Catch Me If You Can (Part 6)

Setiap hubungan memiliki batas. Dan sepertinya aku sudah melewati batas itu tanpa sadar.

 

Author’s POV

KyuHyun berlari-lari kecil memasuki hutan, menajamkan penglihatannya mencari letak mobil yang seharusnya masih menunggunya. Laki-laki itu langsung masuk saat melihat sebuah mobil Porsche berwarna hitam yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Tidak ada orang. KyuHyun mendengus, memiliki rekan kerja seperti Eun-Hyuk cukup membuatnya harus lebih bersabar.

Eun-Hyuk menjadi umpan malam ini. Laki-laki yang ditunjuk oleh KyuHyun tadi adalah dia. Dan sekarang Eun-Hyuk harus kabur dari kejaran 50 polisi. KyuHyun terkikik geli, membayangkan bagaimana melelahkannya Eun-Hyuk dan wajah ketakutan laki-laki itu.

Sebenarnya Eun-Hyuk menolak melakukannya. Tapi, karena mendengar iming-imingan mendapat susu strawberry gratis dan sosis jatah 3 bulan akhirnya dia menyetujuinya. Memiliki rekan kerja kekanak-kanakan cukup menguntungkan KyuHyun sepertinya.

KyuHyun menyentuh bibirnya, masih tersisa aroma bibir wanita itu. Semanis coklat dan memiliki efek sama seperti heroin. Membuatnya ketergantungan dan tidak bisa berhenti. Pria itu tersenyum tipis, dia pasti terlihat seperti pria mesum dimata wanita itu.

Dan tingkahnya mencium disaat wanita itu sedang sakit itu benar-benar membuatnya terlihat sangat brengsek. Tapi, kepalanya memang sedang buntu ide dan mencium wanita itu bukanlah kesempatan yang bisa selalu didapatkannya. Jadi dia tidak akan menyia-nyiakannya.

Pria itu berjanji pada dirinya sendiri lain kali dia akan melakukannya dengan cara yang lebih pantas. Eh, lain kali? Sepertinya dia memang sudah sangat ketagihan. Dia ingin mencobanya lagi. Mencium wanita itu.

KyuHyun sebenarnya tidak tega meninggalkan Hyo-Hwa begitu saja tadi. Tapi, dia juga harus menyelematkan dirinya dari Hyo-Hwa bukan? Wanita itu sangat bernafsu menangkapnya.

Dia sempat melihat polisi muda yang selalu mengganggu acaranya itu keluar tidak jauh dari lift itu. Polisi muda bernama Kim Jun-Myeon. Polisi muda itu terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Hyo-Hwa saat wanita itu berada didalam Sky Tower tadi.

Setidaknya dia bisa membantu Hyo-Hwa pulang walaupun dia tidak terlalu rela melepaskan wanita itu pada pria lain. Tapi, memang tidak ada pilihan.

Lagipula dia tahu kalau wanita itu bukanlah orang yang mudah terpikat pada setiap pria yang melintas dihadapannya. Jadi, dia bisa tenang dengan kenyataan itu.

KyuHyun menolehkan kepalanya kesisi kanan tempat duduk saat mendengar suara pintu mobil dibuka dan beberapa detik kemudian terlihat Eun-Hyuk masuk dengan keadaan yang sangat menggenaskan.

Wajahnya dipenuhi oleh keringat dan dia terlihat sangat sulit untuk mengatur nafasnya yang terlanjur kacau itu. KyuHyun tersenyum tipis, entah kenapa merasa senang sendiri.

“Aku… hampir mati.” Ujar Eun-Hyuk dengan nafas tersengal dan terdengar sangat putus asa.

KyuHyun terkikik geli, kemudian menghidupkan mesin mobilnya. Membiarkan temannya itu beristirahat dimobilnya. Dia sedang berada didalam suasana hati yang sangat baik malam ini. Jadi dia akan mengemudikan mobil untuk Eun-Hyuk.

 

 

*****

Hyo-Hwa’s POV

“Sampai jumpa lagi, nona detektif.”

Aku terbangun dari tidurku saat mimpi buruk itu kuakhiri paksa. Ciuman itu, dasar sialan. Sudah dua kali dia melakukannya tanpa aba-aba. Apa dia mau membuatku mati muda karena serangan jantung?

Kenapa harus dengan ciuman? Kenapa dia tidak membekap mulutku dengan tangannya saja? Setidaknya itu cara yang cukup efektif juga kan?

Ini sudah dua hari setelah ciuman pria itu dan aku sepertinya benar-benar tidak bisa melupakannya.

“Aaah. Siaal !!” rutukku mengacak-acak rambutku kesal.

Cho KyuHyun itu, kenapa dia bisa selihai itu. Untuk ukuran ciuman saja dia bisa sehebat itu. Aku yakin siapapun yang akan menjadi istrinya akan sangat bahagia. Lupakan. Sepertinya pikiranku semakin lama semakin mesum.

Aku keluar dari kamarku dan langsung menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Hari ini aku tidak masuk kerja lagi. Dan itu karena Cho KyuHyun.

Ya Tuhan, kenapa aku terus menyebut namanya hari ini? Ini benar-benar menyebalkan.

Dia, pria menyebalkan itu mengirimkanku pesan yang sedikit bernada ancaman. Dan aku benar-benar tidak tahu darimana dia mendapatkan nomor handphoneku. Kurang lebih isinya seperti ini.

‘Jangan masuk kekantor sebelum kau sembuh. Atau aku akan menyeretmu kerumah sakit untuk disuntik.’

Dan darimana dia tahu kalau aku sangat takut dengan benda bernama jarum suntik itu? Biar saja orang menganggapku kekanakan dan sebagainya. Tapi, aku memang paling benci dengan benda itu.

Aku keluar dari kamar menuju meja makan, melihat rumah yang sudah kosong dipagi hari. Ayah sudah pergi bekerja dan ibu yang sibuk berbelanja. Dan waktu berbelanja ibuku biasanya akan bertambah lama jika dia sudah bertemu dengan teman tetangganya. Apalagi? Bergosip tentunya.

Aku menghidupkan TV,  setidaknya aku tidak merasa terlalu kesepian kalau seperti ini. Dan coba kalian tebak siapa yang sedang berada di telivisi sekarang?

Cho KyuHyun.

Kenapa dia muncul dimana-mana? Apa sekarang dia sedang mencoba menjadi artis sekaligus kepala kepolisian?

Cho KyuHyun terlihat duduk ditengah dengan Inspektur Kim dan beberapa anggota kepolisian lainnya disebelahnya.

Wawancara tentang kasus yang tidak pernah selesai. Pencuri Marcus.

“Kepala kepolisian Cho, menurut anda apa motif sebenarnya pencuri bernama Marcus itu?” terlihat seorang wartawan wanita cantik dengan notebook didepannya bertanya dengan nada yang cukup penasaran.

Aku tersenyum bodoh. Hei, tidakkah ini sangat membuang-buang waktu? Seharusnya aku yang berada disana. Dan pertanyaan yang akan kuajukan adalah ‘Kapan kau akan mengaku kalau kau itu Marcus dan berhenti merepotkanku?’

KyuHyun  tersenyum miring, mendekatkan mic ditangannya.

“Sepertinya dia hanya anak kurang kerjaan yang mencoba mencari perhatian publik.”

Hahaha, sedang mengatai diri sendiri kepala kepolisian Cho? Atau mencoba membuat alibi? Sepertinya opsi kedua lebih tepat. Dia sedang memposisikan dirinya ditempat yang tidak akan dicurigai. Pintar sekali.

“Marcus itu pria atau wanita?”

Aku memasukkan roti selai blueberry kedalam mulutku dengan mata yang tidak lepas dari telivisi.

“Pria. Katakan dia pria yang sekarang sedang berbicara pada kalian.” Kataku mendadak sibuk sendiri.

Entah kenapa, tontonan ini bahkan lebih menarik daripada pertandingan bola Barcelona melawan Real Madrid. Aku penasaran sekali dengan jawaban yang akan keluar dari mulutnya.

Aku meminum susu coklat diatas meja, masih menunggu jawaban kepala kepolisian Cho.

“Sepertinya wanita. Karena Marcus terlihat sangat tertarik pada berlian.”

Aku tersedak. Nyaris mengeluarkan susu dari hidungku. Pria ini benar-benar… aku kehabisan kata-kata mendeskripsikannya.

“Pertanyaan terakhir. Jika Marcus sedang menonton anda sekarang pesan apa yang ingin anda sampaikan.”

Aku duduk diam. Tidak memakan atau meminum apapun lagi. Mengantisipasi kemungkinan mati tersedak karena mendengar jawaban yang keluar dari mulut pria itu.

“Berhati-hatilah, semuanya akan berakhir saat kau tertangkap.”

Aku membeku. Pandanganku terfokus pada wajahnya yang sekarang sengaja dizoom oleh kameraman itu. Mataku memandang satu titik diwajahnya.

Bibirnya. Dan ingatan di Sky Tower kembali berputar dikepalaku. Bibir itu, pernah menyentuh bibir ini.

Bagaimana ini? Otakku sudah terlalu mesum. Dan yang lebih parahnya lagi aku tidak yakin bisa melihat wajahnya lagi. Sebaiknya aku harus bersikap bagaimana didepannya nanti?

Baiklah, berpura-pura tidak terjadi apa-apa saja. Aku harus melupakan kejadian itu. Benar, begitu saja.

 

 

*****

Author’s POV

Hyo-Hwa memasuki kantor kepolisian Seoul dengan sedikit canggung. Entah kenapa merasa sangat asing. Padahal dia tidak masuk hanya tiga hari tapi rasanya dia seperti pegawai baru. Sangat asing, perasaan aneh yang sangat kekanakan.

Wanita itu melihat sekelilingnya. Tidak ada Ji-Hyun. Seniornya itu masih dirumah sakit dan Hyo-Hwa terlihat sangat kesepian. Sudah terbiasa dengan keberadaaan Ji-Hyun yang selalu merecokinya setiap pagi dengan pertanyaan-pertanyaan tidak penting.

Hyo-Hwa membuang nafasnya pelan, melirik kantor kepala kepolisian Cho yang sepertinya masih kosong. Tidak seperti biasanya. Dia bukan orang yang suka datang  terlambat kekantor. Kecuali dia tidak masuk hari ini.

Dan sepertinya analisa Hyo-Hwa benar. Kepala kepolisian Cho hari ini tidak masuk dan wanita itu tidak tahu alasannya.

“Detektif Park?”

Hyo-Hwa mengangkat kepalanya saat mendengar seseorang memanggil namanya. Polisi muda yang selalu menolongnya tapi juga sering datang disaat yang tidak tepat. Kim Jun-Myeon.

“Anda sudah sembuh?” tanya polisi muda itu ramah.

Hyo-Hwa mengangguk, tersenyum kearah laki-laki manis itu. Bagaimanapun dia harus bersikap baik pada seseorang yang sudah menolongnya.

“Nanti malam apa anda ikut datang?”

Hyo-Hwa mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Kemana?” tanyanya bingung.

“Acara pertunangan…”

“Jun-Myeon~ah!”

Pembicaraan mereka terhenti begitu saja saat ada seseorang yang memanggil Kim Jun-Myeon.

Polisi muda itu tidak melanjutkan ucapannya lagi, langsung menghampiri seseorang yang sepertinya atasannya. Jun-Myeon sempat membalikkan badannya melihat Hyo-Hwa kemudian membungkukkan tubuhnya mencoba bersikap sopan.

Dan Hyo-Hwa hanya mengangguk, sedikit penasaran dengan ‘acara pertunangan’ yang dikatakan oleh Jun-Myeon tadi.

Kenapa dia harus datang? Apa itu orang yang dia kenal?

 

 

*****

Hyo-Hwa menekan tombol lift didepannya, menunggu sampai pintu lift itu terbuka. Wanita itu kembali membenarkan letak tas dibahunya.

Sudah sore, waktunya untuk pulang. Saat-saat favoritnya ketika berada dikantor. Seharian ini hal yang dilakukan oleh detektif wanita itu adalah membaca laporan tentang pembunuhan dan bunuh diri.

Melihat foto mayat yang berlumuran darah bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi, karena ini pekerjaannya jadi dia tidak terlalu mengeluh. Dari pada harus bertengkar dengan pria itu dia lebih memilih untuk melihat foto mengerikan itu.

Hyo-Hwa menggelengkan kepalanya, menjitak kepalanya sendiri karena lagi-lagi memikirkan KyuHyun. Pria itu dia harus cepat-cepat menghapusnya dari daftar nama orang yang boleh dipikirkannya.

“Detektif Park. Kau kenapa?”

Hyo-Hwa sedikit terkejut saat tiba-tiba pintu lift terbuka dan melihat inspektur Kim sudah berada didalamnya. Melihatnya aneh. Pegawainya bertingkah sedikit tidak wajar dan memukul kepalanya sendiri, wajar saja inspektur Kim melihatnya begitu.

“Ti-tidak. Tidak ada apa-apa inspektur Kim.” Jawab wanita itu tergagap.

Hyo-Hwa masuk kedalam lift berdiri disamping inspektur Kim. Merasa sangat canggung sebenarnya.

“Kau akan datang keacara pertunangan keluarga Cho bukan?”

 

Hyo-Hwa’s POV

Aku menatap inspektur Kim bingung, pertunangan? Keluarga Cho?

Otakku baru bisa menangkap perkataannya setelah beberapa detik. Jadi, ternyata aku hanya si bodoh yang menyukai seseorang yang salah bukan.

Dari awal aku sudah mendikte pikiranku untuk tidak terpengaruh dengan semua ucapan dan perbuatan pria itu. Karena aku sudah tahu pada akhirnya hanya seperti ini. Dia mempermainkanku.

Tidak. Bukan dia yang mempermainkan. Aku saja yang terlalu senang untuk sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak tahu.

Aku menengadahkan kepalaku menahan air mata sialan yang mendesak keluar. Menyedihkan sekali nasibku.

“Kau akan pergi kan?” tanya inspektur Kim sekali lagi.

Dia melihatku, sedikit terkejut.”Kau menangis?” tanyanya membuatku malu setengah mati.

“Ti-tidak. Hanya kelilipan.” Ujarku berbohong, mengusap-usap mataku.

“Euum, inspektur Kim. Sepertinya aku tidak pergi.”

“Eey. Mana boleh kau tidak pergi. Kepala kepolisian Cho sudah mengundang kita secara khusus.”

Diundang secara khusus. Oh, betapa baiknya pria itu. Sialan. Aku tidak bisa menghindar kalau begini.

 

*****

Author’s POV

Hyo-Hwa menatap rumah besar mewah, kediaman keluarga Cho. Begitu besar, pantas saja mereka memilih untuk melakukan acara pertunangan itu dirumah bukannya dihotel.

Jarak antara rumah dan pagar luarnya saja nyaris 1km dan dia yakin dia tidak bisa kabur dari tempat ini sebelum menumpang pulang mobil inspektur Kim lagi.

“Ayo masuk.” Ujar inspektur Kim berjalan didepannya diikuti oleh Hyo-Hwa yang mengekorinya dari belakang.

Wanita itu menatap takjub ruangan yang begitu besar juga dipenuhi oleh orang-orang dari kalangan atas itu. Dan semua wanita ditempat ini menggunakan gaun.

Hyo-Hwa menatap baju yang dipakainya. Kemeja putih dan celana hitam polos. Sederhana sekali. Terlalu sederhana untuk acara sebesar itu. Beberapa wanita bergaya sombong menatapnya remeh membuatnya semakin minder.

“Itu kepala kepolisian Cho.”

Inspektur Kim datang menghampiri KyuHyun meninggalkan Hyo-Hwa yang masih berdiri diam seperti orang bodoh.

KyuHyun terlihat sangat tampan dengan setelan jas hitam putihnya. Yang benar saja, pria itu bukankah memang selalu terlihat tampan? Hyo-Hwa merutuk dalam hati, sempat-sempatnya mengangumi pria itu disaat-saat seperti ini.

Wanita itu tidak menangis lagi. Hatinya membeku. Bahkan tidak memiliki perasaan apapun lagi saat ini. Jadi, itu lebih baik untuknya. Setidaknya dia tidak perlu menangis dihadapan musuhnya.

KyuHyun masih berbicara entah tentang apa bersama inspektur Kim, sebelum akhirnya seseorang memanggil inspektur Kim dan akhirnya meninggalkannya.

“Selamat. Kepala kepolisian Cho.”

KyuHyun menoleh kesamping, melihat Hyo-Hwa sudah berdiri didepannya dengan tangan yang terulur. Dan entah kenapa pria itu merasa begitu senang saat melihat wanita itu yang ikut datang kesini. Mereka sudah tidak bertemu selama tiga hari dan itu cukup membuatnya merindukan wanita itu.

KyuHyun tersenyum, menyambut uluran tangan Hyo-Hwa. Tapi, ekspresi wanita itu sekarang membuatnya merasa aneh. Hyo-Hwa menatapnya dingin. Bukan tatapan wanita itu seperti biasanya.

Hyo-Hwa melirik seorang wanita cantik bertubuh mungil yang sedang berbincang dengan inspektur Kim. Wanita cantik dengan gaun putih anggun. Dan dilihat dari penampilannya Hyo-Hwa dapat menyimpulkan kalau itulah calon tunangan KyuHyun.

“Tunanganmu cantik.” Komentar Hyo-Hwa dingin.

KyuHyun tersentak, sedikit kaget dengan perkataan wanita itu tapi sedetik kemudian tersenyum. Dia mengikuti arah pandang Hyo-Hwa, bergumam setuju.

Hyo-Hwa menatap KyuHyun saat perhatian pria itu kini tengah terpusat pada wanita lain didepan mereka. Mendadak ingin menangis. Ekspresi pria itu, dia terlihat sangat mencintainya.

Wanita itu menangis dan langsung menghapus air matanya saat KyuHyun berbalik menatapnya.

“Kau tidak akan kabur sebelum acara selesai bukan?”

 

Hyo-Hwa’s POV

“Kau tidak akan kabur sebelum acara selesai bukan?”

Bagus sekali pertanyaannya. Dengan kata lain menyuruhku untuk melihat sendiri pertunangannya. Dan sadar kalau dari dulu dia memang tidak pernah menyukaiku. Sial. Memangnya kenapa dia harus suka padaku?

Aku benar-benar bodoh.

Aku membalikkan tubuhku dan pria itu langsung menangkap pergelangan tanganku.

“Mau kemana?” tanyanya… lembut? Eh, dia tidak pernah menggunakan nada seperti itu saat berbicara denganku.

Kenapa tiba-tiba berubah? Seharusnya dia bersikap dingin dan sombong seperti biasanya. Bukan bersahabat seperti ini.

“Kemanapun, itu bukan urusanmu.” Jawabku kasar. Dan ini pertama kalinya aku berkata kasar seperti ini padanya. Masa bodoh dia akan marah dan memecatku.

Tapi kenapa dia malah tersenyum? Seperti sedang menertawaiku. Memangnya ada yang salah dengan wajahku?

Aku menghentakkan tanganku kuat, membuat tangannya terlepas. Berjalan tergesa-gesa keluar dari ruangan itu. Tidak mau tahu lagi dengan tanggapannya.

Aku pasti sudah gila. Apa yang kulakukan benar-benar diluar akal sehatku. Kenapa aku harus bersikap seperti itu tadi? Dan kenapa aku harus marah kalau dia ternyata memilih untuk bertunangan dengan wanita lain?

Aku medudukkan tubuhku dikursi panjang ditaman rumah pria itu. Didepan sebuah kolam dengan patung putri duyung yang terlihat menuang air hingga memenuhi seluruh kolam.

Putri duyung ya? Gadis bodoh yang menjual suaranya demi bisa bertemu lagi dengan pangeran tampan yang pernah diselamatkannya. Dan akhirnya sang pangeran menikah dengan gadis lain. Menyedihkan sekali, putri duyung hanya bisa menangis dan mati menjadi buih.

Air mata itu jatuh lagi. Kali ini aku membiarkannya, hanya ingin mengurangi sedikit beban dikepalaku. Kalau memang harus seperti ini biarkan saja seperti ini.

Setiap hubungan memiliki batas. Dan sepertinya aku sudah melewati batas itu tanpa sadar.

“Bukankah sudah kubilang jangan pergi sebelum acara selesai.”

Entah darimana munculnya, KyuHyun tiba-tiba saja ada dan duduk disampingku. Menatapku dengan tatapan tanpa dosanya.

Sadar kalau aku sedang menangis, aku buru-buru menghapus sisa air mata yang masih tertinggal diwajahku.

“Kenapa menangis?” tanyanya tidak peduli. Seolah-olah dia sudah tahu alasannya.

Jantung ini lagi-lagi berdetak diluar kendali saat aku bahkan hanya sedang memandangnya. Tampan. Dan aku tidak tahu alasan lain untuk apa jantungku berdetak secepat ini selain ketampanannya itu.

Dan aku harap bukan suka.

“Maaf. Sepertinya aku harus pulang.” Pamitku langsung berdiri.

Biar saja aku harus berjalan sejauh satu kilometer atau lebih. Menjauh lebih baik untuk saat ini.

“Kau salah paham.”

Kakiku berhenti saat mendengar suara bassnya. Dan lagi-lagi jantung ini berdetak semakin cepat membuat dadaku sakit. Alasannya karena mendengar suaranya.

Sial, kenapa banyak sekali hal dalam dirinya yang memiliki pengaruh terhadap jantungku. Aku tidak menyukainya bukan?

Tapi apa maksudnya dengan salah paham?

Aku berbalik menatapnya bertanya. Dia melihatku sekilas lalu  tersenyum tipis menambah kadar ketampanannya yang sudah diluar batas.

“Yang bertunangan itu kakak perempuanku.” Dia nyaris tertawa saat mengatakannya.

Dan aku masih terdiam seperti orang bodoh. Otak lambanku baru bisa memproses kata-katanya beberapa detik kemudian. Dan saat aku tersadar dia sudah berdiri didepanku. Menyeringai.

“Biar kutebak.” Ujarnya menatapku geli.

“Kau cemburu?” tanyanya menundukkan wajahnya hingga sejajar dengan wajahku.

Aku menelan ludahku susah payah. Nafasnya. Ya tuhan, aku bisa pingsan kalau tetap dengan posisi ini terus.

“Hm?” gumamnya masih bertanya.

Aku mengumpulkan kekuatanku dan mendorong dadanya agar sedikit memberi jarak.

“Si-siapa bilang? Aku tidak cemburu.” Jawabku tergagap.

KyuHyun menyeringai lagi, menahan tanganku yang masih berada didadanya. Dia memajukan wajahnya, menahan tanganku agar tidak melawan.

Dia… tidak akan menciumku lagi kan?

Pertanyaanku terjawab saat bibirnya berada dibibirku. Lembut sekali, membuatku mabuk dan hampir saja kehilangan kesadaran.

Sayangnya ciuman kali ini hanya beberapa detik sampai dia melepaskan bibirnya, hanya sebuah kecupan. Ah, sial. Kenapa aku malah kecewa begini.

“Hukuman untuk pembohong.” Jelasnya tersenyum.

KyuHyun itu… tidak bisa lebih tampan dari ini bukan? Kenapa semua hal yang dilakukannya hanya membuatku semakin tertarik melewati batas yang sudah kubuat? Kenapa dia sangat mempesona begini?

Berhentilah bodoh. Berhenti membuatku seperti gadis remaja yang baru saja menemukan cinta pertamanya. Aku takut kalau seperti ini terus aku malah mengingkari semua yang sudah kukatakan.

 

Author’s POV

Hyo-Hwa berjalan pelan, mengekori KyuHyun dari belakang. Menundukkan wajahnya karena sekarang seluruh pusat perhatian tamu pesta tertuju pada mereka.

Kepala kepolisian Cho yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli terhadap wanita kini tengah berjalan dengan seorang wanita, walaupun wanita itu berjalan dari belakangnya hal itu termasuk hal yang sangat langka.

KyuHyun itu tidak terlalu suka berdekatan dengan wanita membuat orang berfikir kalau dia itu mungkin saja penyuka sesama jenis.

“Eomma, appa.”

Hyo-Hwa mengangkat wajahnya saat mendengar KyuHyun memanggil ayah dan ibunya. Wanita itu membulatkan matanya, bukan terkejut karena melihat orang tua KyuHyun. Tapi orangtuanya yang juga kini berada didepannya.

“Eomma? Appa? Kenapa disini?” tanya Hyo-Hwa menghampiri orangtuanya.

Ayah dan ibu Hyo-Hwa hanya tersenyum. Hyo-Hwa langsung merangkul tangan ayahnya. Detektif wanita itu akan bersikap manja dimanapun dia melihat ayahnya.

“Ini putri anda pengacara Park? Si kecil Hyo-Hwa?” tanya ayah KyuHyun terkejut.

Ayah Hyo-Hwa mengangguk membenarkan. Dan Hyo-Hwa hanya bisa tersenyum kaku karena terus diperhatikan oleh Menteri Pendidikan serta istrinya itu.

‘Si kecil Hyo-Hwa? Jangan bilang kalau aku punya masa lalu dengan keluarga Cho. Tidak lucu sama sekali’ rutuk wanita itu dalam hati.

Hyo-Hwa menatap KyuHyun, pria itu terus saja melihatnya. Membuat jantung wanita itu lama-lama bisa meledak karena hentakan yang terlalu kuat.

“Kau masih ingat padaku adik?” tanya wanita yang Hyo-Hwa fikir calon tunangan KyuHyun tadi.

Hyo-Hwa lagi-lagi hanya bisa tersenyum kaku. Tentu saja dia tidak ingat siapa wanita itu. yang dia tahu wanita itu adalah kakak KyuHyun yang malam ini akan bertunangan.

“Aku yang selalu menolongmu saat KyuHyun menganiayamu dulu.” Jelas Ahra membuat para orangtua yang berada disitu tertawa.

Hyo-Hwa mengangguk, menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa gugup.

Saat orang-orang menceritakan masa kecilmu hal yang paling kau benci adalah karena kau sama sekali tidak bisa mengingatnya. Dan saat ini Hyo-Hwa sedang merasakannya, mencoba mengingat masa lalu tapi ingatan itu sama sekali tidak kembali.

 

*****

“Appa mengenal keluarga Cho sejak kapan?” tanya Hyo-Hwa dalam perjalanan pulang mereka.

Wanita itu memilih untuk pulang dengan mobil orangtuanya setelah diam saat diserang oleh seluruh pertanyaan tentang kenangan masa kecilnya. Dia tidak bisa mengingatnya sama sekali.

“Kau benar-benar lupa ya?” tanya ibu Hyo-Hwa terkejut.

Hyo-Hwa mengangguk, membuat ibunya mendengus kesal.

“Sama sekali tidak ingat?”

“Tidak.”

“Aish, dasar kau ini.”

Ayah Hyo-Hwa tertawa mendengar pembicaraan istri dan anaknya itu. mereka biasanya tidak akur dan semakin parah saat istrinya itu memaksa anak satu-satunya itu mengikuti perjodohan.

“Ayah KyuHyun itu teman kuliah ayah dulu. Cukup dekat.” Jelas ayah Hyo-Hwa singkat.

Ibu Hyo-Hwa menoleh kebelakang tempat putrinya sekarang sedang duduk dengan kening berlipat. Sepertinya putri satu-satunya itu terlalu banyak berfikir.

“Dulu, saat umurmu enam tahun kita pernah merayakan natal bersama keluarga Cho.” Ujar ibu Hyo-Hwa memulai cerita.

“Dan KyuHyun akan melemparmu dengan bola salju sampai kau menangis lalu dia akan memanggilmu ‘siluman salju’ ”

Hyo-Hwa tertawa, bukannya senang. Jadi sepertinya mereka sudah bermusuhan dari kecil kan? Manis sekali.

Permusuhan yang berlanjut sampai mereka sudah dewasa. Sepertinya pria itu memang memiliki hobi menganiaya orang  yang lebih lemah darinya. Pikir wanita itu.

“KyuHyun itu kepala kepolisian Seoul bukan? Bagaimana dia dikantor?” tanya ayah Hyo-Hwa penasaran.

“Dia itu selalu datang paling awal dan pulang paling larut.” Jelas Hyo-Hwa malas.

Dia tidak ingin memuji KyuHyun didepan ayahnya. Tapi apa boleh buat itu memang kenyataan, dan dia tidak boleh berbohong.

“Hei, Cho KyuHyun itu kan sangat tampan. Apa banyak pegawai wanita yang mengajaknya menikah?” tanya ibu Hyo-Hwa

“Tidak ada. Memangnya kenapa kalau dia tampan?” jawab Hyo-Hwa ketus.

Wanita itu mendadak merasa sangat iri saat ibunya itu memuji anak lain didepannya. Penyakit terlalu dimanjakan dan selalu sendiri.

“Begitu saja marah.”

Ibu Hyo-Hwa kembali membenarkan duduknya menghadap kedepan, sedang tidak ingin berdebat dengan anaknya.

“Appa…” panggil Hyo-Hwa menggantung, terlihat sangat ragu saat melakukannya.

Ayah Hyo-Hwa bergumam menjawab panggilan anaknyamasih berkonsentrasi membawa mobil.

“Appa tidak menjodohkanku dengan KyuHyun bukan?”

Ayah dan ibu Hyo-Hwa saling bertatapan dan sedetik kemudian tertawa keras. Membuat Hyo-Hwa mengutuk dirinya karena pertanyaan bodoh itu.

“Kau terlalu banyak menonton drama sayang.” Ujar ayah Hyo-Hwa masih setengah tertawa, putrinya itu memang terkadang bisa jadi sangat bodoh begitu. Atau mungkin dia memang bodoh? Entahlah.

 

*****

Tuesday, 5 May 2012. 09.00 PM

Aku akan mengambil hope diamond.

Dan menghapus kutukan.

-Marcus-

 

Seluruh anggota kepolisian yang dipimpin oleh inspektur Kim memenuhi kediaman nyonya Lee Seung-Hee. Pengusaha perhiasan kaya yang memiliki hope diamond.

Dia adalah seorang janda dan memiliki dua orang anak laki-laki kembar namun tidak identik yang berumur 26 tahun. Dan sekarang kedua anaknya itu sedang tidak berada dirumah.

Setelah menerima surat ancaman dari Marcus anggota kepolisian itu langsung bergerak ketempat tersebut. Termasuk Hyo-Hwa dan Kyuhyun yang sekarang sedang berada didalam kediaman Lee Seung-Hee bersama inpektur Kim.

Lee Seung-Hee, wanita setengah baya yang masih sangat cantik diusia 43 tahunnya. Sangat ramah dan baik. Menerima dengan senang hati kedatangan para anggota kepolisian yang sudah memenuhi rumahnya.

Hyo-Hwa memperhatikan kalung yang sedang digunakan oleh nyonya Lee Seung-Hee dimana berlian yang dikatakan terkutuk itu kini berada, hope diamond.

Hope Diamond adalah berlian dengan berat, 45,52 karat (9,10 g), bewarna biru, bertempat di Museum Sejarah Alam Smithsonian di Washington, DC. Diamond Hope berwarna biru dengan mata telanjang karena jumlah jejak boron dalam struktur kristal. Hal ini terkenal karena diduga terkena kutuk.

Legenda menyatakan bahwa bentuk asli dari Diamond Hope itu dicuri dari sebuah mata idola terpahat dari dewi Hindu Sita dan legenda spesifik tentang “asal kutukan” Hope Diamond diciptakan di awal abad 20 untuk menambah mistik ke batu .

KyuHyun memperhatikan wajah Hyo-Hwa yang nampak kusut karena kesal dan tersenyum diam-diam. Membuat wanita itu kesal dan marah entah sejak kapan sudah menjadi hobinya.

Merasa diperhatikan, Hyo-Hwa membalas tatapan KyuHyun, terlihat tidak suka. Dan KyuHyun malah tersenyum remeh kearahnya membuat Hyo-Hwa semakin kesal.

Baru pukul 03.29 PM masih ada beberapa jam lagi sebelum waktu yang sudah dikatakan oleh  Marcus. Pencuri itu seperti sedang  memberi waktu pada anggota kepolisian untuk menyiapkan diri.

“Permisi, saya harus mengerjakan sesuatu dulu.” Ujar Lee Seung-Hee sambil berdiri.

“Tapi, tidak aman kalau anda berkeliaran sendiri seperti itu.” ujar inspektur Kim khawatir.

“Tidak apa-apa aku berada diruangan kerjaku disebelah sana.” Ujar nyonya itu sambil menunjuk ruangan yang dia maksud.

Tidak begitu jauh memang, tapi tetap saja inspektur Kim merasa tidak tenang.

“Aku akan menjaga diluar pintu bersama detektif Park. Bagaimana inspektur Kim?” ujar KyuHyun tiba-tiba.

Tentu saja inspektur Kim setuju. Bagaimanapun KyuHyun itu memiliki jabatan yang lebih tinggi darinya. Tapi, diposisi ini Hyo-Hwa lah yang merasa sangat tidak setuju.

Kenapa dia yang harus ikut menjadi penjaga pintu bersama KyuHyun?

Tapi, detektif muda itu hanya bisa menurut kalau tidak ingin mendapat tatapan mengerikan dari inspektur Kim.

 

*****

KyuHyun dan Hyo-Hwa berdiri dikedua sisi pintu ruangan kerja Lee Seung-Hee yang sudah ditutup. Mendapatkan pekerjaan baru yang sangat membosankan.

Oh, ayolah. Berdiri didepan pintu tanpa melakukan apapun. Dimana menariknya pekerjaan seperti itu?

Dia melirik KyuHyun yang berdiri disebelah kanannya yang sedang berdiri menyandar didinding dengan tangan yang diselipkan didalam saku celananya. Seperti model majalah. Pria itu mau berpose bagaiman juga kenapa selalu terlihat tampan?

Hyo-Hwa menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran bodoh yang selalu datang disaat tidak tepat.

“Kau benar-benar kurang kerjaan ya?” tanya Hyo-Hwa akhirnya.

Mereka sudah berdiri lebih dari 2 jam tanpa melakukan.

“Aku hanya ingin membuat inspektur Kim nyaman.” Jawabnya sok baik.

“Yang benar saja.” jawab Hyo-Hwa menyindir.

“Kau hanya ingin membuat alibi supaya tidak dicurigai. Benar kan?”

“Kalau sudah tahu kenapa bertanya.”

Hyo-Hwa mengepalkan tangannya kuat, ingin menjitak kepala KyuHyun tapi takut dengan kenyataan bahwa ternyata dia lebih pendek dari pria itu. Bukannya menjitak KyuHyun bisa-bisa dia yang dijitak olehnya.

“Maaf, permisi.” Ujar seseorang perempuan ramah.

Hyo-Hwa dan KyuHyun menoleh kearah perempuan mungil itu. Pelayan yang membawa mampan berisi teh dan beberapa biskuit.

“Saya ingin memberi ini untuk nyonya, apa boleh?” tanyanya sopan.

Hyo-Hwa tersenyum, kemudian mengangguk. Anak gadis itu sangat manis, tapi sayang dia harus menjadi pelayan dirumah besar ini.

Detektif itu membuka pintu ruangan kerja nyonya Lee Seung-Hee mempersilahkan pelayan itu masuk tapi sedetik kemudian dikejutkan karena melihat nyonya Lee Seung-Hee yang terkapar dilantai dengan tangan menggenggam kalung dilehernya.

“Nyonya Lee?” panggil Hyo-Hwa panik langsung menghampirinya disusul oleh KyuHyun dibelakangnya.

Hyo-Hwa menempelkan telinganya didada Lee Seung-Hee, dan tidak terdengar detak jantung lagi. Lee Seung-Hee sudah mati.

“Apa yang terjadi?” tanya inspektur Kim dengan nafas tersengal. Dia berlari sekuat  tenaga saat mendengar suara Hyo-Hwa.

“Nyonya Lee Seung-Hee meninggal.”

 

*****

“Korban bernama Lee Seung-Hee, umur 43 tahun.  Penyebab kematian, racun botulisme.” Jelas  salah seorang penyidik didepan inspektur Kim dan kedua anak Lee Seung-Hee.

KyuHyun menatap kedua putra Lee Seung-Hee, Lee Sung-Min dan Lee Dong-Hae. Mereka nampak terpukul mendengar kematian ibunya. Tapi tidak menangis. Hanya menatap kosong mayat ibunya yang akan dibawa oleh anggota penyelidik.

“Ibu terkena kutukan.” Kata Sung-Min tiba-tiba.

Seluruh anggota kepolisian yang berada ditempat itu menatap ngeri Sung-Min yang terlihat seperti orang kerasukan.

“Padahal aku sudah mengatakan pada ibu untuk berhenti menggunakan kalung itu. Tapi dia selalu mengatakan kalau kalung itu hal terakhir yang ditinggalkan ayah untuknya.”

“Hentikan hyung!”

“Ibu sudah meninggal. Jangan mengatakan omong kosong itu lagi.” Ujar Lee Dong-Hae diikuti oleh air matanya yang mendadak tumpah.

Pria itu berpura-pura tegar dan baik-baik saja tadi. Tapi, saat mengatakan sendiri kalau ibunya meninggal dia tidak bisa menahan dirinya lagi.

Sung-Min menghampiri adiknya yang menangis, kemudian memeluknya. Sama-sama menangis. Orang yang sudah mati tidak akan pernah kembali. Itu adalah kenyataan paling menyakitkan untuk orang yang ditinggalkan.

 

*****

Hyo-Hwa’s POV

Aku melirik kearah Lee Dong-Hae dan Lee Sung-Min yang masih  duduk terdiam, sangat terpukul. Tapi, tetap saja aku masih mencurigai mereka. Karena mereka tidak memiliki alibi saat ibunya meninggal tadi.

Lee Sung-Min bilang dia tadi sedang berada diluar  sendirian, jalan-jalan dengan mobil barunya disekitar Seoul. Sedangkan Lee Dong-Hae duduk sendirian ditaman kota, ingin menyegarkan pikiran katanya.

Tapi, tidak ada seorangpun saksi saat mereka tidak berada dirumah. Dan satu orang lagi yang kucurigai, pelayan itu. Song Min-Yu. Pelayan yang terus saja mengenggam kedua tangannya dan tidak mengatakan apapun sejak kematian nyonya Lee Seung-Hee

Tidak mungkin dia tiba-tiba datang dengan membawa cemilan untuk nyonya Lee Seung-Hee kalau tidak ada niat lain. Dan ada hal yang menambah kecurigaanku adalah dia tidak berada disini selama 2 jam terhitung sebelum kematian nyonya Lee Seung-Hee.

“Apa mungkin pembunuhnya Marcus?”  ujar seorang polisi tiba-tiba.

Inspektur Kim tampak berfikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk, membenarkan pernyataan polisi muda itu.

“Ada kemungkinan kalau itu dia. Nyonya Lee meninggal sambil mengenggam kalung ditangannya, mungkin saja Marcus mencoba merebutnya dari dia.”

“Tidak mungkin Marcus.” Bantahku cepat sebelum inspektur Kim melanjutkan analisanya itu.

Inspektur Kim menatapku bingung, entah untuk alasan apa.

“Kenapa kau malah membela Marcus? Bukankah kau yang paling bernafsu menangkapnya?” tanyanya menatapku heran.

“Itu karena…”

‘Aku berdiri dengan pencuri Marcus selama lebih dari 2 jam tanpa pergi selangkahpun.’

Bagaimana caranya mengatakan hal itu pada inspektur Kim? Aku tidak mau mendapat jitakan didepan semua orang yang berada disini. Mau dibawa kemana mukaku. Inspektur Kim tidak mungkin membiarkanku menuduh Kepala Kepolisian kesayangannya ini sebagai pencuri.

Aku melirik KyuHyun yang tampak tersenyum dengan wajah tertunduk. Pasti dia senang sekali melihatku yang kehabisan kata-kata seperti ini.

“Tapi berliannya tidak menghilang. Tidak mungkin juga Marcus pergi dengan tangan kosong. Kita belum bisa memastikan kalau pembunuhnya itu Maarcus.” Ujar inspektur Kim kemudian.

Benar. Hope Diamond masih berada dileher nyonya Lee Seung-Hee saat kami menemukan mayatnya. Dan sekarang berlian itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Tentu saja Marcus tahu dimana mereka menyembunyikannya. Yang benar saja. Dia kan kepala kepolisiannya. Dan kenyataan inilah yang paling menyebalkan untukku.

Pukul 06.47 berarti masih tersisa 2 jam 13 menit lagi sebelum Marcus mencuri. Dan masalahnya adalah aku belum tahu siapa pelaku pembunuhannya. Bisa-bisa pelaku menghilangkan barang bukti kalau begini terus.

Racun yang  digunakan adalah botulisme. Racun Botulisme adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.

Infeksi racun ini menyebabkan kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh.

Selain itu bakteri ini dikenal sebagai bakteri anaerob yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah. Racun dari bakteri ini akan menyerang sistem saraf dan membuat seseorang meninggal dengan rasa sakitnya.

Keracunan botulisme biasanya akibat makanan yang dikonsumsi atau melalui suntikan ke dalam tubuh yang dapat merusak sistem saraf serta melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf.

Dan sepertinya pelaku tidak menambahkan racun kedalam makanan atau minuman karena tidak ada reaksi racun dari makanan yang sudah dikonsumsi oleh nyonya Lee Seung-Hee.

Kemungkinan kedua adalah racun disuntik kedalam tubuhnya.  Dan dengan menggunakan alat apa? Tidak ditemukan alat suntik dan lainnya diseluruh rumah ini. Kecuali pelaku masih membawanya sampai sekarang.

Dan aku tidak boleh menunggu terlalu lama atau senjata pembunuhan itu akan dibuang oleh sipelaku. Aish, bagaimana ini? Marcus akan datang beberapa jam lagi dan aku  belum tahu siapa pelaku pembunuhannya. Kepalaku rasanya mau pecah.

 

*****

KyuHyun’s POV

Aku tersenyum. Lagi-lagi dia mengeluarkan ekspresi menggelikan seperti itu. Kening yang berlipat dan mata yang menyipit karena terlalu banyak berfikir. Membuatku selalu ingin tertawa karena aku tahu dia masih belum tahu siapa pelakunya.

Yang benar saja. Kenapa otaknya bisa selamban itu? Aku bahkan bisa mengetahui siapa pelaku pembunuhannya hanya melihat gerak-geriknya saja.

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, orang yang menurutmu tidak mungkin melakukannya. Dialah yang memiliki kemungkinan paling besar untuk menjadi tersangka.

Hyo-Hwa terlihat bangun dari posisinya dan berjalan menuju TKP lagi. Pasti ingin mencari informasi lagi. Kasihan sekali wanita seperti ini masuk dunia detektif. Lama-lama akan  tumbuh uban dirambutnya karena terlalu banyak berfikir.

Aku mengikutinya, tidak ada pekerjaan lain. Masih ada sekitar beberapa jam lagi sebelum waktu yang sudah kutentukan. Daripada bosan sendirian, lebih baik aku mengikutinya saja.

Hyo-Hwa memulai penyelidikannya dengan memeriksa meja kerja nyonya Lee Seung-Hee, melihat-lihat beberapa dokumen lalu menuju kesebuah lemari buku.

Dia tidak menyadari kehadiranku. Aneh sekali, kenapa wanita ini sangat tidak peka?

Aku menyandarkan tubuhku didinding, memilih untuk tidak menganggunya, hanya ingin sedikit memperhatikannya saja.

Tiba-tiba dia berhenti bergerak, terlihat sulit mengatur nafas dan ketakutan. Dia menolehkan kepalanya secara perlahan kearahku dan sedetik kemudian terjatuh.

“Ya tuhan. Kau mengagetkanku Cho KyuHyun!” bentaknya sambil memegang dadanya.

Aku tersenyum, dengan gerakan perlahan menghampirinya. Aku berjongkok didepannya yang masih terduduk dengan ekspresi seperti baru saja bertemu dengan malaikat kematian.

“Apa aku terlalu tampan sampai kau terkejut begitu?” tanyaku menggodanya.

Wajahnya memerah, mungkin malu. Jarak wajah kami sangat dekat, dan aku bisa menjangkau bibirnya dalam waktu kurang dari satu detik kalau aku mau. Tapi… Hei. Aku tidak semesum itu kan?

Hyo-Hwa bangun dari posisinya dan buru-buru membuat jarak dariku.  Dia melirikku garang kemudian kembali melanjutkan tugasnya mengacak-acak lemari orang.

Yang benar saja. Memangnya aku takut dengan caranya menggertakku begitu? Gertakannya tidak lebih dari raungan kucing bagiku.

“Kalau kau datang hanya untuk mengangguku sebaiknya kau pergi saja. Kepalaku sedang sangat pusing sekarang.” Protesnya melihatku yang masih berdiri diposisiku.

“Kau belum tahu siapa pelakunya? Dasar lamban.” Cibirku.

Dia melirikku geram lalu dengan langkah-langkah besar menghampiriku.

“Kalau kau sudah tahu siapa pelakunya kenapa kau tidak mengatakannya saja?” dia berdiri didepanku menghapus jarak yang sudah dibuatnya tadi.

“Aku hanya ingin memberimu kesempatan.”

“Baik sekali kau.” Ujarnya mencibir.

Baru saja akan pergi lagi tapi aku menahan lengannya.

“Apa?”tanyanya kesal. Sepertinya dia marah karena aku sudah tahu siapa pelaku pembunuhannya lebih dulu darinya. Dasar kekanakan.

“Pelaku pembunuhannya sipelayan itu. Song Min-Yu.”

Dia nampak terkejut, sepertinya tidak menduga kalau perempuan sebaik itu pelakunya.

“Tidak mungkin kan?” gumamnya sendiri.

“Buktinya silahkan kau cari sendiri, masih ada diruangan ini.”

Dia menatapku tidak percaya, entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang. Aku bukan orang baik. Aku hanya ingin membantunya.

“Terima kasih.” Ujarnya pelan. Sangat pelan. Membuatku sendiri tidak yakin dengan apa yang dia katakan.

“Aku bukan orang yang mau melakukan sesuatu tanpa imbalan.”

Dia membulatkan matanya, kemudian menggerutu tidak jelas sambil memelototiku. Manis sekali.

“Kau mau apa?” tanyanya geram.

“Tenang saja, aku tidak akan memintanya sekarang.” Ujarku menggodanya.

Dia semakin marah dan membuang mukanya, melihat kearah lain.

“Aku pergi.”  Pamitku, membelakanginya dan langsung pergi dari tempat itu.

“Hei…” panggilnya ragu. Aku tidak membalikkan tubuhku, kali ini hanya ingin mendengar suaranya.

“Terima kasih.”

Aku tersenyum, dia… Manis sekali. Aku mengangguk pelan dan melanjutkan langkahku. Perasaan ini aneh. Entah bagaimana tapi aku selalu merasa senang saat tahu kalau dia berada didekatku.

 

*****

Author’s POV

Hyo-Hwa melihat punggung KyuHyun yang perlahan menghilang dari pandangannya. Walaupun pria itu bilang membantunya tidak secara cuma-cuma tetap saja dia berterimakasih.

Wanita itu kembali memeriksa meja kerja Lee Seung-Hee, mungkin dia tidak mencari dengan teliti tadi. Dan benar saja. saat dia sedang membongkar beberapa map tiba-tiba saja jatuh sebuah kertas yang sudah terlipat dengan sangat rapi.

Hyo-Hwa membuka lipatan kertas itu dan terkejut saat melihat sebuah foto. Foto Lee Seung-Hee dan dua putra kembarnya, Lee Sung-Min dan Lee Dong-Hae. Juga terdapat seorang anak gadis yang memegang ujung baju Lee Seung-Hee erat, seakan-akan dia takut.

Hyo-Hwa membacaisi kertas ditangannya. Surat dari nyonya Lee Seung-Hee untuk kedua anaknya juga untuk anak tirinya. Wanita itu menyadari sesuatu yang janggal dari meja kerja Lee Seung-Hee, tidak ada… alat tulis.

Dia tersenyum. Akhirnya mengetahui benda yang digunakan pelaku untuk membunuh. Dan sepertinya pelaku belum sempat membuang benda itu.

Hyo-Hwa berlari keruang tamu, tempat semua orang sedang berkumpul sekarang. Wanita itu berhenti dengan nafas tersengal-sengal membuat inspektur Kim menatapnya bingung.

Tidak menunggu waktu lagi Hyo-Hwa langsung menghampiri Song Min-Yu. Dia berdiri tepat dihadapan pelayan muda itu lalu tersenyum.

“Aku mau kekamar mandi. Tolong antarkan aku.” Ujarnya manis.

Song Min-Yu mengangguk, Hyo-Hwa tersenyum lalu menarik tangan pelayan itu membuat tangan yang terus digenggamnya terlepas.

Ekspresi Min-Yun langsung berubah pucat saat dia melihat pena yang jatuh bersamaan setelah Hyo-Hwa menarik tangannya.

Pena itu menggelinding hingga menyentuh kaki Lee Sung-Min. Sung-Min menunduk dan memungut pena itu, sedikit penasaran kalau dilihat dari ekspresinya.

“Ini pena eomma bukan? Kenapa bisa ada padamu?” tanya Sung-Min masih memperhatikan pena ditangannya.

“I-itu…” Min-Yu meremas baju yang digunakannya, terlihat sangat gugup untuk menjawab.

“Itu memang pena milik nyonya Lee Seung-Hee” jawab Hyo-Hwa cepat.

“Dan Song Min-Yu~sshi. Kau mencampurkan racun botulisme kedalam tinta pena itu lalu menusuknya pada nyonya Lee Seung-Hee.”

Min-Yu terlihat semakin gugup dan menundukkan wajahnya.

“Apa benar Min-Yu~ya?” tanya Lee Dong-Hae kemudian, pria yang memiliki senyum kekanakan itu menghampiri Min-Yu yang masih diam.

“Jawab aku!!!” teriaknya membuat semua orang yang berada ditempat itu terkejut.

“Dasar tidak tahu diri.”

Min-Yu mengangkat kepalanya dan menatap Dong-Hae menantang, gadis itu tersenyum sinis.

“Tidak tahu diri katamu? Bahkan kau tidak pantas berada dirumah ini.” Cibir gadis itu.

“Kau!” tunjuk Min-Yu pada Dong-Hae “Dan kau!!” dia menunjuk Sung-Min.

“Kalian berdua bukanlah anak ibuku, melainkan anak suami baru ibu dari wanita lain. Anak yang bahkan tidak memiliki ikatan darah sama sekali.”

“Setelah ibu menikah lagi, ayah kalian tidak menerimaku karena dia tidak suka anak perempuan. Eomma menyembunyikanku dirumah bibi didesa dan sesekali datang menjengukku dengan membawa kalian.”

“Dia sangat menyayangi kalian bahkan membuangku yang anaknya sendiri. Dan saat suaminya itu mati aku masuk kerumah ini, berpura-pura menjadi pelayan. Aku sudah memaksa ibu untuk mengakuiku sebagai anaknya tapi dia menolak. Tidak ingin menyakiti kalian katanya.”

“Aku tidak bisa menerimanya lagi.”

“Jadi kau membunuhnya?” tanya Sung-Min dingin.

Min-Yu mengangguk, terkesan tidak peduli lagi dengan akibat perbuatannya.

“Eomma tidak bisa memiliki anak.” Ujar Dong-Hae dengan mata berarir, menahan air matanya.

“Jangan mencoba membodohiku.” Ujar Min-Yu terkejut.

“Itu memang benar.” Kata Lee Sung-Min membenarkan.

Hyo-Hwa berjalan kearah Lee Dong-Hae, menyerahkan surat dan foto yang ditemukannya dimeja kerja Lee Seung-Hee.

Dong-Hae membuka lipatan kertas itu dan mulai membaca isi surat dari eommanya bersama Sung-Min. Lagi-lagi pria berbibir tipis itu menitikkan air matanya.

Dong-Hae menghampiri Min-Yu, menyerahkan surat itu untuk dibaca. Awalnya gadis cantik itu menolak, tapi entah dorongan darimana dia akhirnya membaca isi surat itu.

 

‘Untuk anakku, Lee Sung-Min dan Lee Dong-Hae. Ibu tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba saja ibu ingin menulis surat ini untuk kalian. Sepertinya waktu ibu sudah tidak lama lagi. Berjanjilah, saat ibu tidak ada lagi nanti kalian harus selalu bersama dan saling menjaga.

Dan tolong jaga Song Min-Yu, mungkin kalian akan membenci ibu karena menyembunyikan hal ini selama berpuluh-puluh tahun dari kalian tapi, Min-Yu juga saudara kalian. Jadi ibu mohon jangan bertengkar.

Hiduplah dengan baik, makan dengan baik dan bahagialah. Terima kasih karena sudah menjadi anak ibu. Ibu menyayangi kalian.’

 

Min-Yu terjatuh dan langsung menangis sangat keras, gadis itu memeluk surat yang ditulis oleh ibunya erat. Semua orang yang berada ditempat itu hanya bisa memandangnya iba tanpa berusaha menenangkannya.

Pada akhirnya tidak akan ada hal baik yang terjadi setelah kau membunuh seseorang.

 

*****

Seorang polisi muda berjalan menuju sebuah mobil patroli, tempat Hope Diamond disimpan dan hanya dijaga oleh seorang polisi bernama Kim Jun-Myeon.

“Inspektur Kim memintaku untuk membawa Hope Diamond padanya sekarang juga.”

Jun-Myeon tampak ragu untuk memberinya, dia menggelengkan kepalanya pelan.

“Maaf, tapi inspektur Kim berpesan untuk tidak memberikan berlian ini pada siapapun.”

Polisi muda itu menyeringai, dia mengeluarkan sapu tangan berisi obat bius dan membekap mulut Jun-Myeon dengan sapu tangan itu membuat polisi itu pingsan seketika.

Dia… Marcus.

Marcus mengambil kotak berlian itu lalu menempelkan sebuah memo didada Jun-Myeon, sengaja ingin membuat marah seseorang sepertinya. Pria itu langsung pergi dari tempat itu sebelum seseorang datang dan menangkapnya.

 

*****

Hyo-Hwa berlari secepat mungkin ketempat Hope Diamond sekarang disimpan. Sudah pukul 09.20 PM, dia benar-benar lupa dengan pencuri itu.

Wanita itu mendecak sebal saat melihat Jun-Myeon yang sudah pingsan didalam mobil patroli itu. Dia kalah lagi dengan pencuri itu, dan itu karena otaknya yang terlalu lamban.

Mata Hyo-Hwa menangkap sebuah kertas diatas dada Jun-Myeon, dengan perlahan mengambil benda itu.

 

Kutukan sudah kuhapus.

Sampai jumpa lagi. Aing~ ^-^

-Marcus-

 

Hyo-Hwa tersenyum sinis, pria itu pasti sedang mengerjainya lagi kan? Dan untuk apa kata ‘aing’ itu? sedang mencoba bersikap manis?

“Sial.” Desis Hyo-Hwa geram. Seharusnya dia memang tidak berterima kasih padanya tadi bukan? Pria itu memang tidak boleh dihadapi dengan sikap baik. Menyebalkan.

 

 

TBC

Kepanjangaaaan, hehe mian. Saya gak tahu harus kasi endingnya dimana jadilah begini ffnya. Mian y kalau ceritanya membosankan. Hehe.

Anyeong ^-^

 

 

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , , , . Tandai permalink.

99 Balasan ke Catch Me If You Can (Part 6)

  1. srizakyu berkata:

    ªQ yang first kan Ÿªaãª?? Kyaaa. Baca dulu ah!! #semangat’45

  2. Meghan Heo berkata:

    Yiha..
    Nice FF..
    Very nice..
    Karakter Kyu bikin meleleh..
    Makin cinta deh..
    #plakkkkk..
    Kayanya konflik yg ditimbulkan masih belum terlalu bikin pusing yak..
    Penggambaran kasusnya sedikit kurang greget..
    Singkat banget..
    Kayanya ceritanya emank lebih fokus ke romance-nya dri pda kasus itu sndiri..
    Mungkn tr bsa dperpanjang dkit konflik kasusnya..
    Biar gregetnya brasa..
    #akibatkebanyakanbacakomikconannie..
    Kkkkkk..

    • kyuhae berkata:

      kasus sprti itu aja udh ckup nguras otak.
      mau mikir jungkir balik kyak gmna jg sya gk bsa buat cerita sehebat aoyama gosho.
      jd jgn dibandingin krn gk akn sebanding.

      hehe, mksi buat komentarnya ^^

  3. rhisukha27 berkata:

    Second?
    Yes!! Hahahaha

    unieeeeee~
    aku mau komen apa ya? O.o
    #bingung

    ah cma mau bilang di part ini konfliknya kurang dapet ya? #digetok
    penyelesaian kasusnya cepet banget,trus Kyu-nya terkesan kaya punya indra ketujuh(?) gimana gitu? Masa tanpa ngelakuin apapun dia udh tau siapa pelakunya. Ya walopun bsa menduga dr gerak geriknya sih,tp dr segi penemuan buktinya?
    Trus si pembunuhnya begok amat yak? Masa buktinya masih aja tetep di pegang? #paboo

    oh ya un,itu scene KyuHwa-nya kurang banyak xD
    tmbahin lg dong,yg romantis ya? *asikk*

    peran marcus disini berasa kaya perannya kid si detektif conan *ini comik kesukaan aku loh:D #plakk

    ngasih kartu sebelum mencuri,trus ngembaliin barang ke tempat asalnya,ya walopun gak sama persis sih. Cma itu doangg😀 *jgan marah loh*

    baca ff mu ini serasa baca ff detektif,bukan cma sekedar mendapatkan kesenangan dr rangkaian kata2 yg uni susun tp jg sedikit pengetahuan dr penjelasan n penemuan bukti,ya kaya nama obat bius gitu:D tp itu beneran gak sih? #buka google

    eh unnie,km ska baca novel detektif ya un?
    Suka baca novel apa?

    • kyuhae berkata:

      cba kmu perhatiin lg kta2 kyuhyun dstu.
      “Buktinya silahkan kau cari sendiri, masih ada diruangan ini.”
      sebenarnya kyuhyun udh lebih dulu nemuin buktinya tp dia gk ngungkapin lngsung.

      klu penyelasaiannya terlalu cpat. maaf itu udh limit otk onnie mikir smpe situ.

      onnie jg ska bca dtktif conan, jd jgn heran klu karakter kyu yg sma sprti kid. hehe..

      botulisme itu memang ada, cba kmu cri di google.

      onnie gk suka bca novel, lebih sering bca komik. jd klu ff onnie gk terlalu bgus kmu jgn heran. hehe

  4. Amii berkata:

    tarraaa… Second coment..
    Aku udah ngira dr awal kalau sbnere Kyuhyun & Hyohwa adlh temen masa kecil, dn ternyata bner…
    Knpa Kyu maupun Hyo gk nyatain perasaan mrk yg sbnrya, makin bkin greget ajja.. Satu lg, eonni aku suka pnjelasan ttg hope diamond^^

  5. Amii berkata:

    Ternya 3rd coment, gpp deh..hhaaa ^^

  6. siskawidayani berkata:

    semoga komenan ini terkiriiim *wajah memelas sama hp😀

    akhirnya setelah menunggu, CMIYC next part nya d posting jg hehe
    lanjuut terus ya eonni🙂 semoga next part konfliknya lebih ngena huhu maaf ya eonni *ting.

    lanjuuut terus ya eonni, aku pasti bakal nunggu banget next part nya🙂

  7. Drei_Kyu berkata:

    CMIYC!! Akhirny…😀

    Hyohwa salah paham sama pertunangan ahra, malah buat kyuhyun senang ^^ jadi tambah keliatan kalo hyohwa memang udah ada rasa sama kyuhyun!!
    Tetap lanjut ya oen!! D tunggu next partny ^^

  8. Mcovira berkata:

    Aku setuju sama komen2 diatas! Aku juga ngerasa ga ngena di part ini.. Pov-nya terlalu sering ganti.. Aku bingung.. Tapi penasaran! Lanjut eonniii!

  9. ThathaKyu berkata:

    Hohoho tinggalin bibirkyu dulu unn,

  10. Ririn glingsem berkata:

    Wah keren onnie. Bikin penasaran. Wah seneng banget udah lanjut lagi bikin pengen baca terus. Huaaa…kalau lanjut jangan lama2 ya onnie jamuran nunggunya. Hehe..2 jempol buat onnie hm…terlalu sedikit 4 jempol aja deh. Ffnya the best onnie. Gomawo atas ff hari ini. Hehe

  11. LJK~ berkata:

    ini lebih panjangg
    Tp blm ada something greget
    Kaya aksi kyuhyun mendekati hyo hwa
    Huahahah
    Untung bkan perjodohan ya
    biar mreka jtuh cinta scra alami :p

  12. ThathaKyu berkata:

    Aduh..Aduh,unnie~ya gmana koment’x ya?Hm..Menurutku…Menurutkyu ya..Kurangpanjang*diinjek*haha..
    Wah padahal aku brharap ada adegan kissing lagi*yadong*kkk
    n pas hyohwa nanya appanya apa dia dijodokan dgn kyuhyun kalo aku ya,pas appa blg gt,aku bkal langsung minta dikawinin ma kyu skrg juga*plakk*
    ditunggu lanjutannya unn^^

    • kyuhae berkata:

      klu itu beneran, onnie jg bkal mnta dkawinin kali. syngnya ini cma khayalan.
      kissing scene? perasaan ada deh, tp gk terlalu… apa y? *malu ngomongnya
      ne, dtnggu y.🙂

  13. minrakyu berkata:

    uwaaaaa….makin keren aja ni…
    next part ditunggu ya…

    btw aku manggilnya apa ni cinggu,,thor,,atau saeng???
    secara aku juga 90 line tp bln 5 hehehe…

  14. irtuputri berkata:

    Baggussss ih, aku mau spechless dulu hehe
    kalo aku jadi hyo hwa aku bakal ngubur diri hidup-hidup di depan Kyuhyun. Malu karna salah paham di pertunangan itu.
    Tapi pas bagian terungkapnya pembunuhan itu, aku sedih pas baca surat itu.
    kyuhyun lagi sok imut kayanya di part ini hihi
    ayo tetap semangat.. eng manggilnya chingu kali ya🙂 keep writing *wink

  15. sartika berkata:

    Aing,,, kyaaaa Kyu Kyeopta….

    baca nih epep kyk lg baca komik Konan deh, seru & menegangkan, sama gak nyangka,, WEW..
    kirain td kyu bakal Nyium Hyo lg,kkk*ketularan yadong

    td aku jga mikir klo mreka tuh d jodohin ma Ortu mreka, bener gak si ???

  16. MiyaELF berkata:

    Yatta!!!!!
    Akhirnya!!! ^o^

    hihihihihih, pas baca kasusnya langsung ingat conan loh eonni😀

    banyak romancenya >///<
    aku jadi susah untuk nebak endingnya -,-'

    pokoknya, ganbatte eonni!!!!
    Ditunggu lanjutannya ;D

  17. SiwonELF berkata:

    Kyaaa…. Part 6 akhirnya mncl juga *_*
    Ga kepanjangan koq thor, suka banget klo pnjng gini jd puas bacanya ^^
    Biar nunggunya rada lama tp hasilnya selalu memuaskan pke banget *_*
    Author makin keren deh…
    Hubungan kyu-hwo emang bnr2 rumit yah? Ckckc… Mulai dr polisi-pencuri, bawahan-atasan, saling jatuh cinta, dan trnyata teman masa kecil. Hahaha… Sama skali ga terduga :O
    Apa pun hubungan mereka, yg jelas endingnya mereka Harus merried *plakk! #reader ga tw diri# ㅋㅋㅋㅋ ^^v thor…
    Dan itu, pencurian dan kematian, WOW author T.O.P.B.G.T
    Next thorrrr… Biar kata lamaaa nunggunya, ttp aku tunggu, yg pntng jgn di Stop tengah jalan ^^

  18. nindy berkata:

    yak.. tbc~ kapan nih eonni dipublish ?? udah gak sabaaaar~ penasaraaan eon :3

  19. Warnengsih berkata:

    Lagi lagi lagi lagi lagi lagi lagi. . . . . . .KYAAAA AKU MENGGILAAAAA!!!!!

  20. srizakyu berkata:

    Uuuhhh..baru 20 hari setelah publish ff ini. Brarti msh nunggu kurang lbh 2 mggu lagi??
    ƍäª sabar..🙂

  21. setia berkata:

    gx kepanjangan kok.
    klo boleh saran ada kasus pembunuhan tp pelakuny gx lgsung tertangkap, trs hyo sm kyu kerja sama, krn kyu kelihatan jenius bgt lgsung tau pelakuny, buat kyu kelihatan agak gx terlalu jenius.hehe

  22. hyunsoo28 berkata:

    ini gk kepanjangan kok thor, krng panjang malah #plak
    aduh ini mkn seru bgt critanya…
    pengen cpet” baca kelanjutannya, kok tumben sih gk beraksi sm eunhyuk…
    stelah leeteuk, donghae sm sungmin jd cameo, kpan giliran suamiku thor #lirikyesung

  23. =>FizaKyu berkata:

    FF nya seru banget.. Lanjutin dong eon.. Jebal.. T-T

  24. Na berkata:

    hm,, sebenernya motif marcus itu apa ya? menurut Na, ini pasti ada hubungan.a sm hyohwa. marcus sebener.a cm iseng aja nyuri2 gt. biar dia bisa ngebantuin hyo dgn cara2.a itu. supa hyo bisa inget lg sm kyuhyun. sbener.a hyo knpa ya? dia hilang ingatan kah? udh jelas kaya.a kl dr dulu, dr wkt mereka kcl, kyuhyun udh suka sm hyo. dan sampe skrg. tp hyo malah lupa.
    hm hmmm,, mari berfikir lagi!

    Huahaaa, gimana eon? Itu si cuma analisa Na aja. Hehe

    btw, tiap part itu selalu ada pngtahuan tntg racun dkk.a
    itu membantu bgt lah supaya lbh dket lg sama bioloh. Hihii.
    Ada sejarah.a juga :”
    Thx info”nya eon^^

    next part, Na setia nunggu. Smga bs cepat yah. Amin

  25. metaz05 berkata:

    Thor,, koq bisa kepikiran bikin cerita detektif seru begini sih? Keren deh.. Bener.. Serasa baca conan versi ff.. •(>̯┌┐<)•°

  26. @nonajongwoon berkata:

    Wahh seru banget
    Aing arti nya ap ? Wkwkwkwk

  27. srizakyu berkata:

    Annyeong author^^ *melambai ala putri indonesia(?))
    Apa kabar nih CMIYC nya??
    Uuuuhhh…benar2 ƍäª sabar.
    Kasih bocoran dikit donk di part 7 nya? Kyu ma hyohwa gmn, apa uda ad perkembangan? Hohohooo…

    • kyuhae berkata:

      dipart 7 penuh dengan kode.
      akan sya kasi sedikit bocoran…
      1. goose
      2. D 0
      3. 9, 12, 21
      itu bbrp kode yg akan muncul di part 7 nnti. utk perkembangan hubungan, akan ada yng menyatakan perasaan. hehe

      • srizakyu berkata:

        Alamak…#gubrak!!!
        Aduh author,, jgn bikin penasaran and pusing otakku yg pentium 4, ƍäª ngerti sama sekali selain kode 142😦
        Hah??? Ciyuss??? Nyatain perasaan? Ouuwww…oouww( ‾̴̴͡͡⌣ ‾̴̴͡͡ʃƪ)
        Aq tunggu kapan publishnya…^^

  28. Saroh berkata:

    lanjutt thorrr penasaran tingkat akut akut bener dahhh…setiap malam galau nungguin epep ini,tanggung jawab loh thor *demo*

  29. srizakyu berkata:

    Ouuhhhh author!!! ªQ menunggu mu~
    *author apa ffnya??*

  30. oliviachoi07 berkata:

    Aigoooooo motifnya Marcus apa sih sebenarnya?? >__<
    kekekekeke Hyo Hwa salah paham ama pertunangan Ahra eonni🙂
    emang hyo pernah amnesia ya??
    makin seruuuuuuu….

  31. Choiri berkata:

    seruuu banget karna Hyo Hwa cemburu saat dibilang keluarga Cho akan melangsungkan acara pertunangan… cie..cie… lanjut baca lagi

  32. Kodok berkata:

    suudzon sie…capek sendiri kan

  33. Raraelfishy berkata:

    *speechless* ini bener-bener daebak.. Seriusan ^^

  34. kyuwoo berkata:

    huah nggak Ada bosennya baca ff ini mau spanjang apapun
    kapan hyo hwa kyuhyun jadian?

  35. hinata berkata:

    Lanjutttt😛

  36. BabyCho berkata:

    menuju final ya~
    ahhh akhirnya~
    kocak seruuuuu
    kyuhyun itu kid kw pokonya xD

  37. GyuHae berkata:

    Terharu pas baca dimana pelayan itu nangis sambil baca surat terakhir dr Ibunya, menyedihkan memang!!! Kalo misalkan marcus asalah kyuhyun, kenapa hyo hwa gak bilang secara detail kalo marcus itu pencuri, kan biar bisa ditangkap! Tp knp hyo hwa engg ya, apa karna dia cinta😀

  38. Syarofa ukhtina berkata:

    Ini part yg mendebarkan!
    Aishh . . .bkalan gmn cra hyo menangkap kyu??
    Dan bgmn kelanjutan’y?

  39. Jung Ha Rin berkata:

    Aiiiish apa itu pake aing aing … Wkwkw
    Kyeoooptji … Hhahaha

    Pingin tau deh athornya suka sma berlian yah??? Kok tau banyak bgt tntang berlian ..

    Daebaaaaak !!!

  40. Cho handa berkata:

    padahal aku ngarep ya appanya hyo hwa ngejodohin sama kyuhyun.
    sayang appanya hyo jawabnya buat gk semangt kkk
    semoga kedepnnya hubungan mrka jauh meningkat dr pada hr ini

  41. aina fitria berkata:

    Masih penasaran sama tujuan sebenernya kyu
    knp nyuri berlian2 bersejarah????
    walau pada akhirnya dikembalikan kembali…

  42. dinnur berkata:

    part ini gak kepanjangan kok eon, aku malah suka kalo ceritanya panjang
    lucu bgt waktu hyo hwa ngira yg tunangan itu kyu, dia jadi keliatan kalo suka sama kyuhyun

  43. mayang berkata:

    Wah aq salut bgt am km thor , bssa tau lengkap tentang benda” berhrga itu , wuuu ekerennnnn
    pasti ngubek” mbah google ya ,kkkkk
    jiah hyohwa udda salah faham aja ya , dn ternyata kyu am hyohwa temen kecil toh , ahh bkn. temen tp musuh , kkkk

  44. bubu berkata:

    Lanjut thorr

  45. EkaShfly berkata:

    Waaaah mkin seru nih, gimana hbngn mereka sebenrny?

  46. choalfi berkata:

    ngakak gara gara aing nya xD LOL. tuhkan si hyo salah sangka sama yg tunangan…. ternyata mereka berdua udah pernah kenal tp lupa.
    hubungan kyu hyo lucu banget ya. seringnya sih cek cok tapi malah bikin asik xD

  47. elfishyswe berkata:

    masih belum tau nih sebetulnya maksud kyuhyun alias markus melakukan pencurian.

  48. amoy berkata:

    Omo…kirain beneran kyu yg mau tunangan…

  49. berkata:

    hahaha…aq pkir mrk emg d jodohin..trnyta gk ya??patesan dr part pertama kyu blg kyk gk asing pas liat mata hyo hwa,trnyta mrk mmg udh kenal dr kecil…
    kr2 gmn akhrny si marcus ya??bkal terbongkar??trus nnti dpecat jd kpla kpolisian dg??hmmm…mending liat next part ny biar gk pnsaran…hohoho^^

  50. minkijaeteuk berkata:

    kiarain kyuhyun y ngak bakal jd curi berlian y krn ada y pembunuhan ternyata tetep dilaksanain juga setelahbkasus pembunuhan y terungkap….
    seru…. ngak disangka ternyata yg ngebunuh anakby yg cwe…
    kyuhyun n hyo hwa teman masa kecil,,, pa kyuhyun dah sadar klo mereka temen masa kecil n cuma hyo hwa aja yg lupa,,, knp hyo hwa bisa ngak inget??Lucu pas hyo hwa salah paham soal pertunangan y ahra,,, pake salah sangka gt disangka kyu yg tunangan hehehehhe…

  51. Fanny berkata:

    Aku suka sm karakter kyuhyun disini,,jenius plusss gokilll o(^▽^)o pasti seru jd hyohwa kkk

  52. park na na berkata:

    kyuhyun hbat crtnya ……
    bsa tau man trsagka tmp perlu nyelidiku….
    daebakkkk….

  53. hahanazzz berkata:

    Daebakkk!!!! bener2 luar biasaaaaaa:D author! good job!

  54. kyukyukyuniw berkata:

    Wahhh pengetahuan tentang diamond nihhhhhhhhhhh..

    Hyohwa cemburu dan salah paham ternyata, yg bertunangan kakaknya kyuhyun bukan kyuhyunnya. Kalo suka ngmong aja jangan nangissss ,, hehe
    Suka suka suka sama ceritanya ka author.
    Tapi marcus bakal ketahuan ga yah??

  55. miss_250508 berkata:

    Ga abis pikir gimana cara unni bisa nemu ide tentang semua kasus di ff ini. Itu bener2 butuh otak ekstra tapi unni nulisnya udah kaya ngalir aja gitu, daebaaakkkk!

  56. winda suryani berkata:

    hahha.. kyu sok manis ahh. ttep aja pncuri. dsar org kurang krjaan.

    gk kbyang klw si hyo bkal nikah sma kyu, dan marcus blm trungkp.

  57. nda ccm berkata:

    msh pnsrn tjwn kyu nc,,,!!
    pi lucu jg low kyu srg bkn ggup hyo

  58. suci berkata:

    Sangat mengejutkan

  59. lovey denalisa berkata:

    Hahaha aemang lbh licin dari belut.

  60. clara berkata:

    wahh gak gampang bikin ff yg begini..salut deh buat chingu..next part

  61. fira (Min Eun) berkata:

    huaaa…. kyuhyun memang pantas menjadi kepala kepolisian… cerdas. hyo hwa itu manis bgt dan jg polos menurutku…
    keep writ and hwaiting thor^^

  62. BabyBoo berkata:

    Kenapa sih kyuhyun selalu beruntung kalo ngejalanin misinyaa??-___-next deh aku masih kepo sama banyak hal hahahaha

  63. elfishyvil berkata:

    😂😂😂😂😂😂😂
    Lucu banget….
    Apa sih arti aing itu??
    kasusnya bagus thor…

  64. LatishaBee berkata:

    Kekeke~
    hyo hwa keliatan tuh gak terima kyuhyun tunangan sma cewek lain…
    Bilang aja cemburu hyo hwa.. Buakakaka~

  65. jaemijhe berkata:

    Berasa nonton drama korea..

    KereeNn..

  66. Nabela berkata:

    keren keren
    next part ……………

  67. sun berkata:

    (♡_♡)

  68. Ping balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  69. nisa11 berkata:

    kyuhyun kyuhyun

  70. Luckyfer berkata:

    Ap tujuan kyu sebenarnya?

  71. rei berkata:

    hyo hwa polos banget ya hahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s