Catch Me If You Can (Part 4)

Kau baru akan sadar kehadiran seseorang berharga atau tidak dalam hidupmu saat dia menghilang dan lenyap dari pandanganmu. Dan saat hal itu terjadi apa kau akan benar-benar melepaskannya?


Author’s POV

Eun-Hyuk terus mencoba menarik tangan Hyo-Hwa agar mengikutinya, mendorong punggung wanita itu agar mau menaiki komedi putar didepannya. Hyo-Hwa hanya mengikuti permintaan pria itu dengan setengah mengumpat didalam hati.

Eun-Hyuk tersenyum lebar dibalik besi pembatas dan terus melambai-lambaikan tangannya kearah detektif wanita itu.

Hari ini pria itu terlihat sangat tampan, mungkin karena menggunakan kaca mata hitam? Dia terlihat lebih tampan jika matanya tertutup.

“Menyenangkan tidak?” tanya Eun-Hyuk menghampiri Hyo-Hwa  yang sebentar lagi sepertinya akan meledak.

Wanita itu menarik nafas dalam, menetralisir kemarahannya yang sudah mencapai titik maksimum sebelum akhirnya menatap Eun-Hyuk dengan senyuman manis.

“Saaa~ngat menyenangkan.” Ujar Hyo-Hwa manis tapi entah kenapa membuat Eun-Hyuk merinding.

Wanita itu tersenyum manis tapi sedetik kemudian raut wajahnya kembali menjadi datar. “Kapan kau akan memberitahu rahasia Marcus?” tanyanya tanpa nada.

“Aku tidak akan mengingkari janji, tenang saja.” jawab Eun-Hyuk kemudian merangkul pundaknya.

Hyo-Hwa ingin melepaskan tangan Eun-Hyuk tapi pria itu malah mengeratkan rangkulannya, membuat Hyo-Hwa mendengus sebal.

Entah bagaimana tiba-tiba saja Hyo-Hwa merasa dirinya sedang diperhatikan. Wanita itu menoleh kebelakang, terlalu banyak orang. Dia masih berusaha untuk melihat, sampai akhirnya matanya menangkap sosok pria dengan balutan serba hitam. Mulai dari pakaian hingga kacamata dan topinya.

Dan untuk sesaat wanita itu  berfikir kalau pria itu adalah KyuHyun. Agak sedikit ragu karena jarak pandang yang terlalu jauh.

“Tidak mungkin dia datang kan?” gumam wanita itu sendiri.

“Apa?” tanya Eun-Hyuk tidak menangkap perkataan Hyo-Hwa.

“Ah, tidak” jawab Hyo-Hwa, kembali  melanjutkan jalannya dengan Eun-Hyuk.

*****

KyuHyun meremas minuman kaleng ditangannya membuat benda itu nyaris tidak berbentuk. Pria itu menatap geram pemandangan didepannya. Dia bisa melihat dengan jelas mata wanita itu yang sedang menatapnya sekarang.

‘Biar saja dia tahu’ pikirnya. ‘Setidaknya dengan begitu wanita bodoh itu bisa sedikit menjaga jaraknya dengan pria lain.’ Dia hanya tidak ingin melihat wanitanya disentuh oleh pria selain dirinya, apalagi seseorang yang sudah dianggap sebagai kakaknya.

Walaupun sebenarnya itu hanyalah pikirannya saja, kenyataannya adalah tidak ada hubungan apa-apa antara dia dan Hyo-Hwa dan bisa dikatakan kecemburuanya itu sangat tidak beralasan. Tapi, tetap saja dia terlalu egois untuk melepaskan wanita itu. Detektif wanita yang sangat berambisi untuk memburunya.

“Kepala kepolisian Cho?”

KyuHyun membetulkan letak earphone ditelinganya saat mendengar suara seseorang dari benda  tersebut.

“Ya.” Jawabnya singkat.

“Target mulai bergerak.” Ujar orang tersebut lagi.

“Baiklah.”

KyuHyun membetulkan letak kacamatanya, mulai berjalan menuju titik tempatnya harus bergerak selanjutnya.

Entah bisa disebut keberuntungan atau tidak, mereka mendapat informasi kalau akan ada transaksi narkotika di taman hiburan ini. Tanpa mengetahui kalau Hyo-Hwa akan berkencan dengan Eun-Hyuk ditempat ini juga.

Awalnya KyuHyun berencana untuk mengalihkan fikirannya dengan memfokuskan diri pada kasus ini. Tapi, sepertinya konsentrasinya akan terpecah mengingat bagaimana Eun-Hyuk bersikap terlalu berlebihan pada wanitanya. Terlalu berlebihan untuk seseorang yang baru mengenal.

*****

“Kau mau itu?” tanya Eun-Hyuk menunjuk tempat penjual es krim yang berada tidak jauh dari tempat mereka sekarang.

Hyo-Hwa mengangguk, percuma saja menolak pria itu akan memaksanya sampai mengatakan ‘iya’. Lagi pula dia cukup menyukai es krim jadi itu bukanlah tawaran yang buruk.

Eun-Hyuk tersenyum lebar, kemudian berlari-lari kecil ketempat penjual es krim itu, ikut mengantri dengan beberapa anak kecil. Pria itu baik, juga sangat menyukai anak-anak. Setidaknya itu yang terlihat dimata Hyo-Hwa saat ini.

Hyo-Hwa melihat Eun-Hyuk membuka kacamata hitamnya, masih berusaha berbicara dengan seorang gadis kecil dan sepertinya melupakan tujuan pertamanya datang ketempat itu. Wanita itu mendengus, mau tidak mau harus pergi ketempat Eun-Hyuk. Pria itu mudah sekali lupa dan lalai.

Dia hanya ingin memastikan agar Eun-Hyuk tidak lupa untuk membelikannya es krim dan mungkin sebentar lagi dia akan segera tahu apa rahasia Marcus sebenarnya. Bukankah tujuan utamanya datang kesini memang untuk itu?

Hyo-Hwa berjalan pelan dengan mata yang terus fokus pada Eun-Hyuk, tanpa melihat ada seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa didepannya.

Bruk..

Tubuh Hyo-Hwa sedikit bergeser kebelakang karena ditabrak oleh wanita didepannya. Wanita itu membungkukkan badannya untuk meminta maaf tanpa mengeluarkan suara.

Hyo-Hwa membalas membungkuk, tapi sedetik kemudian terkejut saat melihat wajah wanita itu.

“Ji-Hyun onnie?” panggilnya terkejut.

Wanita itu mengangkat wajahnya dan ikut terkejut saat melihat Hyo-Hwa.

“Apa yang onnie lakukan disini?” tanya Hyo-Hwa menatap penasaran pakaian yang digunaka Ji-Hyun.

Sebenarnya bisa dikatakan biasa saja, tapi yang membuatnya terlihat sedikit aneh adalah kaus hitam polos yang dia gunakan. Ji-Hyun itu wanita feminim dan tidak suka menggunakan pakaian berwarna hitam ‘warna hitam itu hanya digunakan saat kita kepamakaman.’ Itulah kata yang sering dikatakan olehnya.

“I-itu…” jawab Ji-Hyun tergagap.

Hyo-Hwa menatap seniornya bingung, aneh sekali. Ji-Hyun yang dia kenal bukanlah orang yang mudah gugup, kecuali kalau sedang berbohong.

“Sebenarnya aku…” lanjutnya lagi.

“Hyo-Hwa ~ya” panggil Eun-Hyuk memotong pembicaraan Ji-Hyun.

Eun-Hyuk berlari kecil kearah mereka dan berdiri disamping Hyo-Hwa dengan dua es krim rasa coklat ditangannya.

Ji-Hyun menatap Eun-Hyuk dan Hyo-Hwa bergantian, dan sepertinya kali ini dialah yang akan berbalik menginterogasi Hyo-Hwa.

“Kau berkencan?” tanya Ji-Hyun atau mungkin lebih tepat dikatakan tuduhan. Caranya berbicara seperti penuntut yang sedang bertanya pada terdakwa. Sangat mendesak.

“Dengannya?” lanjut Ji-Hyun lagi tidak memberi kesempatan Hyo-Hwa berbicara.

Ji-Hyun menatap Eun-Hyuk dengan tatapan menilai. ‘Cukup tampan, tapi tentu tidak setampan kepala kepolisian Cho.’ Ujarnya dalam hati.

Ji-Hyun menopang kedua tangannya dipinggangnya, menuntut penjelasan dari hoobaenya itu. Tapi, yang ditanya malah menunduk karena tidak tahu harus menjelaskan apa. Bagaimana mungkin dia mengatakan kalau semua ini hanyalah demi sebuah informasi untuk dapat menangkap seseorang yang memiliki jabatan sebagai kepala kepolisian Seoul.

Hyo-Hwa masih menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Ji-Hyun merasa sangat bersalah dengan  keputusan yang sudah diambilnya. Wanita itu masih belum berani membela diri dari tuduhan Ji-Hyun sampai saat dia mendengar suara itu. Pria itu, Cho KyuHyun.

“Kim Ji-Hyun sshi.”

Hyo-Hwa’s POV

Aku mengangkat kepalaku saat mendengar suara itu. Suara yang begitu lembut, tipe suara bass yang hanya dimiliki olehnya.

Hari ini dia terlihat sangat tampan dengan pakaian serba hitamnya. Membuat kulit putihnya terlihat sangat kontras.

KyuHyun membuka kacamata hitamnya, membuatku bisa melihat seluruh anggota wajahnya dengan lebih leluasa. Tapi, sayang mata itu hari ini tidak mau menatap mataku. Ironis sekali.

“Cepat. Kita bisa terlambat.” Ujarnya pada Ji-Hyun onnie. Benar-benar tidak mau menatapku untuk sedetikpun.

Dia memang tidak pernah bersikap hangat padaku, bahkan sepertinya dia lebih sering mengejekku daripada mengajakku berbicara baik-baik.

Tapi, hari ini berbeda. Entahlah, aku merasa dia bersikap sangat dingin. Benar-benar mengabaikanku. Aku lebih suka kalau dia mengataiku dan membuatku marah daripada didiamkan seperti ini.

Ji-Hyun onnie menatapku dengan tatapan bersalah sebelum akhirnya mengikuti KyuHyun. Mereka berjalan berdampingan, kemudian menghilang diantara kerumunan orang-orang itu.

Ah, benar. Bodoh sekali aku. Aku tersenyum miris, KyuHyun dan Ji-Hyun onnie sama-sama menggunakan pakaian hitam. Couple-T. Berarti mereka sedang berkencan kan?.

Aku benar-benar sangat bodoh ternyata. Ji-Hyun onnie bukankah wanita paling cantik didivisi kami? Wajar saja kalau KyuHyun menyukainya dan mengajaknya berkencan. Memangnya apa yang kuharapkan? Aku sepertinya sudah terlalu masuk dalam khayalanku sendiri. Berharap kalau Cho KyuHyun hari ini datang, menyelamatkanku dari kebodohanku sendiri.

“Kau baik-baik saja?”

Aku menoleh, melihat Eun-Hyuk menatapku khawatir. Aku lupa kehadirannya. Sial sekali. Cho KyuHyun itu bisa membuatku tidak fokus dalam beberapa detik saja.

“Tentu.” Aku mencoba menjawab dengan nada tenang, tapi sepertinya itu hanyalah usaha sia-sia. Nyatanya suaraku bergetar dan sepertinya aku sudah menangis. Wajahku basah.

Aku mengabaikan tatapan khawatir Eun-Hyuk dan mengalihkan pandanganku pada es krim ditangannya. Mengambilnya dan langsung memasukkannya kedalam mulutku.

Tapi, kenapa air mata ini tidak mau berhenti? Semakin aku berusaha untuk menghentikannya, dia akan semakin memberontak untuk keluar. Menyebalkan.

Bahkan rasa manis es krim tidak membuat suasana hatiku membaik. Tidak. Aku tidak boleh menangis, masalah tidak akan selesai. Ini hanya akan memperburuk keadaan.

Aku menengadahkan kepalaku, merasakan tangan seseorang membersihkan air mata dari wajahku dengan sapu tangannya. Eun-Hyuk.

“Kau baru akan sadar kehadiran seseorang berharga atau tidak dalam hidupmu saat dia menghilang dan lenyap dari pandanganmu. Benar kan? Dan saat hal itu terjadi apa kau akan benar-benar melepaskannya?” dia berujar dengan tangan yang masih bergerak menghapus sisa air mataku yang sepertinya tidak akan berhenti untuk sekarang.

Aku tidak menjawab perkataannya, mungkin lebih tepatnya tidak tahu harus menjawab apa.

Apa benar yang dia katakan? Kalau kehadiran Cho KyuHyun sangat berharga. Aku bahkan masih belum yakin dengan perasaanku sendiri.

Eun-Hyuk menarik tanganku, mengajakku untuk duduk. Sepertinya kami sudah terlalu lama berdiri.

Mataku menatap kosong orang-orang yang berjalan didepanku, rasanya seperti rohku ditarik keluar paksa dari tubuhku. Bahkan tenaga untuk berbicara saja hampir tidak ada.

Eun-Hyuk mengambil es krim yang sudah meleleh ditanganku, kemudian membuangnya. Tangannya kembali beralih ketanganku kemudian membersihkannya dengan tisu basah. Entah sejak kapan dia memiliki benda seperti itu.

“Kau menyesal berkencan denganku?” tanyanya tanpa menatapku.

“Percuma menyesal, manusia tidak hidup dimasa lalu.” Jawabku lemah.

Aku menatapnya yang masih membersihkan sisa es krim ditanganku dengan hati-hati, perlahan aku tidak menangis lagi. Benar, aku tidak perlu menyesal.

“Kalau begitu apa aku harus mengatakan rahasia Marcus padamu sekarang?”

Aku terdiam, mendadak tidak tertarik lagi dengan semua itu. Padahal aku melakukan semua ini memang untuk itu, mengetahui rahasia Marcus yang mungkin bisa membantuku mengumpulkan informasi dan bukti untuk menangkapnya.

Eun-Hyuk melambaikan tangannya didepan wajahku, membuat perhatianku kembali teralih padanya.

“Bagaimana?” tanyanya lagi.

“Kau tidak tertarik lagi ya?” lanjutnya tidak mendengar jawaban apapun dariku.

“Sayang sekali padahal ini informasi yang sangat berharga. Kau yakin tidak mau mendengarnya?” tanyanya sambil menyandarlan tubuhnya disandaran tempat  duduk.

Eun-Hyuk terus memaksaku untuk mendengarnya, walaupun aku mengabaikannya. Rasanya semua tidak menarik lagi dan aku merasa sangat bosan.

Mataku beralih melihat dua anak kecil laki-laki yang sedang saling mengejar melewatiku, pemandangan biasa. Tapi, tiba-tiba salah seorang dari mereka menabrak seorang gadis muda yang sedang berjalan santai didepan mereka membuat tas yang berada dibahunya jatuh.

Yang membuatku merasa tidak suka adalah cara gadis itu membentak dan mengutuk dua anak kecil itu, benar-benar tidak memiliki tata karma. Anak-anak itu tampak ketakutan dan memungut tas gadis itu, tapi gadis itu malah menepis kasar tangan mereka.

“Jangan sentuh!” Katanya kasar.

Salah satu dari bocah itu mulai menangis karena ketakutan dan gadis kasar itu langsung pergi tidak peduli sedikitpun.

Aku bangun dari dudukku, diikuti oleh Eun-Hyuk yang sepertinya juga melihat kejadian tadi. Anak itu masih menangis saat aku menghampirinya, dan seorang anak lagi terlihat sedang membujuknya.

Eun-Hyuk menundukkan tubuhnya hingga sejajar dengan anak kecil yang sedang menangis didepannya.

“Wae~? Ahjumma tadi bersikap jahat padamu?”tanya Eun-Hyuk menghapus air mata anak kecil itu.

Anak itu mengangguk dan masih terus menangis, aku tidak tahu harus mengatakan apa untuk membuatnya berhenti menangis.

“Oppa akan memukulnya untukmu. Jadi jangan menangis lagi, arachi?” bujuk Eun-Hyuk. Isakan anak itu sedikit demi sedikit berhenti, dia itu benar-benar sangat menyukai anak-anak sepertinya.

“Bagus, laki-laki itu tidak boleh cengeng.” Ujarnya lagi mengelus rambut hitam anak itu.

“Gomawo~ ahjussi.” Ujar anak itu manis.

Aku bisa melihat wajah merengut Eun-Hyuk saat dia dipanggil ahjussi. Anak itu membungkukkan badannya dan langsung pergi.

Eun-Hyuk masih dengan posisi tubuhnya tadi, memperhatikan kedua anak kecil itu. Sepertinya dia akan menjadi ayah yang baik nanti.

Aku masih memperhatikan Eun-Hyuk saat mataku menatap sebuah pil putih didekat sepatuku. Penasaran, aku mengambilnya dan memperhatikannya dengan teliti.

Mataku membulat sempurna saat mengetahui pil apa yang sedang ada ditanganku saat ini. Demerol?

Demerol termasuk dalam kelompok obat penghilang rasa sakit yang disebut narkotika. Dalam hal ini mirip dengan morfin. Ia bekerja dengan menumpulkan pusat persepsi nyeri di otak. Demerol digunakan untuk mengobati nyeri sedang-ke-berat. Hal ini juga dapat digunakan sebelum atau selama operasi dan untuk menghilangkan rasa sakit selama persalinan dan melahirkan.

Kalau dilihat dari sifatnya yang sangat tidak menyukai anak kecil tidak mungkin gadis itu baru saja melahirkan.

Bukankah tadi dia begitu marah saat anak itu mengambil tasnya?

Kakiku langsung bergerak mengejar gadis tadi, aku harus memastikannya. Demerol sudah ditarik dari peredaran dan pemerintah sudah melarang para medis untuk  menggunakannya   karena efek samping yang ditimbulkan.

Apa gadis tadi pengedar atau hanya pemakai?

Author’s POV

Eun-Hyuk berdiri saat melihat Hyo-Hwa tiba-tiba berlari, meninggalkannya sendiri.

“Ya! Hyo-Hwa~ya neo eodiga?” teriaknya keras.

Hyo-Hwa menghentikan langkahnya, berbalik menatap Eun-Hyuk.

“Maaf, aku harus pergi kesuatu tempat.” Jawab wanita itu cepat dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Ck, tega sekali meninggalkanku sendiri.”

*****

Gadis pengedar itu berusaha berjalan senormal mungkin, tidak menunjukkan kalau sebenarnya  dia sedang terburu-buru. Karena ternyata orang yang ingin membeli Demerol itu tidak datang. Dan sepertinya dia sadar kalau ini adalah jebakan dari pihak kepolisian.

“Tangkap dia saat keluar dari taman hiburan, jangan sampai pengunjung disini tahu.” Perintah KyuHyun pada bawahannya dengan menggunakan earphone.

Dia sendiri kini tengah berdiri dibalik pohon besar tidak jauh dari pintu masuk taman hiburan itu. Memantau gerak-gerik gadis pengedar narkotika yang sedang berbicara dengan handphonennya.

Gadis itu cantik, kulitnya putih dan tubuhnya mungil. Mereka memanggilnya Opium. Berasal dari nama bunga opium, bunga yang jika disaripatikan dari opium poppy(papaver somniferum) & disuling dapat membuat morfin, kodein & heroin. Jenis-jenis narkotika paling berbahaya, nama yang sesuai dengan pekerjaannya.

Dia tidak terlihat seperti seorang pengedar sedikitpun dengan wajah polos serta umurnya yang masih muda. Tapi, sebenarnya dialah kaki tangan dan orang kepercayaan Hitler. Hitler, itu nama samarannya. Dia adalah mafia narkotika paling besar di Seoul, belum ada banyak  informasi yang didapatkan tentangnya. Hanya saja ada desas desus kalau sebenarnya Hitler itu adalah salah satu orang berpengaruh di Seoul.

KyuHyun masih memperhatikan setiap gerakan tubuh Opium, sebentar lagi dia akan keluar. Mereka harus sangat hati-hati karena kemungkinan besar dia memiliki penjaga yang siap membunuh siapapun yang menganggu tugasnya.

Tinggal beberapa meter lagi dari pintu keluar, perhatian KyuHyun awalnya masih terfokus pada targetnya sebelum akhirnya teralihkan saat melihat Hyo-Hwa yang sedang berlari mengejar Opium.

“Apa yang dia lakukan?”

*****

KyuHyun’s POV

“Tunggu sebentar, nona?” ujar Hyo-Hwa sedikit berteriak.

Opium tidak berhenti dan terus melanjutkan langkahnya. Bagus, semoga saja dia tidak mendengar panggilannya.

Hyo-Hwa menambah kecepatan larinya hingga dapat menjangkau bahu gadis pengedar itu, membuat langkah gadis itu terhenti saat itu juga.

Jantungku berpacu begitu cepat saat aku melihat Hyo-Hwa mengeluarkan kartu pengenal detektifnya. Dia… Kenapa begitu ceroboh?

Opium menyeringai, membuatku merasakan firasat yang sangat buruk tentang apa yang akan dilakukannya setelah ini. Dia melirik seseorang yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri, mungkin sekitar lima meter. Aku melihat dengan jelas seorang pria mengeluarkan sesuatu dari dalam tas baseballnya. Itu… Sniper?

Tidak ada yang memperhatikannya, dia bersembunyi dibalik pohon dan mulai merangkai bagian-bagian snipernya kurang dari satu menit. Dan dalam hitungan detik dia sudah mengarahkan sniper itu kearah Hyo-Hwa.

Kakiku langsung bergerak, otakku bahkan tidak berfungsi lagi saat ini. Yang bisa kufikirkan hanyalah bagaimana caranya menyelamatkannya, memastikan kalau dia akan baik-baik saja.

“Dasar detektif bodoh” aku masih sempat mendengarkan kata terakhir yang diucapkan Opium.

Hyo-Hwa hanya berjarak beberapa langkah lagi dariku. Aku pasti akan menyelamatkannya.

Aku menarik tubuh Hyo-Hwa kedalam pelukanku, dia tampak terkejut dengan kehadiranku tapi sedetik kemudian dia meringis karena aku menjatuhkan tubuhku dan tubuhnya yang masih didalam pelukanku ketanah.

Beberapa detik kemudian aku melihat tubuh Opium yang limbung dan langsung menghantam tanah. Sasaran meleset.

Aku langsung bangun dan duduk, masih dengan posisi tubuh Hyo-Hwa dalam pelukanku. Tidak mungkin melepaskannya dalam keadaan seperti ini, tahu kalau pria tadi tidak mungkin membiarkanku dan Hyo-Hwa pergi begitu saja. Pria itu menyeringai, kembali mengarahkan snipernya kearahku dan Hyo-Hwa.

Hanya dalam hitungan detik, aku mengambil revolper dari dalam jaketku dan langsung mengarahkannya pada pria itu. Tanpa menggunakan pengedap suara, walaupun semuanya akan berakhir tidak sesuai rencana dan mungkin aku akan mendapat teguran keras karena sikapku yang terlalu egois.

Tapi, aku melakukan semua ini karena aku harus melindunginya. Tidak peduli dengan resiko apa yang akan kuhadapi nanti. Aku menemukan satu titik kosong dari kerumunan orang-orang yang berjalan disekitarku.

Dorr..

Aku menembak tepat sebelum dia menarik pelatuknya, sayang sekali ini memang kelebihanku. Kecepatan dan keakuratannya mencapai 95%. Pria itu terjatuh, bersamaan dengan darah yang mengucur keluar dari lengan kanannya.

Taman hiburan yang awalnya penuh dengan tawa dan suara anak-anak ini berubah, mereka semua berteriak dan berlari mencoba menyelamatkan dirinya. Dan saat itu juga semua anggota kepolisian dan detektif yang berada disana mencoba untuk membawa mereka keluar dengan tenang. Walaupun ada kemungkinan masih ada anak buah Hitler diantara mereka.

Aku berdiri, menarik tangan Hyo-Hwa dan membawanya ketempat yang sedikit sepi. Aku takut kalau ada yang masih mengincarnya.

Wanita itu diam, mungkin masih shock dengan kejadian tadi. Tubuhnya berdiri tepat didepanku, hanya satu langkah saja jarak diantara kami akan menghilang. Biasanya dia akan menjaga jarak denganku, tapi hari ini dia terlihat berbeda.

Kepalanya menunduk, tidak berani mengangkatnya dan membalas tatapanku yang terus tertuju padanya.

“Kau fikir apa yang sedang kau lakukan, hah?” tanyaku emosi. Dan sepertinya ini pertama kalinya aku membentaknya seperti ini.

Tubuhnya sedikit terperanjat, terkejut dengan suaraku yang keras. Entahlah, aku tidak bisa menahan amarahku sekarang. Apalagi dengan kenyataan bahwa dia hampir saja mati tadi.

“Bersikap sok pahlawan. Kau tidak sedang dalam masa tugasmu, kau fikir akan ada penghargaan untukmu?”

Baiklah, aku tahu ini sedikit kasar tapi memang tidak ada kosakata lain yang tertinggal dikepalaku. Aku hampir gila karena semua ini.

Dia masih diam, benar-benar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Aku menggeram, wanita ini sangat bodoh. Apa dia tidak tahu kalau aku sangat mencemaskannya?

“Ini terakhir kalinya aku melihat tindakan cerobohmu ini. Kau tidak cocok didunia ini Park Hyo-Hwa sshi, hentikan saja. ”

“Kau benar.”

Aku terkejut, bukan karena jawabannya melainkan suaranya yang bergetar.

“Aku memang sangat ceroboh dan tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Bukankah kau atasanku? Kalau kau mau kau bisa memecatku sekarang.”

Bukan itu bodoh. Aku mencemaskanmu, kenapa aku menyukai wanita bodoh tidak peka sepertimu?

Dia menegakkan kepalanya, menatapku dengan mata yang mulai berair.

“Aku hanya menganggumu selama ini. Aku minta maaf”

Air matanya mengalir tepat saat dia mengucapkan kata-kata itu. Dia membungkukkan badannya, dan berbalik.

Ingin meninggalkanku? Lagi?

Sayang sekali aku tidak akan melepaskanmu mulai sekarang. Tidak, jika itu berarti aku harus melihatmu tidak aman bersama pria lain.

Tanganku bergerak menangkap tubuhnya yang masih berada dalam jangkauanku, tangan kananku melingkar disekeliling perutnya dan tangan kiriku berada disekitar pundak dan lehernya. Aku menarik tubuhnya mendekat, membuat jarak diantara kami menghilang.

“Bodoh.” Aku berbisik, mencium aroma tubuhnya yang masih sama. Bau salju.

“Kau memang bodoh.” Ujarku lagi semakin mengeratkan pelukanku.

Maaf, tapi walaupun beberapa kalipun kau menolak aku tetap tidak bisa melepaskanmu. Terlalu sulit. Seperti yang pernah dia katakan. Cinta itu tentang menjadi egois. Saat aku lebih mengutamakan berfikir dengan ego-ku daripada berfikir dengan akal sehatku.

Hyo-Hwa tidak bergerak sama sekali, dia hanya diam. Jantungku berdetak sangat keras, seperti akan meledak. Aku yakin dia bisa merasakannya. Bukankah itu akan lebih baik? Dia akan tahu kalau sebenarnya aku menyukainya.

“Kepala Kepolisian Cho?”

Entah mendapat kekuatan darimana, Hyo-Hwa langsung mendorong tubuhku dengan sekali gerakan membuat tubuh kami terpisah begitu saja.

Wajahnya memerah, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Terlihat sangat gugup.

Aku menolehkan wajahku, melihat seorang polisi muda yang melihat kami dengan tatapan terkejut sekaligus ingin tahu. Pria yang memanggilku tadi, yang merusak acaraku juga.

“Ma-maaf. Silahkan dilanjutkan.” Ujar polisi muda itu gugup.

Aku melirik Hyo-Hwa yang menatap shock polisi muda didepannya, wajahnya semakin memerah membuatnya terlihat semakin manis. Mungkin akan sangat menyenangkan kalau bisa mengerjainya lagi sekarang.

“Kami bisa melanjutkannya nanti.” Jawabku acuh seolah itu bukanlah apa-apa.

Mulut Hyo-Hwa menganga mendengar jawabanku, dia menundukkan wajahnya sedetik kemudian. Menyenangkan sekali mengerjainya.

“Katakan, ada apa?”

Polisi muda itu kembali memfokuskan diri padaku, setelah terlalu lama memperhatikan tingkah Hyo-Hwa yang terlihat salah tingkah sendiri.

“Kami sudah menangkap, Opium dan pengawalnya. Inspektur Kim menunggu perintah anda selanjutnya.”

“Baiklah, aku kesana sekarang.” Ujarku kemudian melihat kearah Hyo-Hwa yang masih berdiri mematung disampingku.

Aku mengulurkan tanganku agar bisa menjangkau telapak tangannya dan langsung mengenggamnya  erat.

Wanita itu tampak ingin melepaskan dirinya, tapi tentu aku tidak akan membiarkannya. Sudah kubilang kan aku tidak akan melepaskannya lagi. Tangan yang ada dalam genggamanku ini.

“Kau harus ikut denganku.”

Dia melihatku dengan tatapan ‘Apa maksudmu?’. Tidak, aku bukan tipe romantis yang pandai berbicara manis dan merayu. Jadi maaf saja aku tidak akan mengatakan maksudku yang sebenarnya.

“Kau akan membuat masalah lagi kalau aku meninggalkanmu sendiri.”

Hyo-Hwa mengembungkan pipinya, marah sepertinya. Tapi malah terlihat sangat manis. Aku menariknya agar mengikuti jalanku, dia tidak berusaha memberontak lagi.

Perasaan yang sangat membingungkan. Saat aku menggenggam tangannya, aku merasa bahwa semuanya akan  baik-baik saja asalkan aku masih bisa menggenggam tangan ini.

Hyo-Hwa tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menarik tanganku, menyuruhku untuk berhenti juga.

“Apa?” tanyaku bingung.

“Kau tidak bermaksud mempermalukanku didepan inspektur Kim dan seluruh pegawai yang berada disana kan?”

Aku melihat ketempat yang dia maksud, mungkin ada sekitar 30 orang. Baiklah sepertinya tidak akan berbahaya lagi jika dia berbaur dengan seluruh anggota kepolisian itu.

“Baiklah, asalkan kau berjanji untuk tidak membuat masalah lagi.” Ujarku memperingatkannya.

Walau sebenarnya hal yang ingin kukatakan adalah ‘Asalkan kau bisa menjaga diri dengan baik.’

Wajahnya merengut marah, kemudian mengangguk. Aku melepaskan tangannya dan sedetik kemudian dia langsung berjalan mendahuluiku. Setidak suka itukah? Tapi, maaf aku terlalu egois untuk melepaskanmu.

*****

Hyo-Hwa’s POV

Aku berjalan dengan langkah besar-besar meninggalkan KyuHyun. Dia benar-benar gila! Mau membuatku mati terkena serangan jantung apa?

Aku memegang dada sebelah kiriku yang terasa sakit karena jantungku yang berdetak terlalu cepat. Kalau aku berada didekatnya sedikit lebih lama lagi aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada jantungku ini.

Kejadiannya terlalu cepat, membuatku berfikir kalau semua ini hanyalah mimpi. Seharusnya aku berterima kasih padanya, tapi tidak ada kesempatan untuk mengatakannya. Aku bahkan masih ingat bagaimana dia menyelamatkanku.

Dan saat dia akan menembak, itu pemandangan terbaik yang pernah kulihat. Dia terlihat sangat tampan dengan wajah seriusnya itu.

Banyak sekali polisi dan detektif, tidak mungkin mereka sampai hanya dalam waktu 10 menit. Apa memang mereka sudah berada disini sejak awal?

Seseorag menepuk pundakku, aku membalikkan tubuhku melihat Ji-Hyun onnie yang melihatku dengan senyum jahilnya. Jangan-jangan dia melihatnya tadi, saat KyuHyun… Ah, mengingatnya saja sudah membuat wajahku merah.

“Jadi kau sudah kembali pada kepala kepolisian Cho?” tanyanya masih dengan senyum jahilnya.

“Kembali? Apa maksud perkataan onnie itu? Memangnya aku punya hubungan apa dengannya” balasku tergagap.

Aku bisa melihat KyuHyun yang sedang melirik kearahku, jangan-jangan dia mendengar apa yang kukatakan.

“Sudah. Tidak usah malu. Aku melihat kalian yang sedang berpelukan mesra tadi. Membuat iri saja.”

Jangan bertanya lagi bagaimana wajahku sekarang. Pastinya hampir sama dengan warna tomat. Memalukan sekali.

“Tapi onnie kau belum mengatakan padaku. Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku mengalihkan perhatian.

Cukup, jangan bahas hal itu lagi. Sangat memalukan.

“Kau tahu kan Hitler?”

Aku mengangguk, Hitler itu bukankah mafia narkotika yang sangat sulit dilacak? Hampir semua anak buahnya lebih memilih mati daripada harus membocorkan rahasia tuannya itu.

“Kami mendapat informasi kalau Opium, anak buah kesayangannya itu akan melakukan transaksi hari ini. Jadi kami datang dengan sedikit penyamaran.”

“Lalu? Kenapa onnie tidak memberitahuku?” tanyaku sedikit emosi.

“Karena kepala kepolisian Cho yang memintanya.” Jawabnya polos.

“Apa?”

“Dia bilang kau ada urusan pribadi dan tidak ingin menganggunya.” Jelasnya dengan mata yang jelas-jelas sedang menghakimiku.

“Kau tahu? Dia itu pria yang sangat baik. Dia bahkan membiarkanmu pergi dengan pria lain dan berselingkuh dibelakangnya.”

“Se-selingkuh? Aku? Onnie kau jangan bercanda denganku. Memangnya kami berpacaran? Berhenti mengatakan hal itu.” Ujarku membela diri.

Ji-Hyun onnie tidak membalas perkataanku lagi, malah menggerakkan kepalanya menyuruhku melihat kebelakang. Lagi-lagi tersenyum jahil, membuat perasaanku tidak enak saja.

Aku menoleh kebelakang dan melihat KyuHyun yang sedang berjalan kearahku.

“Nah, selamat bersenang-senang~” godanya menepuk pundakku dan langsung pergi begitu saja.

“O-onnie~” panggilku ingin menahannya, tapi dasar Ji-Hyun onnie dia tidak mempedulikanku dan malah terkikik sendiri sambil berlari.

“Kita pulang?”

Aku tidak menjawab dan tidak membalas tatapannya juga. Kenapa aku bisa segugup ini.

“Diam berarti iya.”

Apa katanya? Enak saja menafsirkan pemikiran orang. Dia pikir dia siapa?

Tangannya kembali menarik tanganku agar mengikutinya, kenapa hari ini aku merasa seperti anak kecil yang bisa dibawa kesana kemari olehnya.

Aku menundukkan kepalaku dalam, tidak melihat kedepan sama sekali. Hanya mengikuti jalannya saja.

“Jadi, apa pangeran sudah berhasil menyelamatkan putri dari naga jahat?” Aku mengangkat kepalaku mendengar suara seseorang yang sepertinya Eun-Hyuk.

Benar, itu Eun-Hyuk. Dia berdiri dengan tangan bersidekap dada dan menyandarkan dirinya ditembok tepat disamping pintu masuk taman hiburan.

“Pada akhirnya aku hanyalah seekor naga jahat iya kan?” dia bertanya dan melirikku yang berdiri disamping KyuHyun.

KyuHyun berdiri didepanku, menyembunyikan tubuhku dibelakangnya. Mereka tidak akan bertengkar kan?

“Hentikan hyung.” Ujarnya masih dengan suara yang sangat tenang.

“Kumohon.”

Aku sedikit terkejut dengan nada suaranya. Dia tidak terlihat seperti orang yang mudah menyerah dan suka mengalah. Ini pertama kalinya aku mendengarnya berbicara dengan nada memelas seperti itu. Seperti bukan dia saja.

“Tenang saja, aku tidak akan merebutnya darimu lagi.” Ujar Eun-Hyuk santai.

Dengan langkah pelan mulai berjalan kearah kami. Dia sedikit melirikku yang masih disembunyikan oleh KyuHyun dipunggungnya kemudian tersenyum.

“Aku akan mengatakan satu hal penting jadi dengarkan baik-baik.” Ujarnya pada KyuHyun.

Eun-Hyuk mendekatkan wajahnya ditelinga KyuHyun dan mulai membisikkan sesuatu. Aku tidak bisa mendengarnya dan sepertinya mereka akan marah kalau aku menguping. Setiap orang itu punya privasi.

Eun-Hyuk melambaikan tangannya kearahku “Sampai jumpa lagi~.” Aku tersenyum, ternyata dia sangat manis kalau sedang tersenyum sambil melambai seperti itu.

Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan oleh Eun-Hyuk kepada KyuHyun. Tapi, tiba-tiba rasa ingin tahu dan penasaranku meningkat drastis.

Dan alasannya adalah… Karena senyuman pria ini. Aku berdiri disampingnya, memastikan kalau dia benar-benar tersenyum atau tidak. Dan saat itu juga aku baru sadar kalau Cho KyuHyun memiliki senyuman semenggemaskan itu.

Dia tersenyum, mengampit bibir atas dan bawahnya bersamaan membuat dagunya berkerut. Menggemaskan sekali. Aku yakin tidak ada yang memiliki senyuman yang lebih manis darinya.

Dia menoleh kearahku, masih tersenyum.

“Hyo-Hwa~ya.”

Eung? Seseorang tolong tampar aku. Sejak kapan dia bisa berbicara manis seperti ini? Sebenarnya apa yang sudah dikatakan Eun-Hyuk padanya?

“Hari ini…” dia mengambil jeda sejenak. Kemudian menarik nafasnya dan semakin mengeratkan genggaman tangannya padaku.

“Hari ini lupakan tentang status kita.”

Aku mengerutkan keningku bingung, memang kami memiliki status seperti apa?

“Lupakan kalau aku adalah Marcus juga Kepala Kepolisian Cho dan lupakan kalau kau adalah detektif. Hari ini kau adalah Park Hyo-Hwa, kekasih Cho KyuHyun. Kau mengerti?”

Dia bahkan tidak menanyakan pendapatku apakah setuju atau tidak. Egois sekali.

“Diam berarti iya.”

Rasanya ingin sekali memukul kepalanya itu, selalu bersikap sesuka hatinya.

“Karena aku adalah pacarmu kau hanya boleh melihatku saja hari ini.”

Dia lagi-lagi tersenyum, kali ini penuh kharisma. Tapi, pikiran macam apa itu? Kekanakan sekali.

“Ayo.” Dia berbalik, bukannya pulang malah kembali masuk kedalam taman hiburan ini.

“Mau kemana?” tanyaku akhirnya.

Bagaimana kalau ada anggota kepolisian yang melihatku berjalan dengannya begini. Mau dibawa kemana wajahku?

“Kau lupa? Kita sedang berkencan.”

“Mwo?”

*****

Author’s POV

“Hyo-Hwa menyukaimu.” Bisik Eun-Hyuk pelan.

KyuHyun awalnya tidak percaya, tapi kemudian tersenyum seperti anak kecil saat mendengar Eun-Hyuk melanjutkan kata-katanya.

“Tadi dia menangis saat melihatmu pergi dengan wanita lain.” Lanjutnya.

Eun-Hyuk melirik Hyo-Hwa yang masih disembunyikan dibalik punggung KyuHyun, melambaikan tangannya pada Hyo-Hwa mengucapkan selamat  tinggal. Pria itu pergi, baru akan melewati pintu masuk taman hiburan, tapi sesaat menghentikan langkahnya karena penasaran dengan pasangan itu.

Eun-Hyuk tersenyum saat melihat KyuHyun mengenggam tangan Hyo-Hwa dan membawanya kembali kedalam taman hiburan.

“Dasar pria bergolongan darah A.” ejek Eun-Hyuk dengan suara pelan.

Biasanya seseorang dengan golongan darah A memiliki sifat yang sangat pemalu dan Eun-Hyuk menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mendesak KyuHyun agar mau memperlihatkan perasaannya secara terang-terangan pada Hyo-Hwa.

Tapi, Eun-Hyuk tidak mengetahui satu hal penting. Bahwa Hyo-Hwa juga bergolongan darah A. Pasangan yang sama-sama memiliki sifat pemalu ekstrim. Pasangan bergolongan darah A.

*****

“Taman hiburan sudah ditutup, apa yang mau kita lakukan disini?” tanya Hyo-Hwa malas, tentu saja sudah ditutup setelah kejadian tadi memangnya siapa yang mau tinggal disini dengan kemungkinan mereka akan mati.

Para anggota kepolisian itu sudah kembali kemarkas besar mereka, mengikuti perintah yang sudah diberikan KyuHyun tadi. Dan sekarang taman hiburan itu sudah sangat sepi.

KyuHyun tidak menjawab pertanyaan Hyo-Hwa masih menggenggam tangan wanita itu membawanya ketempat ice skating.

“Aku mau pulang!” Hyo-Hwa mulai merajuk, tapi KyuHyun tidak mempedulikannya sama sekali.

“KyuHyun!” panggilnya lagi.

KyuHyun tidak menjawab, dia membuka pintu masuk tempat ice scating itu dan langsung menarik paksa wanita itu agar mau masuk.

“Kau tidak pernah melihat didrama? Pasangan biasanya berkencan disini.” Ujar KyuHyun menjelaskan. “Dan hanya ada kita berdua, anggap aku sudah sengaja menyewanya.”

Hyo-Hwa mengembungkan pipinya, sangat geram dengan tingkah semena-mena pria didepannya ini.

“Pada kenyataannya kau tidak menyewanya.” Sindir wanita itu.

“Kau tidak bisa bersikap baik padaku ya? Aish~ menyebalkan sekali sikapmu.”

“Memangnya kenapa aku harus bersikap baik padamu?”

KyuHyun menatap tidak percaya wanita didepannya. ‘Dasar otak udang.’ Teriak pria itu dalam hati. Bukannya memarahinya, KyuHyun malah menarik pinggang Hyo-Hwa agar semakin tubuh wanita itu dekat dengannya.

“Kau lupa?” bisiknya pelan semakin mendekatkan wajahnya pada wanita itu. “Aku pacarmu.”

Hyo-Hwa mengedipkan matanya berkali-kali, berusaha agar tetap sadar dan tidak terlihat memalukan didepan KyuHyun, karena sepertinya kesadarannya bisa menghilang kapan saja saat berada dijarak yang terlalu dekat dengan pria itu.

KyuHyun tersenyum, membuat jantung Hyo-Hwa berdetak semakin cepat. Pria itu harus mengurangi kadar ketampanannya sedikit.

“Cepat pakai sepatumu.” Ujar KyuHyun akhirnya, melepaskan tangannya dari pinggang wanita itu.

Mengantisipasi agar dia tidak melakukan hal yang tidak-tidak di kencan pertama mereka. Pria itu memikirkan banyak hal. Termasuk kemungkinan kalau wanita itu akan tidak nyaman dengan sikapnya yang terlalu berlebihan dan terlalu ingin memilikinya. Dia tentu tidak menyerah, hanya saja sedang memberi waktu agar wanita itu mulai membiasakan dirinya.

*****

KyuHyun sudah berdiri ditengah lapangan ice skating, berdiri dengan tangan yang terselip disaku celananya. Dia berdiri dengan posisi membelakangi Hyo-Hwa jadi pria itu tidak tahu kalau ternyata wanita itu sudah masuk dengan susah payah.

“Kau ingin membuat semua tulangku patah kan?”

KyuHyun membalikkan tubuhnya saat mendengar suara Hyo-Hwa. Dia tersenyum, melihat bagaimana wanita itu berusaha keras memegangi tiang besi pembatas dipinggir lapangan ice skating itu. Alasan sebenarnya adalah karena wanita itu tidak bisa main ice skating sama sekali.

Karena itulah dia terus merajuk ingin pulang, terlalu malu mengatakannya pada KyuHyun karena pasti akan menjadi bahan ejekan lagi untuknya.

“Kau tidak bisa main ice skating?” tanya pria itu menghampirinya.

“Apa itu sebuah pertanyaan? Seharusnya dengan sikapku ini kau sudah tahu.” Omel wanita itu masih memegang erat besi didepannya.

“Bukankah itu lebih bagus. Aku bisa mengajarimu.” KyuHyun tersenyum. Lagi-lagi membuat Hyo-Hwa merasa jantungnya akan meledak.

KyuHyun mengulurkan tangannya, menunggu tangan Hyo-Hwa menggenggam tangannya. Perlahan Hyo-Hwa melepaskan pegangannya pada besi-besi itu dan mulai menjadikan tangan KyuHyun sebagai pegangannya.

KyuHyun menggenggam tangan wanita itu sangat erat, untuk dua alasan. Pertama, agar wanita itu tidak jatuh. Dan kedua, karena itu adalah keinginannya. Hal yang selalu ingin dia lakukan, memastikan tangan itu berada didalam genggamannya.

“Seperti didalam drama bukan?” KyuHyun mulai menggoda Hyo-Hwa lagi, membuat wajah wanita itu yang sudah merah semakin memerah.

Wanita itu tidak bisa berkonsentrasi, bagaimana bisa? Jika ada seorang pria tampan yang terus memperhatikannya.

Perlahan, KyuHyun membawa Hyo-Hwa agar bisa meluncur bersamanya. Agak sedikit sulit, karena Hyo-Hwa terus melihat kebawah bukannya kedepan. Setelah beberapa menit, KyuHyun mulai melepaskan genggaman tangannya membiarkan Hyo-Hwa berjalan sendiri.

Hanya beberapa detik sebelum akhirnya terdengar suara jatuh yang cukup keras.

“Aduh~” Hyo-Hwa meringis, memegangi pinggangnya yang sedikit nyeri.

“Kau benar-benar bodoh ya.” Ejek KyuHyun.

“Aku memang bodoh.” Balas wanita itu sengit.

KyuHyun malah tersenyum, melihat wajah marah Hyo-Hwa yang terlihat sangat manis baginya.

“Kau senang sekali menganiayaku bukan?” wanita itu mulai mengomel lagi. “Maaf, sebaiknya kau mencari korban lain. Karena hari ini aku sudah sangat lelah.”

Hyo-Hwa mulai berjalan dengan hati-hati, berusaha keras agar tidak terjatuh lagi. KyuHyun menatap punggung wanita itu dengan sedikit rasa marah. Marah pada wanita bodoh yang tidak menyadari perasaanya dan selalu meninggalkannya sendiri.

KyuHyun mengikuti wanita itu dari belakang, sebenarnya ingin berteriak dan mengatakan kalau dia menyukainya. Tapi, dengan status mereka saat ini hanya akan membuat hubungan mereka semakin canggung.

“Setidaknya aku bisa mengantarmu pulang.” Ujar KyuHyun pelan.

“Karena aku pacarmu.”

Hyo-Hwa menghentikan langkahnya mendadak membuat keseimbangannya hilang dan hampir terjatuh kalau saja KyuHyun tidak dengan cepat menghampirinya dan langsung menangkap tubuhnya.

Pria itu lagi-lagi tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memeluk wanita yang masih berdiri dengan posisi membelakanginya ini. KyuHyun membalikkan tubuh Hyo-Hwa secara perlahan membuatnya bisa menatap wajah wanita itu. Dia mulai melingkarkan tangannya disekeliling punggung wanita itu, menarik tubuhnya semakin mendekat sehingga tidak memiliki jarak sama sekali.

‘Mungkin sedikit membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengatakannya. Tapi, walaupun aku tidak mengatakannya secara langsung padamu aku ingin kau setidaknya menyadarinya dengan sikapku. Kumohon, berhentilah berpikiran bodoh.’

TBC…

Penuh dengan adegan pelukan. Author lagi pengen dipeluk KyuHyun *sarap

Mian part ini membosankan dan sepertinya terlalu romantis, entah kenapa mendadak penyakit romantis author kambuh *stress sendiri

Tapi, saya tetap berharap readers masih mau baca ff ini. Hehehe… Anyeooong~ ^^

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , , . Tandai permalink.

98 Balasan ke Catch Me If You Can (Part 4)

  1. srizakyu berkata:

    Kyaaaaa!!! Author, love you dah!^^ *apaseh? #lebeh

  2. minrakyu berkata:

    wah publis,,publis..

    suka deh..
    banyak adegan pelukannya..
    aghh..akhirnya kyu bersikap frontal juga ni ama hyo hwa..

  3. LJK~ berkata:

    haha sfat dan sikap kyuhyun manis dengan caranya trsendiri
    Yah msa cuma pacaran sehari
    Tp aku suka ikrar kyuhyun yg gk akan melepaskan hyo hwa
    Yay!
    Hahaha
    Author jgn lama2 dong publisnya t.t
    Hehe

  4. sartika berkata:

    thor ikutan dong dipeluk ma kyu.. huaaa…
    pacaran ala polisi seru jga yak.. kkkk…
    buruan dong resmiin tuh hubungan..
    Hyuk kasiman yaa,, sing sabar ya hyuk..

    • kyuhae berkata:

      jelas donk enak, scra yg meluk kyu… *histeris sndiri
      entar klu hbngannya diresmiin, si marcus bisa nyuri seenaknya donk? ooh tak bsa..
      hehehe…

  5. kyu~ manis banged sih….
    “Cinta itu tentang menjadi egois. Saat aku lebih mengutamakan berfikir dengan ego-ku daripada berfikir dengan akal sehatku.” kyu bener” egois dah!
    “Sudah kubilang kan aku tidak akan melepaskannya lagi. Tangan yang ada dalam genggamanku ini.” –> aq suka ma kata” ini….

    part ne bnr” so sweet….
    author keren dah…. tp aq msh penasaran ma pemburuan marcus…. heheeee

    • kyuhae berkata:

      syukur deh klu suka, smpat takut sih awalnya pas mau publis.
      takutnya terlalu romantis dan ngebosenin.
      pemburuan Marcus msh berlanjut kok, tunggu stelah pesan2 brikut ini *Plak
      hehehe ^^

  6. kim hyojin berkata:

    anyeong🙂 aku reader baru
    fia imnida😀 15yo
    sebenarnya udah ngikutin ff ini dari awal, mian baru bisa komen di part ini🙂
    kyaaa keren banget part ini unn
    melting +++ aku liat sikap so sweetnya kyuhyun ke hyohwa cuek tapi sebenarnya perhatian. Daebak~ ditunggu kelanjutannya unn😀

  7. nhisa berkata:

    kerennnnnn….
    So sweeettt….
    Huaaaa sumpah ngebayangin kyuhyun nembak pasti tampan & keren pake banget tuh…
    part ini bener-bener romantissssss…tisss….tisss

    • kyuhae berkata:

      iya, sya ngebayanginnya aja jd gmna gtu.
      dan pas lhat MV SPY, terjawablah sbrpa seorang tmpan Cho Kyuhyun saat sedang menembak *pingsan

      hehehe trimakasih🙂

  8. MiyaELF berkata:

    Kemaren absen liat blog eonni, pas sekarang liat ternyata Catch me if you can udah alnjut *senangnya

    aku pikir bakal ada adegan pembunuhan, ternyata nggak hehehehe
    jangan lama-lama dong eon ngepost nya ToT
    lumutan nunggunya eonn ToT

    • kyuhae berkata:

      kmu ska ada adegan pmbnuhan y? tp jujur itu susah bnget bkinnya…

      lumutan ? sini onnie bersihin *plak!
      mian y klu kelamaan…

      • MiyaELF berkata:

        iya…..
        hehehehe
        kalau nggak perampokan atau tindakan kriminalnya banyakin, jadi kesan detektifnya ada gitu hehehehehe

        dan semoga part nya pannnnjjjjjaaaaannnnngggggg dan nggak ngebosanin hehehehe

        tapi aku selalu suka karakter Kyu yang Eonni bikin loh (≧∇≦)/

      • kyuhae berkata:

        klu kepanjangan malah ngebosenin nanti… hehehe
        rencananya di next part memang ada adegan perampokan gtu sih, tp gk tau jg gmna idenya nanti.

        trimakasi udh suka karakter Kyu versi onnie… *terharu

  9. Amii berkata:

    Manis sekaliii… Aku suka loh klo ada adegan romantisnya, pelukan pula. Serasa ada yg beterbangan d perut aku pas bacanya#eh
    Tanpa ada pengakuan cinta sebelumnya, Kyu tlh nganggep Hyo kekasihnya… oO egois sekali, tp kerenan Kyu bersikap kyk gitu… :’)

  10. Amii berkata:

    Next part eon, aku tunggu. Terimakasih.
    Fihgting!!! #bow

  11. magnaelover berkata:

    Woooaaaah adegannya kurang banyak !!!! Ayo dong buat mereka beneran jadi щ(ºДºщ) greget bgt sumpah sama hyo-hwanya !!!! Errrrrrr …
    Part 5nya mana ???? Ayoooo lanjutkan author ! Seru nih !

  12. Drei_KYU berkata:

    aigoo… manisnya!! ak suka adegan pas kyuhyun nyelamatin hyo-hwa ^^ pasti anget tu dipeluk kyuhyun *mau*
    lanjutannya ditunggu oen!!

  13. ardhiawiras berkata:

    baca fanfic ini sampe berkali-kali loh! Di blog iya, di facebook juga iya kekeke~
    aku suka pas bagian Kyu mau nyelametin Hyo. Kayaknya aku sehati sama Hyo wkwk sama-sama ngebayangin betapa tampannya kepala kepolisian itu ketika menembak *jedeerrrrr*
    tapi kayaknya si Kyu kecepetan deh naruh hati sama Hyo nya. Tapi bagus kok ^^

  14. srizakyu berkata:

    Dari kemaren2 kapaaan gitu(?) Ngintipin ηє̲̣̥є̲̣̥ blog, sapa †ªΰ uda ada part 5. Ternyata ΒƖ☺♏ Ÿªa㪠thor~
    Di tunggu!! Di tunggu!!!
    Ehemm,, selipin yg romantis2 Ÿªa㪠thor. Kyaaaa~ di kepolisian pasti bakal beredar gosip!! Aahhh~ senangnya!!!

  15. srizakyu berkata:

    Dari kemaren2 kapaaan gitu(?) Ngintipin ηє̲̣̥є̲̣̥ blog, sapa †ªΰ uda ada part 5. Ternyata ΒƖ☺♏ Ÿªa㪠thor~
    Di tunggu!! Di tunggu!!!
    Ehemm,, selipin yg romantis2 Ÿªa㪠thor. Kyaaaa~ di kepolisian pasti bakal beredar gosip!! Aahhh~ senangnya!!!
    Aq senang klo ªQ di gosipin sama kyu^^

  16. srizakyu berkata:

    Author~
    Aq msh nungguin part 5. Huaaaaa.. #nangis guling2

  17. srizakyu berkata:

    Ngintip dulu ah… Hmmm, blm ada Ÿªaãª?

  18. MiyaELF berkata:

    Eonni!!!!
    Ini sudah satu bulan lebih!!!! Aku bisa lumutan nunggunya!! ToT

  19. magnaelover berkata:

    ga tau kenapa suka bgt sama kyu disini !!!!!
    kyaaaaaaaaaaaaaaaaa

  20. nindy berkata:

    aaaaa~ ak juga mau dipeluk kyuhyun eonni~ haha *ngiler

  21. setia berkata:

    nyengir gx jelas bc part ini.
    hehe
    suka deh

  22. hyunsoo28 berkata:

    ak sih berharap penyakit romantis author trs kambuh di setiap partnya ..
    ini ih wow bgt..
    ya ampun adegan penyelamatannya sungguh dramatis…
    kita hrs ksh pngehargaan sm abang unyuk krn dia kyu jd mau nembak hyo hwa yah wlaupun dgn cara yg agak aneh bin ajaib gtu…
    intinya mreka punya status skrng, horeeee #tiuptrompet

  23. Na berkata:

    Gyahahahahaaaa. Dari misi menjadi aksi. Dari aksi membuahkan reaksi.
    Ciyeeeee kaito kid nya SJ menggunakan peluang dalam kesempitan. Huahahaaa,, malu” kucing~
    kencan kencaaaannnn! HAHA
    ciye ciyeee, eunhyuk sm Na aja ya kl gt? Kita double date. Gmn, setuju? XDDDDD
    *ngarep*

  24. @nonajongwoon berkata:

    Ahh kyu gengsi amat sii
    Wkwkwkwk

  25. trisna berkata:

    kyaaaaaaa kyu malu2 tp gengsian……..

  26. Choiri berkata:

    kyaaaa…. Kyuhun ditengah misi masih sempat2nya untuk berdua2an..

  27. Kodok berkata:

    part ini romantiz bgt

  28. Reena Yu Lee berkata:

    Uwaaa. . .knp kyuhyun selalu so sweet???gkgkgkgk. . .

  29. arselli_ berkata:

    kyuhyun gengsian xD

  30. arselli_ berkata:

    kyuhyun gengsian xD udah mulai peluk pelukan nih. nanti selanjutnya kisseu ya *eh haha

  31. Raraelfishy berkata:

    Ah so sweet… Kyuhyun bener-bener ngegemesin *jembel pipi kyu* jadi envy liat mereka…

    Lanjut next part😀

  32. kyuwoo berkata:

    huah bnyk bngt romanceny..
    jd omen liat kyuhyun main films action trust megang senjata gtu😀
    daebak thor ff ny

  33. hinata berkata:

    Bingung mo coment apa,,😛
    Keren abz😛
    Mg g ada nangis2an😛

  34. BabyCho berkata:

    ahhhhhh mau jadi hyohwa ><
    perfect no cacat tulisannya….
    ceritanya juga makin seruuuuu
    errrr ckh emang gk ada manis manisnya xD

  35. dian nila berkata:

    kyaaa, romantis skali.

  36. GyuHae berkata:

    Arghhhhhhh part ini penuh dengan kata Romantis!!!!

  37. Syarofa ukhtina berkata:

    Kau baru akan sadar kehadiran seseorang berharga atau tidak dalam hidupmu saat dia menghilang dan lenyap dari pandanganmu. Dan saat hal itu terjadi apa kau akan benar-benar melepaskannya?

    Suka sama quotesnya!
    Uwooo . . . Una eonn :* !
    Bnr2 kyuhyun bgt kalo suka semena2!
    Gyahahaha . . . *digampar*

  38. Anik berkata:

    a so sweet

  39. song yoo jin berkata:

    Si pengacau Jun Myeong pertama hadir disini ya?

    Kyuhyun berani terang2an di depan anak buahnya..
    Hebat.. (y)

  40. kareryeo berkata:

    keke… sweet. pasangan pemalu ekstrem (?) saya suka. haha

  41. Jung Ha Rin berkata:

    Aiiiiish peluk2an terus yaaaaah …

    Sukaaaaa sukaaa

  42. Cho handa berkata:

    kyu bisa gak romantis dikit bicaranya ke hyo hwa. masa pacar sendiri di katain otak udang.
    kalau hyo hwa otak udang kamu apa donk kyu wkwkw…

    aku kira jihyun td tersangka. ternyata bukan

  43. aina fitria berkata:

    Hmmmmm
    cemburu cemburuan niyeeeeee….

  44. dinnur berkata:

    iih.. gemes bgt sama pasangan yg satu ini,
    kyuhyun kenapa minta hyu hwa nganggep dia jadi pacarnya cuma sehari kok gak selamanya aja

  45. Uh oh. So sweet banget

  46. mayang berkata:

    Kyu so sweeettttttt bingitssssss >.<

    tp hyo hwa nya masih malu" gttu ya , ntar kyu pergi malah nyesel lgy:/

  47. Sitaelf-Elsita berkata:

    Sumpah nih ff bkin senyum2 sendiri bacanya, ngeliat tingkah laku kyuhyun yg biasa tp sarat akan cinta. Daebak!!!!!!!!

  48. choalfi berkata:

    akhirnya mereka pacaran huyeeee… cara ngungkapin cinta (yg sebenernya nggak ada) kerasa kyuhyun banget ya hahaha.
    pasangan pemalu yg unyuuuu aaaaah sukaaaaa

  49. elfishyswe berkata:

    meskipun malu2 cara kyuhyun ‘nembak’ hyohwa bener sweet. aduh q jg jd pengen dipeluk kyuhyun.

  50. amoy berkata:

    Iiih..hyo wa..kok telmi bgt sih…lagian jg si kyu..tinggal bilang suka aja susah bgt.

  51. berkata:

    aq jg mau d peluk kyu,authornim…*sama dh gilanya,hahaha..^^*
    kyaaaa,jd skrg mrk udh bnr2 jadian kan???romantisnyaaaaa….^^
    wah,eunhyuk oppa trnyta bae bgt.aq pkir krn dy jg suka ma hyo hwa,tryta pgn bantuin kyu spy dy berani ngungkapin prsaannya ya..sweet^^

  52. minkijaeteuk berkata:

    ternyata eunhyuk cuma mau buat kyuhyun cemburu n pengen tau perasaan hyo hwa kyk gmn…
    akhir y kyuhyun n hyo hwa berstatus pacaran n kencan ya walauoun cuma satu hari aja n itu juga gara2 kehebohan di taman bermain.

  53. Fanny berkata:

    Aduhhhh co cweettt >< kaya lg liat anak SMA pacaran wkwk

    Itu yg dinamakan bencana membawa berkah..

  54. park na na berkata:

    kyaaaa akhirnya jdian
    mskipun g ad acra nmbak olus g ada rmantis”nya…
    tp tetep aja bkn pgen…..
    kren bgt crtnya….

  55. Mamochokyu berkata:

    Kyaaaaaaaaaaa~ sweet bgt >< ceritanya kereeenn,^^

  56. kyukyucho berkata:

    Ah bener2 romantis, perilaku kyuhyun sama hyo-hwa bikin ngefly.. hoho suka~

  57. kyukyukyuniw berkata:

    Sukka deh sama adegan kyuhyun yg selalu pemaksa. Yg keinginannya ga bisa di bantah.
    Terus kasus marcus cho itu gimana ?? kalo hyo hwa jdi pacarnya dia mau tetep ngeburu marcus gtu ??
    Baca next part yah ka

  58. miss_250508 berkata:

    Keren keren kereeeeenn suka banget sama adegan peluk2nya hahahahahha ya ampuuunn manis ya meski greget karena mereka ga bisa to the point tapi seneng juga hahahaha

  59. winda suryani berkata:

    aduhhh… romancenya bnyak bgt. tp pling suka wkt adegan pnembakan!!
    yeayyy… mreka udh lupa sma marcus.😀

  60. fikasparkyu22 berkata:

    Aaaaa~ makin seruuuuu

  61. nda ccm berkata:

    bc ff nc bkin senyum2 sndry,,,,

  62. pearlkyu berkata:

    yuhuuu soswet😀 beud yuyun!

  63. lovey denalisa berkata:

    Hoho manis sekali part ini??
    Q mash penasaran hyo wha siapa? Ada hub masa lalu apa kyuhyun? Di part awal kyu kya familiar ma hyo wha..
    nd apa m0tif kyu nyuri?

  64. clara berkata:

    wahhhhh hahhaha abis acara tembak menembak, trus kencan deh ahhahaa…ciyeeee ciyeee..semoga hyo perasaannya sama ama kyu..

  65. fira (Min Eun) berkata:

    ommmooo…. part ini sangat romantis. mereka berdua malu2 ngungkapin perasaannya masing2… dasar pasangan bergolongan darah A… hihihi…
    kalau menurutku kyuhyun aja duluan yg ngungkapin perasaanya karnakan dmn2 jg cwok yg nembak duluan? * apasih/
    keep writ and hwaiting^^

  66. BabyBoo berkata:

    Terus kalo mereka jadian misinya hyohwa buat nangkep kyuhyun gimanaa??._.

  67. Elva berkata:

    Kyaaa !! Manis sekali . Serba salah yaa jadi HyoHwa. Niatnya pngen nangkep Kyu. Tp malah jatuh cinta . Haisshh …

  68. songhabyung94 berkata:

    Waaaaaaah….kerennnnnnnn…. so sweet bgt… gax ada cwo kaku Nan romantis kayak ni holang…😘😘

  69. elfishyvil berkata:

    Woaahhhhhhh…
    Co cuit….

  70. LatishaBee berkata:

    Hadoohh so sweet banget siii
    “kenapa aku menyukai wanita bodoh tidak peka spertimu?” huaaaaahhhh…..
    Akuuu suka kyuhyun yg egois! *ehhh

  71. jaemijhe berkata:

    Hahha kyuhyun mungkin ga bisa berbicara halus dan romantis..
    Tapi dari semua perlakuannya terlihat ketulusannya.. Hahaha…

  72. Han Aehyun berkata:

    Sumvahhh ,, muka gue panes truzz eon , keren ajja ga bsa ngegambarin ff author ,,, Luar biasa

  73. Nabela berkata:

    next part😀

  74. hankims_ais berkata:

    Seengga’a rasa cemburu kyu itu terlupakan dengan rasa bahagia kkk thankyu hyukiie :*
    Padahal pas peluk belakang tdi itu lgi romantiss,, ada aja yg ganggu!!

  75. sun berkata:

    kyaaa aku juga mau donk dipeluk ma kyuu

  76. Ping balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  77. nisa11 berkata:

    ah hyo hwa tidak peka:)
    kyuhyun fighting

  78. Galuh putry berkata:

    Part ini sweet banget ^^

  79. rei berkata:

    aku suka sekali kalimat ini “Percuma menyesal, manusia tidak hidup dimasa lalu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s