The Answer Is You (Part 1)

the answer is you

Cinta itu adalah saat aku melihatmu kemudian mulai berpikiran gila tentang bagaimana caranya mempertahankan kehadiranmu dalam hidupku.

Cinta itu adalah… merindukanmu.

 

AUTHOR’S POV

“Hei, menikahlah denganku.” Ujar KyuHyun masih dengan tatapan datarnya. Tidak menunjukkan kegugupan sedikitpun.

“Begitu caramu melamar?” Tanya Hyo-Hwa dengan nada tidak suka. Dia berdiri dari duduknya dengan tangan melipat didepan dada menatap KyuHyun lama berharap kalau mungkin saja pria ini akan mengeluarkan bunga atau apa saja yang bisa membuat suasana hatinya membaik.

Tapi, memang tidak ada apa-apa. Bahkan sepertinya dia juga tidak mempersiapkan cincin. Pria ini terlalu gengsi atau dia hanya sedang menggodanya?

“Kenapa aku harus menikah denganmu?” tanya Hyo-Hwa akhirnya. Mulai merasa jengah dengan sikap KyuHyun yang masih tidak mengatakan atau melakukan apapun. Hanya sekedar untuk meyakinkannya kalau ini memang sebuah lamaran.

“Karena kau hanya boleh menikah denganku.” Jawabnya masih terkesan dingin.

“Alasan macam apa itu?”

“Kau hanya boleh menikah denganku. Mengerti tidak?” ulang KyuHyun dan kini dengan senyuman tipis yang perlahan berubah menjadi kekehan kecil.

Sifat jahil pria itu kembali, membuat Hyo-Hwa membeku untuk beberapa detik. KyuHyun itu akan bertambah lebih tampan saat sedang tersenyum, benarkan?

‘Seseorang tolong tampar aku!’ rutuk wanita itu dalam hati. Ingin menyadarkan dirinya sendiri karena sudah terlalu lama terpesona.

“Jadi bagaimana?” tanya KyuHyun lagi. Kali ini berdiri dan memasukkan tangannya kedalam saku celana jeansnya. Berdiri tepat didepan wanita itu.

Merasa gugup dengan posisinya, Hyo-Hwa memalingkan wajahnya, menolak menatap pria didepannya. Sebenarnya tidak ada pemandangan menarik ditaman kota dekat rumahnya ini tapi setidaknya dia harus menyelamatkan jantungnya.

“Hei….” panggilnya lagi.

Hyo-Hwa mendongak menatap wajah pria didepannya. Dia tersenyum. Manis sekali.

“Setidaknya kau tidak akan menderita bersamaku.” Ujar pria itu lagi dengan senyuman manisnya.

Wanita itu akhirnya mengangguk. Tanpa sadar.

Dan KyuHyun tersenyum lagi, merasa sangat senang dengan jawaban wanita didepannya.

“Terima kasih.” Ujar pria itu. Tidak memeluk atau menyentuh wanita didepannya. Dia itu memang seperti itu. Tidak pernah melakukan kontak fisik atau apapun. Tidak suka atau mungkin takut tidak bisa berhenti. Entahlah, hanya dia sendiri yang tahu.

 

Hyo-Hwa’s POV

Kami menikah. Semuanya baik-baik saja. Tidak ada pertengkaran atau semacamnya. Mungkin hanya perbedaan pendapat yang berakhir dengan tawa. Sama-sama merasa lucu karena memperdebatkan hal tidak penting.

Pintu kamarku berbunyi, dia sudah pulang. Pulang selalu hampir larut, dia itu sangat gila kerja. Saat dia menyukai sesuatu dia akan terus mengejarnya sampai merasa puas akan hasilnya.

Aku tidak bangun dari posisiku, hanya berbalik dan  melihatnya sedang melepas dasinya. Bahkan saat melakukan hal biasa seperti itupun aku merasa dia sangat tampan.

“Kau menungguku?” tanyanya melihat mataku yang masih memperhatikannya bukannya tidur dijam 11 malam seperti ini.

“Percaya diri sekali. Aku terbangun karena suara pintu itu,” ujarku mendengus.

Dia hanya mengangguk kemudian meninggalkanku untuk mandi.

KyuHyun itu… bagaimana mengatakannya? Dia itu orang yang sulit ditebak. Selalu melakukan semuanya tanpa diduga. Aku bahkan tidak tahu apa yang difikirkannya walaupun kami tinggal bersama. Aku seperti tidak mengenalnya.

Tapi, dia mengetahui semuanya tentangku. Seperti apa yang sedang kulakukan dan kufikirkan. Dia terkadang membuatku takut dengan tatapan dinginnya tapi dengan sekejap bisa membuatku bahagia dengan senyumannya.

Senyumannya itu sangat manis. Seperti melihat bayi yang tertawa. Polos dan cantik. Membuatku ingin menyentuh atau mungkin mencubit gemas pipinya. Tapi, tidak mungkin aku melakukannya. Itu memalukan.

Satu-satunya hal yang kuketahui tentangnya adalah terlalu percaya diri. Dia selalu merasa dirinya hebat dalam melakukan apapun, bisa menyelesaikan segala hal dengan sempurna. Dan aku mengakuinya, memang itulah kenyataannya.

Aku mencoba menutup mataku dan mencoba untuk tidur lagi. Merasakan tempat tidur sedikit bergerak dan melihatnya yang sudah berbaring disampingku.

Dia menoleh kearahku, kemudian tersenyum.

‘Sampai kapan kau akan membuat jantungku berdetak menggila seperti ini? Bodoh. Berhentilah tersenyum seperti itu.’

Aku menjerit didalam hati, tangannya terulur kemudian menarikku mendekat. Kami, memang jarang melakukan kontak fisik seperti pasangan lainnya.

Mungkin hanya sentuhan-sentuhan seperti pelukan dan ciuman. Dan hanya dengan itu dia bisa membuatku terkena serangan jantung. Aku sangat bodoh. Seperti remaja yang baru menemukan cinta pertamanya.

Dia menyandarkan dagunya dibahuku, kemudian mulai menggumam. Ah, tidak. Dia sedang bersenandung dengan suara yang sangat halus. Membuatku merasa nyaman dan melupakan tentang detak jantungku yang tadinya sudah mulai menggila.

Dia sangat baik. Dan aku mencintainya meskipun kami tidak pernah menyatakan secara terang-terangan. Asalkan dia mau terus bersamaku, itu cukup. Hanya dengan kehadirannya saja, itu sudah cukup.

 

*****

Pekerjaanku dipagi hari, membangunkannya. Dan aku sepertinya harus mendaftarkan hal ini sebagai salah satu hal paling sulit dilakukan didunia ini.

Dia susah sekali bangun dipagi hari, terkadang aku hampir putus asa saat melakukannya. Dia tidur atau mati?

“KyuHyun, ayo cepat bangun. Kau bisa terlambat.” Aku menarik-narik baju tidurnya sambil terus menggucangkan tubuhnya.

Matanya sedikit bergerak kemudian mulai membuka dengan sempurna.

“Cepat bangun.” Ujarku lagi, menarik tangannya hingga dia terduduk.

Matanya kembali terpejam dengan posisi duduk.

Manis sekali.

Aku tersenyum, tanpa sadar dan mulai memperhatikannya lagi tanpa bosan. Dia tertidur lagi dengan posisi tubuhnya sekarang.

Aku duduk dengan dagu bersandar ditepi kasur, memperhatikannya. Salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan.

“Bagaimana kalau hari ini bolos saja?” tanyaku kemudian.

Dia terlihat lelah sekali. Mungkin butuh sedikit istirahat. Direktur aneh yang terlalu keras bekerja. Tapi malah melarangku untuk tidak bekerja.

Yang membuatku geram adalah alasannya melarangku. ‘Kau akan menyusahkan seluruh kantor karena kebodohanmu.’

Alasan macam apa itu? Dia mau bilang aku idiot? Tapi walau bagaimanapun aku tetap menuruti semua keinginannya itu. Karena aku ingin melihat senyuman manisnya saat aku mengabulkan seluruh permintaanya. Itu hal paling hebat yang bisa kutemui hanya pada dirinya. Senyumannya.

Aku baru saja mendorong tubuhnya perlahan untuk tidur kembali tapi dia malah terkejut dan dengan cepat menahan tanganku. Matanya terbuka, masih setengah tidur.

“Sebaiknya tidur lagi, kau sangat lelah bukan?” bujukku.

Dia menggeleng kemudian dengan cepat bangun dari posisi awalnya. Membuatku takut tentang kesehatan tubuhnya.

“Kenapa terus memaksa diri seperti itu? Sehat itu mahal KyuHyun.” Protesku.

“Tentu ada alasan.” Ujarnya tidak kumengerti.

Aku hanya menatapnya bingung, alasan? Mungkin sesuatu yang ingin dicapainya nanti. Dan aku tidak tahu itu. Sudah kukatakan sebelumnya aku tidak mengerti dengan jalan fikirannya itu. Dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Atau aku memang tidak pernah tahu apa-apa tentangnya?

 

*****

Aku mulai membersihkan rumah kami, masih sedikit berantakan dengan beberapa kardus yang bahkan tidak kuketahui apa isinya. Semuanya menumpuk menjadi satu, kardus yang dikirim ibuku dan kardus yang dikirim ibu KyuHyun.

Aku memeriksa isinya satu persatu dan mulai menaruhnya pada tempatnya. Entah apa yang difikirkan ibu sampai harus mengirimkan ini semua. Seperti aku tidak bisa kembali kerumah lagi saja.

Aku membuka satu kardus yang tidak terlalu besar dan melihat beberapa album didalamnya. Fotoku saat masih kecil.

Eomma… Dia mau mempermalukanku didepan KyuHyun? Aku ingin menyembunyikan isi kardus ini saat melihat sebuah buku yang sangat familiar dimataku.

Buku harianku…

Aku membuka halaman pertama dan membaca isi yang bahkan sudah kulupakan.

Cerita tentang cinta pertamaku…

Lee Dong-Hae.

 

*****

KyuHyun’s POV

Aku pulang hampir tengah malam dan kali ini wanita ini sepertinya tidak bangun seperti biasanya. Dia tertidur lelap sekali, sangat manis.

Memperhatikan wajahnya sangat menyenangkan. Kulitnya putih, hampir pucat. Terkadang aku berfikir tentang kesehatannya, dia ini sulit sekali disuruh makan.

Aku naik keatas tempat tidur memperhatikannya lagi. Tanpa menimbulkan suara berbaring disampingnya melihat wajahnya dari dekat.

Tanganku terangkat ingin menarik tubuhnya mendekat. Dia selalu cerewet tentang kebiasaanku yang menurutnya terlalu gila bekerja. Walaupun alasan sebenarnya adalah untuk kebahagiaannya.

Aku ingin mengumpulkan uang yang banyak agar dia tidak perlu khawatir tentang hal itu.

Didunia uang adalah segalanya walaupun bukan prioritas utama. Manusia tidak akan bahagia jika tidak memiliki uang, itulah kenyataannya. Jadi aku akan berusaha untuknya.

Karena aku sudah berjanji untuk tidak membuatnya menderita saat bersamaku. Hanya itu yang bisa kujanjikan.

Aku merasakan sesuatu jatuh saat tubuh Hyo-Hwa mendekat padaku.

Sebuah buku.

Penasaran, aku membuka buku yang tidak terlalu tebal itu.

 

Author’s POV

 

5 October 2011

Hari pertamaku kuliah, gugup sekali. Aku tidak mengenal siapapun dan tidak pintar berteman. Tapi seorang sunbae mengajakku bicara. Tampan dan sangat baik.

Namanya, Lee Dong-Hae.

 

Hyo-Hwa menyandarkan dagunya didinding pembantas didepannya. Mendesah sebal. Wanita itu sangat benci situasi baru seperti ini. Tidak memiliki teman bicara dan hanya berdiri seperti orang bodoh sendirian.

Wanita itu selalu merasa canggung saat harus berbicara lebih dulu dengan orang yang baru dikenalnya. Membuatnya selalu sulit untuk mendapatkan teman baru.

“Tidak memiliki teman?”

Hyo-Hwa menolehkan kepalanya dan mendapatkan seorang pria tampan berbibir tipis tersenyum ramah padanya.

“Aku mau menjadi temanmu.” Sambung pria itu masih dengan senyum manisnya.

Pria itu mengulurkan tangannya. “Lee Dong-Hae.”

Hyo-Hwa menatap pria didepannya takjub. Wanita itu tidak termasuk perempuan cantik dan kaya, walaupun dia tidak terlalu buruk rupa.

Tapi, pria didepannya pasti salah satu pria idaman semua perempuan dikampus ini. Dan dia mau menjadi temannya. Bukankah itu suatu keberuntungan?

Sedikit ragu, Hyo-Hwa membalas uluran tangan Dong-Hae.

“Namamu?” tanya Lee Dong-Hae.

“Hyo-Hwa. Park Hyo-Hwa.”

 

 

12 September 2011

Dong-Hae sunbae mengajakku melihat latihan basketnya. Aku senang sekali saat bersamanya, saat-saat yang sangat istimewa dalam hidupku.

 

“Apa yang sedang kau lakukan ditempat seperti ini?” tanya Dong-Hae dengan tampang bosan.

Hyo-Hwa hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Lee Dong-Hae. Wanita itu sedang diperpustakaan memangnya apalagi yang sedang dikerjakannya kecuali belajar?

Bukankah itu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban?

“Aku bosan Hyo-Hwa~ya.” Rengeknya seperti anak kecil.

Hyo-Hwa terkekeh kecil kemudian meninggalkan bacaannya menatap Lee Dong-Hae.

“Lalu sunbae ingin kita kemana?” tanya wanita itu kemudian. Berusaha membujuk sunbaenya yang sedang merajuk.

“Lapangan basket? Sebentar lagi ada latihan.” Ujarnya bersemangat.

Hyo-Hwa tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Dan sepertinya secara perlahan niatnya untuk berteman mulai menghilang.

Sepertinya dia mulai menyukai sunbaenya itu.

 

 

16 Desember 2011

Kami makan siang bersama. Dia sangat suka bekal buatanku. Enak sekali katanya. Dan aku berjanji untuk terus akan membuatnya bekal.

 

“Ini.” Ujar Dong-Hae, memberikan kantung yang sedikit berbau amis pada Hyo-Hwa.

Hyo-Hwa mengambil kantung itu sedikit curiga, dengan hati-hati mengintip isinya. Dan isinya adalah ikan dengan jumlah yang tidak sedikit. Masalahnya adalah ikan itu masih mentah.

“Kenapa sunbae memberikan ini padaku?” tanya wanita itu langsung.

“Kemarin aku mengunjungi ibuku di Mokpo. Ini oleh-oleh dariku untukmu.”

Hyo-Hwa menganggukkan kepalanya mengerti. Tapi yang wanita itu tidak mengerti adalah kenapa dia memberikannya dikampus? Seharusnya pria itu memberikan benda seperti ini saat dia akan pulang bukannya ditengah kuliah begini.

Wanita itu hanya bisa memprotes dalam hati tanpa berani mengeluarkannya sedikitpun. Dia terlalu takut kalau Dong-Hae marah dan tidak mau berbicara lagi dengannya nanti.

“Besok buatkan aku bekal dengan ikan itu.” ujar Dong-Hae yang terdengar seperti perintah.

“De? Dengan ikan ini?” ulang Hyo-Hwa ragu.

Dong-Hae menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Dan lagi-lagi Hyo-Hwa hanya bisa menyetujui permintaan pria didepannya itu.

***

“Bagaimana rasanya?” tanya Hyo-Hwa penasaran.

Mereka dikantin sekarang, dan Dong-Hae sedang mencicipi masakan berbahan ikan buatan Hyo-Hwa.

Wanita itu tidak bisa menolak permintaan Dong-Hae, dengan terpaksa memohon kepada ibunya untuk mengajarkannya bagaimana caranya memasak.

“Enak~” jawab Dong-Hae kemudian.

Hyo-Hwa menghembuskan nafas lega. Untuk masakan pertama, tidak buruk. Nilainya sendiri dalam hati.

“Hyo-Hwa kau harus membuatkan bekal untukku setiap hari. Arassho?”

Sebenarnya Hyo-Hwa bisa saja menolak permintaannya bukannya menuruti dan melakukan apapun yang pria itu minta. Tapi, dia menyukainya. Dia menyukai Lee Dong-Hae. Pria dia yang disebut sebagai cinta pertamanya.

 

 

1 January 2012

Dong-Hae sunbae mengajakku ketaman hiburan. Bolehkah aku menganggap ini sebagai kencan pertama kami? Kekeke

 

Hyo-Hwa menyandarkan tubuhnya pada pohon besar dibelakangnya. Membaca buku ditangannya sambil mendengar musik. Bukan belajar, hanya sedang membaca untuk mengisi waktu luangnya.

Wanita itu terperanjat saat dua telapak tangan seseorang menutup matanya. Dan dia langsung tahu siapa pria dibelakangnya sekarang.

“Sunbae~,” panggil Hyo-Hwa pelan dan Dong-Hae langsung melepaskan tangannya dari mata Hyo-Hwa.

“Kau ini! Seharusnya kau tidak boleh menebak secepat itu. Darimana kau tahu kalau tadi itu aku?”

“Tentu saja aku tahu,” jawab wanita itu percaya diri.

“Alasannya?” tanya Dong-Hae penasaran.

“Aku tidak memiliki teman yang lebih kekanakan darimu.”

Dong-Hae mendengus, mencubit pipi wanita itu geram membuat Hyo-Hwa meringis sambil memegang pipinya.

“Tahun baru mau kemana?” tanya Lee Dong-Hae mengalihkan pembicaraan.

“Tidak ada.” Jawab Hyo-Hwa kembali membaca bukunya.

“Bagaimana kalau kemari?” tanya Dong-Hae sambil menunjukkan dua tiket taman hiburan pada Hyo-Hwa.

Wanita itu tersenyum, berusaha bersikap tenang. Walau padahal didalam hati dia berteriak senang. Mereka akan berkencan dimalam tahun baru, benar kan?

 

 

KyuHyun menggeram, tangannya mengepal kuat membuat telapak tangannya memerah. Tapi tetap tidak berniat untuk  menghentikan bacaannya. Pria itu membalikkan halaman berikutnya, kosong.

Dia terus membuka setiap lembaran sampai akhirnya berada dihalaman akhir dari buku tersebut.

 

 

15 May 2012

Aku bodoh. Aku tahu itu. Seharusnya dari awal aku tidak pernah berharap apa-apa darinya. Seharusnya dari awal aku tidak mengkhayalkan yang tidak-tidak. Dia… aku bahkan tidak pantas memilikinya dalam mimpi sekalipun.

Dong-Hae sunbae menyukai seorang wanita. Dan itu bukan aku. Temannya dari kecil katanya. Dia menceritakan tentang wanita itu yang pindah ke Seoul dan melanjutkan kuliahnya di Universitas yang sama dengan kami.

Dia tidak pernah memperlihatkan senyuman seperti itu sebelumnya untukku. Tersenyum malu. Wajahnya memerah tapi dia tetap tersenyum saat menyebut nama wanita itu.

Aku… tidak bisa bahagia untuknya. Aku terlalu egois dan tidak bisa bahagia jika dia bahagia bersama orang lain kecuali aku. Didepannya aku tersenyum, memberinya semangat dan sebagainya.

Tapi, saat dia membelakangiku aku menangis. Menangis seperti orang bodoh karena patah hati. Dan dia sama sekali tidak menyadari perasaanku.

Perlahan, aku menjauhinya. Berpura-pura menyibukkan diri dengan tugas kuliah yang tidak pernah ada. Agar saat aku benar-benar harus melepaskannya nanti rasa sakit yang harus kutanggung tidak akan terlalu besar.

Dan aku mulai berhenti menulis dibuku harian ini. Karena aku tidak ingin mengingatnya lagi. Melupakan lebih baik untuk saat ini.

Hari ini dia resmi menjadikan wanita itu sebagai pacarnya. Dan harapanku kalau mungkin saja dia menyukaiku juga lenyap. Aku sangat tidak tahu diri bukan? Masih berharap kalau dia menyukaiku.

Lee Dong-Hae… cinta pertamaku. Dan selamanya akan seperti itu. Walaupun mungkin suatu saat nanti aku akan menikah dengan pria lain, dia akan selamanya menjadi pria yang pernah kusukai. Dan aku mungkin tidak akan pernah bisa melupakannya.

Cinta pertamaku.

 

KyuHyun menutup buku ditangannya dengan perasaan tidak menentu. Dia hampir saja melempar buku ditangannya kalau tidak mengingat Hyo-Hwa yang sedang tidur sangat nyenyak saat ini.

Pria itu mengumpat tidak jelas kemudian berbaring disamping Hyo-Hwa. Menarik tubuh istrinya mendekat kemudian memeluknya dalam kukungan posesif.

Dia berfikir banyak hal, tentang beberapa kemungkinan yang tentu sangat berkaitan dengan wanita itu.

‘Setidaknya kau tidak akan menderita bersamaku.’

Dia teringat dengan kata-kata yang dia ucapkan saat melamar wanita itu dan sekarang dia mulai merasa ragu. Mungkin saja wanita itu menderita saat bersamanya. Dia tidak bahagia, mungkin saja dia menderita kan?

KyuHyun semakin mengeratkan pelukannya pada Hyo-Hwa membuat wanita itu sulit bernafas dan hampir saja terbangun. KyuHyun menatap wajah Hyo-Hwa yang berada tepat didepannya, mendekatkan wajahnya kemudian mencium kening wanita itu lama.

“Kau tidak pernah mengatakannya Hyo-Hwa~ya,” ujar KyuHyun lemah.

“Apa kau bahagia denganku?”

 

 

*****

Hyo-Hwa membolak-balikkan tubuhnya tidak tenang diatas tempat tidur. KyuHyun belum pulang. Wanita itu mendesah lelah. KyuHyun memang tidak pernah pulang cepat.

Tapi, entah kenapa dia merasa sangat tidak tenang. Seperti ada sesuatu. Dan itu bukan hal yang baik. Mereka memang sedang tidak bertengkar. Walaupun tidak bisa dibilang baik-baik juga.

KyuHyun tidak menampakkan wajahnya dari pagi. Pria itu tidak pernah bangun pagi dan ini untuk pertama kalinya setelah pernikahan mereka. Dan wanita itu merasa takut.

Mungkin saja… mungkin saja KyuHyun marah padanya.

Hyo-Hwa bangun dari tempat tidurnya, merasa sangat haus karena terlalu banyak berfikir. Wanita itu menuruni tangga secara perlahan. Mendadak sangat takut dengan rumahnya.

Oh, baiklah. Ini sudah jam satu malam, dan dia sendirian dirumah. Apa ada yang lebih menakutkan dari hal ini?

Wanita itu baru saja akan menuju ke lemari pendingin didapur saat mendengar suara aneh diruang tamu. Hyo-Hwa menelan ludahnya susah payah. Dia bukan seseorang yang pemberani. Jadi, bukannya memeriksa tempat itu dia malah beralih menuju kamarnya lagi sebelum mendengar suara itu memanggil namanya.

Itu suara KyuHyun. Wanita itu bisa memastikannya dengan sangat baik. Hyo-Hwa berjalan pelan menuju ruang tamu. Tempat itu terlalu gelap dan wanita itu terus bergumam tidak jelas karena ketakutan.

Hyo-Hwa menghidupkan lampu ruangan tamu itu, melihat KyuHyun yang tenyata sudah tidur diatas sofa. Sepertinya KyuHyun masih belum bisa mengurangi hobi minum-minumnya dilihat dari betapa banyaknya botol wine diatas meja disampingnya.

“Dasar pemabuk…” rutuk wanita itu geram.

Hyo-Hwa kembali menuju kamarnya, mengambil sebuah selimut tebal dan bantal. Wanita itu kembali turun dan langsung berjalan ketempat KyuHyun. Menyelipkan bantal dibawah kepala KyuHyun, lalu menyelimuti seluruh tubuh pria itu.

Hyo-Hwa duduk dilantai, memperhatikan wajah KyuHyun yang sedang tertidur. Tangan wanita itu terangkat, merapikan rambut pria itu yang sedikit berantakan.

“Lain kali kau harus mengajakku.” Ujar wanita itu pelan. “Bukankah aku istrimu?” sambungnya,  terkesan malu saat mengatakannya.

Hyo-Hwa tahu kalau KyuHyun sedang marah padanya. Pria itu sudah pulang dan tidur disini  bukankah itu berarti KyuHyun tidak ingin melihatnya? Dan Hyo-Hwa juga tidak ingin menanyakan alasannya, dia hanya tidak ingin semakin memperburuk keadaan.

Hyo-Hwa bangun dari duduknya, entah kenapa mendadak ingin menangis. Terlalu banyak yang dipikirkannya membuat wanita itu tidak bisa fokus.

Dia baru saja akan pergi saat merasakan tangannya ditarik bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh diatas KyuHyun. Wanita itu tidak melawan, merasakan pelukan KyuHyun yang sedikit berbeda dari biasanya.

Pria itu memeluknya terlalu erat, membuat Hyo-Hwa tidak bisa bernafas dengan baik. Dia bisa merasakannya, perasaan tidak tenang pria itu.

“Jangan pergi…” bisik KyuHyun pelan, mengeratkan pelukannya. ”Jangan pergi walaupun kau sangat ingin.”

Hyo-Hwa tersenyum tipis, membalas pelukan KyuHyun. “Aku tidak akan pergi,” ujar wanita itu tersenyum.  “Jangan berpikiran bodoh.”

Wanita itu menyandarkan kepalanya didada KyuHyun mencoba menyamankan dirinya sendiri dengan posisi mereka sekarang. KyuHyun tidak mungkin melepaskannya, yang artinya dia harus ikut tidur disofa juga. Sofa itu berwarna cream muda, tidak terlalu kecil walau tidak bisa dikatakan besar juga. Cukup untuk menampung tubuh mereka berdua jika tidur menyamping.

KyuHyun menggeser tubuhnya, memindahkan tubuh wanita itu hingga sekarang tidur disampingnya. Pria itu kembali menarik Hyo-Hwa kedalam pelukannya. Tidak membiarkannya pergi sedikitpun.

Hyo-Hwa membalas pelukan KyuHyun, tangannya menepuk-nepuk punggung pria itu pelan. Seperti yang KyuHyun biasa lakukan padanya.

“Babo Kyu… memangnya aku mau pergi kemana?” wanita itu tersenyum lagi, tangannya menepuk-nepuk punggung kyuhyun sampai akhirnya mendengar dengkuran halus pria itu.

“Bodoh.”

 

*****

KyuHyun membuka matanya saat mendengar suara berisik yang sepertinya berasal dari dapur. Pria itu langsung bangun dan mendudukkan tubuhnya, memegang kepalanya yang sangat pusing.

Matanya bergerak memperhatikan Hyo-Hwa yang sepertinya masih belum sadar kalau dia sudah bangun. Masih sibuk didapur, entah melakukan apa.

Padahal KyuHyun sudah mengatakan pada wanita itu kalau dapur adalah ‘Area Terlarang’ untuk Hyo-Hwa. Mengingat bagaimana wanita itu membakar tangannya sendiri saat membuat sup kimchi untuk sarapan mereka.

Hyo-Hwa menaruh beberapa makanan diatas meja. Tersenyum puas saat melihat meja makan yang sudah penuh. Dia baru saja akan membangunkan KyuHyun saat melihat pria itu yang ternyata sudah duduk. Memperhatikannya.

Wanita itu terburu-buru menghampiri KyuHyun, terkejut saat mengetahui pria itu sudah terbangun. Dan dia pasti akan diceramahi habis-habisan setelah ini. KyuHyun itu sangat tidak suka dibantah.

“Itu… aku hanya memanaskan makanan yang eomma kirimkan kemarin.” Ujar Hyo-Hwa menjelaskan.

Wanita itu tersenyum kaku, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Apa kau ingin makan sekarang? Atau ada hal lain yang kau inginkan?” tanya wanita itu membujuk.

KyuHyun tidak menjawab, tidak melihat kearah Hyo-Hwa juga. Matanya menatap kosong botol wine didepannya. Hyo-Hwa ingin bertanya atau mungkin marah? Sepertinya dia sudah cukup sabar dengan sikap Kyuhyun yang berubah tiba-tiba begitu.

“Aku kekamar dulu.” Ujar wanita itu akhirnya, menekan emosinya.

Wanita itu berbalik, baru saja akan melangkahkan kakinya saat mendengar suara KyuHyun.

“Kita… berpisah saja.”

Hyo-Hwa membeku, untuk beberapa detik yang terasa sangat lama. Wanita itu baru bisa mencerna kata-kata KyuHyun beberapa detik setelahnya.

“Berpisah ya?” ulang gadis itu tidak yakin. Terdengar menyakitkan saat dia meyakinkan pendengarannya sendiri.

Hyo-Hwa berharap KyuHyun mengatakan tidak, atau mungkin mengatakan kalau dia salah dengar. Tapi, pria itu diam.

Diam… berarti iya.

Hyo-Hwa mengepalkan tangannya kuat, wanita itu tidak ingin menanyakan alasan atau apapun untuk saat ini. Yang dia perlukan saat ini adalah ketenangan.

Hyo-Hwa berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, meninggalkan KyuHyun. Tidak ingin melihat ekspresi pria itu saat dia memintanya untuk meninggalkannya.

KyuHyun menatap datar punggung wanita itu yang perlahan semakin menjauhinya. Dia tidak ingin menahannya, setidaknya untuk sekarang. Pria itu butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya lagi.

KyuHyun bangun dari tempatnya menuju meja makan yang sudah terisi penuh. Dia melihat makanan yang hampir setengahnya berbahan dasar daging ayam. Makanan kesukaan wanita itu. Pria itu menarik sebuah kursi, kemudian mulai memakan makanan didepannya.

‘Lee Dong-Hae… cinta pertamaku. Dan selamanya akan seperti itu. Walaupun mungkin suatu saat nanti aku akan menikah dengan pria lain, dia akan selamanya menjadi pria yang pernah kusukai. Dan aku mungkin tidak akan pernah bisa melupakannya.’

‘Cinta pertamaku’.

“Sialan.” Umpat KyuHyun geram.

Dia tidak bisa melupakannya sedikitpun. Setiap kata dan kalimat Hyo-Hwa dibuku hariannya itu. Terekam dengan sempurna dikepalanya.

KyuHyun menolehkan kepalanya, melihat Hyo-Hwa yang sudah mengganti piyamanya dengan baju rajut hitam dengan dalaman kemeja putih polos dan celana jins. Pria itu tahu. Dia sangat mengerti sifat Hyo-Hwa. Wanita itu akan pergi… meninggalkannya.

“Makanlah dulu.” Ujar KyuHyun mencoba menahan wanita itu lebih lama.

Hyo-Hwa mengepalkan tangannya kuat. Tidak membalikkan tubuhnya untuk melihat KyuHyun. Dia tidak boleh melihat KyuHyun untuk saat ini atau emosinya akan meledak.

Wanita itu menarik nafas dalam sebelum kembali berjalan, mengabaikan KyuHyun. Berpisah, bukankah KyuHyun yang menginginkannya? Tidak ada alasan lagi dia berada ditempat ini.

“Hyo-Hwa?” panggil KyuHyun lagi, seolah dia tidak mendengar suaranya tadi.

Pria itu bangun dari tempatnya saat melihat Hyo-Hwa lagi-lagi melanjutkan langkahnya. Yang artinya dia bukannya tidak mendengar, tapi dia memang tidak mau mendengar KyuHyun lagi.

“Makan, apa itu terlalu sulit?” tanya pria itu lagi baik-baik saat berada tepat dibelakang Hyo-Hwa. Dia bahkan tidak berani menarik tangan wanita itu yang berada dalam jangkauannya.

“KyuHyun~a,” ujar Hyo-Hwa pelan masih dengan tangan yang mengepal kuat. “Denganmu… aku tidak ingin bertengkar,” wanita itu membalikkan tubuhnya, ingin menatap KyuHyun karena mungkin ini terakhir kalinya dia bisa melakukannya.

“Aku minta maaf.”

Tidak ada yang salah dalam hal ini. Atau mungkin memang ada. Wanita itu tidak tahu pasti. Jadi, dia ingin meninggalkan kesan baik pada perpisahan mereka. Dia meminta maaf untuk kesalahan yang dia sendiri tidak tahu apa.

KyuHyun bisa melihat mata wanita itu yang berair. Dan dia benci mengakuinya. Kalau itu semua karena ulahnya. Wanita itu berada didepannya, bahkan dia bisa menariknya kedalam pelukannya hanya dengan sekali gerakan.

Tapi, dia tidak melakukannya. Memuaskan dirinya sendiri hanya dengan melihat wajah wanita itu. Dia membutuhkan waktu untuk menetralisir semuanya. Kemarahannya, tentang semua kenyataan kalau ternyata cinta pertama wanita itu bukanlah dia.

Hyo-Hwa tersenyum tipis, terkesan sangat memaksakan diri saat melakukannya. Dia menundukkan kepalanya sebelum akhirnya meninggalkan KyuHyun.

Tidak pernah bertengkar bukan berarti baik-baik saja. Karena walau bagaimanapun mengatakan ‘Aku mencintaimu’ itu akan sangat berarti disaat salah satu merasa sangat lelah dengan perasaan masing-masing.

 

*****

KyuHyun kembali menarik selimutnya saat mendengar suara alarm dari handphonennya. Menarik selimut itu hingga menutup kepalanya. Pria itu baru saja akan tertidur lagi saat dia mendengar suara wanita itu.

‘Kalau kau tidak bangun sekarang kau akan terlambats.’

KyuHyun membuka selimut yang menutupi kepalanya, berharap kalau kali ini dia sedang tidak mengingau lagi.

Kosong.

Tidak ada siapapun. Dia memang sedang mengingau. Pria itu tersenyum, menertawakan dirinya sendiri. Dia bangun dari tidurnya kemudian duduk dan menyandarkan kepalanya disofa itu.

Tempat terakhir dia menghabiskan malamnya dengan wanita itu. Lebih memilih tidur ditempat itu daripada kamarnya sendiri. Berharap kalau mungkin saja Hyo-Hwa akan kembali, menemaninya tidur ditempat ini lagi.

Pria itu bangun dari duduknya, berjalan menuju kamarnya yang terletak dilantai 2. Rumah itu masih sama, tapi terasa lebih dingin daripada biasanya. Dia masih bisa menghirup aroma tubuh wanita itu yang tersisa didalam kamar mereka membuat pikirannya tidak lagi bisa berjalan dengan baik.

Dia… merindukannya.

Baru lima hari dan pria itu hampir gila karena merindukannya. Sialan.

KyuHyun ingat kalau hari ini ada pertemuan penting dengan beberapa pemilik saham dan baru tersadar kalau ternyata dia terlalu terbiasa dengan kehadiran wanita itu saat tengah berdiri didepan cermin dengan dasi yang bahkan tidak jelas bagaimana bentuknya.

Pria itu tersenyum sinis, kemudian menuju lemari pakaiannya lagi. Kalau tidak salah Hyo-Hwa pernah membelikannya dasi dengan perekat. Tidak tahu apa alasan sebenarnya wanita itu melakukannya saat itu. Tapi, ternyata menjadi sangat berguna untuk saat ini.

KyuHyun memasang dasinya cepat, terlihat sangat mempesona dengan raut wajahnya yang dingin.

“Aku sedang berfikir untuk membawamu pulang sebelum aku benar-benar gila.” Katanya frustasi. Dia berhalusinasi sekarang, melihat siluet tubuh Hyo-Hwa dalam pantulan cermin.

“Cinta pertama? Persetan dengan semua itu.”

 

 

*****

KyuHyun keluar dari ruangan rapat dengan raut wajah yang masih sama. Datar dan dingin. Dia hanya akan tersenyum dengan beberapa orang yang memiliki pengaruh yang cukup besar untuk perusahaannya.

Pria itu mengambil handphonenya dengan malas saat merasakan benda itu bergetar. KyuHyun sangat tidak ingin berbicara dengan siapapun sebenarnya saat ini dan berniat untuk membuka baterai handphonenya.

Tapi, gerakan tangannya terhenti saat secara sekilas dia melihat nama ibu Hyo-Hwa tertera dilayar ponselnya. KyuHyun buru-buru mengangkat teleponnya, merasa sangat gugup dan juga takut.

Tentu ibu Hyo-Hwa marah padanya, tapi lebih dari itu. yang sangat dia takutkan adalah kalau ibunya melarangnya untuk bertemu kembali dengan wanita itu lagi mengingat apa yang sudah dilakukannya.

“(KyuHyunie~)?” panggil ibu Hyo-Hwa setelah tidak mendengar suara KyuHyun untuk beberapa detik.

“Ne, eomonim.” Jawab KyuHyun gugup.

“(Apa kau sibuk?)”

“Tidak.”

Ibu Hyo-Hwa mengambil jeda sesaat membuat KyuHyun semakin gugup.

“(Apa kau bisa menemani Hyo-Hwa untuk tiga hari kedepan? Ibu memiliki sedikit keperluan di Cina.)”

Pertanyaan itu apakah masih penting untuk pria itu sekarang? Dia akan datang, tentu saja. Untuk membawa wanita itu pulang. Kembali ketempatnya yang seharusnya. Bersama dengannya.

“Tentu saja, eomonim.”

 

 

*****

KyuHyun menutup pintu mobilnya kuat, kemudian memperhatikan rumah yang sudah ditinggali wanitanya itu selama lebih dari dua puluh tahun.

Hyo-Hwa tidak seharusnya kembali kesini. Dia sudah menghabiskan umurnya terlalu banyak disini dan untuk selanjutnya dia harus menghabiskannya dirumah yang sudah KyuHyun sediakan.

KyuHyun masuk kedalam kediaman keluarga Park itu, dan langsung disambut oleh bibi Hwang yang sepertinya memang sudah menunggunya.

“Anda sudah datang, tuan muda.” Sambut wanita yang terlihat masih kuat diusia lima puluhnya.

KyuHyun mengangguk, kemudian menatap mampan berisi makanan yang sepertinya belum tersentuh sedikitpun ditangan bibi Hwang.

“Ini makan malam nona, dia bilang dia sedang tidak ingin memakan apapun.” Jelas bibi Hwang.

Raut wajah KyuHyun berubah dingin, mereka mungkin tidak tinggal bersama, tapi KyuHyun tidak mengatakan kalau Hyo-Hwa boleh melewatkan jam makannya bukan?

Ah, sialan. Umpat KyuHyun dalam hati. Pria itu dengan cepat berjalan menuju kamar Hyo-Hwa yang berada dilantai dua rumah itu. Langsung membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu kemudian mendapati Hyo-Hwa berdiri memunggunginya.

Wanita itu berdiri dibalkon kamarnya, membiarkan rambutnya berantakan terbawa angin. Dia menggunakan gaun tidur putih, warna kesukaannya.

KyuHyun berjalan mendekatinya, menahan diri untuk tidak berlari dan memeluknya. Pria itu berdiri tepat disamping Hyo-Hwa yang sepertinya masih belum menyadari kehadirannya.

“Kau bisa sakit kalau terus berdiri disini Hyo-Hwa~ya,”

Hyo-Hwa memalingkan wajahnya, menatap KyuHyun dengan ekspresi terkejut sekaligus tidak percaya. Nyaris saja menangis tapi menahan diri sekuat tenaga.

“Ada apa kau datang kesini?” tanyanya berusaha mengontrol perasaannya sendiri.

KyuHyun menatapnya lama, memperhatikan wajah Hyo-Hwa yang sedikit pucat dengan mata yang sembab. Menyumpahi dirinya habis-habisan karena semua adalah ulahnya.

“Membawamu pulang, tentu saja.” Jawab KyuHyun dingin, terkesan tidak ingin dibantah.

“Kenapa? Bukankah kau ingin berpisah?”

KyuHyun berjalan mendekati Hyo-Hwa, berdiri tepat didepan wanita itu. Semakin bersikap baik-baik saja, semakin besar rasa sakit yang ditanggung bukan? KyuHyun akan lebih senang kalau wanita itu berteriak atau mungkin memukulnya sekarang.

KyuHyun menyandarkan dahinya dipundak Hyo-Hwa, menghirup aroma khas tubuh wanita itu. Tangannya bergerak menarik tubuh Hyo-Hwa semakin mendekat dengannya, memeluknya erat.

“Kau masih bertanya?” ujarnya lemah, tidak bertenaga.

“Aku… merindukanmu.”

 

 

TBC

Ini ff yang sudah lama tersimpan didraft saya tp blum sempat saya selesaikan. Terinspirasi setelah melihat bagian saat lee soyeon membaca buku hariannya dalam drama I Miss You. Dan saya tidak bisa membuat isi buku harian seindah itu *sigh

Awalnya hanya ingin buat oneshot tp ternyata sedikit lebih panjang. Jd saya buat dua part. Dan part selanjutnya belum saya buat *ditabok rame2* Kekeke…

Selamat membaca readers. Anyeong~ ^^

Pos ini dipublikasikan di one shoot dan tag , , . Tandai permalink.

116 Balasan ke The Answer Is You (Part 1)

  1. srizakyu berkata:

    Wuiiihh.. Ff baru Ÿªaãª??
    Ku tandain dulu deh,, baca nya tunggu waktu konsen dulu.
    Hehehee

  2. Huwaaaaa ff baru😀
    Omoooo….cara melamar Kyu emang paling sweet sekaligus aneh….. kekekekeke
    Tidak bnyak kata romantis dan skinship nya… tidak mau saling mengungkapkan perasaan masing-masing tetapi entah kenapa selalu terlihat romantis dgn caranya sendiri *kecup lengket Kyu*
    Aigoooooo Kyu bekerja keras krn semua demi Hyo Hwa?? *terharu – peluk Kyu*
    Jdi ikut deg-deg’an saat Kyu baca diary nya Hyo Hwa,,,Cinta pertama nya Hyo Hwa,Donghae oppa yaaa,,,, hehehehehehe
    Nah loooo Kyu kenapa ngajak berpisah?? sementara saja kan?? jangan bilang ntar ceraiiiii…. andweeeeee (T____T)
    Penasaran deehhh….🙂
    Waiting for next part (^_____^)v

    • kyuhae berkata:

      sya gk mau dicerai jg *nangis
      hehehe… lee donghae, cinta pertamaku. sayang sekali kau tidak bisa menjadi cinta terakhirku *plak

      isi diarynya singkat, saya gk tau klu bikin diary ternyata sesusah ini.

      terimakasih untuk komentarnya yg panjang. sya cinta komentar pnjang *digeplak*
      wkwkwk…

  3. Nur Kim hyo ah berkata:

    wah eon ff baru mu bca bkin nyesek gtu, knapa kyuhyun punya perasaan cinta sebesar itu buat hyo wha gk d ungkap kn, jdi salah paham, dan knapa cinta tu susah bgt d mengerti, dri crita mu ini aku thu gk slama nya cinta tuh harus d ungkap kn, karna sesuatu yg tak trduga itu kita bisa nyadarinya… Hua eoni daebak bgt bsa bkin crita seromantis nie…

    • kyuhae berkata:

      wkwkwk, mendadak pada romntis y. hehe…
      saat pikiran saya menjadi begitu puitis dan romantis hal seperti inilah yang akan terjadi.
      hahaha
      sepertinya penyakit romantis saya semakin parah. perlu berobat kayaknya nih. hehe
      trimakasih untk kunjungan dan komentarnya ^^

  4. srizakyu berkata:

    Parah kyu ηє̲̣̥є̲̣̥.. Mengambil keputusan sebelah pihak. Klo hyo hwa ƍäª ♏åϋ balik gimn???
    Hyohwa juga! Di gituin kyu diem aªjªa… Talk to heart dong aaahh….
    Di tunggu lanjutannya Ÿªaãª.. Cuma 2 part aªjªa? Yipiii…
    Oia.. Catch me if u can nya msh di tunggu lohhh..
    Annyeong..

    • kyuhae berkata:

      talk to heart cieee bhsanya… kekeke
      mau gk bantuin hyo hwa gebukin kyu? biar bareng nnti. kekeke
      catch me if you can selalu ditunggu y, saya jg lg nunggu aliran ide ini. hehe
      anyeong *lagi*

  5. setia berkata:

    cuma mau komen klo part selanjutnya cpt di publish.🙂
    pasangan ini knp tdk mengutarakan perasaan masing2. jadinya kn miss communication-bahasanya-

  6. YenniPanjaitandPuppa berkata:

    Ah, akhirnya ada ff baru juga. .
    Tapi tetep ff lama jangan dilupain. .

    NEXT PART jangan terlalu lama dipublishnya,, hehehe
    FIGHTING!!!

  7. falita rahma berkata:

    kereeeen eon, kyuhyunnya pencemburu sangat-.- baru gitu aja udah minta pisah, minta ditabok’-‘

    kyuhyunnya dibuat lebih menderita dikit aja thor dari hyo hwa, kan salah kyuhyun yang minta pisah, jadi biar kyuhyun menyesal gituu._.

    next part ditunggu ya author:)

  8. Ranilavida berkata:

    Daleemmm bgt… kdg2 emank buku diary jd sumber mslh… Masa lalu hrusnya ya yg lalu.. Ga ush trlalu digubris..tp nyatanya tidak bwt mereka yg berhati rada sensitive, huuft.. Kyu..ms gara2 diary doank kdu brpisah?? Ayolah.. Kasian hyo hwa..

  9. Ranilavida berkata:

    Daleemmm bgt… kdg2 emank buku diary jd sumber mslh… Masa lalu hrusnya ya yg lalu.. Ga ush trlalu digubris..tp nyatanya tidak bwt mereka yg berhati rada sensitive, huuft.. Kyu..ms gara2 diary doank kdu brpisah?? Cemburuan amt c lu! #Hahah
    Ayolah.. Kasian hyo hwa..
    q suka bgt m karakter kyu disini.. Diam dlm cinta..tp tetap romantiz dirasa. Bkn kah itu indah?
    tp q ga suka hyo hwa nangis.. Bwt pembalasan u/ kyu thor! #Maksa
    kekekke..
    ok..sgitu dulu.. Kisah si pencuri tampan sllu q tunggu thor..

    • kyuhae berkata:

      tetap y, pencuriKyu selalu ditunggu. kekeke
      ne, kita lhat aja nnti apa ada pembalasan atau tidak.
      trimakasih utk knjungan dan komentarnya ^^

  10. Drei_Kyu berkata:

    Tmbah jatuh cinta sm kyu ^^ gak banyak skinship, gak banyak ngumbar kata”, tp tetap aja kyu pnya cara sndiri untuk mnunjukkan prasaanx… Ngelamarx khas kyuhyun, simple dan gak bnyak cincong🙂 jgn smpe bneran cerai ya oen…😦
    like it, pnasaran gmana lanjutanx => agak cepet ya oen ^^v hehe

    • kyuhae berkata:

      hehehe, kmren bru tnya y udh jrang post ff jd onnie ushain utk update lg.
      onnie baik kan *colek2
      kekeke, kyu memang romantis menurut sya.
      gk akan cerai itu kyu udh mau plng hyo… hehehe
      ne, smoga bsa diselesain secepatnya.
      trimakasih ^^

  11. aiyys berkata:

    ditengah kangenku sama cmiyc unnie akhirnya publish ff baru aaak! ♥

    simple tapi menarik, sebenernya kyu cuma cemburu sama dong hae, aah kyu cuman lihat dr buku diarynya hyo hwa, harusnya kan tanya dulu ke orangnya lgsung😀 unn part selanjutnya kasih skinship dong :D:D

    aku hampir tiap hari lho ngecek kesini cuman mau nunggu cmiyc aaaa;; ayoo unn lanjutin kkk~
    ditunggu next chapternya unnie♥ fightingg!! (ง •̀ㅂ•́)ง

    • kyuhae berkata:

      cmiyc oh cmiyc dimanakah dirimu bnyak sekali yg bertanya *ngomong sama laptop
      hehehe.. skinship? msh dipertimbangkan.
      ne, trimakasih. fighting!!

  12. keyriin231 berkata:

    Aaaaaaa ini keren
    2 part ya???
    hah syukurlah
    setidaknya aku tidak akan menunggu terlalu banyak kkkk
    heeei apa susahnya jika mengatakan “aku mencintaimu”
    dan si Cho Kyu ini ckckck
    hanya karena buku harian dia ingin berpisah dgn Hyo Hwa
    huh dasar
    tak tau kah dia kalau Hyo Hwa mencintainya ckck
    aaah tidak tidak mereka tidak boleh berpisah
    daan ehem acara melamar Kyu aneh
    datar tak ada ekspresi
    semacam mau ngajak orang perang
    eiiii
    belum ada ya part selanjutnya huwaaa
    fighting deh chingu

    • kyuhae berkata:

      iya, kyu gk niat amat lamarannya *pout
      tp berhubung yg lmar cakep jd diterima deh. wkwkwk
      bilang ‘aku mencintaimu’ itu susah lho, klu gk pasti semua orang udh pnya pasangan. kekeke…
      ne, fighting.

  13. Elien_Prita berkata:

    ffnya bagus,mengharukan,nyesek bgt bacanya
    feelnya dapet bgt sampe hampir nangis bacanya…:)
    bhsanya gx terlalu ribet
    overall…aku sk ffnya…;)

  14. Dianaa berkata:

    Aku suka bgt ff ini… Aku tunggu ya kelanjutannya😀

  15. minrakyu berkata:

    fu..fu..fu..
    akhirnya ada FF baru jg..
    ah,, kenapa mereka berdua sama2 egois c??
    kenapa g ada yg berani nyatain perasaan masing2,, bikin gregetan deh..
    next part di tunggu ya,,

  16. Yui_lee berkata:

    Akhirnya ada ff baru nongol…kekeke
    Cara nglamar kyu bener” ngga patut di tiru#buang kyu,tp cukup mengena di hati*eeeaaa*
    Ck.kyu pencemburu berat,gara2 bku harian minta pisah sma hyo hwa..
    Aigoo,hubungan kyu-hwa emang beda dari yg lain..Kadang” suka greget sendiri..

    Semoga part slanjutnya cpet d publish.Amien🙂
    Keep writing thor… :*

    • kyuhae berkata:

      *pungut kyu
      kasihan suami saya dibuang *nangis*
      eh, cmburu itu tndanya cinta lho. kekeke
      iya, semoga bsa diselesaikan secepatnya.
      trimakasih ^^

  17. trisnasmile berkata:

    itulah sebabnya dalam sebuah hubungan itu komunikasi sangat penting …………………..

  18. Kasih berkata:

    ditunggu lanjutanx eon, jgn lama2 ya!?

  19. afiliananda berkata:

    wuaaaa kirain eonni nulis lanjutan CMIYC aq dah nunggu lamaaaaaaaaaa banget eonnn bulan depan part 2 nya di post ya eon 12 juli *maksa* syukur2 sebelumnya jangan ngaret lagi eonni *ditendang* . FF nya udah bikin penasaran.-_-

  20. Bagusss,,
    cerita yg gak rumit..
    ditunggu part 2 nya.

  21. MiyaELF berkata:

    tiap baca FF eonni selalu nyesek di dada!!!!!!!!!
    seru!!!!!!!!! (>へ<)

  22. zakina_edogawa berkata:

    baca tengah malem eon🙂 ughhh , mzkipun cinta pertam hyo hwa lee donghae – tp tetep si kyuhyun kn cinta terakhirnya :< , kyu jealous yaaa🙂 sok sok bilang Pisah – ciiiihhhh – ujung2.ny jg rindu kekekekek , dtunggu part 2.nya eon😀

    • kyuhae berkata:

      udh jam 1 lewat masih blum tdur? pdhal semalam jum’at kan? *mendadak horror*
      lee donghae cnta pertama dan chokyu cinta terakhirku. hehehe
      ne, trimakasih ^^

  23. skyd91 berkata:

    #tabok author.y
    hehe Vis
    kirain uda buat en tinggal post… Hadeuh #geleng2 kepala

    kesalahan mreka adlh, tdk ada komunikasi, saling brbicara atau terbuka satu sama lain. Dlm prnikahan itu penting. Jd qt tau apa yg dipikirkan pasangan qt, kl engga, y jd seperti mereka itu…

    Ditunggu next part.y😀

    • kyuhae berkata:

      *nangis*
      beneran ditabok sma readers. hiks..

      kmu kyknya udh pengalaman y, jgn2 udh nikah *ditabok lg*

      ne, mohon ditunggu dgn sbar y.
      trimakasih ^^

      • auroracho91 berkata:

        Halooooo~
        Lama tak bersua~ dr terakhir baca ff ini ya? apa kabar??
        hp ku rusak saat itu dan ilang bookmarkannya jd mls dan gag baca2 ff lg hahaha
        Now, im back here~~ -stlh ubek2 wp ku yg gag ada isinya itu, disitu ad notif blsn dr kamu… lsg deh cus ke wp mu… #abaikan kesenanganku ini
        Btw aku msh single, cuma… pengalaman baca ff sana sini hahaha
        Okay, next… baca ff mu, see u :*

  24. Amii berkata:

    Konflik perasaan… ak selalu suka dengan cerita yg seperti itu, bikin greget.
    kutunggu lanjutannya unnie, jgn Lama2 yaa.. hehe🙂
    fighting!!!

  25. gemgyu88 berkata:

    selalu begitu~ salah paham karena gengsi yg terlalu besar ck! dasar cho kyuhyun bukanya nanya dulu malah langsung ngambil tindakan.
    CMIYC kapan lanjut lagi eonni? hehe:)

  26. Peach berkata:

    kereeeen; jalan ceritanya ga kebaca. konfliknya maju mundur and its just like, penasaran banget endingnya bakal kayagimanaaaah.
    kyuhyun sama hyo-hwa dua-duanya plin plan, dua-duanya keras ga mau ngungkapin perasaannya, itu bikin geregetan nn
    ayo dong author una, bikin next part-nya ya? ya? semoga idenya lancar dan bagus akhirnya hehehe. fighting!

  27. aulya rahmi berkata:

    hwa….akhirnya ada ff baru..
    aku suka sma jlan critanya.. sma2 nga’ ska ngungkapin prasaan msing2..
    diawal critanya bingung sih knapa kyuhyunnya nga’ ada romantisnya buat nglamar hyo hwa..tpi stelah dpikir2 itulah sfat kyuhyun sbenarnya..#lbay
    eon, jngan bkin kyuhyun and hyo hwa pisah ya..emang sih aku suka crita yang konfliknya banyak. tpi untuk yang stu ini jngan bkin aku nangis krna critanya ya eon..intinya konfliknya jngan berat2 ya eon..#hehehehe

    pkoknya dtunggu klanjutannya ya eon….
    jngan lma2..^^
    fighting..^^

  28. magnaelover berkata:

    Finally nongol juga, dan tiba tiba mereka udah nikah ? Sedikit monoton pas bagian mereka tiba-tiba udah nikah dan kurang ‘wah’ .. Kok hyohwa mau ya ? Kekekekeke karna cinta mungkin ya …
    Di bagian tengah udah mulai muncul konfliknya. Sedikit kesel sama kyu yang pendiem, misterius dan gengsian.. Tapi pas yang diary itu, kesannya hyohwa kaya yang gabisa move on ya ???
    Ini bakal dilanjutin kan ?? Semoga di chapter selanjutnya udah mulai terbuka! Dan baby cho cepatlah ada hahahaha … Ngomong-ngomong kyu jadi direktur ?
    Ini nyambung sama yang catch me if you can bukan sih ? Jadi bingung😦 ….

    • kyuhae berkata:

      gak dear, ini crta lain.
      klu cmiyc pasti jdul awalnya ada cmiyc dlu bru sub judlnya. sprti yg sdah pernah sya buat dibwah.
      mukanya kyu sbnarnya cocoknya jd anak direktur, tp mengingat umur kyknya dia udh cocok jd direktur *sotoy
      hehehe.. maaf y jd bingung. nnti dipart 2 akan dijelaskan smuanya.
      trimakasih ^^

  29. Lee Hana berkata:

    kyu kamu pria paling romantis serius ngalahin donghae deh pokoknya…..kekekeke eh mas kyuhyun kamu kok sensitif amat yak, donghae emang cinta pertama hyo hwa, tapi kyuhyun kamukan cinta terakhir buat hyo hwa *peluk kyuhyun* ayolahh hyo hwa baikan sama kyu terus abis itu kalian bikin anak deh /plak/-__- author ditunngu next partnya, catch me if you can nya juga ditunggu kok ^_^V

    • kyuhae berkata:

      smpe bikin anak? hahaha, gak ada deh kyknya.
      cma akhirnya y mereka balikan. hehe..
      iya, iya. cmiyc sedang dlam tahap pembuatan. semoga bisa selesai scepatnya.
      trimakasih ^^

  30. winda berkata:

    hhhhhuuuuwwwaaa..q nangis unni,oppa jangan brpsah denganq…#apa siihh….sumpah,ffna sukses bkin nyesek…dtggu part selanjuyna unni,sllu setia nggu gf dr unni…happing endhing yak,kkkkk

  31. choi yeon woo berkata:

    wah ff bru bkin galau..heh!si kyu pecemburu tikat akut tuh. .

  32. Miss Gyuhyun (Era Cho) berkata:

    Kyuhyun childish banget kamu nak! Cuman gara-gara buku harian aja sampek pengen pisah, dasar BABO! Aduh, itu Kyuhyun kerja keras, sampek ada kantung mata, muka ngantuk kalo dibandara/? Jadi buat ngidupin Hyo-Hwa wkwkwkwk ampun dah, nyari uang recehan emang susah yah bang? *komentar apa ini*
    Dih, rindu….rindu…salah situ mintak pisah! Mending jorokin si Kyu dari atas balkon aja deh Hyo. Tapi gimana itu……pasti mau balik kan Hyo? Iya dongs. Ihhhh onnie, emang pas buku harian Soyeon itu keren banget yak. Mana itu drama menguras air mata dan menghabiskan pasokan ingus/? Saya onn! HAHA udah ah jadi ngelantur gini. Ditunggu part selanjutnya ye onn.

    • kyuhae berkata:

      wkwkwk… klu muka ngantuk dibndara bukan slah hyohwa. punya istri lain kali, itu orang kan laris amat *dijitak kyu

      ‘aku menyukaimu. aku tidak menyukaimu.
      aku menyukaimu? aku tidak menyukaimu.
      jika air hujan yg jatuh membentuk lima lingkaran itu berarti aku menyukaimu.
      ini rahasia kecilku.
      aku sedikit malu, tp aku akan mengatakannya padamu saat hujan.’

      itu bagian favorit saya dr buku harian lee sooyeon. sngat2 suka sma itu drama. sprti ktamu, menguras air mata. hiks…
      hehe, terimakasih utk komentarnya🙂

  33. mcovira berkata:

    aaaaaaa ayo lanjutinnnn /ditabok
    selalu deh ya. kalo di ffnya eonni kyunya posesif bgttt><
    keren bgt dah ga boong! ayo lanjuttttt

  34. audi jasmine berkata:

    Huaaaa kaka itu klo bikin selalu bikin hati ini nyeees *alah aku suka bgt sama karakter kyu yg di bentuk kaka haha -_-v
    Kereeeeen

  35. Na berkata:

    hbungan mereka aneh yah u,u
    kesan.a kaya gak saling bisa mengekapresikan perasaan masing-masing .-.
    Na kira ini oneshot lanjutan dr CMIYC eon, tau.a beda.
    ayolah, part 2 ditunggu~~~~~🙂🙂🙂

  36. tiwiw berkata:

    Nunggu banget part selanjutnyaaaaa
    Penasaran ! Seruuuuuuuuu

  37. Elfatu berkata:

    Kehidupan mereka terkesan kaku banget,,
    kyu maupun hyo-hwa ga ada romantis*y, tpi kok bisa yah mrka menikah.. Hohoho

    eon, nnti ceritain bgaimna mrka ktmu yah..

    Fighting eon ^_^

  38. yoong berkata:

    i love all of your story >O< *scream out #plakk!

  39. sinkyu berkata:

    jangan pisah beneran ya eon ntar kyuhyun bisa mati soalnya

  40. WonKyu_ELF berkata:

    Hyaaaa….. sedih banget dah ah…..😦
    Dah smp nikah pun kata cinta blm prrnh diucapin…. Aigoooo… Apa sebegitu susahnya blg itu???
    Na, part 2 nya blm lg yah??? Ga papa deh, saiia nungguin, sllu setia sprti menanti CMIYC…. ^^

  41. ryn ryn berkata:

    ga tau kenapa aku suka bgt karakter hyo hwa di sini.. Dia jd cewek nurut bgt, tp lucu ^^ di lamar kayak gt mau, di ajak pisah mau haha.. Di sini imagnya polos tp terasa dewasa waktu dia ngmng “Denganmu… aku tidak ingin bertengkar,” hahaha, makin cinta sama ffmu kak.. Lanjut terus, semamgat ! ^^

  42. sartika berkata:

    iiikkkhhhh…geregetann dehh….apa susahnya si ngomonggg….
    d tunggu part slanjutnya dehh..penasaran ma nih suami istri.

  43. jiyeon berkata:

    bgus thor.. cuma gra2 spele ja, kyu kkanakan bgt ampe blang mau psah.. hrus’a kn tnyain dlu ma Hyo Hwa.. next part’a d tnggu jngn lma2.. smua Ff mu itu trllu kren2 thor, jd jngn trllu lma ngpost ff2’a..

  44. Afifah berkata:

    Ini bagus thor, cra mndeskripsikan isi diarynya aku suka..apalgi tkoh kyu dgn hyo d sni sama2 ssah mngumbar isi hatinya…wahh. D tnggu part slnjutnyaa. .hwaiting😀

  45. astri elfishy berkata:

    waaaaaah, ffnya keren…. lnjut ya next partnya, d tnggu bngetzzzz….. jangan lama lama !!!

  46. Catherine Kusuma berkata:

    nyesek banget bacanya,
    akibat kalau di hubungan komunikasnya kurang baik hhhaa *soktau

  47. sparkyura berkata:

    baguuuuuuuuuuuuuuiis
    next part semoga idenya lancar^^)9

  48. zerofour4 berkata:

    lanjuttttt yayayay !!!! Aku readers baru , tapi bakalan setia sama ff buatan kamu kak !

  49. Esa Kodok berkata:

    hiyahh…knapa kyu nya melo ky gini..kay g kyu bgt

  50. metaz05 berkata:

    Eon… aku telat banget baru baca skarang.. tp 2013 ud mau abis ayo lanjut eon.. hihi.. ^^v

  51. diahchoi berkata:

    Aku baca dari rekomendasi ff kyu dari blog tetangga.
    Terus mereka bilang, ada beberapa blog yang nyuguhin ff kyu dengan cerita dan alur yg bagus.
    Salah satunya blog Eonni ini~
    ternyata bener katanya.
    Alur cerita di blog ini bagus. Apalagi yang CMIYC.
    Aku emang gak pinter buat komen di berbagai ff, tapi aku berusaha buat jadi reader yang baik. *ini jadi curhat ceritanya

    so, buat Eonni author fighting buat ffnya.

    P.s: maaf eonni kalo aku gak komen disetiap ff.

  52. Mrs. byun berkata:

    kyaaaaaaaaaaaa onnie sesak nafas ini… Seru banget… Sesak nafas aku… Pengen nangis hiks.. Hiks.. Hiks.. dari awal baca penasaran sama konpliknya dan ternyata menyesakkan sekaliiii… Emang ya cinta harus diungkapkan kekek… Kyaaaaaaaa

  53. song yoo jin berkata:

    Kyuhyun baboya cuma gara2 hal itu aja minta cerai #cuih
    Geremet sm kyuhyun (” `з´ )_,/”(>_<'!)

  54. GyuHae berkata:

    Ayo kyu buat hyo hwa pulang kerumah mu.😀 Ada baiknya kau bersikap lembut padanya. Ok!😀

  55. Kimi berkata:

    Keren sll sk dgn ceritanya chingu

  56. Fifi berkata:

    Ceritanya keren.

  57. hinata berkata:

    Mereka kurang komunikasi jdnya slh phm dh!😛
    next

  58. josena berkata:

    cara kyuhyun ngelamar itu lebih dri romantis, singkat-jelas-dan-bikin meleleh (kalap).

    merka kok kayak yg nggak terlalu saling knal walau udh menikah.. Ditambah dng kecemburu hyun yang ya ampun segitunya, nyakitin banget-secara-tiba-tiba mungkin itu akibat dri Masih pada gengsi bwt lebih mengekspresikan perasaan cinta-suka-dan sayang mereka brangkali yaah. Jdi intinya Dimarah-marahin emang lebih baik dri pada berpisah (loh).
    Laaaaaaaaangsung next paaaart.

  59. Kodok berkata:

    arghhh
    aku suka permainan perasaannya..
    naik turun bagus
    trs bisa membawa kita juga buat hanyut di dalamnya
    ide ceritanya juga bagus

  60. Nurul berkata:

    Ff nya kereeen .

    Karna ga pernah ngungkapin perasaan jadi salah paham deh,, kasian hyo hwa, kyuhyun mendadak minta berpisah😦

    penasaran baca part selanjutnya🙂

  61. heeyeon berkata:

    hua..mau komen apa ini terlalu ..

  62. iea berkata:

    kyu g bisa ngomong baik2 apa y..pdhl hyo hwa kn setia sama dia..kasian kn kalo hyo hwa d abaikan terus..

  63. amoy berkata:

    Aiih….kemaren ngajak pisah…skr minta balikan…gimana sih?

  64. ikaakika berkata:

    kyu knpa bicara kyk gtu . Donghae kan cuman cinta pertama n belum tentu cinta terakhir bukan . Percayalah dia hanya mencintaimu

  65. EkaShfly berkata:

    Oooh benar2 bagus ffnya meskipun terlihat sederhana tapi penuh makna, apa lagi dg meskipun tak pernah bertengkar bukan berarti baik2 saja, #keep writting🙂

  66. YoonRa berkata:

    Jadi? Sebenernya kurangnya mereka itu ada di pengekspresian bentuk kasih sayang, jadi ngerasa yaudah biasa aja gitu. Jalanin aja, tanpa pengen tau apa yg sebenernya masing-masing rasain. Sempet kesel juga sama kyuhyun. Gampang banget ngomong pisah, harusnya dipikirin dulu. Untung nggak langsung tanda tangan surat cerai. Haah, dasar kyuhyun

  67. berkata:

    omo,trnyta kyk gini kl kyu ma ho hwa menikah???well,trnyta meskipun udh nikah,mrk sm2 ssh buat nyatain prasaan dluan..ckckck,pasangan aneh!!tp aq sukaaa…hihihi…^^
    hmmm,kr2 hyo hwa mau gk ya d ajak plg??kl gk mau,aq aja yg ikut plg ma kyu!#haha,becanda!#
    mdh2n mrk cpt baikan,biar gk ada slh paham lg..aq yakin,donghae oppa cm masa lalu doang.skrg hyo hwa pst cm cinta ma kyu…^^

  68. park na na berkata:

    ya kyuhyun kok gegabah bgt sih
    ga tnyaa dlu sm hyohwa….
    bagus thor crtnya
    keep writing!!!

  69. lim hae rim berkata:

    kyuhyun pabo..harusnya dia tanya dulu donghae itu siapa?trus istrinya masih suka ga sama dia..bukannya langsung minta pisah aja..pada akhirnya mereka berdua yg sama2 rugi kah..kamu kemanain otak jenius kamu cho?😀

  70. Fanny berkata:

    Hanya karna kesalahpahaman sebenarnya..semoga mereka bisa saling terbuka terhadap perasaan masing-masing..

  71. soyou berkata:

    maka.a jdi suami istri jngan kaku bnget jadi salah paham deh

  72. azizashiyou10 berkata:

    sUKAAAA cara penggambaran jalan ceritanya juga keren lewat buku harian. e, tapi ngomong-ngomong, aku reders baruuu… lagi ngacak-ngacak gugel. eh, ketemu ff ini. hehe
    aku baru baca part 1 nya. seru kok. lanjut ke part 2, ya???

  73. liyahseull berkata:

    Aduuuuuuuuuhhhhhhh 😭😭😭😭😭😭😭 entah. Ini gak ekspresif. Tapi kok ngena banget😥

  74. Ping balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  75. songhabyung94 berkata:

    Socio sweeeeeeeet….😄😄😄😄😄

  76. jaemijhe berkata:

    Huaa konflik yg terjadi sebenernya simple.. Hanya pemikiran kyuhyun yg terlalu kolot makanya dia berfikir untuk berpisah…

  77. hankims_ais berkata:

    Ya ampunn kyu dangkal amat sihh, itu kan masa lalu masa iyee cemburu ma masa lalu yg udah jelas lewat..

    Kan kasian hyo yg gga tau menau ma berubah’a sikap kyuu..

  78. flo berkata:

    Kakk saya fans berat tulisan kamu :’)
    Semuanya kereeen. Sayang udh gk post2 lg ya?
    Atau kakak adsa nvel? Pindah blog ? Tolong rindu kak huhu

  79. flo berkata:

    Kakk saya fans berat tulisan kamu :’)
    Semuanya kereeen. Sayang udh gk post2 lg ya?
    Atau kakak adsa nvel? Pindah blog ? Tolong rindu kak huhu
    Ini romancee nyaa sampai ke ulu hatii . Emang pembawaan kakak keren gk ada yg nandingi

  80. shinri98 berkata:

    kyuhyun-ssi, itukan cuman masa lalu

  81. Widyaa berkata:

    Ijin bacaa^^
    Aduuhh jgn sampe pisah dong gara gara masalah ituuu…

  82. mecacasilvia berkata:

    Kyuhyunnyaa dinginn banget… Padahal dia ska sma istrinya sendiri gara2 buku harian seo hwaa.. Semoga seo hwa mau maafin kyuhyun..
    Next thor..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s