab kalau istriku meninggalkanku. HAH?” kataku setengah berteriak membuat suster itu menjauh dari hadapanku dan keluar dari kamar. Aku berlari kecil keluar dari rumah sakit setelah mengganti pakaianku dan menyelesaikan administrasi rumah sakit.

Aku memanggil taksi didekatku, kulirik jam di hpku sepertinya dia masih di kantor. Sesampainya dikantor aku langsung berlari ke ruangannya, tapi aku sangat terkejut melihat orang yang duduk disitu. “Appa?” kataku terkejut appa menoleh kearahku “kyuhyun?” ujarnya sambil tersenyum.

*****

“Sudah lama kita tidak bertemu, kau kemana saja?” Tanya appa sambil menyesap kopi ditangannya.

“Itu, sebenarnya aku..” jawabku gugup

“Beberapa hari yang lalu saat hyo hwa datang memberitahukan kehamilannya, kau tidak datang, apa kau sangat sibuk? Pasti sangat sulit menjaga wanita hamil, kau harus bersabar menghadapi tingkahnya yang berubah-ubah” aku terperangah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ayah mertuaku ini. Hamil? Hyo hwa hamil? Aku masih terdiam dan tidak dapat mencerna satu katapun yang sedang dikatakan oleh appa.

“Kyuhyun? Kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat?” Tanya appa. Lebih baik aku mengatakannya sekarang lagipula tidak ada gunanya menyimpan semua ini. Setelah menceritakan semuanya pada appa aku sudah siap menerima konsekuensinya. Appa masih menatapku tajam, aku masih takut dengan hal yang ingin disampaikannya.

“Saat awal pernikahan adalah masa yang sangat rentan semua pasangan akan mengalaminya, dimana kepercayaan dikalahkan oleh keegoisan dan kecemburuan. Kalian pasti bisa melewatinya kalau tetap bersama jangan pernah menjauh satu sama lain, selalu bersama genggam tangannya seerat mungkin. Jangan sampai terlepas.” Aku mengangguk mendengar nasehat appa. “Gomawo, appa aku tidak akan pernah melepaskannya.”

“Sebaiknya kau kerumah, mungkin eommanya tahu dimana keberadaannya sekarang.” Ujar appa lagi.

“Arassho, appa..” aku beranjak dari kantor hyo hwa dan pulang kerumah. Aku mengecek lemarinya, tidak ada satupun baju yang tersisa. Sepertinya kau benar-benar berniat pergi dari hidupku.

*****

“Mwo? Hyo hwa hilang?” pekik eomma hyo hwa, aku tahu dia pasti bereaksi seperti ini. Ibu mana yang tidak akan cemas mengetahui putri satu-satunya menghilang saat dia hamil. Eomma hyo hwa terduduk dengan tatapan kosong, sesaat kemudian air matanya mulai mengalir.

“Eomma, mianhae.. Ini salahku..” kataku dengan suara lemah

“MWORAGO?” aku terperanjat saat mendengar teriakan dibelakangku. Jungso hyung melangkah cepat dan langsung menyudutkan ku kedinding.

“NEO!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA ADIKKU? HAH?” aku meringis merasakaan cekikan tangan jungso hyung dileherku.

“Hyung, aku minta maaf. Aku berjanji akan membawanya pulang tanpa kekurangan sesuatu  apapun.”

Ujarku menahan tangan jungso hyung di leherku.

“Heh!! Berani-beraninya kau berkata seperti itu saat kau bahkan tidak tahu dimana keberadaan adikku. DIMANA FIKIRANMU?”

“Jungso~ya hentikan.” Aku menoleh melihat istri jungso hyung yang sedang mencoba menahan tangan suaminya ini. Beberapa detik kemudian jungso hyung melonggarkan tangannya melepas cengkramannya dileherku. Aku baru bernafas lega sebelum sebuah tinjuan melayang dipipiku.

“JUNGSO??” teriak eomma dan istrinya bersamaan. Aku meringis menahan sakit, tapi sakit di wajahku masih seberapa disbanding hatiku.

“Dari awal aku memang tidak yakin padamu. Tapi… AAAAHH!!” teriaknya frustasi. “Adikku membelamu mati-matian, berkata bahwa kaulah satu-satunya laki-laki yang selalu membuatnya rindu walaupun kau sudah berada didepannya.” Jantungku seperti berhenti berdetak  mendengar kata-kata yang keluar dari mulut jungso hyung. Untuk sesaat tidak ada seorang pun yang berbicara.

“Apa mungkin hyo hwa kesana?” semua menoleh kearah istri jungso hyung. “Bukankah dia pernah bilang, kalau dia sedang ingin sendiri villa di pulau jeju adalah tempat yang paling tepat.”

“Kau benar, sebaiknya aku kesana untuk melihat.” Jawab jungso hyung.

“Eomma tolong berikan alamatnya padaku.” Kataku sambil berlutut didepan eomma.

“Mwoya? Berani sekali kau? Apa hakmu?” kata jungso hyung sambil menatapku sinis.

“Aku suaminya hyung, dia tanggung jawabku” aku mengambil kertas berisi alamat hyo hwa dan pergi.

“Kalau terjadi sesuatu padanya, aku tidak akan pernah memaafkanmu!!!” ancamnya

Aku menghentikan langkahku dan berbalik menatapnya. “Kalau terjadi sesuatu padanya aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri hyung, karena dia lebih berharga dari apapun bagiku didunia ini. Termasuk nyawaku.” Jungso menatapku sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aku membungkukkan badanku kemudian langsung pergi dari rumah hyo hwa.

*****

“Hyo hwa, kau didalam?” aku kembali mengetuk pintu villa ini, tapi tidak ada tanda-tanda kalau ada orang didalam.

“Hyo hwa~ya, kau dengar aku? Apa kau didalam?” kataku lagi, aku mengetuk lebih keras pintunya. Haaah tidak ada, apa dia sedang diluar? aku memutuskan mencarinya disekitar rumah, mungkin dia sedang menenangkan diri disuatu tempat.

HYO HWA POV

Aku kembali menghela nafas pelan, kemudian menghirupnya lagi. Pulau jeju memang tempat paling tepat untuk menyendiri. Aku duduk didekat taman bunga dan menghadap langsung dengan laut dibawahnya. Aku menangis, lagi-lagi.. aku hanya bisa menangis saat aku merindukannya. Aku menekuk kedua lututku dan membenamkan wajahku lagi, rasanya seperti hidup tapi jiwaku mati. Bagaimana menjelaskannya, aku sangat merindukannya. Walaupun aku sudah pergi sejauh mungkin tapi tidak sedetikpun aku bisa melupakannya. Malah aku semakin gila, semua yang kulihat selalu ada bayangannya.

“Hyo hwa” bahkan sekarang aku bisa mendengar suaranya. Sepertinya bukan hanya mataku yang bermasalah tapi telingaku juga.

“Cho hyo hwa..” kali ini suaranya terdengar sangat nyata.. Aku merasakan sentuhan tangan seseorang dibahuku, apa halusinasi bisa senyata ini? Aku mendongak dan memalingkan wajahku menatap siapa pemilik tangan ini.

“Oppa..” kataku pelan. Kyuhyun oppa tersenyum kemudian berlutut didepanku menarikku kedalam pelukannya. mimpi ini seakan sangat nyata, aku bahkan bisa menyentuh bayangannya.

“Mianhae~”aku mendengar nada suara yang penuh dengan penyesalan.

“Seandainya ini mimpi aku tidak ingin terbangun lagi, oppa~” kyuhyun oppa melepaskan pelukannya menatap lurus kedalam mataku. Dia mengambil tanganku kemudian meletakkan didadanya. “Kau bisa merasakannya? Detak jantungku saat bersamamu. Ini bukan mimpi..” katanya lagi.

Tersadar, aku langsung mendorong tubuhnya pelan kemudian bangkit berdiri meninggalkannya. Tapi, tangan kyuhyun oppa berhasil menangkap pergelangan tanganku, membuat langkahku terhenti saat itu juga.

“Dengarkan aku..” aku menepis tangannya kemudian berbalik menatapnya.

“Oppa, kaulah yang harus mendengarkanku.” Ujarku dengan nada bergetar akibat menahan tangis. “Kita, pernikahan ini benar-benar suatu kesalahan. Aku sudah memikirkannya sebaiknya kita bercerai. Aku sudah tidak sanggup lagi berada disisimu. Aku sangat lelah.” Kataku emosi.

Kyuhyun oppa menatapku dengan mata berkaca-kaca, aku menghiraukannya. “Aku tidak mencintaimu lagi” ujarku pelan. Hatiku sakit melihat air mata diwajahnya sekarang.

“Dalam beberapa hari ini surat perceraian kita akan selesai kuurus. Jadi, tunggu saja” kataku cepat kemudian pergi.

KYUHYUN POV

“Dalam beberapa hari ini surat perceraian kita akan selesai kuurus. Jadi, tunggu saja” ujarnya tajam kemudian pergi.

“PERCERAIAN APA MAKSUDMU, HAAAH?” teriakku emosi. Aku berjalan mengejarnya dan mencengkram bahunya. Hyo hwa menatapku dingin, kemudian memalingkan wajahnya.

“LIHAT AKU? APA MAUMU SEBENARNYA!!!” aku mengoyang-goyang bahunya.

“KAU YANG HARUS MENDENGARKANKU!!!” teriaknya sambil menangis. “Kau fikir bagaimana rasanya melihat suamiku masuk rumah sakit hanya karena kebodohanku. Aku merasa menjadi wanita paling bersalah didunia ini. Kau tahu?” seketika aku melepas cengkramanku. “Aku hanya tidak ingin melihatmu menderita” sambungnya lagi.

“Dengan meninggalkanku, berkata ‘kau tidak mencintaiku’ dan perceraian. Itu bahkan lebih menyakitkan, aku lebih baik mati daripada harus mengalami ini lagi” aku mengangkat wajahnya dengan jariku memaksa matanya melihat mataku. “Aku membutuhkanmu untuk hidup” aku mengecup keningnya lembut dan memeluknya erat. Tapi, dia tidak membalas pelukanku, yang kurasakan malah tubuhnya yang tidak bergerak sama sekali.

“Hyo hwa?” panggilku pelan. Aku menarik tubuhnya sangat lemah. “Hyo hwa?” panggilku lagi sambil menepuk pipinya. Tapi, tidak ada tanda-tanda kesadarannya.

*****

Aku menggendong tubuh lemahnya dengan cepat kedalam mobil. Membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Bagaimana keadaan istri saya dokter?”  tanyaku pad dokter yang sedang memeriksa hyo hwa.

“Dia baik-baik saja hanya saja anda harus lebih bisa mengontrol makanannya. Ini kehamilan pertamanya, kondisi tubuhnya harus lebih terjaga.” Kata dokter setelah memeriksa hyo hwa.

Aku melihatnya yang masih terlelap, matanya bengkak karena menangis. Apakah kau sangat menderita? Maafkan aku. Aku mencium kedua kelopak matanya, kemudian mengenggam tangannya erat. Tak akan kulepaskan lagi.

HYO HWA POV

Aku mencoba membuka mataku membiasakan mataku dengan cahaya. Aku melihat kyuhyun oppa duduk disampingku. “Bagaimana keadaanmu?” tanyanya lembut.

Aku memalingkan wajahku darinya. Kyuhyun oppa mengelus wajahku. “Masih membenciku?” aku menatapnya yang masih menatapku sendu. “Aku tidak bisa oppa~,… aku tidak bisa berhenti mencintaimu..” aku menunduk menahan air mataku.

“Kau akan terus bersamaku, jangan pernah pergi lagi. Dan gadis yang kau lihat itu teman lamaku, kami memang sangat akrab. Kumohon, sebelum menjauh dariku dengarkan penjelasanku dulu” kyuhyun oppa mengangkat wajahku dan menghapus airmataku.

“Kalau kau merasa aku tidak bersikap dengan baik, katakanlah. Aku akan merubah semua sikapku yang mengganggumu. Aku akan melakukan apapun untukmu” sambungnya.

“Kau tidak perlu melakukan apapun karena aku mencintaimu sebagai dirimu sendiri. Tidak perlu bersikap romatis dan baik. Kalau oppa ingin marah dan berteriak aku akan menerimanya, aku lebih suka sikap mu yang dulu.” Kataku memeluknya

“Aku tidak akan penah marah dan membentakmu. Karena aku sudah berjanji menikahimu untuk menjagamu seumur hidupku dan juga anak kita” ujarnya sambil mengelus perutku. “Selalu bersama ketika bahagia dan sedih, akan melewati setiap hariku bersamamu. Jadi, kau juga harus menepati janjimu. Arassho?” sambungnya sambil membelai rambutku. Aku mengangguk dalam pelukannya.

Aku selalu mencari alasan kenapa aku mencintaimu. Tapi, aku tidak pernah mendapatkan alasan yang jelas. Apa karena wajahmu yang sangat tampan, atau karena suaramu yang sangat indah dan menenangkan? Mungkin juga karena kau orang kaya raya. Tapi, kalau aku mencintaimu karena hal seperti itu, maka suatu saat nanti kalau aku bertemu dengan orang yang lebih baik darimu aku akan berhenti mencintaimu dan berpaling pada orang lain. Aku tidak mau hal seperti itu terjadi.

Karena jantungku selalu berdetak cepat saat melihatmu, hatiku sakit melihat kesedihanmu, aku merindukanmu walaupun kau disisiku. Apa itu bisa dijadikan suatu alasan? Karena untuk mencintaimu tidak perlu alasan yang logis bukan?

END

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , . Tandai permalink.

49 Balasan ke Yak! Babo, Saranghae!!! (Sequel)

  1. rhisukha27 berkata:

    Ffnya KEREN thor:D
    btw ff cath me if you can kapan lanjutannya?

  2. onit berkata:

    so sweet…
    Kyu romantis..

  3. @nonajongwoon berkata:

    Uihhh nih FF feel nya dapet banget
    Wkwkwwlk keren thor

  4. hyunsoo28 berkata:

    haduh ekstream ya brantemnya, smpe kabur”an sgala…
    tp mreka imbang sm” jealous gtu wkwkkw, smoga author buat sekuelnya lg🙂

  5. PhoenixaKeynes berkata:

    Aaaa….
    Kereen pake bangeeetttt….
    Feelnya dpt bgttt

  6. trisna berkata:

    kereeeeeeen………

  7. skyd91 berkata:

    happy .. Yippii~(?)

    ff.mu kerenn🙂

    #lanjut baca lg😀

  8. Choiri berkata:

    romantisnya Kyuhyun… pokoknya keren deh ff-nya

  9. Kodok berkata:

    ni si hyowa trrlalu pake emosi ya…kasihan dia…daebak daebak…kyu disini kliatan sayang buanget ma istrinya

  10. keyriin231 berkata:

    iih cho imut #loh
    hahahaha

    waaaa FF nya kereeen
    romantiiis

    aiyaaaaa

  11. rizkyalmadinah berkata:

    Oke sippp. Ini ff kedua aku bacaaa dalam sehari. Aaaaaaaaa sama ajaaa kaya sebelumnyaa gakuat bacanyaa. Kukira kyuhyun beneran gelandangan wkwk kan jarang jarang gitu biasanya kan kyuhyun hidup enak mulu wkwkkwk.
    Keren ffnyaa. Semoga nanti ada ff baru yakkk hehe

  12. Afifah berkata:

    Hehe ninggalin jejak kaki dulu🙂 sequelny keren sukaa”😀

  13. Gebby berkata:

    feelnya sangat sangat dapet ! nangis di tengah malem nih thor T.T , sequel lagi coba

  14. hayrazhaa berkata:

    finally happy ending , love this story so much. I Learn that Love and Tears going to be happines ever after .

  15. hinata berkata:

    Kerennnnnnnn😛

  16. melindacuty berkata:

    inti nya daebak,kereeeen,sukaaaa bgt

  17. Cho handa berkata:

    kehidupan rmh tangga ya rumit dari pada kehidupan pacaran dulu. tapi aku suka aja cara kyu menyakinkan hyo hwa kalau dia hanya mau sehidup semati sama hyo hwa seorang.

  18. Esa Kodok berkata:

    ahaahaha…q suka baca ff ini…pendewasaan diri dalam sebuah pernikahan itu g bs instan y

  19. mayang berkata:

    Ehh kok aq kayak yg pernah bca ya ff nya ??!!!

    but over all daebakkk kok

  20. VynnaELF berkata:

    saling percaya emang kunci utama,setia juga tentunya!
    Nice fanfic ^^

  21. kimbyen berkata:

    perubahan kyu jdi berubah semenjak menikah jadi lebih romantis dan baik gak ky dulu sikapnya marah2, seenaknya… makany hyohwa jadi merasa aneh tp namanya cinta pasti ada perubahan sikapny.. :p hahahahah aku suka konflik yg cemburu2ny.

  22. iea berkata:

    akhirny mereka baikan lg,.ttp sweet..

  23. Yora berkata:

    Bca ff ini rasa nano nano , manis asem asin cmpur semua ,keren kak

  24. berkata:

    aaahhhh,so sweet.. ^^ katanya itu lho,romantis bgt… ^^
    ck,kyu hyo wa kl cmburu nakutin ya..hehehe..^^
    kyu appa,chukae buat khamilan hyo wa…^^

  25. laurensiavinansi berkata:

    Ffnya keren thor.. Aq pembaca baru diblok ini..slm kenal…

  26. YummyJ berkata:

    Sequel

    Ha…hamil juga!
    Yuhu… Kan enak tuh punya baby…

  27. ♥♥hye mi♥♥ berkata:

    Daebakkkk !!!
    Saya suka …😀 cerita nya menarik dan feellnya dpt hehehe😀
    Maaf ya author bru komen
    Author fightinggg !😀

  28. ddd berkata:

    aaaa huhuuhu kenapa bisa yaampun suka bgt..

  29. miss_250508 berkata:

    Huweheeeee romantiiisssss suka suka suka, pada main kabur2an lagi, emang bener kata orang ya masa2 awal pernikahan itu msa yang paling susah

  30. My boo on berkata:

    Ahhhakhir nya slesai,,,mianhe thorr komen nya di part akhir hehheheehhe
    maklum jaringan disini jelek

  31. nazaki berkata:

    Kyanya udh tlat bgt y,ru tau blog ni. Untung q ngubek2 rekomen ff kyu,ffnya bgus2. Plagi kta2 kyu di akhir part 4,so sweet..

  32. nda ccm berkata:

    crty kurg pnjg,,,,
    pi good job,,!!
    fighting wat ff slnjty,,

  33. cho angel berkata:

    authorrrr!! kamu jago sekali merangkai kata kataa ><
    ini sweet bangett.
    keren keren keren pokoknyaa jempol lahh
    keep writting thor^^

  34. tri lovekyu berkata:

    hiks..hiks gua terharu :’)

  35. Milyani berkata:

    Wah aq gak tau mau komentar apa, ceritanya bagus, kereeen, romantis, perfact deh pokoknya
    Eonni MANTAAAAAP😉

  36. elfishyvil berkata:

    Yeiy….
    Happy ending…

  37. nisa11 berkata:

    akhirnya happy ending juga,entah kenapa aku benci sama teman lama nya kyuhyun.fighting kak:)

  38. @syifakyuhae berkata:

    ff sequelnya bagus thor🙂
    bikin sequel lg dong hehehe..!!!🙂

  39. yuniitasarii berkata:

    happy ending🙂 tapi kasian lee donghae. terus berkarya thor !!^^

  40. Widyaa berkata:

    Yeaay akhirnyaa happy ending^^
    Aku kira pas part 5 sad ending…

  41. Cels berkata:

    lah ga dijelasin siapa yg dikantor kyu?-_-

  42. Nisasahwa berkata:

    happy ending…….

  43. Anggrain berkata:

    Huwaa…sempet dekdekan bca squil.x aq kirain akn sad ..ahahahhahah….. Kerennn .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s