Catch Me If You Can (Part 3)

 

Mungkin aku akan melakukan kesalahan. Tapi, aku masih belum tahu apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang sebaiknya kulakukan. Menyerah dan melarikan diri atau menghadapinya?


Hyo-Hwa’s POV

Aku menundukkan kepalaku, kemudian mengetuk-ngetukkan jariku dimeja kerja kecilku.

Membosankan.

Akhir-akhir ini Marcus tidak mucul. Sebenarnya aku melihatnya setiap hari, membuatku merasa geram karena tidak bisa menangkap pencuri yang selalu berada didekatku.

Kepala Kepolisian Cho, dia masuk kerja setiap hari dan pulang paling telat diantara pegawai yang lain. Pantas saja dia begitu dihargai, benar-benar sikap pimpinan yang bertanggung jawab.

Aku menatap ruangannya yang tertutup rapat, mengira-ngira kapan dia akan beraksi lagi.

“Melamun nona Park?”

Aku menoleh melihat Ji-Hyun onnie yang tersenyum jahil kearahku. Tanpa perlu dipikir dua kali aku tahu apa yang akan dikatakan olehnya sesaat lagi. Tentunya tidak jauh-jauh dengan seseorang bermarga Cho.

“Memikirkan Kepala Kepolisian Cho?”

Benarkan? Tidak perlu menjadi peramal untuk menebak cara berfikirnya. Dia memang menyebalkan sekali disaat seperti ini.

“Aku melihat ruangannya tidak berarti aku memikirkannya.” Jawabku tenang.

Dia tersenyum, kemudian menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan wajahku.

“Kau belum pernah masuk kedalam ruangan kepala kepolisian Cho bukan?”

Aku mengangguk, entah kenapa tiba-tiba mendapat firasat buruk.

“Kita memang tidak bisa melihat ruangan itu dari luar. Tapi dari dalam kepala kepolisian Cho bisa melihat kita dengan leluasa.”

Aku masih diam, belum menangkap ucapan Ji-Hyun onnie.

“Kau tahu? Semacam kaca tembus pandang.”

Mataku membulat mendengar ucapan terakhir Ji-Hyun onnie dan melirik ngeri ruangan Kepala Kepolisian Cho yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pencuri itu.

Apa dia tahu kalau aku terus memperhatikan ruangannya dari tadi?

KyuHyun’s POV

Aku melihat raut wajah detektif wanita itu yang tiba-tiba berubah menatap ngeri ruanganku. Sepertinya seniornya bernama Ji-Hyun sudah mengatakan bagaimana cara kerja ruanganku ini.

“Dasar bodoh.” Gumamku melihat wajahnya.

Wanita itu terlihat manis, bahkan saat sedang takut seperti itu. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku merasa dia selalu manis dalam ekspresi apapun.

Dan sepertinya sekarang aku lebih sering memperhatikan wajahnya dari dalam ruangan ini. Kebetulan sekali, dia juga sering melirik ruanganku. Membuat jantungku berdetak kencang namun menimbulkan sensasi menyenangkan yang belum pernah kurasakan selama ini.

Aku masih memperhatikan wanita itu saat tiba-tiba saja perhatianku teralihkan oleh seorang polisi baru yang berlari menuju meja inspektur Kim. Sepertinya mereka baru menemukannya. Surat tantangan dariku.

Baru beberapa detik setelah melihat isi kotak kecil itu, Hyo-Hwa langsung menoleh kearah ruanganku. Dan untuk beberapa detik yang sangat berharga aku melihat dia tersenyum menantang kearahku. Manis sekali.

*****

Author’s POV

Seorang polisi baru berlari-lari kecil kearah meja inspektur Kim, menyerahkan sebuah kotak yang diselipkan disisi pintu masuk kantor tersebut.

Hyo-Hwa dan Ji-Hyun mengikuti polisi laki-laki itu dari belakang, mengingat kebiasaan inspektur Kim yang akan memanggil mereka jika ada kasus.

Hanya ada sebuah kertas kecil didalam kotak itu, surat tantangan dari pencuri Marcus.

‘Hanya perlu sebuah sendok untuk makan malam kali ini. Sampai jumpa di Donjak-Gu’–Marcus –

Hyo-Hwa menatap ruangan atasannya itu sinis kemudian tersenyum. Akhirnya dia mendapatkan kesempatan lagi. Dan kali ini dia benar-benar tidak akan menyia-nyiakannya.

Tapi, tetap saja dia masih belum bisa menangkap maksud dari pesan pencuri itu. Sendok? Apa maksud pencuri itu  sebenarnya?

*****

Hyo-Hwa’s POV

Inspektur Kim membawa kotak berisi surat tantangan itu keruangan kepala kepolisian Cho. Walau sebenarnya tidak akan ada gunanya. Sial, beruntung sekali dia. Sebagai kepala kepolisian dia tidak akan penah dicurigai oleh siapapun.

Aku kembali kemejaku dan duduk sambil membuka internet. Donjak-Gu, kalau tidak salah 2 hari lagi akan diadakan pameran perhiasan dan berlian didaerah itu. Aku memriksa berlian dan perhiasan yang akan dipamerkan oleh panitia penyelenggara. Cukup mudah karena sepertinya banyak sekali yang berminat untuk membeli.

Kalau sendok yang dimaksud pria itu adalah bentuk berliannya, sepertinya iu terlalu sederhana untuk orang sejenius Marcus. Mungkin ada maksud lain seperti saat pencurian The Sancy Diamond. Semacam sejarah atau semacamnya.

Aku kembali melihat berlian-berlian mahal yang dipamerkan itu dan tanganku berhenti menggerakkan mouse saat melihat sebuah berlian bernama ‘Spoonmakers Diamond’. Berlian pembuat… sendok?

*****

Aku melihat sekelilingku geram. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi padaku?

Ji-Hyun onnie melihatku dan tersenyum geli, aku masih heran kenapa sampai sekarang dia masih belum memiliki pacar. Dia bahkan sangat cantik dengan gaun selutut berwarna soft green itu dan sama sekali tidak terganggu dengan sepatu cantiknya itu.

Berbanding terbalik denganku yang beberapa kali harus berhati-hati karena hampir mencium lantai hanya karena high heels menyebalkan ini. Dan aku juga harus menggunakan gaun? Aku ulangi ini pakaian wanita yang disebut gaun.

Sepertinya namanya harus kuubah. Ini hanya ‘pakaian penyiksaan’ bagiku. Oh, ayolah bahkan seluruh tubuhku rasanya gatal karena bahan pakaian yang kata mereka adalah sutra. Ini benar-benar penyiksaan. Dan semua ini karena ulah inspektur Kim.

Aku bisa mengerti kalau pihak penyelenggara tidak mau membatalkan pameran karena bagaimanapun mereka sudah mengeluarkan modal. Tapi, tentu bukan hanya itu. Para ibu-ibu kaya itu tidak akan melepaskan kesempatan langka untuk memperebutkan benda berkilauan cantik ini untuk dipamerkan pada teman-temannya.

Aku yakin seratus persen kalau pameran ini dibatalkan, mereka tidak akan hanya rugi materi tapi juga rugi fisik. Wanita yang sedang marah itu lebih mengerikan dari pemain gulat sekalipun.

Tapi, hal yang tidak kumengerti adalah penyamaran ini. Baiklah aku tahu kami tidak boleh menganggu pameran elit ini tapi bukan berarti harus menggunakan gaun juga kan?

Orang yang paling senang adalah Ji-Hyun onnie, dia bahkan menepuk tangannya sendiri saat inspektur Kim memberi kami bungkusan berisi gaun dan sepatu berukuran hampir 5cm ini. Dan penolakanku sama sekali tidak digubris. Inspektur Kim sangat keras dalam mendidik bawahannya.

Aku melihat sekeliling, tidak berniat untuk berjalan karena sangat sulit. Bukan hanya sepatu menyebalkan ini tapi juga gaunku panjang sampai hampir menyentuh tapak kakiku. Walau sebenarnya aku bersyukur tidak perlu menggunakan gaun pendek yang memperlihatkan hampir seluruh tubuhku. Tapi tetap saja pakaian ini membatasi ruang gerakku.

Mataku tiba-tiba menangkap seorang pria yang berdiri tenang dengan tangan yang diselipkan disaku celananya. Dia menggunakan jas hitam dengan dalaman kemeja putih dan celana hitam juga dasi yang berwarna sama dengan jasnya.

Tampan sekali. Dia sepertinya akan selalu tampan walau hanya menggunakan kaus biasa. ‘Ah, ayolah Hyo-Hwa sampai kapan kau akan terus mengaguminya!’ sisi lain diriku berteriak menolak pemikiranku.

Menyadari aku memperhatikannya kepala kepolisian Cho menatap kearahku. Tersenyum mengejek.

Pria sombong. Rasanya ingin sekali melempar gelas ditanganku ini ke kepalanya itu.

Dia sengaja datang, tentu akan memiliki alibi. Sebenarnya dengan jabatannya saja sudah cukup untuk menjadikan sebuah alibi sempurna agar tidak dicurigai oleh siapapun kalau sebenarnya kedoknya adalah sipencuri itu. Marcus.

Kami berdiri sesuai dengan shift masing-masing. Masing-masing menjaga satu berlian, setiap anggota kepolisian kecuali kepala kepolisian Cho. Hanya dia yang memilih untuk datang tanpa perlu repot-repot menjaga berlian ini.

Inspektur Kim bahkan sampai merasa tidak enak hati saat kepala kepolisian Cho menawarkan diri untuk membantu operasi penangkapan Marcus kali ini. Tapi pria menyebalkan itu punya alasan yang sama menyebalkannya dengan sikapnya saat mengungkapkan keinginannya.

‘Aku harus ikut. Kalau tidak aku akan dicurigai lagi oleh seseorang.’

Dan seseorang itu adalah aku. Aku bahkan masih ingat bagaimana tatapan mengerikan inspektur Kim saat itu.  Ya, ya. Aku tahu dia itu Kepala Kepolisian Seoul tapi dia juga bukan presiden yang harus selalu dilindungi bukan?

Aku memilih ‘Spoonmaker’s Diamond’ sebagai berlian yang harus kulindungi. Entah kenapa aku punya firasat yang cukup besar kalau yang Marcus incar adalah berlian ini.

Bukan hanya karena namanya. Tapi, sejarah dari pembentukan nama berlian ini.

Spoonmaker’s Diamond beratnya 86 karat (17g) dan berbentuk buah pir. Berbagai cerita diberitahu tentang Diamond Spoonmaker.

Menurut satu kisah, seorang nelayan miskin di Istanbul dengan tangan kosong berjalan sepanjang pantai ketika ia menemukan sebuah batu mengkilap di antara sampah, dan ia berbalik lagi dan mengambilnya tanpa tahu apa itu.

Setelah meletakkan itu di sakunya selama beberapa hari, dia berhenti ke pasar perhiasan dan menunjukkan berlian itu ke toko perhiasan pertama yang dia temui. Penjaga toko itu mengambil dengan santai batu dan muncul ketertarikan pada batu tersebut, lalu penjual itu mengatakan

“Ini sepotong kaca, bawa pergi jika Anda suka, atau jika tidak,tinggalkan saja disini.”

Nelayan itu berfikir “Apa yang harus dilakukannya dengan sepotong kaca.?” Dan dengan bersikap pura-pura baik penjual perhiasan itu memberikan tiga sendok padanya sebagai ganti.  Dia bilang oke dan mengambil sendok, lalu ia meninggalkan berlian itu yang merupakan harta karun yang sangat besar.

Hal ini menjadi alasan ini mereka mengatakan bahwa nama itu menjadi “Diamond Spoonmaker”.

Diamond Spoonmaker adalah kebanggaan Museum Istana Topkapi dan paling berharga di pameran tunggal sebagai bagian dari Departemen Keuangan Imperial. Akhir tahun 80-an seseorang bertaruh dengan raja Istanbul dan kalau dia menang dia meminta Spoonmaker’s Diamond sebagai imbalannya.

Tidak ada yang mengerti tentang maksud sebenarnya orang itu dan demi ego-nya raja Istanbul itu mengikuti permainan tidak berarti itu. Dan akhirnya dia kalah dan harus kehilangan kebanggan negaranya tersebut.

Aku kembali memfokuskan mataku pada Kepala Kepolisian Cho yang berdiri tidak jauh dari tempatku sekarang. Bagaimanapun aku tidak boleh kehilangan jejaknya sekarang, kali ini aku tidak akan kalah lagi.

Mataku masih fokus pada satu titik saat seorang pria berbadan tambun menghalangi pandanganku. Aku berusaha untuk melihat lagi tapi karena tidak berhati-hati gelas wine ditanganku mengenai seseorang.

“Akh…” teriak orang tersebut. Didengar dari suaranya sepertinya dia seorang laki-laki.

Aku mengangkat wajahku takut-takut, wine itu tumpah ditangannya dan sepertinya menjalar sampai bagian tangan ujung jasnya. Pria didepanku ini menggunakan jas putih dan warna wine yang merah itu membuat noda kecil itu terlihat sangat kontras.

“Jeongsohamnida…” ujarku gugup.

Pria didepanku tersenyum, ada lesung pipi disudut kiri bibirnya. Membuatnya terlihat sangat tampan.

“Kalau yang menumpahkan wine dibajuku wanita secantikmu aku bersedia untuk menjadi korbannya setiap hari.”

Aku mengerutkan keningku bingung, dan lagi-lagi dia tersenyum ramah.

“Tidak apa-apa. Nodanya tidak terlalu besar.” Ujarnya ramah.berusaha membuatku tenang sepertinya.

“Aku benar-benar minta maaf tuan.” Ujarku lagi, menyesali kecerobohanku sendiri.

Pria itu tersenyum sebelum akhirnya meninggalkanku. Sepertinya dia akan membersihkan noda itu. Wajah pria itu kenapa terasa sangat familiar ya?

Aku menepuk kepalaku sendiri saat otakku bekerja dengan cepat malam ini. Dia… Leeteuk. MC terkenal itu. Ah, kenapa aku bisa lupa? Seharusnya aku bisa meminta tanda tangannya tadi supaya bisa kupamerkan pada Ji-Hyun onnie. Dia kan juga penggemarnya. Bodoh sekali.

Aku masih memikirkan tentang Leeteuk saat ingatanku kembali mengingatkanku tentang tujuanku datang malam ini. Dan… lagi-lagi aku bersikap ceroboh.

Cho KyuHyun sudah tidak berada ditempatnya lagi. Sial. Benar-benar sial. Aku bahkan masih belum yakin berlian mana yang akan dicuri dan aku sudah kehilangan jejaknya sekarang.

‘Spoonmaker’s Diamond’ apa benar berlian ini yang dia maksud? Atau ini hanya dugaanku saja. Aku masih memperhatikan berlian didepanku saat aku merasakan seseorang menepuk pundakku.

Aku membalikkan tubuhku malas, emosiku sedang tidak begitu baik saat ini. Aku kehilangan buruanku dan semua ini memang salahku.

Mataku membulat sempurna saat melihat pria didepanku. Pria yang beberapa menit lalu menjadi korban kecerobohanku.

“Leeteuk-sshi.” Panggilku tidak percaya.

“Kau sudah mengenalku? Bagus sekali.” Ujarnya tersenyum ramah.

“Tentu saja. Aku fansmu.” Ujarku bangga.

“Jeongmal? Khamsamida~”

Dia mengangkat tangannya mengajakku berjabat tangan dan aku tentu dengan senang hati menerima uluran tangannya. Tapi, tangan ini. Aku seperti pernah menggenggam tangan yang sama seperti ini.

Ini pertemuanku yang pertama kali dengan Leeteuk jadi tidak mungkin aku memiliki perasaan seolah-olah aku sudah mengenalnya.

Entah kenapa perasaan saat aku menggenggam tangannya sama seperti saat aku mengenggam tangan pencuri itu.

Author’s POV

Leeteuk dan Hyo-Hwa berdiri berdampingan sambil tetap memperhatikan berlian yang masih berada dalam kotak kaca didepannya.

Mereka larut dalam pikirannya masing-masing, tidak tahu harus berbicara apa lagi. Sampai akhirnya Leeteuk membuka suara lagi.

“Kau tertarik dengan berlian ini?” tanyanya dengan mata yang masih fokus pada Spoonmaker’s Diamond.

“Sedikit.” Jawab Hyo-Hwa tersenyum tipis.

“Tahu tentang sejarah berlian ini?”

Hyo-Hwa menoleh kearah Leeteuk sedikit terkejut. Ternyata pria disampingnya orang yang menyukai sejarah juga. Pasti akan menyenangkan jika mereka bisa bersahabat. Pikirnya dalam hati.

“Tentu.” Hyo-Hwa tersenyum senang.

Leeteuk melihat ekspresi senang wanita itu, awalnya ikut tersenyum tapi beberapa detik kemudian terlihat sedikit tidak senang.

Dia melihat beberapa pria yang melihat Hyo-Hwa dengan tatapan yang… bagaimana mengatakannya? Kalian tahu? Tatapan pria hidung belang.

Leeteuk berinisiatif membuka jas putihnya, meninggalkan kemeja abu-abu dan dasi kupu-kupu yang ditubuhnya. Dengan gerakan cepat dia menutup tubuh wanita didepannya. Membuat Hyo-Hwa kagum dengan sifatnya.

“Kha-khamsamida~” ujar Hyo-Hwa sedikit canggung.

Hyo-Hwa menunduk, merasa malu. Tapi, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang janggal dengan jas yang dipakainya saat ini.

Noda wine tadi… Sudah tidak ada.

Hyo-Hwa tersenyum miring, membuat Leeteuk bingung dengan perubahan raut wajahnya yang sangat tiba-tiba itu. Terlihat sedikit mengerikan.

“Eum… Leeteuk~sshi” panggil Hyo-Hwa pelan.

“De?”

“Dimana noda wine tadi?” tanyanya dengan nada yang sok polos. Tapi, sedetik kemudian tersenyum licik.

Leeteuk terlihat bingung sebelum akhirnya mencoba menjelaskan hal yang membuat wanita didepannya itu tiba-tiba berubah.

“Aku sudah membersihkannya ditoilet tadi. Kau melihatnya bukan?” jawab Leeteuk berusaha membela diri atas tuduhan yang masih belum dimengertinya.

“Wine dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15%.” Jelas wanita itu.

“Menurutmu apa minuman dengan kandungan seperti itu nodanya bisa hilang dengan air dan  sabun cuci tangan ditoilet ini?”

Lagi-lagi Hyo-Hwa tersenyum, kali ini terkesan meremehkan pria didepannya.

“Berhenti mencari alasan. Tuan Pencuri.”

Ekspresi Leeteuk yang awalnya terkejut perlahan berubah, tersenyum licik pada wanita didepannya.

*****

KyuHyun’s POV

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan pameran perhiasan dan berlian ini. Diseluruh shift sudah ada yang menjaga, masing-masing satu.

Tapi, aku hanya perlu hati-hati pada satu orang diantara puluhan polisi dan detektif ini. Wanita itu, Park Hyo-Hwa.

Terkadang aku benci kalau harus mengakui analisanya yang selalu tepat. Dia berdiri ditempat berlian itu ‘Spoonmaker’s Diamond’.

Hyo-Hwa terus memperhatikanku, matanya benar-benar tidak pernah lepas menatapku.

Malam ini dia sangat cantik. Sial.

Dia tidak boleh berpenampilan secantik itu disaat tugasnya. Aku tahu ini perintah inspektur Kim, tapi inspektur Kim hanya menyuruhnya untuk menggunakan gaun itu. Dia tidak harus memakai make-up atau apapun. Seharusnya dia merusak tatanan rambutnya itu. Lihat bagaimana pria-pria itu melihatnya. Aku benar-benar benci.

Hampir tiba waktunya, dan wanita itu benar-benar tidak melepaskan pandangannya dariku.

Aku hampir putus asa menunggu. Tapi sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku. Seorang pria berbadan cukup besar melewati Hyo-Hwa dan sepertinya cukup untuk menghalangi pandangannya. Dan saat itu juga aku tidak melewatkan kesempatan berharga ini.

*****

“Lama sekali.” Protes Eun-Hyuk hyung mengikutiku masuk toilet pria.

Dia melipat tangan didepan dada dengan wajah cemberut, membuatku ingin melempar sesuatu kewajahnya.

“Cerewet.” Balasku sengit.

Dia menggurutu tidak jelas sambil memberikan pakaian dan topeng penyamaranku. Aku baru saja akan menyamar menjadi Go Suk-Dong seorang pengusaha konglemerat yang memiliki imej baik tapi sangat gila dengan benda-benda berkilauan. Tapi, seseorang merusak semuanya.

“Apa yang kalian lakukan?” tanyanya bingung.

Sial. Kenapa pria ini bisa masuk? Bukankah tadi aku sudah menyuruh Eun-Hyuk hyung untuk memberi tanda kalau toilet ini rusak, dan jangan bilang dia lupa.

Aku menatap Eun-Hyuk meminta penjelasan, dan dia hanya tersenyum sambil mengucapkan kata ‘Sorry’ tanpa suara.

Benar-benar cari mati.

“Tidak ada.” Ujarku tenang, perlahan medekatinya.

Dia Leeteuk, kalau aku tidak salah mengenal nama orang. MC terkenal. Fansnya menyebutnya Ori (bebek) karena bibirnya. Sebutan yang sangat tepat.

Aku mengambil sapu tangan disaku celanaku dan meneteskan sedikit obat bius, cukup untuk membuatnya tidur selama 2 jam.

Dia sepertinya akan lari dan dengan sekali gerakan cepat aku menarik lengan kanannya, mempelintirnya kebelakang dan memaksanya mencium obat bius dengan menutup hidung sekaligus mulutnya.

Pria ini sempat melawan sebelum akhirnya tubuhnya melemas dan dia tertidur.

“Kau membunuhnya?” tanya Eun-Hyuk hyung takut.

“Aku masih waras.” Jawabku tenang.

“Kasihan sekali dia, menjadi korban keegoisanmu.” ujarnya menyudutkanku.

“Kau fikir ini salah siapa?” geramku menggertakkan gigi.

Aku memperhatikan pakaian yang kami gunakan. Sama. Benar-benar suatu keberuntungan.

“Cepat buat penyamaran dengan wajahnya.” Perintahku menunjuk pria yang baru saja kubuat pingsan itu.

“Eh? Kenapa?” tanyanya bingung membuatku benar-benar ingin mencekiknya.

“Dia MC terkenal. Kau fikir tidak akan ada yang curiga kalau tiba-tiba dia menghilang ditempat seperti ini? Cepat buatkan!”

Eun-Hyuk hyung mengumpat tidak jelas tapi tetap menuruti perintahku dan aku membopong tubuh pria yang bernama Leeteuk ini kedalam salah satu kamar toilet, mendudukkannya. Membuatnya seolah-olah tertidur.

Aku mengambil sebuah pil dari saku celanaku dan memasukkan kedalam mulutnya, pil ini tidak memiliki rasa dan akan mudah larut jika terkena air, termasuk liur. Pil penghilang ingatan.

Tidak akan menghilangkan ingatan secara keseluruhan, hanya membuat orang yang mengkonsumsi rileks dan melupakan tujuan awal yang sedang dilakukan sebelum obat ini diminumkan.

Obat ini biasanya digunakan untuk membungkam saksi kunci dalam kasus besar, setidaknya untuk saat ini aku masih bisa mengatasi masalah ini.

“Sudah siap.” Ujar Eun-Hyuk hyung.

Aku keluar dari kamar toilet itu dan mengambil topeng ditangan Eun-Hyuk hyung dan langsung memakainya tanpa repot-repot mengucapkan terima kasih. Ditambah dengan  chip pengubah suara, sempurna.

“Kau lebih tampan dengan wajah itu.” Komentarnya sombong.

“Setidaknya lebih baik dari wajahmu.” Balasku tidak kalah sombong.

Eun-Hyuk hyung lagi-lagi menggerutu sendirian karena marah padaku sepertinya.

“Aku pergi.” Pamitku setelah memastikan semuanya beres.

“Hati-hati.” Ujarnya memperingatkan.

Alasan aku masih bekerja sama dengannya sampai sekarang adalah karena dia orang seperti itu. Sangat baik. Aku tidak memiliki saudara laki-laki dan dia sudah kuanggap sebagai kakakku. Walaupun terkadang kami bertengkar untuk hal yang tidak penting, tapi hanya dia satu-satunya orang yang bisa kupercaya.

“Tunggu aku dilobi.” Ujarku padanya.

Aku memang tidak pandai berkata manis atau sebagainya tapi aku mempercayainya, sedikit menyayanginya mungkin.

Dia mengangguk, kemudian tersenyum.

“Kau jelek kalau tersenyum.” Ejekku meninggalkannya yang berteriak protes sendiri di toilet itu.

*****

Aku bersikap tenang dan membaur dengan seluruh peserta pameran diruangan ini. Tetap pada tujuan utamaku, Spoonmaker’s Diamond.

Dan detektif wanita itu masih berdiri ditempat semulanya, tidak berpindah sedikitpun. Aku mendekatinya dengan wajah Leeteuk, menepuk pundaknya ingin memberitahu kehadiranku.

Aku baru tahu kalau dia akan berbicara manis dengan pria lain selain aku. Dia terlihat senang berbicara dengan Leeteuk sepertinya. Dia fansnya, pasti senang.

Setidaknya aku bisa sedikit tenang dengan kenyataan itu. Fans artinya mencintai tanpa berharap balasan. Aturan pertamanya adalah saat kau mengidolakan seseorang maka kesempatan untuk memiliki hubungan yang lebih intim seperti kekasih akan lenyap. Jika ingin menjadikannya milikmu maka berhentilah menjadi fansnya.

Aku berpikir dalam hati kira-kira bagaimana reaksinya kalau dia tahu bahwa Leeteuk yang sekarang berbicara dengannya ini sebenarnya adalah buruannya.

Aku memakaikannya jasku, melihat bagaiman para pria diruangan ini memandangnya. Sudah kubilangkan dia berdandan terlalu cantik malam ini.

Dan sepertinya sikapku yang terlalu ingin memiliki dan melindunginya itulah yang menghancurkan segalanya.

“Dimana noda wine tadi?” tanyanya dengan nada yang sok polos. Tapi, sedetik kemudian tersenyum licik.

Aku mencoba untuk bersikap tenang dan membuatnya tidak mencurigaiku.

“Aku sudah membersihkannya ditoilet tadi. Kau melihatnya bukan?” ujarku mencoba membuat alibi.

“Wine dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15%.” Jelasnya.

Terkadang aku tidak suka dengan kemampuan wanita ini. Dia terlalu pintar. Wanitaku.

“Menurutmu apa minuman dengan kandungan seperti itu nodanya bisa hilang dengan air dan  sabun cuci tangan ditoilet ini?”

Lagi-lagi Hyo-Hwa tersenyum, kali ini terkesan meremehkanku.

“Berhenti mencari alasan. Tuan Pencuri.”

Tidak perlu berpura-pura lagi, benar juga katanya. Lagipula sebentar lagi saatnya. Aku tersenyum licik padanya, membuatnya sedikit terkejut dengan perubahan raut wajahku.

Aku melirik jam tangan dipergelangan tangan kiriku. 30 detik lagi.

Ada beberapa reporter yang diundang dan aku melihat mereka sedang memperhatikan gerak-gerikku. Tentu, sebagai seorang artis privasi akan menjadi hal yang sangat tabu.

Hanya dengan berbicara dengan wanita cantik saja sudah cukup untuk membuat skandal.

Aku menarik lengan Hyo-Hwa, membuatnya tersentak dan mendekat kearahku.

Lagi-lagi bau salju.

“Apa yang akan kau lakukan?” bisiknya menggertakku. Tidak berniat menaikkan nada suaranya sedikitpun. Karena hanya dengan posisi kami seperti ini saja sudah cukup menarik perhatian reporter dan orang-orang yang berada disini.

Tubuh Hyo-Hwa memberontak melepaskan diri, sayang sekali aku tidak akan menuruti perintahnya.

Tinggal 7 detik lagi.

Aku mendekatkan wajahku padanya berbisik tepat ditelinganya.

“Maaf, tapi kali ini kau masih belum berhasil nona detektif.”

*****

Author’s POV

Hyo-Hwa berusaha sekeras mungkin untuk melepaskan cengkraman tangan KyuHyun dikedua lengannya. Tapi percuma pria itu terlalu kuat, dan dia tidak mungkin berteriak meminta pertolongan. Bagaimanapun pihak kepolisian sudah berjanji untuk tidak menganggu pameran ini.

“Maaf, tapi kali ini kau masih belum berhasil nona detektif.”

Tubuh Hyo-Hwa bagai tersengat listrik saat mendengar suara pria itu berbisik tepat ditelinganya. Dia bahkan bisa merasakan nafas pria itu, membuat jantungnya nyaris meledak karena terlalu kuat berdetak.

Tik…

Tepat setelah ucapan pria itu lampu diruangan pameran mati. Hanya ada satu lampu sorot dipanggung tempat pembawa acara mulai membuka acara pameran tersebut.

Para peserta dan penyelenggara fokus melihat kedepan panggung tanpa menyadari tentang kemungkinan kehilangan berlian.

Hyo-Hwa berusaha melihat dan meraba apapun didepannya, tapi tidak ada gunanya. Marcus itu terlalu pintar untuk sekelas pencuri.

Wanita itu masih berusaha untuk mencari Marcus dan tiba-tiba tangannya menangkap sesuatu dan itu adalah bagian belakang kemeja Marcus. Dia terus menariknya sekuat  yang dia bisa saat tiba-tiba dia merasakan wajahnya memanas karena merasakan hembusan nafas seseorang tepat diwajahnya.

*****

KyuHyun membalikkan tubuhnya saat merasakan tangan Hyo-Hwa meremas kemeja bagian belakang tubuhnya. Sehingga sekarang tubuh mereka berhadapan dan nyaris seperti memeluk karena Hyo-Hwa belum melepaskan tangannya dari kemeja pria itu.

KyuHyun tersenyum dalam kegelapan, entah kenapa merasa bahagia. Pria itu memajukan wajahnya sehingga berada tepat didepan wanita yang terus mengganggu tugasnya dari tadi. Sebenarnya dia tidak berniat melakukan apapun, hanya ingin menganggu konsentrasi wanita itu sebentar, dan sepertinya dia berhasil.

Dengan perlahan tangannya menarik tangan Hyo-Hwa yang masih melingkar dipinggangnya menyadari kegugupan dari reaksi tubuh wanita didepannya saat ini.

Pria itu memilih berlari secepatnya saat mendengar pembukaan yang dibawakan oleh pembawa acara akan segera berakhir.

Lampu diruangan itu kembali menyala, membawa Hyo-Hwa kembali kealam sadarnya. Dan saat dia sadar pria itu sudah tidak berada didepannya lagi. Meski sekilas dia melihat KyuHyun yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Dia bisa memastikan kalau itu adalah Marcus karena punggung pria itu.

Entahlah, baginya punggung pria itu begitu besar dan hangat. Siapapun yang bisa bersandar pada punggung itu nantinya pastilah wanita paling beruntung didunia ini.

Hyo-Hwa menarik gaunnya, dan berlari secepatyang dia bisa. Tapi, ada satu masalah lagi. Sepatu bernama High Heels yang masih berada dikakinya sangat menyiksa saat dia berlari. Jadi, dia memutuskan untuk melepasnya dan menjinjingnya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menahan gaunnya.

Wanita itu bersyukur dalam hati saat menemukan sosok Marcus sedang berdiri didepan pintu lift, bukannya lari melewati tangga darurat.

“Menunggu sesuatu Tuan Pencuri?” Tanya Hyo-Hwa dengan nafas tersengal.

KyuHyun membalikkan tubuhnya, melihat Hyo-Hwa dengan wajah tenang dan sedikit tersenyum saat tahu keadaan wanita itu yang kelelahan.

Hyo-Hwa tersenyum dalam hati saat melihat  KyuHyun tidak menggunakan topengnya lagi.

“Iya.” Jawabnya lagi-lagi dengan suara yang sangat lembut.

“Kali ini kau akan berakhir.” Hyo-Hwa tersenyum, akhirnya bisa menangkap pencuri yang juga merupakan kepala kepolisian Seoul itu.

“Tidak secepat itu.” Balas KyuHyun ikut tersenyum.

KyuHyun menggerakkan kepalanya, mengisyaratkan Hyo-Hwa untuk melihat kebelakang. Sedikit ragu, detektif wanita itu mengikuti permintaanya dan sangat terkejut saat melihat segerombolan manusia dengan kamera dan microfonenya sedang berlari tepat kearahnya. Terlihat seperti buruan yang baru menemukan mangsanya.

Hyo-Hwa masih belum mengerti dan kembali melihat KyuHyun yang sudah masuk kedalam lift, tersenyum mengejek kearahnya. Dia baru saja ingin menarik KyuHyun keluar saat orang-orang tadi sudah mengepungnya.

Wanita itu tampak bingung dan melangkah mundur sambil menundukkan wajahnya saat kilatan cahaya itu mulai menganggu penglihatannya.

“Apa benar anda kekasih Leeteuk yang dikabarkan sedang hamil itu?” Hyo-Hwa terperangah mendengar pertanyaan salah seorang  reporter.

Baru saja dia akan menjawab, tapi reporter lain menyerangnya dengan pertanyaan yang lebih mengerikan.

“Anda menggugurkan anak anda dan kembali menjalin hubungan dengan Leeteuk. Apa itu benar?”

“Lalu bagaimana dengan artis yang digosipkan berpacaran dengannya saat ini. Apa pendapat anda?”

“Leeteuk melakukan operasi plastik pada bagian hidungnya. Apa anda bisa menjelaskannya?”

Kepala Hyo-Hwa seperti akan pecah saat mendengar semua tuduhan tak berdasar itu. Dia menarik nafas dalam, mengenggam tangannya erat-erat menahan emosi yang sudah memuncak.

“Dengar…” wanita itu mengeluarkan suaranya untuk pertama kali.

“Kalian mengangguku.”

Para reporter itu masih bingung dengan maksud Hyo-Hwa, tapi sedetik kemudian dikejutkan dengan suara mengerikan yang dikeluarkan melalui mulut wanita putih itu.

“Minggir atau aku akan mematahkan leher kalian satu persatu.” Suara Hyo-Hwa masih tergolong lembut untuk seseorang yang sedang marah, tapi aura yang wanita itu keluarkan bahkan lebih mengerikan dari seorang kriminal sekalipun.

Perlahan segerombolan manusia itu memberi jalan untuk Hyo-Hwa, tapi ternyata gertakan wanita itu masih belum berakhir.

“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pria manapun termasuk Leeteuk. Kalau sampai ada berita tidak jelas tentangku kalian akan merasakan yang namanya ‘Pemecatan Massal’ karena aku akan memastikan kalian akan kehilangan pekerjaan ini jika namaku dikait-kaitkan dengan seseorang yang baru kutemui.”

Wanita itu tersenyum menatap seluruh reporter didepannya, tapi hal itu membuat semua orang itu malah menelan ludah saat melihat senyuman yang dipaksakan itu.

“Aku hanya detektif dari Kepolisian Seoul. Kalian mengerti?”

Reporter itu mengangguk dan membiarkan Hyo-Hwa pergi dengan tenang. Mungkin kalau situasi mereka saat ini adalah adegan difilm kartun maka kita bisa melihat api yang mengelilingi tubuh Hyo-Hwa. Wanita itu sedang berada dititik maksimum kemarahannya saat ini.

*****

Hyo-Hwa melihat kesegala arah, memastikan kalau KyuHyun masih ada atau tidak ditempat itu. Dia meringis karena merasa kedua tangannya keram karena terus menjinjing sepatu dan yang satunya lagi menahan gaunnya agar tidak beruraian dilantai.

Wanita itu sangat terkejut saat melihat seorang pria sedang berdiri dilobi dengan pakaian yang sama dengan KyuHyun gunakan tadi. Tidak berfikir lagi dia langsung menghampirinya dan menarik lengan pria itu hingga sekarang berhadapan dengannya.

Dan Hyo-Hwa sangat merasa menyesal karena salah mengenali orang.

“Ah, Jeongseohamnida.” Ujarnya membungkuk.

Pria bernama Eun-Hyuk itu tersenyum, memamerkan gigi putih dan gusi merahnya.

“Tidak apa-apa. Aku suka kalau kau yang menarikku seperti itu.” Godanya.

“De?” Hyo-Hwa menatap Eun-Hyuk bingung.

Hyo-Hwa berniat meninggalkan Eun-Hyuk tapi tiba-tiba saja pria yang dia bahkan tidak ia ketahui namanya itu memanggilnya.

“Permisi nona?”

Hyo-Hwa membalikkan tubuhnya menatap Eun-Hyuk dengan tatapan bingung.

“Kalau kau mencari Marcus dia berada disana.” Ujar Eun-Hyuk menunjuk sebuah mobil Porsche berwarna hitam.

Hyo-Hwa membulatkan matanya terkejut dan mengikuti arah tangan Eun-Hyuk. Wanita itu tidak bermaksud mengejarnya. Percuma.

Mobil itu sudah berjalan, tapi ada hal yang sangat membuatnya geram. Bahkan dengan santainya KyuHyun melambaikan tangannya, membuat Hyo-Hwa ingin melempar sepatu ditangannya saat itu juga.

Eun-Hyuk tersenyum melihat tingkah Hyo-Hwa, terlihat sangat kekanak-kanakan untuk seorang wanita yang sudah berumur 23 tahun.

“Hei..” panggil Eun-Hyuk untuk kedua kalinya.

“Mau berkencan denganku?” tawarnya dengan nada yang sangat keren. Tapi sepertinya tidak cukup keren untuk Hyo-Hwa.

“Kau mau mati?” gertak Hyo-Hwa kehilangan kesabaran.

Hyo-Hwa baru saja akan pergi tapi Eun-Hyuk menahan tangannya.

“Tunggu dulu nona~” kata Eun-Hyuk lagi, sedikit memohon.

Hyo-Hwa membalikkan tubuhnya dan menggertak Eun-Hyuk dengan gerakan seperti akan memukulnya dengan sepatu ditangannya, tapi dengan cepat Eun-Hyuk memberi perlindungan diwajahnya dengan kedua tangannya.

“Jangan ganggu aku lagi.” Ujar Hyo-Hwa memperingatkan.

Eun-Hyuk awalnya terkejut tapi akhirnya tersenyum, membiarkan Hyo-Hwa pergi. Melihat bagaimana jas yang tadi dipakai oleh KyuHyun sudah menutup bagian tubuh wanita itu yang awalnya terbuka.

“Kalau kau sampai melindunginya sampai seperti itu. Pasti dia orang yang sangat spesial. Benarkan KyuHyun?” gumam pria itu sendiri.

*****

Hyo-Hwa’s POV

Aku menyandarkan daguku dimeja kerjaku, dengan terang-terangan melihat kantor kepala kepolisian Cho, biarkan saja dia tahu. Aku tidak peduli, aku benar-benar sangat kesal karena kejadian tadi malam.

Jangan tanya bagaiman raut wajahku sekarang, yang jelas sangat jauh dari kata baik-baik saja.

“Pagi nona detektif~”

Hanya satu orang yang selalu menggodaku dengan kata-kata seperti itu dan itu adalah Ji-Hyun onnie. Tapi, dia sedang dipulau Jeju untuk menyelesaikan kasus bunuh diri dengan inspektur Kim, meninggalkanku sendiri disini, jadi tidak mungkin itu dia.

Dari suaranya bisa dipastikan kalau ini adalah suara seorang pria. Dengan malas aku mengangkat wajahku dan sangat terkejut saat melihat pria menyebalkan teman Marcus tadi malam sedang berdiri dengan senyuman didepan mejaku.

“Kau?” teriakku kehilangan kendali berdiri dengan tiba-tiba sehingga menimbulkan suara nyaring saat kursiku menggesek lantai dengan kasar.

Aku melihat beberapa pegawai menatapku dengan tatapan terganggu, membuatku mau tidak mau harus menunduk meminta maaf.

“Hai~” ujarnya melambaikan tangan didepanku.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku dan kali ini sepertinya dengan suara  yang tidak terlalu keras. Setidaknya menurutku.

“Ingin bertemu dengan… “ ujarnya terhenti, kemudian mendekatkan wajahnya denganku.

“Marcus” bisiknya.

Aku membulatkan mataku dan ingin memukulnya dengan apapun, tapi apa kata pegawai lainnya saat melihatnya nanti. Aku tidak akan punya muka untuk datang kekantor lagi.

Pria aneh itu meninggalkanku dan dengan langkah santai memasuki ruangan kepala kepolisian Cho. Benar-benar kesialan tak berujung.

*****

KyuHyun’s POV

“Apa yang kau lakukan padanya?” tanyaku saat melihat Eun-Hyuk hyung masuk kedalam ruanganku.

“Ya, ya! Begitu caramu menyambut tamu? Seharusnya kau menanyakan kabarku dulu.” Protesnya dan duduk dikursi didepanku tanpa ada yang mempersilahkan.

“Dia… Milikku.” Ujarku memperingatkan.

“Kalian berpacaran?”

Aku mengerutkan keningku mendengar pertanyannya, benar-benar membuat kesal.

“Tidak.” Jawabku jujur.

“Kalau begitu dia bukan milikmu.”

Aku menggeram dalam hati. Sial. Aku tidak mungkin bertengkar dengannya karena seorang perempuan bagaimanapun dia itu sudah kuangggap seperti kakakku. Tapi kenapa aku merasa sangat tidak rela.

“Kalau kau merebutnya dariku aku akan melemparmu dari atap gedung ini.” Ancamku. Semoga saja berhasil.

“Kau tidak akan benar-benar melakukannya pada kakak kesayanganmu ini kan adik?”

Sial. Dia sangat tahu apa yang sedang kufikirkan.

“Aku akan mengajaknya berkencan.” Ujarnya memperhatikan Hyo-Hwa yang juga sedang melihat keruanganku.

“Kau mau mati?”

Eun-Hyuk hyung menatapku kaget. Entah apa yang difikirkan olehnya. Padahal aku sudah biasa mengatainya seperti itu.

“Ternyata kalian memiliki jalan pikiran dan cara bicara yang sama.”

Aku masih bingung dengan maksud pernyataan yang diucapkan oleh Eun-Hyuk hyung. Tapi sedetik kemudian tersenyum dalam hati saat dia melanjutkan kalimatnya.

“Detektif wanita itu juga mengatakan hal yang sama seperti itu tadi malam saat aku mengajaknya berkencan.”

“Tapi, sayangnya aku tidak akan menyerah.”

Eun-Hyuk hyung bangun dari duduknya setelah mengatakan  hal itu.

“Oh iya. Sebenarnya aku datang kesini hanya untuk mengajaknya berkencan.” Ujar Eun-Hyuk hyung menutup pintu ruanganku.

Benar-benar menyebalkan.

Aku melihat Eun-Hyuk hyung menghampiri meja Hyo-Hwa entah apa yang mereka bicarakan. Aku bisa menangkap ekspresi kesal Hyo-Hwa saat berbicara dengan Eun-Hyuk hyung. Sebelum akhirnya dia melihat ruanganku dengan ekspresi yang tidak bisa  kubaca.

Author’s POV

“Hai~” sapa Eun-Hyuk manis.

Hyo-Hwa membalasnya dengan tatapan kesal, membuatnya terlihat sangat manis bagi Eun-Hyuk.

“Mau kencan denganku?” tawarnya untuk kedua kalinya.

“Kau benar-benar mau mati ya?” tanya Hyo-Hwa kesal.

Eun-Hyuk tersenyum manis, membuat Hyo-Hwa semakin kesal dengan sikap pantang menyerahnya.

“Aku akan memberi tahu rahasia Marcus. Bagaimana? Tawaran yang cukup menarik bukan?”

Hyo-Hwa menatap Eun-Hyuk shock. Apa mungkin pria ini akan mengkhianati temannya? Atau itu hanya jebakan?

Wanita itu sempat berfikir tentang banyak kemungkinan sampai akhinya menatap ruangan tempat pria itu berada dengan fikiran tidak fokus.

‘Mungkin aku akan melakukan kesalahan. Tapi, aku masih belum tahu apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang sebaiknya kulakukan. Menyerah dan melarikan diri atau menghadapinya?’

“Baiklah.” Jawab Hyo-Hwa akhirnya.

Entah kenapa dia merasa sangat bersalah saat menerima tawaran Eun-Hyuk itu. Seperti sedang mengkhianati seseorang.

“Perkenalkan. Aku Eun-Hyuk.” Ucap Eun-Hyuk mengulurkan tangannya.

“Park Hyo-Hwa.” Balas wanita itu dengan suara pelan dan membalas uluran tangan pria itu.

Sangat berbeda. Perasaan saat menggenggam tangan Eun-Hyuk begitu berbeda dengan saat menggenggam tangan KyuHyun. Pria itu memang sangat spesial. Dan sepertinya wanita itu sudah terlalu terbiasa dan sangat ketergantungan dengan pria itu. Tanpa dia sadari sama sekali.

TBC…

Cuma mau mengatakan 2 kata. Maaf dan terima kasih

Maaf karena author selalu lama update ffnya, maaf jg krn ceritanya sangat membosankan. *mengurung diri dlm lemari smbil dengar lagu ‘bittersweet’*

Dan terima kasih untuk semua readers yang sudah baca, komen dan mendukung ff ini. Saya benar-benar berterima kasih *deep bow*

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , , , . Tandai permalink.

88 Balasan ke Catch Me If You Can (Part 3)

  1. sriezakyu berkata:

    Kyyaaaaa!!! Author, tengK¥U uda publish ff nih,, akhirnya…
    Ceritanya ƍäª ngebosankan koq, ªQ sangat sangat suka neomu neomu joahae,, ªQ ikutan berdebar loh thor pas bagian mereka, ✗ί✗ί✗ί✗ί.
    Please nextnya jgn lama2..
    Hhmm.,, kyknya eunhyuk sengaja deh deketin hyo hwa.
    Jdi pengen liat marcus cemburu kyk apa! Kyknya kelak bakalan ad adegan kisseu ƍäª terduga nih dri marcus. Hohoho~

  2. minrakyu berkata:

    wah,, akhirnya publis juga..

    agh,, itu kyu pinter banget c ngilang2 gitu..
    tau2 tuh barang yg dia mau dapet ja….

    dan ntu enyuk beneran tertarik atau cuma buat manas2in kyu aja???
    lanjutannya jangan lama2 ya cinggu,, hheee….

  3. Amii berkata:

    ahahay… Publis jg akhirnya..
    Gk ngebosenin kq eonn,mlah sgt menikmati stiap katanya..
    e ya eunhyuk ngjk hyo hwa kencan cmn bt kyu cemburu kn..? ato ada mksd lain..
    Dtunggu part selanjutnya.. Fighting!!!

  4. sartika berkata:

    akhirnya brojol jga…
    kyaaa.. makin seru.,,, eeaaa kyu dah mulai2 yah…
    kyk nya dah sama2 suka tuh,

  5. Giadore Shin berkata:

    Wahhh…udah ada rasa tuh mereka b2???
    Eheemmm…ngakuuuuuu…😀

    nextny ditgu mbaakkkkk
    hwaiting..!

  6. Mulov berkata:

    Ori=bebek? Kyakkakakakakaka…kasian amat itu leeteuk oppa..
    Ini seru banget author-ssi!!bayangin kyuhyun yg cemburu itu bikin ngeri sendiri =,=..semangat ya author!

  7. MiyaELF berkata:

    Aku merasa janggal, kenapa Hyo Hwa nggak nanya kalau Eunhyuk tau Marcus saat Eunhyuk nunjukin kalau Marcus berada di mobil? Bukannya Hyo Hwa baru kenal Eunhyuk ya eon? O.o
    kalau aku jadi Hyo Hwa, aku akan tanya dari mana dia tau kalau Kyuhyun itu Marcus??!!^^’

    • kyuhae berkata:

      awalnya memang ada dialog Hyo Hwa tanya Eunhyuk kenal Kyuhyun atau gak.
      tp onnie mikir lg, Eunhyuk kan pake bajunya Kyuhyun dan dia jg bilang klu Kyu udh naik mobil itu jd scra gk lngsung dia udh nyatain dirinya sbg temannya Kyuhyun atau Marcus. jd dialognya dihilangin.

      Eumm, tp gpp. Onnie menerima pendapatmu, next nya akan lebih onnie perhatiin lg.

      gomawo saeng ^^

  8. LJK~ berkata:

    waaa
    Karakter asli kyuhyun klo udh jtuh cinta mulai keluar
    tu cewe psti di anggap miliknya
    Yeyeyey
    Itu hyukjae manas2in kyu aja
    Hahhaa

    • kyuhae berkata:

      iya tuh si Kyu egois amat. *dipelototin Kyu
      Hyukjae memang sebenarnya punya perasaan terpendam sama sya *Plak
      hehehe, trima kasih untk knjungan dan komennya🙂

  9. srizakyu berkata:

    Authooorrrr~~
    Masih lama Ÿªa㪠part 4 nya??
    Aq uda ƍäª sabar!!! Huhuhu TT^TT
    Kapan thor? Kapan??? #plakk!! *ga sabaran*

  10. Park reine berkata:

    Kaya’y ada yg ga singkron deh thor,pas bagian kesamaan antara baju’y Leeteuk sama kyuhyun
    Ini aq copas lgsg dari atas
    ‘Mataku tiba-tiba menangkap seorang pria yang berdiri tenang dengan tangan yang diselipkan disaku celananya. Dia menggunakan jas hitam dengan dalaman kemeja putih dan celana hitam juga dasi yang berwarna sama dengan jasnya.’

    Ini pnggmbrn leeteuk wkt kyu udah nyamar
    ‘Leeteuk berinisiatif membuka jas putihnya, meninggalkan kemeja abu-abu dan dasi kupu-kupu yang ditubuhnya. Dengan gerakan cepat dia menutup tubuh wanita didepannya. Membuat Hyo-Hwa kagum dengan sifatnya.’

    Dan ini kata2 kyuhyun yg bilang baju mereka persis
    ‘Aku memperhatikan pakaian yang kami gunakan. Sama. Benar-benar suatu keberuntungan.’

    Ga ada maksud apa2 cuma mw kasih tau ajah supaya bisa lebih teliti^^
    Mian kalo rada bawel

    • kyuhae berkata:

      itu sebenarnya pas KyuHyun mau nyamar jadi Go Suk-Dong pengusaha yang tergila-gila sama perhiasan itu dia udah gnti bajunya. soalnya gk mngkin dia pakai baju yg sama sedangkan Hyo-Hwa udh ngintai dia drtd. tp emang author gk nyebutin kalau dia udh gnti bjunya di FF jd kslhan terletak pd saya.

      gpp sya gk mrah slma cara penyampaiannya sopan.. ^^

  11. srizakyu berkata:

    Part 4 nya thor?? *masih setia nungguin*

  12. akhirnya beres juga… sebelumnya maaf y thor, klo aq komennya langsung d part 3 gak dari pertama…

    awal aq baca catch me if you can…. berasa kug kaya city hunter y? (itu awal) ehh lama lama ternyata beda… seru… kyu jdi polisi tapi sekaligus penjahat… tp emang mukanya lebih cocok jadi penjahat sih. hehee
    aq bela”in baca ini d geder sehari 3 part…abis lama kelamaan seru…jadi aq gak akan banyak komen sama tulisan ato apapun… semoga lanjutannya cepet publis ajah sama idenya jalan terus. fighting y….^^

    • kyuhae berkata:

      memang bnyak yg bilang mirip sma city hunter.
      yah, itu terserah readers aja. semua orang berhak berpendapat.

      hehehe, trimakasi udh bela2in bca ff sya.. ^^
      ne, fighting!!!

  13. magnaelover berkata:

    Ayo kyu rebut hyo-hwa !!! Buat mereka jadian eon !!
    Aku suka bgt sama ceritanya! Beda !
    Keep writing !

  14. Drei_KYU berkata:

    Daebak oen!! suka sama cara oenni mendeskripsikan perasaan hyo hwa dan kyuhyun!! ><
    permatanya jadi ilang gak?? hyohwa main cabut aja ngejar marcus ^^

  15. setia berkata:

    aq suka ceritany, dg kasus yg gx terlalu ribet tp gx asal.
    aq ska karakter kyuhyun disini. (apapun yg berhubungan dg kyu pasti suka sebenernya)
    paling suka pas cerita noda wine, kyu emang ceroboh atau hyo hwa yg terlalu pintar.
    keren lh

  16. hyunsoo28 berkata:

    kyaaa…
    ini critanya kaya di mission imposible jga ya thor bisa buat” topeng gtu, ak jd inget sm mantanku yg ke sekian si tom cruise #plak
    ini mkn seru loh thor, harapanku smoga ini bsa smpe ber part” banyaknya

  17. Na berkata:

    aduuhh, makin gregetan bacanya eon >.< musuh di dpn mata, tp msh bebas berkeliaran!
    Hoho, mari baca part selanjutnya

  18. @nonajongwoon berkata:

    1 kata buat author , Daebak ^^b

  19. kyuuhfa berkata:

    gak membosankan kok thor

  20. Choiri berkata:

    makin dibuat penasaran … lanjut baca lagi

  21. magnaelover berkata:

    Baca lagi :)))

  22. Kodok berkata:

    tiap q post comment kok g bisa trs y¿ pasti hrs diulang ulang dulu biar bisa

  23. RatnaKyu berkata:

    Fans artinya mencintai tanpa
    berharap balasan. Aturan
    pertamanya adalah saat kau
    mengidolakan seseorang maka
    kesempatan untuk memiliki
    hubungan yang lebih intim
    seperti kekasih akan lenyap. Jika
    ingin menjadikannya milikmu
    maka berhentilah menjadi
    fansnya.

    Qo kata2 itu nyesek bgt ya..
    B’arti aq gak bz menjadikn kyuhyun oppa jd milik aq dund.. T_T
    #plaak.. Ngarep tingkat dewa..

    Keren min.. crta’y makin seru.. Marathon nih bca’y.. Hehehe..

  24. astri elfishy berkata:

    Waaah, hnya stu kta ‘daebak’..
    Mau lnjut k part slanjut.a aaah, tetap berkarya ya thor. d tnggu ff slanjutnya ..

  25. arselli_ berkata:

    diem2 sama sama suka tuh xD

  26. Raraelfishy berkata:

    Annyeong, aku readers baru disini… Zahra imnida 17 y.o… Aku baru nemu blog ini dan langsung kepincut sama ff-nya… Izin baca semua ff yang ada disini yah *bow*

  27. kyuwoo berkata:

    ngakak waktu Ada eunhyuk jadiny comedy😀
    mereka udah saling suka kayakny..
    masih blm tau apa motif kyuhyun nyuri..
    tu berlian sendok mau diapain kira2?

  28. hinata berkata:

    Eunhyuk bnr2 mo kncan ato punya mksd tersembunyi!?

  29. BabyCho berkata:

    aku nyesel baru tau blog ini…..
    sumpah nyesel.
    ah seriusan ffnya bagus pake banget >_<

  30. Shell berkata:

    Holla.. Aku reader baru. Telat bgt ya kayaknya bru nemu ini blog.
    1 kata buat nih ff. DAEBAK!!
    Tapi ada 1 yg jadi pertanyaan.. Itu kapan barangnya di ambil ya? Apa jangan2 sebenernya sblm mulai acara dh di colong ato gimana?? Harus baca mpe abis nih..

  31. PutryELF berkata:

    Hehehe
    halo aku readers baru..
    Aku baru nemu ne FF jadi aku mau minta izin buat ngobek ne Ff….

    Gomawo

  32. GyuHae berkata:

    Kata Dia….milikku!!! Kalau begitu jangan biarkan hyo hwa kencan sama eunhyuk bisa berabe ini😀

  33. Syarofa ukhtina berkata:

    Wah,smakin seru!
    Hyo jd ky detectif conan!haha . . .
    Penasaran gmn kyu cmburu!
    *plak*

  34. Anik berkata:

    keren ren ren

  35. song yoo jin berkata:

    Whoaaaah hyuk jae hebat banget bisa ngerubah muka kyuhyun jd kaya leeteuk..
    Pinter kau oppa ( ◦˘ З(◦’ں’◦)
    Cieee~ kyuhyun ngakuin kalo hyo hwa “wanita”-nya..

  36. kareryeo berkata:

    ah…keren tp “.,Saat kau
    mengidolakan seseorang maka
    kesempatan untuk memiliki hubungan
    yang lebih intim seperti kekasih akan
    lenyap. Jika ingin menjadikannya milikmu
    maka berhentilah menjadi fansnya.”

    Saya tersindir. -_-

  37. Cho handa berkata:

    kau mau mati ? lol sama bngt ucapan 2 manusia itu.
    kalau di perhatikan kyuhyun tanpa sengaja udh punya ketertarikan sama hyo hwa sejak awal. mana walau kyu berbuat gk enak masih sempat sempatnya memperhatikan dan mencemburui hyo hwa yg lg di lihatin para tamu pameran.

  38. aina fitria berkata:

    Tujuannya apa hyuki deketin detektif park???
    hmmmm

  39. dinnur berkata:

    aaah… makin penasaran, eunhyuk pinter bgt ngajak kencan hyo hwa pakek iming2 rahasia kyuhyun

  40. Enhyuk beneran tertarik?

  41. Annisa Pratiwi berkata:

    daebak ff..
    alurnya ga terlalu cepet atau lambat pas
    kobfflik ceritanya juga unik jadi penasaran sama ending ceritanya

  42. mayang berkata:

    hahahaja hyo hwa galak banget yeh am reporternye :p
    cieeee kyu udda bilang hyohwa miliku aja hahahaha
    nah nah apa yg direncanain hyuk ya ???!!
    next ahh ^^

  43. bubu berkata:

    Sepertinya kyuhyun dan hyo hwa sudah ada bunga bunga cinta…lanjut thorr…penasaran

  44. choalfi berkata:

    kyuhyun udah mulai posesif nih sama hyohwa. udah mulai egois dan melindungi. yipiiii yee
    masih bingung kenapa kyuhyun mau jadi marcus deh…

  45. amoy berkata:

    Hehehe..eunhyuk…teman makan teman…tenang kyu…aman kok.

  46. berkata:

    hyo hwa makin lama makin keren aja…!!!^^ btw,ada apa ya eunhyuk ngajak hyo hwa kencan??masa iya eunhyuk jg suka ma hyo hwa??apa mw manas2in kyu???
    ni ff bnr2 bkin pgn trs2an baca….daebakkk!!!

  47. minkijaeteuk berkata:

    kirain beneran leeteuk yg ngedeketin hyo hwa tau y kyuhyin yg nyamar jd leeteuk…
    kyuhuun dah bener2 kepincut sama hyo hwa…
    bakal ada perebutan nih antar eunhyuk n kyuhyun,,, sbg partner mereka diuji suka sama cwe yg sama…
    apa hyuk serius mau suka juga n jalin hubungan sama hyo hwa…???

  48. Fanny berkata:

    Cerita nya ga membosankan kokk authorr justru selalu bkn penasaran,,kyuhyun uring-uringan milik nya d rayu eunhyuk wkwk sampe mau ngelempar hyuk dr atas gedung lololol

    Kyuhyun unyu kaya anak marmut kalo lg cemburu hahahha
    Hyukjae lanjutkannn

  49. park na na berkata:

    eunhyuk bnran mau ksh thu rhasia kyuhyun ke hyohwa?
    ngianatin kyuhyun dong dia….

  50. nadya berkata:

    Aduuuuuuh…. seneng banget baca ni ff….. buat aku kepo ama chap selanjutnya….. semangat ya thooorr…. kamu pinter buat cerita yang bernuansa beginian…… jempol buat author…. kekeke

  51. kyukyucho berkata:

    Apa ini hyo-hwa terima ajakan eunhyuk buat kencan?? Tapi kayanya ini cuma siasatnya eunhyuk buat si kyuhyun lebih peka sama perasaannya.. hehe cuma pendapatku aja sih *abaikan

  52. hahanazzz berkata:

    aihhhh jinjayoooo… aku bnr2 dibuat ngefly edannn pas baca tiap adegan disaat kyuhyun ngomong dia miliku nya itu lho >< bikin dag-dig-dug ampe fly. . thor semangat yahhh aku suka karya mu!^^ hwaiting

  53. kyukyukyuniw berkata:

    Wahhhh kyuhyun udah ngeklaim hyo hwa miliknya aja nih.
    Ahhh itu EunHyuk mau kencan sama hyohwa, gimana nasibnya kyuhyun ??
    Ahhh bikin penasarannnn

  54. miss_250508 berkata:

    Cemburu cemburu hahahahahahaha pasangan yang manis wkwkwkwkwkwk aduh si kyuhyun kenapa kagak bilang aja suka ama hyo hwa. Skinship mana skinship hahahahhaha :p

  55. nda ccm berkata:

    ommooo,,,,
    hyo udh msuk jbkn kyu,pi bnr2 kock,,,
    bkn ngakk,,,

  56. ine kyu berkata:

    :v ga ko ga ngebosenin sumpah seru banget nihh😀 ff nya DAEBAK!!!

  57. lovey denalisa berkata:

    Licinan kyuhyun deh dari belut..
    q aja pusing mkirin dy ketangkepnya gmana. Gila.

  58. clara berkata:

    next part

  59. fira (Min Eun) berkata:

    sepertinya kyu gk rela nih cintanya d rebut kakaknya… hihihi… ajak kencan jg lah kyu… hehehe…
    keep writ and hwaiting^^

  60. dekwin88 berkata:

    Ini gk ngembosenin…justru mengasikkan dan kereen bingitsss…..

  61. BabyBoo berkata:

    Kalo udah jatuh cinta gitu si hyo hwa masih mau nangkep kyuhyun?? Eunhyuk mau ngomong apaan tuuh??:o

  62. elfishyvil berkata:

    Hahahhaha…
    Luci banget…
    Ternyata kyuhyun cemburu sam eunhyuk…
    😁😁😁😂😂😂😂

  63. LatishaBee berkata:

    cuma mau bilang
    “dia milikku!”
    iyaaa… Kyuhyun milikku! Wkwkwkwk *ditimpuk sparkkyu*

  64. jaemijhe berkata:

    Ahh baiklah kyuhyun benar2 merencanakan semuanya dengan matang..

    Haha eunhyuk sepertinya emang usil bgt..

  65. Nabela berkata:

    wah seperti nya sdh mulai terbuka nih pencurinya sma hyo hwa😀

  66. jung jihee berkata:

    penasaran sama reaksi kyuhyun kalau tau hyohwa mau kencan sama eunhyuk😀😀

  67. Ping balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  68. Nabila berkata:

    Izin baca y….apakah ada kepala polisi merangkap pencuri??? Pencuri baik hati dan pencuri hati hyo hwa… Haha…

  69. nisa1 berkata:

    woww,cho kyuhyun saranghae:D

  70. Zana Ria berkata:

    Hyuk minta disantap deh pke acara ngerayu hyo sgala…..

  71. rei berkata:

    aku ketawa waktu baca soal kaca tembus pandang, ah marcus kurang canggih sampai2 gak tahu soal noda wine untung masih bisa kabur tapi ngomong2 intannya kali ini buat apa ? di kembalikan sama siapa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s