That Man (One Shoot)

If I continue love you like this, will you love me?

 

Author’s POV

“Kau percaya pada takdir?” Tanya laki-laki bermasker pada gadis disampingnya.

Gadis itu terlihat bingung,tetapi sesaat kemudian dia mengangguk. Laki-laki itu tersenyum walaupun tidak terlihat.

“Kalau begitu percayalah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi jika kita memiliki takdir bersama.” Ujar laki-laki itu dan bangkit dari duduknya.

“Tapi..” gadis itu ingin mencoba membantah tapi dia tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Dia menghembuskan nafas pelan kemudian mencoba berbicara lagi.

“Bagaimana aku bisa mengenalimu? Wajahmu… Biarkan aku melihat wajahmu..”

Laki-laki itu tidak menjawab dan tidak berinisiatif untuk membuka maskernya juga, hanya tersenyum tipis sebelum menjawab permintaan gadis itu.

“Ingat saja suaraku.”

 

Hyo Hwa’s POV

Aku membuka mataku perlahan, bangun dari posisi tidurku dan memegangi kepalaku yang sedikit pusing.

Mimpi itu lagi.

Mimpi hanya bunga tidur, aku tahu itu. Tapi kalau memimpikan hal yang sama untuk beberapa kali dalam jangka waktu yang tidak begitu jauh membuatku lama-lama jadi memikirkannnya juga.

Kejadian itu, aku pernah mengalaminya tepatnya saat aku kembali ke korea untuk mengunjungi makam orang tuaku. Ayah dan ibuku sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan mobil dan saat itu hanya aku yang selamat.

Aku memutuskan untuk menetap dan bekerja di jepang. Entahlah, berada terlalu lama dikorea hanya membuatku semakin terpuruk lagipula aku tidak memiliki saudara atau kerabat di Negara kelahiranku ini.

Sekitar akhir tahun 2010, aku tidak ingat jelasnya saat aku berada dipemakaman dan bertemu dengan teman ibuku. Gadis yang terlihat masih sangat cantik untuk seusianya.

Dia langsung mengenaliku saat melihatku, walaupun aku tidak ingat pernah bertemu dengannya atau tidak. Dia memelukku kemudian menangis, merasa kasihan mungkin. Tapi ternyata pikiranku itu salah, dia sangat menyayangiku. Aku bisa merasakannya sama seperti saat ibu memelukku.

Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya saat itu, dia ingin aku untuk tetap terus berada disisinya, menjagaku dan memintaku untuk menikah dengan putra semata wayangnya. Ekstrim sekali bukan?

Aku sudah berusaha menolak, mana mungkin aku mau menikah begitu saja dengan seseorang yang bahkan belum kukenal. Dan ibunya langsung mengenalkannku dengan putranya itu, dan kesan pertamaku adalah.. sangat mempesona.

Wajah laki-laki itu terlalu mempesona untuk ukuran orang biasa dan benar saja ternyata putranya itu adalah artis. Dan kenapa seorang artis harus menikah denganku?

Awalnya aku menduga dia akan menolak permintaan ibunya itu, bukannya malah mengiyakan dan menikahiku. Aku berusaha sekeras mungkin untuk menolak, tidak ada alasan aku harus menerimanya, mengingat statusnya dan perasaan kami. Mana mungkin dia mencintaiku di awal perjumpaan kami, cinta pandangan pertama? Yang benar saja.

Kalau tidak mengingat ucapan ibunya saat itu mungkin aku sudah kabur dihari pernikahan.

‘Kau anakku, jadi ibu mohon jangan menolak permohonan wanita tua ini’

Aku menangis sangat keras saat itu, dimana lagi aku bisa mendapat orang  sebaik ini. Seorang wanita yang bersedia menjadi ibuku dan menjadikanku anaknya, saat aku hanya tinggal sendirian didunia ini.

Dan kalau ada satu alasan untukku bertahan dulu, itu hanyalah karena ibunya. Dulu, iya dulu aku istrinya, tapi sekarang tidak lagi. Lagipula kami tidak seperti pasangan pada umumnya yang tinggal serumah, dia tetap tinggal didormnya dan aku dirumah yang dibelikan oleh ibu kyuhyun sebagai hadiah pernikahan kami.

Kyuhyun hanya datang sebulan dua kali atau mungkin tiga kali, mungkin hanya karena suruhan ibunya. Aku tidak peduli.

Kami tidak pernah berbicara untuk hal apapun, paling hanya sekedar sapaan biasa. Aneh sekali bukan? Aku sudah mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan, kemungkinan terburuk sekalipun. Seperti… perceraian.

Semuanya bisa terjadi termasuk perpisahan. Aku jadi ingat bagaimana kami berpisah satu minggu yang lalu, pertama kalinya kami berbicara dan untuk terakhir kalinya.

 

Flashback

Aku kembali mengakses namanya diinternet, kegiatan baruku selama lebih dari setahun ini. Kalau orang mendengarnya mereka pasti akan menertawakanku habis-habisan, istri mana yang mau menghabiskan waktunya seharian hanya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh suaminya.

Mungkin karena aku jenis gadis membosankan, karena itu kyuhyun enggan berkomunikasi denganku. Ekspresi yang ditunjukkan olehnya untukku hanyalah ekspresi dingin dan marah, terlihat sangat tidak suka denganku. Berbanding terbalik dengan ekspresi yang ditunjukkannya saat berada didepan fansnya.

Tanganku berhenti menggerakkan mouse saat melihat wajahnya, untuk alasan bodoh. Dia sangat tampan, menggunakan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu, dan senyumannya itu semakin menambah ketampanannya.

Mataku beralih melihat gadis disampingnya, tersenyum sambil memegang sebuket bunga mawar merah dengan baju pengantin putih.

“‘We Got Married’, jadi sudah saatnya?” gumamku, hampir kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan suaraku.

Aku sudah mempersiapkan diriku dengan baik, tapi kenapa masih ada perasaan aneh saat aku akan melepaskannya? Seolah tidak ada lagi hari esok.

Aku bangkit dari dudukku, membuka lemari bajuku dan mengambil amplop berwarna coklat dibawah susunan bajuku.

Akhirnya semuanya akan berakhir, benar kan? Dadaku sesak, seakan ini terlalu sulit untuk dilakukan. Bahwa sebenarnya aku masih sangat ingin bersamanya, menyandang status sebagai istrinya walaupun aku terlihat seperti gadis bodoh yang berharap kalau suaminya suatu saat akan mencintainya seperti pasangan lain didunia ini.

Aku menangis, untuk waktu yang tak kuketahui berapa lamanya sampai saat aku merasa tidak bisa menangis lagi.

 

*****

Aku mendengar suara mobil diparkirkan, dia datang. Aku menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, katanya itu bisa membuat rileks walaupun rasanya sekarang  tidak membantu sedikitpun.

Aku turun dengan koper ditangan kiriku dan amplop coklat itu ditangan kananku. Kyuhyun melihatku dengan kening berkerut, hanya beberapa detik dan detik berikutnya ekspresinya kembali seperti saat dulu dia melihatku. Marah.

Aku menghampirinya tanpa berani menatap wajahnya, karena itu hanya akan memperburuk keadaan. Aku menyerahkan amplop ditanganku tanpa berani mengangkat wajahku, bertahan untuk tetap menunduk berusaha untuk tidak menangis dan memeluknya. Bersikap egois dan memaksanya untuk tidak bersikap baik pada gadis manapun.

Dia membuka amplop itu tanpa menanyakan apapun padaku dan kakiku langsung bergerak melewatinya.

“Apa-apaan ini?” desisnya tajam.

“Surat cerai.” Jawabku masih membelakanginya.

Dia menarik lenganku keras membuat tubuhku secara refleks berbalik dihadapannya.

“Kau gila?” teriaknya tepat didepan wajahku, membuat air mata yang sudah kutahan daritadi keluar tanpa jeda.

“Iya. Kau fikir kenapa aku harus mempertahankan pernikahan seperti ini, ini hanya sebuah perjanjian tertulis cho kyuhyun-sshi. Bukankah tidak pernah ada hal yang kita lakukan layaknya hubungan suami istri pada umumnya?”

“Kita tidak tinggal bersama, tidur seranjang bahkan….” Ucapku terhenti, menggigit bibir bawahku keras, menahan isakanku sendiri. “Kita tidak pernah berbicara satu patah katapun, ini lelucon. Jadi ikuti saja permintaanku agar kita bisa melanjutkan kehidupan kita masing-masing.”

“Kau bisa terbebas dengan ikatan pernikahan denganku dan bisa menikah dengan siapapun, Lou Yi Xiao mungkin?”

Kyuhyun menggeram, menarik lenganku hingga wajah kami hampir tidak berjarak. Aku dengan bodohnya masih menangis didepannya dan dia terlihat sangat tidak bersahabat, seperti aku akan dikubur hidup-hidup olehnya.

“Kau fikir aku bodoh dan akan menerima permintaan gilamu untuk bercerai? Lakukan sesukamu, tapi jangan pernah berharap tentang cerai.” Bisiknya dengan gigi gemertak.

“Kau membenciku kan? Lalu apa yang kau harapkan dari semua keterpura-puraan ini? Kumohon lepaskan aku..”

Kyuhyun menunduk ekspresi wajahnya berbeda, tidak seperti yang biasa diperlihatkannya, terlihat.. sedih? Tapi, bukankah itu tidak mungkin.

“Apa selama ini aku menyiksamu? Apa kau tidak pernah bahagia saat bersamaku?”

Aku mengangguk, pita suaraku mendadak tidak berfungsi. Hanya dapat mengeluarkan isakan tak bermakna. Genggaman tangan kyuhyun dibahuku mengendur perlahan hingga terlepas begitu saja.

Dia sudah melepaskanku, bagus. Memang ini yang kuinginkan, aku berbalik. Semuanya sudah berakhir, seperti ini.

 

Kyuhyun’s POV

“Kau yakin dengan keputusanmu?” Tanya donghae hyung untuk kesekian kalinya.

“Tentu saja.” jawabku tanpa mengalihkan wajahku dari psp didepanku.

“Kau akan membunuhnya secara perlahan kyu. Tidakkah kau menyadarinya?”

Aku terdiam sesaat dan tersenyum tipis. “Aku tahu, lalu apa kau fikir aku bisa menghindari perintah perusahaan?”

“Dia, dari awal aku sudah menariknya kedalam penderitaan tanpa ujung yang aku ciptakan. Kau ingat? Dia bahkan menangis didepan altar, dan saat itu aku bahkan tidak berusaha untuk menyelamatkannya dari keegoisanku untuk bersamanya.”

“Dia hanya boleh bahagia denganku, hanya denganku. Tidak peduli bagaimanapun caranya”

 

*****

Setelah syuting yang sangat melelahkan itu aku memutuskan untuk menemuinya. Aku sangat …. Merindukannya. Kata yang tidak bisa kuucapkan didepannya.

Aku hanya tidak ingin semakin memperburuk keadaan pernikahan kami, karena dari awal semuanya sudah hancur. aku sudah menghancurkan masa depannya dengan memaksa eomma menikahkanku dengannya. Egois…

Dia bukan teman masa kecilku, bukan seperti cerita film atau novel itu. Dan aku berharap kalau pernikahan kami berakhir bahagia seperti difilm, berharap pada akhirnya dia akan mencintaiku dan mulai menerima kehadiranku.

Saat melihatnya aku tidak bisa menyembunyikan ekspresi marahku. Aku marah pada diriku sendiri yang tidak bisa membuatnya bahagia dan hanya bisa terus memaksanya untuk bersamaku.

Dia hanya tahu kalau aku pulang ke rumah kami hanya dua atau tiga kali dalam sebulan. Padahal setiap ada waktu jeda aku akan datang, melihatnya dari balik jendela mobilku memastikan dia baik-baik saja.

Wajahnya selalu memperlihatkan kesedihan setiap menatapku, membuatku harus menahan diri habis-habisan untuk tidak memeluknya dan berkata semuanya baik-baik saja, bahwa aku akan terus menjaganya.

Aku memasuki rumah kami, aneh sekali mengingat ini hanya seperti penjara tanpa jeruji yang kuciptakan untuk mempertahakannya untuk terus berada disisiku.

Aku melihatnya turun dari lantai dua dengan… koper? Mau kemana dia.

Baiklah, sepertinya kali ini aku sudah melakukan hal yang sangat salah dengan menerima mengikuti acara itu.

Kemungkinan yang sangat buruk, dia akan meninggalkanku.

Hyo hwa berdiri didepanku kemudian menyerahkan sebuah amplop untukku tanpa menatapku, aku bahkan sangat merindukannya dan kelihatannya dia tidak. Dia berjalan melewatiku, dan aku bahkan tidak mempunyai keberanian untuk menahannya.

Aku hampir merobek kertas didepanku, tapi sebisa mungkin aku tidak melakukannya. Aku ingin mendengarkannya, setidaknya sekali. Untuk alasan apa?

“Apa-apaan ini?” tanyaku masih berusaha untuk tidak berteriak.

“Surat cerai.”

Aku menarik paksa lengan kanannya, memaksanya untuk menatapku. Sepertinya yang kulakukan untuknya selama ini hanyalah pemaksaan.

Aku bisa melihat air mata yang ditahannya dengan jarak wajah kami saat ini, membuatku semakin marah pada diriku sendiri.

“Kau gila?” teriakku kehilangan kendali.

Dan saat itu juga air matanya tumpah, membasahi wajah pucatnya. Pucat, benar. Wajahnya terlihat sangat pucat. Sial! Aku benar-benar membunuhnya secara perlahan.

“Iya. Kau fikir kenapa aku harus mempertahankan pernikahan seperti ini, ini hanya sebuah perjanjian tertulis cho kyuhyun-sshi. Bukankah tidak pernah ada hal yang kita lakukan layaknya hubungan suami istri pada umumnya?”

Aku hanya terdiam mendengar ucapannya yang menusuk, lebih parah daripada tusukan jarum sekalipun.

“Kita tidak tinggal bersama, tidur seranjang bahkan…. Kita tidak pernah berbicara satu patah katapun, ini lelucon. Jadi ikuti saja permintaanku agar kita bisa melanjutkan kehidupan kita masing-masing.”

“Kau bisa terbebas dengan ikatan pernikahan denganku dan bisa menikah dengan siapapun, Lou Yi Xiao mungkin?”

Aku menahan teriakanku sekuat tenaga tidak ingin semakin menyakitinya.

“Kau fikir aku bodoh dan akan menerima permintaan gilamu untuk bercerai? Lakukan sesukamu, tapi jangan pernah berharap tentang cerai.”

“Kau membenciku kan? Lalu apa yang kau harapkan dari semua keterpura-puraan ini? Kumohon lepaskan aku..”

Aku mencintaimu bodoh.

Kenapa ucapan itu tidak bisa kukeluarkan dari mulutku? Seakan ada batu besar yang menahan system kerja motorikku untuk tidak mengatakannya.

“Apa selama ini aku menyiksamu? Apa kau tidak pernah bahagia saat bersamaku?”

Hanya semakin menyiksa diriku dengan pertanyaan itu, aku sudah tahu jawabannya. Dia tidak pernah bahagia, bahkan sejak awal.

Dia mengangguk, menjawab semua pertanyaan bodohku. Aku melepaskannya, menundukkan kepalaku dalam tidak berani melihatnya. Menggenggam tanganku kuat-kuat, menahan diri untuk tidak berlari dan memeluknya. Tidak membiarkannya pergi.

Blamm.. Suara pintu tertutup itu menghantam telingaku, menghancurkan hatiku dan merusak paru-paruku. Bagaimana aku bisa bernafas setelah ini.

 

Flashback end

 

*****

Aku kembali memandang rumah kecil didepanku, dengan tatapan tidak sabar. Pagi-pagi keluar bukan berniat untuk lari pagi atau apa, malah melakukan hal lain yang jauh lebih penting daripada olahraga. Kebiasaan baruku setelah dia meninggalkanku, mengikutinya.

Aku memang membiarkannya pergi, bersikap seperti laki-laki sejati. Dan aku tidak akan menganggu atau menyulitkannya.

Hanya akan melihatnya dari jauh tanpa sepengetahuannya, sangat jauh sehingga dia bisa benar-benar melupakan kehadiranku.

Tapi, satu hal yang perlu dia ketahui, bahwa aku tidak akan membiarkannya pergi jauh dari pandanganku.

Apakah aku akan berhenti menunggunya? Sama sekali tidak.

Diduniaku semuanya tetap sama, dia milikku dan aku miliknya. Aku akan memberikan sedikit waktu untuknya saat ini,  dan saat dia jatuh aku akan kembali untuknya. Karena tidak ada laki-laki yang bisa mencintainya seperti aku, tidak akan pernah ada.

Hyo hwa keluar dari rumahnya dengan jaket tebalnya, wajahnya masih terlihat pucat bahkan lebih parah. Matanya bengkak, apa yang dia lakukan sebenarnya? Menangis semalaman.

Dia mulai mengayuh sepeda yang diberikan oleh tetangganya itu. Sebenarnya aku yang melakukannya, setelah pergi dari rumahku memangnya dia mau kemana. Dia tidak memiliki kerabat  atau sahabat dikorea, aku tahu itu jadi aku melakukan apapun untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Aku mengikutinya saat dia pergi dari rumah, diam-diam membayar seseorang untuk mengajaknya tinggal dirumahnya. Beralasan apapun untuk membuatnya percaya. Gadis itu mencari pekerjaan dan pekerjaan yang dapat diterima dengan mudah hanyalah pengantar koran dan susu, jadi aku membelikan sepeda untuknya, setidaknya dia tidak lelah berjalan kesana kemari.

Dia berhenti lagi dan menaruh koran dan susu didepan rumah pelanggannya, cuaca akhir-akhir ini sangat ekstrim, jaket itu apa cukup hangat?

Aku sedang berfikir tentang membelikannya jaket baru saat tiba-tiba hpku bergetar.

“Yeobeseyo”

“(Kyuhyun, kau dimana? Kau tidak lupa dengan jadwalmu hari ini kan?)”

Aku menghela nafas berat mendengar perkataan managerku, aku harus meninggalkannya, lagi.

“Hyung, kau bisa menggantikanku kan?”

“(Tentu saja)”.

Selalu seperti ini, aku meminta bantuan pada orang sekelilingku untuk menjaganya. Lucu sekali, seorang bintang sepertiku bersikap bodoh seperti ini karena seorang gadis. Masa bodoh! Aku hanya ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja, selalu.

Aku menatapnya yang tampak lelah, terlihat jelas dengan cara bernafasnya yang terengah-engah. Bagaimana caranya membawamu kembali? Kenapa semuanya terasa sangat sulit.

 

*****

Aku datang ke Kona Beans setelah menyelesaikan rekaman untuk MBC ‘Radio Star’ hari ini, karena eomma memintaku. Eomma sangat mencemaskan keadaan pernikahan kami, dan aku sudah menolak tawarannya yang ingin membujuk hyo hwa untuk kembali. Kali ini aku ingin melakukannya dengan caraku sendiri.

“Bagaimana keadaannya?”

“Entahlah eomma, wajahnya terlihat pucat. Tapi, tidak ada yang bisa kulakukan untuknya.” Jawabku putus asa.

“Apa tidak sebaiknya kau mengatakan yang sebenarnya?”

Mataku menerawang menatap dapur kafe ini, apa sebaiknya aku mengatakan padanya yang sebenarnya. Gadis bodoh itu, kenapa dia masih belum sadar juga.

Hampir malam, aku memutuskan pulang kedorm untuk beristirahat mengumpulkan tenaga agar besok aku bisa membawanya kembali. Karena aku tidak yakin selama apa lagi aku bisa bertahan. Aku membutuhkannya, lebih dari yang gadis itu pikirkan selama ini.

Drrt… drrt..

Aku terpaku untuk beberapa detik yang terasa sangat lama saat melihat nama yang tertera dihandphoneku. Gadis itu.. dia menghubungiku.

“Yeobseyo..” ucapku dengan nafas tercekat, nyaris tidak bisa bernafas.

“(Chogiyo~ Apa anda mengenal pemilik handphone ini?)”

“De?” tanyaku tidak mengerti.

“(Gadis ini pingsan dan sekarang berada dirumah sakit. Apa anda bisa melihatnya? Hanya no handphone anda yang tersimpan dikontak. Jadi saya…)”

“Rumah sakit mana? Aku akan datang untuknya.”

Tidak harus menanyakan apa aku bersedia datang atau tidak, kalau itu menyangkut tentangnya.

 

*****

Sebisa mungkin aku menjaganya, tapi ternyata aku masih belum melakukannya dengan baik kan? Hatiku sakit melihatnya dengan keadaan seperti ini, jarum infuse yang menusuk menembus kulitnya mengalirkan cairan kimia yang dapat mengembalikan kondisi tubuhnya menjadi sedikit lebih sehat.

“Dia kelelahan dan kelihatannya tidak mengatur pola makannya dengan baik” ujar dokter disampingku.

Aku bahkan tidak bisa mengeluarkan satu patah katapun sejak tadi, ini terlalu menyakitkan. Dokter itu sedikit menunduk sebelum akhirnya meninggalkanku dengan hyo hwa.

Memang sekarang aku menggunakan penutup wajah seperti yang biasa kulakukan saat dibandara. Bukan karena aku takut orang-orang akan mengetahui apa yang sebenarnya, tapi karena aku takut akan kejadian buruk yang mungkin saja terjadi padanya saat mereka tahu status hyo hwa.

Aku masih mematung seperti orang bodoh, tidak bisa menggerakkan tanganku sedikitpun untuk menyentuhnya. Walau sebenarnya hal yang sangat ingin kulakukan sekarang adalah memeluknya, berkata bahwa dia akan selalu baik-baik saja asal bersamaku.

Matanya sedikit bergerak, sebelum akhirnya terbuka dan mengerjap lemah. Pandangannya terlihat menerawang dan berhenti bergerak saat melihatku.

Dia tersenyum lemah padaku sedangkan aku hanya mampu menatapnya cemas.

“Aku baik-baik saja.” ujarnya pelan nyaris seperti bisikan.

“Bodoh! Dasar bodoh!”

Dan kali ini aku tidak peduli lagi dengan semua yang ada dipikirannya, kakiku bergerak maju dan langsung memeluknya. Sampai kapan aku bisa bertahan untuk tidak menyakitimu lagi.

“Tidak perlu cemas, aku baik-baik saja.”

“Tutup mulutmu!… Bodoh.”

Terdengar kekehan halus yang keluar dari mulutnya membuatku berfikir gila kalau dia sudah memaafkanku. Jantungku berdetak menggila saat tangannya bergerak dipunggungku, membalas pelukanku.

“Mianhae~..” ucapnya lemah.

“Maaf karena aku selalu membuatmu marah, maaf karena sudah membuatmu cemas dan maaf karena sudah membuatmu terpaksa menikahiku.”

Gigiku gemertak menahan semua amarah yang sangat ingin kukeluarkan, tapi tidak sekarang. Setidaknya saat kesehatannya sedikit membaik, aku akan memarahinya karena sudah berpikir bodoh seperti ini.

“Aku sedang tidak ingin berdebat, istrahatlah.” Kataku pelan, menetralisir kemarahanku yang sudah menumpuk dikepalaku.

Dia mengangguk pelan, melepaskan pelukannya. Dan aku melakukan hal yang sama, mengangkat kepalaku dan berhenti bergerak saat melihat wajahnya yang terlalu dekat denganku.

Aku… memang sangat merindukannya. Dan seperti hilang kesadaran, bukannya beranjak dari posisiku saat ini aku malah semakin mendekatkan wajahku padanya, mencium keningnya menghirup aroma tubuhnya yang tersisa.

Sial, kenapa aku bisa hilang kendali seperti ini. Dan fikiranku semakin kacau saat tangannya malah menyentuh wajahku, seolah-olah dia juga merasakan hal yang sama saat ini. Bahwa dia juga sangat merindukanku.

 

*****

Aku memarkirkan mobil digarasi rumah kami, mematikan mesinnya dan kembali memandang wajah istriku yang sudah tertidur pulas. Dokter mengijinkannya pulang, walaupun terkesan aku sedikit memaksanya. Aku hanya berfikir kalau dirumah aku bisa menjaganya lebih baik mengingat statusku sekarang yang tidak mungkin keluar masuk rumah sakit tanpa dicurigai.

Aku membuka pintu rumah terlebih dahulu sebelum membawanya masuk, tubuhnya sangat ringan. Dia, apa tidak makan selama pergi dari sini.

Kebiasaan bodoh gadis ini, malas makan. Lebih memilih untuk makan ramen daripada nasi,  dasar. Sebenarnya aku selalu menitipkan makanan untuknya pada bibi tetangga itu dan sepertinya dia tidak memakanannya.

Baik, ini terakhir kalinya aku melepaskannya. Hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi, dia harus selalu bersamaku.

Aku merebahkan tubuhnya diatas kasur hati-hati menarik selimut hingga atas dadanya.  Kemudian beranjak naik keatas kasur, tidur menyamping agar bisa melihatnya dengan leluasa. Wajah pertama yang membuatku tidak pernah bosan untuk melihatnya.

“Maaf…”

“Seharusnya aku yang mengatakannya. Maaf karena aku tidak pernah membuatmu bahagia seperti gadis lain. Maaf karena aku sudah merusak masa depanmu. Dan maaf karena aku tidak bisa berhenti mencintaimu.”

Tanganku bergerak mengelilingi pinggangnya menariknya mendekat dan memeluknya erat. Kalau bisa aku ingin melakukan hal ini setiap hari. Memelukmu, memastikan bahwa kau memang berada disisiku. Selalu.

 

*****

Hyo Hwa’s POV

Kriing!!! Kriiing!!!

Aku bergerak malas mendengar suara jam alaram yang entah dari mana asalnya itu. Setelah mematikan jam berisik itu aku kembali menarik selimut hingga menutup kepalaku.

Tapi… Kenapa ada jam alaram? Bukankah aku dirumah sakit? Aku membuka mataku cepat dan sangat terkejut saat melihat sekelilingku. Aku dirumah.

Drrt.. drrt..

Aku bergerak malas mengambil handphoneku yang terletak disamping lampu tidur itu.

“Yeobeseyo.” Jawabku malas.

“(Apa yang kau lakukan? Cepat bangun dan minum obatmu. Kau fikir sudah jam berapa ini?)”

“De?” kataku terkejut. Aku melihat namanya tertera dilayar handphoneku. Cho… kyuhyun?

“(Cepat minum obatmu dan jangan lupa sarapan. Aku sudah membeli bubur untukmu.)” ujarnya mengacuhkan keterkejutanku. “(Dan jangan… berfikir bodoh untuk pergi dariku lagi. Dasar bodoh.)”

Tuut.. tuut..

Eh? Dia memutuskan teleponnya. Tapi, kenapa tiba-tiba dia banyak bicara begitu. Cara bicaranya mirip dengan seseorang yang sangat familiar, tapi siapa?

Dan jangan katakan cinta masa kecil, aku tidak pernah mengalami hal seperti itu selama ini. Seingatku teman masa kecilku semuanya hanya terdiri dari anak perempuan manis dan aku tidak pernah mengenal laki-laki manapun sejak dulu.

Seperti perintahnya aku meminum obat dan memakan sarapan yang sudah dia siapkan. Dan hal yang selanjutnya yang kulakukan adalah… kembali tidur. Tidur pagi memang sangat menyenangkan.

Aku baru saja akan tidur lagi saat melihat benda kecil berwarna perak disamping bantalku. Tape recorder yang langsung terhubung dengan headset. Mungkin milik kyuhyun, tidak ada ruginya juga kalau aku mendengarnya mungkin ada lagu bagus yang dia nyanyikan disini. Mengingat profesinya itu.

Aku menekan tombol play dan mulai bersiap tertidur dengan suaranya yang sangat menenangkan, suaranya sangat sempurna menurutku.

 

‘Yak! Bodoh. Kau sudah makan dan meminum obatmu bukan sebelum mendengarkan ini? Awas saja kalau belum, aku akan menjitakmu.’

Apa-apaan ini? Dia sengaja merekamnya untuk kudengarkan. Manis sekali, bukan gayanya sama sekali.

‘Kau pasti berfikir kalau ini sangat manis, jujur saja aku tidak tahu harus melakukan apa untuk mengobati kebodohan yang sudah beranak cucu dikepalamu itu. Dasar bodoh.’<

A-apa katanya? Kebodohan yang sudah beranak cucu?

‘Dengarkan baik-baik setiap bait dilagu yang akan kunyanyikan sekarang dan berhenti bersikap idiot.’

Dia benar-benar akan bernyanyi? Tapi kenapa selalu memanggilku bodoh dan idiot, dasar laki-laki aneh!

 

han namjaga geudaereul saranghamnida
(One man loves you)

geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
(That man loves you wholeheartedly)

maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
(he follows you around like a shadow everyday)

geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo
(That man is laughing and crying)

eolmana eolmana deo neoreul
(Just how much…how much more do I)

ireoke baraman bomyeo honja
(have to gaze at you alone)

i baramgateun sarang i geojigateun sarang
(This love that came like the wind, This beggar-like love)

gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
(If I continue this way, will you love me?)

jogeumman gakka i wa jogeumman
(Just come a little nearer…a little more)

hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
(If I take one step closer to you, then you take two steps back)

neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
(I who love you am next to you now)

geu namja umnida
(That man is crying.)

geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida
(That man is very shy)

geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
(So he learned how to laugh)

chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
(That man has many stories that he can’t even tell his best friend)

geu namjaui maeumeun sangcheotuseongi
(So his heart is full of tears)

geuraeseo geu namjaneun geudael
(That’s why, That man)

neol sarang haetdeyo ttokgataseo
(You, he loved you, Because you are just same as him)

tto hanagateun babo tto hanagateun babo
(Yet another fool, yet another fool)

hanbeon nareul anajugo gamyeon andoeyo
(Can’t you hug me before you go?)

nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
(I want to receive love, my dear)

maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
(Everyday in my heart, Just in my heart,)

sorireul jireumyeo geu namjaneun oneuldo geu yeope itdeyo
(I shout and That man is next to her even today.)

geu namjaga naraneun geol anayo
(Do you know That man is me?)

almyeonseodo ireoneun geon anijyo
(You’re not pretending that you don’t know, right?)

moreulkkeoya geudaen babonikka
(You really don’t know cause you’re a fool.)

eolmana eolmana deo neoreul
(Just how much… how much more do I)

ireoke baraman bomyeo honja
(have to gaze at you alone)

i babogateun sarang i geojigateun sarang
(This love that’s like a fool, This beggar-like love)

gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
(If I continue this way, will you love me?)

jogeumman gakkai wa jogeumman
(Just come a little nearer…a little more…)

hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
(If I take one step closer to you, then you take two steps back)

neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
(I who love you is next to you now)

geu namjan umnida
(That man is crying.)

 

Aku masih terpaku dengan keterpanaanku sendiri saat suaranya menyadarkanku dari alam bawah sadarku.

‘Baboya~… Saranghae…’

‘Jangan pernah berfikiran bodoh lagi mulai sekarang, mengerti? Aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas bukan?’

 

Dia terdiam sesaat, membuatku bisa mendengar tarikan nafasnya dengan sangat jelas.

 

‘Hei bodoh!! Ck, aku sangat ingin mencekikmu, kau tahu. Bukankah sudah kukatakan untuk selalu mengingat suaraku, dan kenapa kau melupakannya? Aish, kau benar-benar membuatku naik darah.’

‘Sudah, aku tidak tahu harus bicara apa lagi. Hanya saja aku ingin memperingatkanmu untuk tidak pergi lagi. Awas saja kalau kau berani.’

 

Sudah …. Selesai? Aku mengambil gelas air putih disampingku dan meminumnya cepat. Dia.. benar-benar mau membunuhkukan?

Suara? Apa maksudnya? Apa dia…. Laki-laki itu?

 

 

Flashback

Author’s POV

Hyo hwa menerobos kurumunan manusia didepannya dengan susah payah, hari ini Incheon Airport sangat ramai.

“Sebenarnya ada apa dengan bandara ini? Kenapa bisa seramai ini, apa akan ada artis yang datang? Ck.” Gadis itu bergerutu sendiri sambil berjalan menuju mesin penjual minuman didepannya.

Setelah mendapatkan kopi susunya, dia duduk disalah satu kursi panjang yang disediakan oleh pihak bandara itu. Dia baru saja menyesap kopi panasnya, saat seorang laki-laki duduk disampingnya.

Laki-laki itu menggunakan masker putih dan juga menutup kepalanya dengan tudung jaketnya, tangannya ditelusupkan disaku jaketnya membuatnya terlihat seperti…. Penjahat?

Hyo hwa melihat beberapa gadis berlari-lari menuju tempat mereka duduk, jaraknya masih cukup jauh dan sepertinya mereka mencari laki-laki ini. Dan benar saja, laki-laki itu langsung beranjak dari duduknya saat mengetahui para gadis itu mendekat.

Sebenarnya dia tidak ingin peduli dengan urusan orang lain, tapi entah dorongan dari mana dia malah mengikuti laki-laki itu.

“Chogiyo~..” panggilnya pelan, membuat laki-laki itu menghentikan langkahnya dan berbalik melihatnya.

“Ayo ikut denganku” ajaknya, tanpa basa-basi menarik tangan laki-laki yang bahkan dia tidak tahu namanya itu membawanya ketempat dimana dia bisa menyembunyikannya dari orang-orang yang sedang mengejarnya.

Sebenarnya laki-laki itu bisa saja menolak dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan gadis mungil didepannya. Tapi, dia merasa senang saat  tangan gadis itu menggenggam tangannya. Hangat.

“Hah… hah… Kalau disini mereka tidak bisa menemukanmu.” Ujar hyo hwa masih berusaha mengatur nafasnya.

Hyo hwa melepaskan genggaman tangannya pada laki-laki itu dan mengistirahatkan dirinya dengan duduk bersandar pada tembok dibelakangnya. Setelah menaiki lima lantai sekaligus dengan cara berlari mustahil kalau dia tidak kelelahan.

Laki-laki itu mengikuti hyo hwa dan duduk disampingnya. Sepertinya dia juga lelah karena menuruti permintaan gadis itu.

“Mereka pasti tidak mengira kalau kau diatap sekarang.”

Laki-laki itu tidak menjawab dan hanya menatap gadis disampingnya baik-baik, seperti sedang merekam dalam otaknya bagaimana wajah gadis itu agar dia tidak lupa.

“Ngomong-ngomong kenapa mereka mengejarmu? Kau berhutang pada mereka?” Tanya gadis itu ingin tahu.

Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari laki-laki disampingnya, membuat hyo hwa mendengus sebal.

“Park Hyo Hwa imnida~” ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada laki-laki itu.

Laki-laki itu membalas uluran tangan hyo hwa tapi tidak mengatakan apapun, merasa senang setiap kali dia bisa menggenggam tangan gadis yang beberapa menit yang lalu membawanya lari bersama.

“Ireumi mwoeyo?”

Laki-laki itu masih saja diam tanpa mau mengeluarkan suaranya sedikitpun.

“Apa kau tidak punya nama?” tanyanya lagi. Laki-laki itu menyentil dahi hyo hwa, membuat gadis itu meringis dan bergumam tidak jelas. Sebenarnya dia memiliki nama, cho kyuhyun. Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Takdirnya.

Mereka diam untuk beberapa saat yang terasa sangat lama, menatap langit dengan pikiran masing-masing.

“Ini pertama kali setelah dua tahun aku kembali kekorea” ujar gadis itu membuka pembicaraan.

“Dan hari ini juga aku akan mengunjungi makam orang tuaku. Aku sudah berjanji kalau aku akan baik-baik saja jadi aku sudah berlatih agar aku tidak menangis nantinya.”

Gadis itu menengadahkan kepalanya, menolak air matanya yang akan keluar. Dan kyuhyun berpura-pura tidak melihatnya.

“Hei tuan.” Panggilnya tiba-tiba. “Mm.. Bukankah aku sudah menolongmu tadi? Jadi mulai sekarang kau sahabatku, oke? Menyenangkan sekali, baru pulang kekampung halaman aku bisa langsung mendapatkan sahabat. “

“Tuan, aku tidak memiliki seorangpun yang kukenal dikorea  walaupun aku lahir dinegara ini. Apa aku ini tipe membosankan yang tidak bisa memiliki sahabat ya? Menyedihkan sekali bukan?”

“Hei tuan kenapa kau diam saja, kau tidak bisu kan?”

Kyuhyun tersenyum dalam hati, dari tadi hanya mendengar ocehan-ocehan dari gadis disampingnya tanpa berniat membalas atau apapun. Dia hanya senang saat mendengar gadis itu mau berbagi kesedihannya padanya.

Ada satu hal yang selalu bisa dilakukan dengan baik oleh seorang cho kyuhyun, bernyanyi. Jadi dia memutuskan untuk melakukannya didepan gadis yang sudah mulai masuk kedalam dunianya itu.

 

Cheoum nukin gudae noon bichun
(This is how you make me feel the first time we met)

Honjamane ohaeyeol deongayo
(What can I do even if only you misunderstood?)

Hae maeum misoro narul
(My heart smiled)

Baboro man du reol so
(You have made me like a fool)

 

Hyo hwa menatap shock laki-laki yang sekarang sudah dianggap sebagai sahabatnya itu.

“Apa? Kau pasti mengira aku bisu kan? Dasar bodoh.”

Hyo hwa mengangguk, terlalu bingung harus berbicara apa sampai kyuhyun mendekatkan wajahnya padanya. “Kenapa kau diam, nona park?”

“Ti-tidak ada ..” jawabnya tergagap.

“Baguslah.”

Kyuhyun kembali duduk diposisinya, tersenyum sendiri karena sudah berhasil membuat gadis itu terpana untuk sesaat. Kyuhyun mengambil ponsel disaku jaketnya saat merasakan benda itu bergetar.

“Ne, hyung… Mm arasho..” ujarnya dan menutup sambungan teleponnya.

“Kau mau pergi?” Tanya hyo hwa sadar dengan waktu yang sepertinya sudah cukup lama mereka lewati.

Kyuhyun hanya mengangguk, benci kalau harus mengucapkan kata perpisahan.

“Lalu bagaimana kita bisa bertemu lagi?” Tanya  gadis itu lagi, terlihat sangat tidak mau berpisah dengannya.

“Kau percaya pada takdir?”

Hyo hwa terlihat bingung,tetapi sesaat kemudian dia mengangguk. Laki-laki itu tersenyum walaupun tidak terlihat karena tertutup oleh maskernya.

“Kalau begitu percayalah suatu saat nanti kita akan bertemu lagi jika kita memiliki takdir bersama.” Ujar kyuhyun dan bangkit dari duduknya.

“Tapi..” gadis itu ingin mencoba membantah tapi dia tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Dia menghembuskan nafas pelan kemudian mencoba berbicara lagi.

“Bagaimana aku bisa mengenalimu? Wajahmu… Biarkan aku melihat wajahmu..”

Kyuhyun tidak menjawab dan tidak berinisiatif untuk membuka maskernya juga, hanya tersenyum tipis sebelum menjawab permintaan gadis itu.

“Ingat saja suaraku.”

 

Flashback end

 

Hyo hwa’s POV

Jadi benarkah kalau dia laki-laki yang sama? Kyuhyun?

Kenapa otakku bisa sebodoh ini? Dia pasti sangat marah karena aku melupakannya. Ck, padahal selama ini aku sering melihat fotonya diinternet tapi kenapa aku bisa tidak ingat sama sekali.

Bagaimana ini? Aku tidak berani menemuinya lagi, apalagi saat pertama bertemu aku bersikap bodoh dengan menariknya kesana kemari dan berfikir bodoh kalau dia sedang dikejar penagih hutang.

Tamat riwayatku.

*****

Aku mendengar suara mobil diparkirkan dan mengintip keluar jendela, berharap kalau yang pulang itu bukan kyuhyun. Tapi, ternyata memang hanya harapan. Itu.. Kyuhyun..

Sebaiknya aku bersikap bagaimana? Ah benar, pura-pura tidur saja.

Baru saja aku naik ke tempat tidur aku melihat kyuhyun sudah berdiri dipintu kamarku.

“Sudah mau tidur?” Tanyanya heran.

Aku mengangguk dan merutuki jantungku yang menggila hanya karena melihat wajahnya, mengingat kejadian tadi malam.

Dia berjalan menghampiriku, duduk diranjang dan mengukur suhu tubuhku dengan menempelkan dahinya didahiku.

Sial, aku bisa mati terkena serangan jantung.

“Sudah minum obatmu? Wajahmu merah sekali, apa kau demam?”

“Merah?” ulangku memegangi wajahku.

Bodoh sekali, aku seperti gadis remaja yang baru merasakan jatuh cinta.

“Minum obatmu.” Ujarnya memberiku obat dan segelas air putih.

Kyuhyun terus memandangiku intens, membuat wajahku semakin memerah karena malu.

“Sampai kapan kau disini?”

“Besok pagi, malam ini aku menginap. Takutnya kau kabur lagi.” Ujarnya yang lebih terkesan seperti ejekan.

“Tapi, mana boleh orang yang sudah bercerai tinggal serumah.”

Mendadak raut wajah kyuhyun berubah menjadi kyuhyun yang kukenal dulu, sangat mengerikan. Dia tidak mengatakan apapun, mulutnya mengatup rapat menahan teriakan yang sepertinya sangat ingin dikeluarkannya.

Kyuhyun mendorong bahuku membuat tubuhku terjatuh diranjang dan seperkian detik sebelum aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Aku membelalakkan mataku kaget, tapi tidak berusaha menolak. Hanya bisa mematung dan memejamkan mata sampai dia melepaskan bibirnya.

Dia sedikit memberi jarak antara wajah kami, melihatku dengan tatapan yang sangat sulit dideskripsikan. Seolah-olah dia sangat menderita setiap aku mengatakan kata ‘cerai’ didepannya.

“Tidak pernah ada perceraian, surat itu…  walaupun kau sudah menandatanganinya tapi tidak akan pernah sah kalau aku belum menyetujui dan menandatanganinya. Dan jangan pernah harap aku mau melakukannya, berhenti mengungkit hal seperti itu. Aku muak mendengarkannya.” Bisiknya seperti memohon.

Aku mengangguk patuh, membuatnya tersenyum penuh rasa terima kasih. Senyuman pertamanya  yang ditujukannya untukku. Sangat manis.

Dia bangun dari posisinya diatas tubuhku dan tidur disebelahku. Kenapa rasanya gugup sekali. Kyuhyun tidur menyamping kearahku, kemudian menarik tanganku agar aku menghadap kearahnya.

Dia seperti dua sisi mata uang. Memiliki dua sifat berbeda, terkadang dia terlihat sangat hangat namun disaat yang bersamaan dia bisa berubah menjadi sangat dingin. Dan bodohnya aku menyukai kedua sifatnya itu.

“Kyuhyun-sshi…”

“mm..”

“Nado saranghae”

Aku menutup mulutku yang tiba-tiba saja mengatakan kata seperti itu, tapi itu memang yang sebenarnya. Bukankah dia juga sudah mengatakannya direkaman itu, kenapa aku harus malu.

Dia menatapku tidak percaya, merasa malu aku membalikkan tubuhku membelakanginya. Kenapa aku jadi kekanakan seperti ini.

Tubuhku tersentak merasakan sepasang tangan melingkari pinggangku, kyuhyun.

“Gomawo dan maaf kalau selama ini aku membuatmu tidak nyaman.”

Aku tidak bisa mengeluarkan apapun untuk menjawab perkataannya, selalu seperti ini tubuhku membeku jika didekatnya.

Kyuhyun membalikkan tubuhku menghadapnya “Ayo tidur.”

Aku mengangguk dan menyandarkan kepalaku didadanya, jantungnya berdetak sama cepatnya denganku. Akhir yang sangat manis, seperti kisah yang sering kutonton difilm tapi saat merasakannya sendiri ternyata ini lebih manis.

 

Kau takdirku, hanya boleh bahagia denganku. Bukan dengan orang lain, bukan dengan orang yang tidak ditakdirkan bersamamu. Hanya aku.

 

End

 

Seperti judulnya FF ini terinspirasi dari lagu that man (ost secret garden). Author sadar kalau FF ini norak dan bikin eneg. Mudah-mudahan readers gak pada muntah, apa mau dikata hanya ide ini yang tersisa diotak *alasan.

Mianhae author publis FF nya lama2, banyak pekerjaan yang terkadang gak bisa author tunda *sok sibuk

Tapi sebisa mungkin author akan tetap menulis selama author masih mencintai seorang cho kyuhyun *Plak

Oke, selamat menikmati bacaannya dan semoga gak kecewa. Gak yakin masih ada yg buka blog ini *meratapi nasib

Anyeooong… ^^

Pos ini dipublikasikan di one shoot dan tag , . Tandai permalink.

69 Balasan ke That Man (One Shoot)

  1. sartika berkata:

    seru chingu..
    hehehe
    untung nya happy ending…

  2. Ratdiani berkata:

    Wahhh……aq kgen niy ma cast yg satu ini😀,,sbisanya d percpt lg bwat ffnya….😀😉

  3. anonymous berkata:

    yaak Kyu so sweet bgt ^^
    daebak thor😀

    • kyuhae berkata:

      iya si kyu jd romantis gila bgtu mkanya author tkut readers pd muntah, mau gmna lg otak author emang rada sarap dkit *Plak
      gomawo utk kunjungan dan comennya…🙂

  4. LJK~ berkata:

    hahaha
    seperti biasa selalu keren
    aku nunggu bgt ff kyu dsini
    aku sangat suka karakter kyu yg ‘pemaksa’
    hah jdi iri andai aku gadis itu Lol

    • kyuhae berkata:

      aku jg sma karakter kyu yg ‘pemaksa’ tp klu orng lain yg maksa mah ogah. *Plak
      kmu iri? sma siapa? aku? *dtndang jauh2
      nyahahaha

      ah enggak jg kok, mlah tkut klu ff ini kesannya terlalu romantis tkutnya berbeda dgn karakter kyu yg evil…
      gomawo udh bca y..🙂

  5. thaelf100492 berkata:

    Hahaha ngakak guling2 aqu bc “Kebodohan yang
    sudah beranak cucu?”
    OMMO.. Jahatnya Chokyu,,
    akhir yg manis,semanis bibir kyu*Jedarrr
    kangen deh ma tulisan2 una unnie,,,
    d tunggu deh karya2 lainnya unn,,

    • kyuhae berkata:

      kyaaaa!! mworago? bibir kyu?
      itu bkan mnis tp seksi abiiis.. *Plak

      ah iya, mksi udh kangen sma tulisan onnie.
      klu ma onnie gk kangen? *Plak

      gomawo udh bca y saeng..🙂

  6. Tivaclouds berkata:

    Mupeng jadi hyo hwa..sumpah!
    Kyu…kenapa bisa cinta mati gitu? Memaksam ibunya utk menikahkannya? jadi stalker? Tapi beneran deh, sisi kyu yg dingin itu keren banget. Kelihatannya aja cuek tp sebenernya perhatian.
    Feel nya dapet banget.
    Ayo nulis lg…ditunggu ff selanjutnya yaa…
    ..hwaiting…

    • kyuhae berkata:

      yaaa~ onnie klu bkan di ff kpn lg kyu mau cnta sma aku.. biarlah sya bersenang2 di dunia khayal ini.. *sarap
      aku memang bikin karakternya sprti ini onn krn terinspirasi dr lgu ‘that man’ itu, klu beneran kyu nyanyi tu lagu didepan aku, bnran mati kena srngan jntung deh kyknya.. *Ngarep hahaha
      syukur deh klu feelnya dpt, gomawo y onn udh bca..

      ne, hwaiting!!🙂

  7. minrakyu berkata:

    aiyh… keren deh ceritanya,,,
    aghh gemes,,, *cubit Kyu*

  8. magnaelover berkata:

    So sweet bgt !!!

  9. GaemKyuNaz berkata:

    anyeong..

    aq reader baru.
    nazila imnida..

    ff ny bgus koq. feelny dpt.

    keep writing ^^

  10. spysung berkata:

    Huaaaahhhhhh yang ini juga kereeeennnnnnn……..

  11. @nonajongwoon berkata:

    Kyu egois tapi so sweet
    Hahahaah^^

  12. hyunsoo28 berkata:

    ya ampun embg klo kyu di bkn jd dingin gtu pas bgt, cocok sih sm muka #plak
    tp ngakak jg bacanya, tp ada tegangnya jg, ada romantisnya jga..
    wah paket komplit bgt..
    di tnggu karya” yg lainya, terutama catch me if u can, semoga cepet rilis hehehe🙂

  13. Trisna berkata:

    Kereeeen, feelx dpt bgt…

  14. Choiri berkata:

    Kya… ternyata dibalik sifat dinginnya Kyu itu sebenarnya perhatian banget

  15. evitakipson berkata:

    Aihhh sweet sweet serem gimana gitu._. wkwkwk

  16. kyuuhfa berkata:

    so sweet~

  17. Diahnug berkata:

    Hyaaaaa kyu-ah kau pemaluuuu
    kkkkk
    ok beb for love we need to talk
    dapet feelnya, cuma agak bingung sm yg pertama
    selebihnya keren dah

  18. keyriin231 berkata:

    waaaaa kereeen
    hai thor
    rini imnida
    reader baru d blog mu

    ff nya kereeeen
    no typo
    rapiiiii
    aku sukaaaaa
    asal cast nya kyu aku sukaaaa#duak

    semangat ya

  19. jacquelinehan77 berkata:

    kyu gensian nih, aku udah baca beberapa ff oneshot disini
    karakter kyu emang posesif, gensian, dan terkesan pemaksa gitu ya kkk
    tapi biar gitu karakternya ga bikin ilfeel malah bikin berkali lipat keren

    haah gatau lagi mau ngomong apa, pokoknya ff bikinan author kereeen😀

  20. Hyukjae’s Lullaby berkata:

    Bagus eonni^^ pas banget lagu sama ceritanya. Duh jadi kebayang waktu Kyuhyun nyanyiin ini lagu x3

  21. ghina berkata:

    karakter kyu selalu dingin dan posesif hahaha aku suka. aku cuma terganggu di penulisan aja. seharusnya nama orang, kota/negara, bulan, dsb itu menggunakan huruf kapital. pasti kelihatan lebih rapi. itu aja sih kurangnya ^^

  22. Yui_lee berkata:

    Aish,kyu manis banget,biasanya pahit*d cekek sparkyu
    Hyo hwa,aku suka sifatnya..
    Sering” buat oneshoot nde..🙂
    Makin cinta sma author,bhasanya itu loh.mudah di mengerti dan simple,feelnya slalu dapet*cium author

  23. Afifah berkata:

    I like it. Like it….hehe ksian si hyo hwa d katain bodoh trus sma kyu…wkkk ngakak jga pas bca yg tape recorder nya mw d putar tpi ada pringatan utk mnum obat sma kyu..ckckk

  24. jjava1991 berkata:

    pas awal ngiranya pernah ketemu dimimpi n sempet mikir ngaco bgt ni ff tapi pas sampe akhirr “oohhh gitu toh”, bagian awal yg buatku biasa aja malah tk kira ngaco ternyata ada hubx pas akhir hehehe mianhae author udah berburuk sangka. ini ff keren bgt, feelnya dapet!!!🙂

  25. sparkyura berkata:

    enggak kooook gak bikin eneg, isinya ringan banget, gak terlalu bikin pusing. aku jd ngebayangin kyuhyun pas nyanyi that man hahaha

  26. renikyu berkata:

    Hihi thor aku suka lho sama that man , lyricnya ngena banget . Ff ini penjabarannya , he follows around like a shadow, pas banget gambarinnya . Aku ngefan sm kakak^^

  27. Kihyo_Park27 berkata:

    Happy ending, akhirnya .. Feelnya dapat nih , keren … Keep writing y thor😀

  28. Esa Kodok berkata:

    eoh…semua kyu disini rata2 sifatnya sama…tp feel misteriusnya ok

  29. ShinHyeRim berkata:

    Bagus Thor (y)
    suka sama bahasa author yang tertata rapi🙂

  30. melindacuty berkata:

    wah,,happy ending…

  31. hayrazhaa berkata:

    thor , kapan bikin ff lagy ? author jarang update lg sekarang .

  32. Ms.j berkata:

    thor..endingnya mendadak bikin saya tahan napas…wkwk

  33. mina berkata:

    Huhuu..ff nyaa bagus banget thor! Tersentuh bacanya, gk norak ato bikin eneg kok. Lagunya that man cocok banget ama ni ff good job thor🙂

  34. mrs cho berkata:

    wah..romantis.bener-bener kyuhyun banget…suka maksa en cuek.tp sebenarnya kyu itu orang nya penyayang,ff mu keren-keren lho…

  35. mayang berkata:

    Nice ff >.<

    aq bru bca 2 ff mu pasti slalu ada lirik lagu nya , ahh joah joah😀

  36. azizahminoz93 berkata:

    aaah~ syukur deh akhirny happy ending..🙂
    thx u eon..

  37. Yora berkata:

    Gosss soswitt dah ah ,.. Andai gue pcr kyu ,haha

  38. EkaShfly berkata:

    Oooooh manis banget, jadi kya madu :p
    Tapi ini simple dan romantis, siapa yg bs sangka seorang artis sperti kyuhyun jatuh hati dg seorang biasa yg bru dikenali
    Hebat!! #keep writing

  39. YoonRa berkata:

    Aku punya lagu nya tapi geu yeoja bukan namja huahaha, habis ini mungkin bakalan download hihi😀 makin jatuh cinta sama ff karya-karya eonni, suka banget bahasanya mudah dicerna hehe, keep writing and fighting eonni ^^ oh iya eonni lagi hiatus?

  40. berkata:

    hmmm…baca ff ini jd bkin aq jg berandai2 jd istrinya kyu…bs meluk dy tiap hr,dgrin dy nyanyi tiap hari,n bs liat smirknya yg menawan itu,,,pst aq bkal sujud sukur stiap hr,,,*wkwk,gila kronis!!*

  41. jengqish berkata:

    Ah sumpah romantis banget

  42. park na na berkata:

    wahhhh sneg bgt happy ending
    lgunya aku sneg bgt ps kyuhyun yg nyanyu
    daebakkkk thor.

  43. Khunong berkata:

    Hoaaa suka sama ff nyaaa. Sweet bgt. Aduh meleleh kalo jd hyohwa haha..

  44. YummyJ berkata:

    Yeoja babo..duh seenakx tuh bang evil ngatain!
    Hmmm..well

    cinta memang bikin Marah ya!

  45. sakura berkata:

    Andai kyu mau jujur dr awal psti gak bakal salah paham kan hyo hwanya..
    Tp tetep ff author SELALU romantisss abiz😀

  46. miss_250508 berkata:

    Uwaaaa manisnyaaaa, mau jadi hyo hwa hahahaha :p ini nggak bikin eneg eonni malah kurang😀 daebaaakkkk!!!

  47. VynnaELF berkata:

    Ah akhirnya kyu jujur juga!
    Happy end, yeayy!

  48. kyukyukyuniw berkata:

    Woah woah woah aku mau nikah sama kyuhyun.
    Aku mau di jodohin sma kyuhyun.
    Ayo hana eommonim datanglah padaku. Dan minta akku nikah sama anaknya donk.

  49. siti nss berkata:

    so sweat mereka

  50. Elvis berkata:

    Co cweet bingit…
    Aku pendtg baru thor,
    Mohon ijin tuk mbaca karyanya ya..

  51. cho angel berkata:

    annyeong author^^ salam kenal angel imnida. Aku reader baru dan juga pecinta cho kyuhyun. izin baca karyamu yg lain yaaa.. ff ini sweet bangett >< keep writting thor^^

  52. tri lovekyu berkata:

    gua seeenyuuuum2 gaje baca nni ff🙂

  53. EgytaSylviani berkata:

    Walau konfliknya ringan, tapi kesannya dapet banget. Keren ffnya, di tunggu updatenya lagi jangan lama-lama🙂

  54. derinlee berkata:

    kyuhyun jg bs sweet ya😀

  55. dian miranda berkata:

    So sweet banget…
    The best deh…!!!

  56. dwikyu berkata:

    aaa akhir yg manis ♡♡♡♡♡

  57. hayrazhaa berkata:

    Selalu suka sama pasangan ini , suka sama interaksi mereka yang sedikit tapi manis ..

  58. Nisasahwa berkata:

    happy ending………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s