Catch Me If You Can (Stay With Me)

kk

For worse or for better, just stay with me forever.

Author’s POV

Hyo-Hwa mengikuti ibunya malas dari belakang. Merasa sangat frustasi mendengar rengekan ibunya dari pagi untuk menemaninya ditempat kursus masak ini dan akhirnya menyerah demi keselamatan telinganya.

Sebenarnya Hyo-Hwa heran dengan ibunya, dia pikir masakan ibunya enak bahkan ayahnya tidak pernah memprotes tentang makanannya. Kenapa tiba-tiba ikut kursus masak?

Hyo-Hwa menghentikan langkahnya berpikir sesuatu yang aneh. Ibunya yang pintar memasak datang dengan memaksanya untuk ikut. Tidak mungkin hal yang dia pikirkan sekarang bukan?

“Eomma tidak menyuruhku kesini untuk ikut kursus memasak ‘kan?” tanya Hyo-Hwa curiga.

Ibunya berhenti berjalan, membalikkan tubuhnya lalu tersenyum manis pada putrinya itu. “Kau harus pintar memasak untuk menjadi istri yang baik sayang,”

“Eomma!!” Teriak Hyo-Hwa geram. Wanita itu tidak habis pikir dengan ibunya. Kenapa sibuk sekali menikahkannya. “Aku tidak akan menikah dalam waktu dekat ini,” jelas Hyo-Hwa berusaha tenang. “Jadi berhenti memaksaku. Hm?” pintanya memelas.

“Ibu tahu, kau hanya bersiap-siap sekarang.” Jawab ibu Hyo-Hwa tidak peduli dengan bujukan putrinya itu.

“Eomma~” Hyo-Hwa mulai merengek, menarik-narik tangan ibunya manja. Sifat yang hanya keluar disaat penting seperti ini.

“Kau mau menjadi istri yang baik tidak? Dengarkan kata ibumu, jadilah anak baik. Dan jangan membantah,”

Hyo-Hwa mengembungkan pipinya kesal, ibunya memang lebih keras dalam hal mendidik. Itu sebabnya dia lebih senang bersama dengan ayahnya.

Ibu Hyo-Hwa tersenyum merasa sudah menang dari putri satu-satunya itu. Menyeret Hyo-Hwa agar anaknya itu mengikutinya.

“Nyonya Park?”

Ibu Hyo-Hwa menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang memanggilnya.

“Anda datang?” tanyanya, lalu melirik Hyo-Hwa yang terus menundukkan kepalanya.

“Putri anda?”

Ibu Hyo-Hwa mengangguk lalu menarik putrinya agar berdiri disampingnya. Hyo-Hwa menjerit tertahan saat ibunya mencubit perutnya menyuruhnya untuk memberi salam.
Hyo-Hwa melirik ibunya takut, buru-buru membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam. “Anyeonghaseyo, Park Hyo-Hwa imnida”

“Anda datang untuk hal ‘itu’ bukan?”

Hyo-Hwa melihat pria didepannya curiga, menebak kalau ibunya sudah merencanakan sesuatu dibelakangnya terlihat jelas dari caranya tersenyum. Dan sepertinya itu bukan hal yang akan dia suka.

Ryeowook memperhatikan Hyo-Hwa cukup lama, kemudian tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

“Aku Kim Ryeowook,” ujarnya kemudian. “Kalau kau ingin pulang kau harus menang lomba masak dulu denganku.”

“De?”

 

*****
Hyo-Hwa pasti sudah gila. Ah, atau wanita itu memang tidak pernah waras dari dulu. Selalu saja salah dalam menebak siapa lawan dan siapa kawan. Lupakan tentang bagaimana dia jatuh cinta pada lawannya. Itu menggelikan.

Ryeowook itu jenius. Dalam hal memasak. Yang benar saja, dia bahkan akan menang memasak dengan mata tertutup kalau hanya melawan Hyo-Hwa. Sama sekali tidak tahu kalau lawannya adalah orang yang sebentar lagi akan menjadi gurunya dikursus memasak itu.

Hyo-Hwa melihat sekelilingnya, mengetahui kalau ibunya sudah tidak berada disana lagi. Kemana lagi? Meninggalkannya tentu saja. Ibunya menghilang begitu saja saat Hyo-Hwa masuk keruang masak ini.

Wanita itu melihat kimbab hasil kerja kerasnya tadi hampir menangis. Menyedihkan. Bentuknya tidak bulat sama sekali, dan jangan tanyakan tentang bagaimana rasanya. Itu lebih dari cukup kalau seseorang tidak mati setelah memakannya.

“Kau kalah nona detektif, jadi jangan coba-coba untuk kabur. Kau tanggung jawabku sekarang.” Ryeowook berkata bangga, memperlihatkan kimbab hasil buatannya pada Hyo-Hwa. “Apa perlu mencari juri diluar?” tanyanya mengejek.

“Tidak, terimakasih.”

Ryeowook tertawa ringan, kemudian memotong kimbab tidak jadi buatan Hyo-Hwa serapi mungkin. Cukup membuatnya tersentuh karena pria itu terlihat menghargai kerja kerasnya.

Ryeowook mengambil satu potongan kimbab Hyo-Hwa, mencicipinya. “Aku berbohong kalau mengatakan ini enak,” komentarnya jujur. “Kau harus berusaha lebih keras sepertinya.”

Hyo-Hwa menundukkan kepalanya dalam, ingin mengubur diri dalam tanah merasa sangat malu karena kalah memasak dengan lelaki.

Ryeowook tersenyum tipis melihat reaksi berkabung wanita itu. Dia menyandarkan tubuhnya pada dinding disampingnya. “Mau kuberitahu satu rahasia agar makananmu lebih enak?” ujarnya membujuk Hyo-Hwa.

Wanita itu mengangkat kepalanya, melihat Ryeowook lemas. Masih belum memiliki tenaga untuk menjawab.

“Berusahalah agar orang yang akan memakan masakanmu nanti bisa hidup lebih lama,”

“Kau mengejekku?” tanya Hyo-Hwa tersinggung.

Ryeowook tertawa keras, merasa puas bisa mengerjai Hyo-Hwa. “Kalau begitu buatlah untuk orang yang kau anggap spesial. Dan sekali lagi berusahalah untuk tidak membuat mereka mati.”

Hyo-Hwa hampir melempar piring didepannya tapi masih berusaha meredam emosinya. Sial, kalau saja pria itu bukan teman ibunya.

“Ah, berbicara tentang orang spesial. Apa kau memiliki kekasih?” tanya Ryeowook tiba-tiba serius.

Hyo-Hwa melihat pria itu bingung, merasa aneh dengan topik pembicaraan pria itu yang selalu berubah-ubah.

“Kalau tidak ada, kau boleh memasak untukku.” Tawarnya tersenyum.

Hyo-Hwa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu siapapun yang menanyakan padanya. Cukup tidak percaya diri kalau masalah hubungannya dengan KyuHyun.

“Kenapa butuh waktu yang sangat lama hanya untuk menjawab pertanyaan seperti itu?”

Ryeowook melirik pria berkulit pucat yang berdiri dibelakang Hyo-Hwa penasaran, sedangkan Hyo-Hwa membutuhkan waktu beberapa detik untuk melihat pemilik suara itu.

Tidak ingin mempercayai kalau suara itu milik KyuHyun. Demi apapun itu sangat mengerikan kalau pria itu benar-benar bisa datang kapan saja tanpa sepengetahuannya. Dia bukannya memiliki ilmu pindah tempat atau semacamnya bukan? Sama sekali tidak tahu kalau ibunya yang menyuruh pria itu untuk datang.

Hyo-Hwa menolehkan kepalanya perlahan, merasa sulit bernafas detik itu juga saat melihat KyuHyun berdiri disana dengan tangan bersidekap didadanya. Pria itu memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru dan celana jeans hari ini, tetap tampan seperti biasanya.

“Kau mengenalnya detektif park?” tanya Ryeowook membuyarkan lamunannya.

Hyo-Hwa baru saja akan menjawab, saat tiba-tiba saja KyuHyun sudah berdiri disampingnya merangkul bahu wanita itu posesif.

“Tentu dia kenal. Suami…” ujar pria itu menggantungkan perkataannya, menikmati ekspresi terkejut Hyo-Hwa untuk beberapa detik. “Masa depannya,” lanjutnya percaya diri.

Ryeowook melihat ekspresi Hyo-Hwa yang masih membeku menatap KyuHyun, tersenyum kecut kemudian. Cara wanita itu menatap KyuHyun berbeda, bukan tatapan yang diperlihatkan untuknya tadi. Dia sangat menyukainya.

“Ah, baiklah. Kalau begitu aku permisi dulu,” ujar Ryeowook mengalah.

KyuHyun tersenyum puas, terlihat kekanakan dimata Hyo-Hwa. Ryeowook meninggalkan mereka setelah membungkukkan tubuhnya diikuti dengan sikutan Hyo-Hwa pada KyuHyun.

Pria itu melenguh, pura-pura kesakitan tapi tetap tidak mendapat simpati dari Hyo-Hwa. Hyo-Hwa membereskan mejanya lalu pergi tanpa mengatakan apapun sambil membawa kimbab buatannya tadi.

“Detektif Park~?” panggil KyuHyun berusaha manis.

Tidak berpengaruh, malah membuat Hyo-Hwa merinding mendengar suara KyuHyun yang seperti itu. Terdengar mengerikan ditelinganya.

“Hyo-Hwa~ya,”

Wanita itu menghentikan langkahnya, benar-benar kalah saat mendengar KyuHyun memanggilnya seperti itu. Dia menolehkan wajahnya, melihat KyuHyun tersenyum padanya. Tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang langsung menggila dan wajahnya yang mulai memerah.

“KyuHyun oppa!!”

KyuHyun membalikkan tubuhnya mendengar namanya dipanggil. Tidak sempat untuk terkejut saat wanita yang dikenalnya itu langsung berhambur kearahnya. Memeluknya erat.

“Min-Young?” panggil KyuHyun ragu. Wanita itu mengangguk didalam pelukan KyuHyun.

“Ini aku Min-Youngie,” ujarnya melepaskan pelukannya. “Sudah lama tidak bertemu oppa, bagaimana kabarmu?”

KyuHyun tersenyum, “Aku baik. Bagaimana denganmu? Apa sudah menikah?”

“Belum. Aku menunggumu,”

KyuHyun tertawa, senang bisa bercanda dengan teman lamanya. Min-Young sebenarnya lebih tua dua tahun darinya. Teman kakaknya yang juga dekat dengannya.

Tapi dia selalu memanggil KyuHyun dengan panggilan oppa. Karena pria itu tidak pernah bersikap selayaknya adik padanya. KyuHyun masih tertawa dan berbicara dengan Min-Young sebelum merasakan aura mengerikan dibelakangnya.

Pria itu melirik Hyo-Hwa yang memandangi mereka tidak suka, mulutnya terlihat bergurutu tidak jelas. Seperti sedang mengumpatnya.

KyuHyun tersenyum jahil, tiba-tiba ingin mengerjai wanita itu.  Dia mengelus ranbut Min-Young sambil berbicara tidak penting, menunggu Hyo-Hwa datang padanya.

 

 

*****

“Apa-apaan itu?” kata Hyo-Hwa melihat wanita yang memeluk KyuHyun kesal. Dan semakin kesal saat melihat pria itu yang tidak menolak sama sekali.

“Ah, semua pria memang sama.” Rutuk Hyo-Hwa berbicara sendiri.

Wanita itu terpaku kemudian, tidak tahu kalau KyuHyun bisa tertawa seperti itu. Selama ini dia hanya menunjukkan sisi kerennya didepannya. KyuHyun tidak pernah tertawa seperti itu padanya.

“Bahkan tidak ragu untuk menyentuhnya, eh?” kata Hyo-Hwa saat melihat KyuHyun mengelus kepala wanita didepannya.

Dia membalikkan tubuhnya, merasa tidak ada gunanya melihat lagi. KyuHyun mungkin pernah menyukai wanita itu dulu. Mereka terlihat seperti teman dekat.

Lagipula wanita itu cantik juga memiliki bentuk tubuh yang bagus, S line. Banyak pria yang melirik kearahnya saat dia sedang berbicara dengan KyuHyun. Mereka cocok bersama.

Hyo-Hwa berjalan lurus dengan pikiran tidak jelasnya dan tiba-tiba berhenti saat melihat mesin penjual minuman. Dia memasukkan koin kedalamnya lalu memilih sebuah kopi kaleng dingin untuk menemani makannya.

Dia berjalan keluar mencari tempat sepi dan sejuk untuk memakan kimbabnya. Walaupun rasanya tidak enak dia tetap akan memakannya. Ibunya selalu mengingatkannya untuk tidak membuang makanan.

Hyo-Hwa memilih duduk dibawah pohon setelah melihat tidak ada orang disekitar tempat itu. Wanita itu membuka penutup kaleng kopinya memilih untuk minum terlebih dulu.

Dia melirik jam tangannya. Masih ada waktu sekitar tiga puluh menit lagi sebelum kelas dimulai. Hyo-Hwa mulai memakan kimbabnya, mengunyahnya sedikit lama untuk mengetahui bagaimana rasanya.

“Tidak buruk.” Komentarnya kembali mengisi mulutnya dengan nasi gulung itu. Makan adalah cara paling baik menghilangkan stress. Perut kenyang hati senang. Lupakan tentang KyuHyun dan wanita S linenya. Hyo-Hwa memerintahkan pikirannya sendiri.

Wanita itu meminum kembali kopinya sedikit, memasukkan kimbab sampai mulutnya penuh. Dia terlihat seperti orang yang sudah tidak makan berhari-hari.

“Tinggalkan untukku juga,” kata KyuHyun menghampirinya lalu duduk disampingnya.

Hyo-Hwa langsung melindungi makanannya dengan menutupnya dengan tangannya, berbalik badan dan membelakangi KyuHyun.

Wanita itu buru-buru mengunyah dan menelan kimbab yang berada didalam mulutnya. Lalu kembali memasukkan semua kimbab yang tersisa kemulutnya. Terlalu banyak dan potongan terakhir hanya bisa masuk setengahnya.

“Sudah kubilang tinggalkan aku sedikit,” KyuHyun langsung menarik tubuh Hyo-Hwa agar menghadapnya. Menggigit setengah potongan kimbab yang masih berada di luar mulut Hyo-Hwa.

Tidak peduli dengan ekspresi terkejut wanita itu. Dengan sengaja mengecup bibir Hyo-Hwa lama untuk membuatnya semakin kesal.

“Hukuman untuk pembangkang,”

Hyo-Hwa mengambil minumannya tergesa-gesa hampir mati tersedak karena pria menyebalkan didepannya itu. Wanita itu menepuk-nepuk dadanya pelan lalu kembali meminum kopinya.

KyuHyun masih tersenyum sebelum akhirnya menepuk punggung Hyo-Hwa pelan merasa bersalah tapi tidak bisa untuk berhenti tersenyum. Selalu suka dengan reaksi Hyo-Hwa yang seperti ini.

Pria itu mengikutinya saat Hyo-Hwa lebih memilih untuk mengabaikannya tadi. Padahal KyuHyun berharap kalau Hyo-Hwa akan datang dan mengatakan kalau dia adalah miliknya seperti yang KyuHyun sering lakukan padanya.

Tapi itu hanya berakhir sebagai fantasi liarnya saja. Wanita itu seperti akan melepaskannya saat dia pergi. Tidak akan mempertahankannya seperti yang dia inginkan.

Hyo-Hwa melirik KyuHyun sekilas, merasa gugup dengan tangan KyuHyun pada tubuhnya. Wanita itu menegakkan tubuhnya ingin menunjukkan kalau dia sudah baik-baik saja. Tapi tidak melihat tanda-tanda kalau pria itu akan menjauhkan tangannya darinya.

“Aku sudah tidak apa-apa,” ujar Hyo-Hwa mulai risih. Dia masih marah ngomong-ngomong.

KyuHyun tertawa kecil senang dengan reaksi cemburu Hyo-Hwa yang walaupun ditahan-tahan tapi tetap terlihat dengan sangat jelas. Dia menyandarkan tubuhnya pada badan pohon dibelakangnya memperhatikan wanita itu dari belakang.

Dia suka melihat punggung Hyo-Hwa, terlihat rapuh tapi juga kuat. Bisa menjaga diri dengan baik tapi juga harus dilindungi. Egois yang mudah menangis.

KyuHyun tersenyum lagi, mengangkat kepalanya lalu bersandar dibahu wanita itu. Rasanya selalu nyaman seperti biasanya. Dia selalu suka menyandarkan kepalanya disana, seperti semua beban dukepalanya lenyap begitu saja.

“Kelas memasaknya akan dimulai,” kata Hyo-Hwa mengusir KyuHyun.

Pria itu tidak bergerak, tidak juga menjauh dari Hyo-Hwa malah melingkarkan tangannya disekeliling perut wanita itu memeluknya dari belakang.

“Cho KyuHyun,” panggil Hyo-Hwa semakin kesal mengabaikan detak jantungnya yang meledak-ledak hanya karena dipeluk olehnya. Reaksi tubuhnya memang terlalu berlebihan kalau sudah berhadapan dengan pria itu.

“Dia hanya teman,” ujar KyuHyun kemudian. “Wanita yang kau lihat tadi.”

“Hanya teman,” ulang Hyo-Hwa ragu. “Tapi diantara pria dan wanita itu tidak ada yang namanya teman.”

KyuHyun terkekeh kemudian mengangguk setuju. “Memang tidak ada.” Katanya mengangkat kepalanya lalu menyandarkan dagunya dibahu wanita itu.  “Tapi pria juga tidak akan menjadikan wanita yang dia sukai sebagai teman.”

KyuHyun melirik ekspresi wajah Hyo-Hwa yang mulai berubah seperti sedang menimbang-nimbang perkataan pria itu. Tersenyum tipis lalu mengecup pipi Hyo-Hwa sekilas.

“Ciuman tidak dijinkan antara teman,” ujarnya saat Hyo-Hwa memalingkan wajahnya terkejut. “Kau bukan temanku, detektif Park.”

Hyo-Hwa ikut tersenyum, “Aku musuhmu bukan?” tanya Hyo-Hwa melepaskan tangan KyuHyun darinya. Wanita itu membalikkan tubuhnya hingga sekarang duduk berhadapan dengan KyuHyun. “Kau juga tidak diijinkan untuk mencium musuhmu tuan pencuri.” Kata Hyo-Hwa tersenyum sinis.

KyuHyun menggeleng, menarik tangan Hyo-Hwa cepat membuat wajah wanita itu berada tepat didepannya sekarang. “Aku mencintai musuhku, tentu saja diijinkan untuk ciuman,”

KyuHyun memajukan wajahnya, menempelkan bibirnya dibibir wanita itu sambil tersenyum tidak tahu kenapa tapi selalu merasa senang saat mereka bersentuhan seperti ini. KyuHyun menekan bibirnya dibibir Hyo-Hwa kemudian melumatnya. Rasa kopi. Dia mungkin tidak bisa tidur nanti malam dan ketagihan untuk saat ini.

Reaksi Hyo-Hwa masih manis seperti biasanya. Wanita itu membalasnya lambat tapi lembut, menahan tubuh KyuHyun agar tidak terlalu dekat dengannya. Tidak ingin mempermalukan diri sendirinya lagi karena detak jantungnya yang seperti akan meledak setiap berada dekat dengan pria itu.

KyuHyun memiringkan kepalanya, tangannya mengelilingi pinggang wanita itu menariknya mendekat secara paksa. Dia tidak akan pernah merasa cukup dengan bibir Hyo-Hwa, seperti kecanduan dan menolak untuk dihilangkan. Dia menikmatinya, setiap gerakan bibir wanita itu dibibirnya dan semua sikap ragunya. Semuanya masih terasa manis tapi kepuasannya tidak pernah bisa tercapai membuat dia takut sendiri.

KyuHyun melepaskannya kemudian, merasakan nafas wanita itu yang terengah-engah diwajahnya. Selalu membuat Hyo-Hwa kehabisan nafas terlebih dahulu lalu melepaskannya tidak rela. KyuHyun menempelkan dahinya didahi wanita itu, mengecup pipi Hyo-Hwa lama lalu memeluknya.

“Aku tidak bohong tentang kelas masak yang akan dimulai,” ujar Hyo-Hwa terdengar kesal.

Pria itu sudah mengurungnya terlalu lama bersamanya. Lupakan tentang kelas memasak dia harus menjauhi pria ini sekarang sebelum jantungnya benar-benar meledak. KyuHyun bersikap terlalu aneh, seperti pria itu sangat membutuhkannya tapi tidak pernah benar-benar mengatakannya.

Hyo-Hwa menarik tangan KyuHyun paksa, meloloskan tubuhnya dan langsung berdiri sebelum tangan pria itu menjangkaunya lagi.

“Aku pergi,” katanya kemudian.

“Kau harus menambah sedikit lagi garam dimasakanmu. Kimbab tadi benar-benar tidak ada rasa.”

Hyo-Hwa menopang pinggang, tidak terima masakannya dikritik. “Kalau mau makan enak masak saja sendiri,”

“Eyy~, tidak mungkin. Memasak itu tugas istri, sebagai istri yang baik kau harus memasak makanan enak untuk suami masa depanmu.”

“Seperti aku akan menjadi istrimu,”

KyuHyun menatap Hyo-Hwa kesal, tidak senang saat wanita itu menolaknya. “Jangan berharap bisa menjadi istri orang lain, Hyo-Hwa~ya.” Ancam KyuHyun tiba-tiba serius.

“Dasar aneh,”

Hyo-Hwa membalikkan tubuhnya tidak ingin berdebat dengan pria itu lagi. Dia takut saat melihat KyuHyun marah sebenarnya, tapi berusaha keras untuk tidak menunjukkannya. Pria itu sangat egois, dan bodohnya dia menyukainya.

“Aku akan menunggumu dengan makanan enak, awas saja kalau tidak.”

“Tidak janji.”

KyuHyun tersenyum saat wanita itu tergesa-gesa meninggalkannya. Daripada mengatakan hal baik untuk memberinya semangat dia lebih memilih membuat Hyo-Hwa kesal. Sangat senang saat melihat wajah marahnya yang entah bagaimana terlihat manis.

“Park Hyo-Hwa, fighting~” bisiknya sendiri.

 

*****

Spaghetti carbonara. Itu menu masakan hari ini. Cukup sulit untuk Hyo-Hwa yang masih pemula. Seperti Ryeo-Wook sengaja memilih menu itu hari ini. Pria itu adalah chefnya, lupakan bagaimana bodohnya wanita itu menerima tantangan memasak mereka tadi. Lebih buruk dari itu. Wanita yang tadi memeluk KyuHyun ternyata adalah asistennya.

Dia tidak membencinya. Lebih seperti tidak memiliki alasan untuk. Hanya saja dia tidak suka saat wanita itu dekat dengan KyuHyun. Namanya Kim Min-Young, keturunan Korea-Cina memiliki sifat yang baik, sopan dan tentu saja cantik ditambah memiliki kemampuan memasak luar biasa. Calon istri idaman.

Hyo-Hwa kembali memfokuskan dirinya pada bahan masakan didepannya. Memulai dengan mendidihkan air yang telah dicampur garam terlebih dahulu. Dia berdiri ditempat paling belakang karena terlambat. Dan tidak tahu apa yang dikatakan oleh Ryeo-Wook didepan sana. Satu hal yang ditangkap oleh telinganya hanya al dente.

Mengulang-ulang kata itu sendiri sambil menyiapkan bahan yang lain. Walaupun tidak bisa mendengar dengan baik penjelasan pria itu dia melihat dengan teliti setiap langkah untuk memasak spaghetti itu, beruntung dia memiliki penglihatan yang jelas.

Hyo-Hwa mulai mengiris bawang bombay tipis-tipis, mendapat beberapa goresan dijari tangannya sebagai hasilnya. Kemudian memasukkan pasta kedalam panci saat melihat airnya mendidih, memutarnya seperti professional dan membuat sebagian patah lalu terkekeh sendiri.

“Agar masakan enak hal yang perlu diingat adalah orang yang memakan makanan itu akan hidup lebih lama,”

Hyo-Hwa melirik Ryeo-Wook yang sedang berkeliling memantau murid didiknya memasak. Ya, pria itu menyuruh Hyo-Hwa tidak untuk membunuh seseorang dengan makanannya. Lucu sekali.

“Park Hyo-Hwa~sshi?”

Hyo-Hwa menoleh, melihat Kim Min-Young berdiri didepannya tersenyum. “Murid baru disini bukan?”tanyanya lagi.

Hyo-Hwa mengangguk, tidak yakin kalau asisten chef itu mengenalnya sebagai seseorang yang dekat dengan Cho KyuHyun.

“Aku mendengar dari chef kalau ada pendaftar baru dan masih sangat pemula. Hyo-Hwa lebih muda dariku aku boleh berbicara tidak formal bukan?”

Hyo-Hwa mengangguk lagi, berpikir kalau pantas saja KyuHyun dekat dengannya. Kepribadiannya baik dan dia sangat mudah bergaul.

“Pastanya direbus sekitar delapan menit saja, dan untuk sausnya apa kau butuh bantuan?”

“Tidak. Aku bisa melakukannya sendiri, terima kasih.” Jawabnya canggung. Benar-benar introvert, wanita itu tidak mudah membawa diri sesuai suasana. Itu sebabnya dia tidak memiliki banyak teman.

“Oh, kalau begitu aku pergi dulu. Panggil aku kalau butuh bantuan. Kau tau namaku kan?”

Hyo-Hwa mengangguk, “Kim Min-Young~sshi.”

Min-Young menopang pinggang, pura-pura kesal. “Min-Young onnie, kita sudah sepakat untuk berteman bukan?”

“Ah, baik. Min-Young onnie.”

Min-Young tertawa kecil lalu meninggalkan Hyo-Hwa sambil melambaikan tangan. Sangat ceria, berbeda jauh dengannya. Dia orang yang akan disukai banyak orang. Baik bukan hanya dari luar tapi juga dalam.

Hyo-Hwa mematikan kompor terburu-buru saat melihat air yang mulai tumpah karena terlalu lama mendidih. Melihat pastanya sendiri yang sudah tidak bisa dimakan lagi. Terpaksa membuangnya dan membuat lain.

‘Dia hanya teman,’ Pernyataan pria itu tadi kembali terulang dikepalanya. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Dia tidak tahu atau bisa dikatakan belum benar-benar percaya. Orang yang sudah dikenal seumur hidup saja belum tentu bisa diketahui sifatnya yang sebenarnya apalagi yang baru dikenal.

Wanita itu menarik nafas dalam berusaha untuk tenang. Lakukan saja apa yang bisa dilakukan sekarang dan berhenti mencemaskan yang belum datang. Katanya mendekte pikirannya sendiri.

Dia kembali memfokuskan diri pada bahan masakan didepannya. Merebus air kembali dan mengulang dari awal. Dia harus berusaha keras agar pria itu bisa memakan makanan enak, setidaknya lebih baik dari kimbab tawar tadi. Memasukkan pasta setelah terlebih dahulu menambahkan garam kedalam air yang sudah dia rebus tadi.

Hyo-Hwa kemudian mengambil sebuah mangkuk kecil lalu mengocok telur dan parmesan yang kemudian dia sisihkan. Wanita itu memanaskan wajan besar di atas api sedang tinggi lalu memasak daging dan sampai coklat dan renyah.

Hyo-Hwa menambahkan bawang bombay didalam daging yang dia masak itu lalu menggorengnnya bersama sampai harum. Dia meniriskan pasta yang sudah masak kemudian menambahkan minyak sayur kedalamnya terlebih dahulu sebelum mencampurnya kedalam wajan tempat dia menggoreng daging tadi lalu menambahkan adonan telur dan parmesan, memberi sedikit garam dan merica dan air rebusan pasta secukupnya lalu mengaduknya hingga rata.

Hanya perlu lebih kurang lima belas menit dan lima bahan utama. Menurut banyak pemasak ini adalah jenis spaghetti termudah dan termurah. Tapi tentu saja tidak bagi Hyo-Hwa.

Wanita itu menaruh spaghetti itu hati-hati kedalam piring setelah menghiasinya dengan perterseli tapi tidak mencicipi sedikitpun sangat takut dengan bagaimana rasanya nanti, walaupun dari luar spaghettinya terlihat lumayan.

“Sudah selesai?” tanya Ryeo-Wook yang sudah memeperhatikannya dari tadi.

Hyo-Hwa mengangguk gugup, membiarkan guru masaknya mencicipi masakannya. Ryeo-Wook mengambil garpu lalu memutarnya, memilih spaghetti yang tersisa dari dalam wajan daripada yang sudah dihidangkan didalam piring. Tahu kalau itu untuk seseorang yang lebih penting.

“Bagaimana?” tanya Hyo-Hwa takut saat melihat Ryeo-Wook yang diam bahkan setelah menelan makanannya.

Pria itu tersenyum, menaruh garpunya. “Kau bisa memberi ini untuk suami masa depanmu,”

Hyo-Hwa masih terkejut dengan komentar Ryeo-Wook pada masakannya, buru-buru membungkuk berterima kasih saat pria itu pergi. “Terima kasih Chef~nim,” katanya senang.

Wanita itu buru-buru membereskan mejanya, tidak sabar ingin memamerkan kemampuan memasaknnya pada KyuHyun.

“Sayang~ coba cicipi ini,”

Hyo-Hwa mengangkat kepalanya saat mendengarkan suara seseorang didepannya. Mereka orang yang mengikuti kursus memasak ini juga. Seorang wanita dan seorang pria yang sepertinya kekasihnya.

Aneh sebenarnya saat melihat pria di kursus masak tapi mengingat gurunya yang juga seorang pria Hyo-Hwa mencoba untuk mengerti. Tapi, kalau tidak salah Hyo-Hwa melihat pria itu berciuman dengan perempuan lain saat dia akan masuk kelas masak ini tadi. Apa dia salah mengenali wajah orang lagi?

“Ji-Min ayo kemari. Coba cicipi bagaimana masakanku,”

“Eh,” gumam Hyo-Hwa terkejut. Ji-Min yang wanita itu panggil adalah wanita yang pria itu cium tadi. Apa-apaan ini? Pria itu berselingkuh dengan teman kekasihnya? Untuk mencintai orang lain saat sedang berada dalam sebuah hubungan saja sudah buruk, ditambah orang itu adalah teman baik.

“Pria brengsek,” gumam Hyo-Hwa, merasa kesal sendiri.

Wanita bernama Ji-Min itu terlihat tertawa lepas, saat temannya menyuapi kekasihnya yang juga merupakan kekasihnya juga dan sausnya sedikit mengenai bibirnya. Pria itu membersihkannya dengan menjilat bibirnya sendiri lalu memeluk kekasihnya.

Hyo-Hwa merasa kesal sendiri, muak menonton orang-orang seperti mereka. Dia baru saja akan pergi saat tiba-tiba saja pria itu terjatuh, membuat kekasih dan temannya berteriak panik.

Hyo-Hwa berlari cepat ketempat mereka, melihat pria itu dengan kondisi mulut kering, kemerahan diwajah dan sudah kehilangan kesadaran.

“Cepat telepon 119, dia keracunan.” Suruh Hyo-Hwa cemas dan mulai melakukan CPR pada pria itu.

Hyo-Hwa menundukkan wajahnya ingin memberi nafas buatan pada pria itu tapi suara seseorang menghentikannya.

“Tunggu!!” Teriak Ji-Min mengejutkan Hyo-Hwa. Detektif wanita itu menatapnya heran. “Ba-bagaimana kalau racunnya tertular padamu?”

Hyo-Hwa berpikir sejenak lalu memilih aman dengan mengikuti kata wanita itu. Melakukan CPR terus menerus sampai akhirnya dia mengetahui pria itu sudah mati. Jantungnya sudah tidak berdetak lagi.

Hyo-Hwa terduduk lemas dengan keringat diseluruh wajahnya, diikuti dengan tangisan kekasih pria itu yang sudah ditahan-tahan sejak tadi. Kenapa seseorang harus mati didepannya seperti ini? Air mata wanita itu jatuh tanpa dia sadari.

 

*****

“Korban bernama Bae Kyung-Ho, umur 32 tahun salah satu murid kursus memasak ditempat ini. Akibat kematian, keracunan zatatropin.”

Inspektur Kim mengangguk mengerti mendengar laporan Hyo-Hwa, cukup terkejut saat melihatnya ditempat seperti ini tapi tidak sempat menanyakan mengingat keadaan mereka sekarang.

Tidak ditemukan reaksi racun dari spaghetti yang dimakan korban tapi hasil visum menyatakan kalau pria itu keracunan zatatropin. Racun yang berasal dari tanaman Atropa bella-donna.

Tanaman itu biasa digunakan spesies di kebun rumah, karena bentuknya yang indah. Beberapa pecandu narkoba mencoba menggunakan alternatif untuk kemampuan mereka menciptakan halusinasi, dengan risiko kematian jika tidak memiliki perkiraan jumlah yang tepat.

Gejala keracunan mulut kering, kemerahan pada wajah, jantung gemetar, halusinasi dan kebingungan. Dalam kasus parah akan mengalami kejang dan kehilangan kesadaran.

“Kau baik-baik saja?” tanya Ji-Hyun menepuk pundak adik kelasnya itu.

Hyo-Hwa mengangguk, tersenyum tipis seperti ingin mengatakan kalau dia memang baik-baik saja tapi malah membuat Ji-Hyun semakin khawatir.

Saat dia tiba di TKP dia mendapati Hyo-Hwa duduk sendirian dan ekspresi wajahnya sangat shock. Dan mendengar kalau Hyo-Hwa sudah berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa korban itu.

Walaupun sudah bekerja hampir setahun dikepolisian dia terlihat belum terbiasa dengan kematian dan pembunuhan. Seperti menolak kenyataan juga tidak berusaha untuk membiasakan diri.

Tapi, lebih dari itu. Sebenarnya yang sangat mengganggu Ji-Hyun dari tadi adalah KyuHyun yang sedang bersama dengan wanita lain. Pria itu tidak pernah seperti ini sebelumnya, KyuHyun sangat tertutup saat berbicara dengan seseorang tapi dia melihat pria itu sedang mengusap punggung seorang wanita, berusaha menenangkannya.

Dan lebih parah lagi, Hyo-Hwa terlihat tidak peduli sama sekali. Atau mungkin hanya berusaha untuk? Dia jenis orang yang akan memilih menghindari pertengkaran. Sangat tidak suka berdebat dan berbicara dengan nada tinggi. Tapi untuk kondisi seperti sekarang bukankah seharusnya wanita itu memang harus marah? Itu akan membuatnya lebih terlihat normal.Bukannya diam seperti ini dan mengabaikan.

Ji-Hyun sudah menahan diri habis-habisan untuk tidak datang menghampiri mereka dan menjambak rambut wanita yang daritadi terus saja memanggil KyuHyun dengan sebutan ‘oppa’ padahal dia terlihat lebih tua dari pria itu.

“Mau kemana Hyo-Hwa?” tanya Ji-Hyun saat tiba-tiba saja Hyo-Hwa pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya.

“Melihat rekaman CCTV,”

“Tapi…” kata wanita itu ingin menahan Hyo-Hwa.

Hyo-Hwa meninggalkan Ji-Hyun, mengabaikan sunbaenya itu untuk pertama kali. Wanita itu memang terlihat sangat tidak fokus dan juga tertekan karena banyak hal. Tapi berusaha keras untuk tidak menunjukkannya.

Hyo-Hwa melihat KyuHyun dan Min-Young sekilas, pria itu terlihat sangat cemas dan terus mengusap-ngusap punggung Min-Young. Mungkin sangat shock karena melihat orang mati pertama kali didepannya dan polisi yang tiba-tiba memenuhi tempat itu menanyakan banyak hal padanya.

KyuHyun memang teman yang sangat baik bukan? Dia iri dengan Min-Young sebenarnya, bisa membuat KyuHyun bersikap lembut seperti itu. Tapi, iri itu tidak manusiawi katanya. Jadi dia berusaha untuk tidak, setidaknya tidak membuatnya terlihat seperti.

“Park Hyo-Hwa,” panggil KyuHyun saat melihatnya.

Hyo-Hwa melewati mereka, mengabaikan KyuHyun yang memanggilnya. Dia sedang tidak ingin mendengarkan apapun sekarang. Apapun alasan pria itu. Hanya teman? Omong kosong.

 

*****

“Kalau kau memang tidak membunuhnya kau tidak perlu takut,” kata KyuHyun berusaha menenangkan temannya itu.

Tangan Min-Young bergetar hebat, wanita itu meremasnya kuat berusaha menenangkan dirinya sendiri. Dia memiliki trauma dengan keracunan. Kakak permpuannya meninggal didepannya setelah overdosis obat gula darah kakeknya.

Saat itu dia baru berusia 9 tahun, tentu saja tidak tahu harus melakukan apa. Hanya menangis sambil terus memanggil kakaknya. Hidup kakaknya sulit, dia tidak memilki teman juga sering dibully disekolah. Semakin parah saat orang mengetahui dia memiliki darah China.

Mungkin terlalu tidak masuk akal untuk seseorang saat memilih untuk bunuh diri karena hal yang menurut mereka sepele. Tapi bukannya mereka tidak takut untuk mati juga. Kenyataannya sakit yang dirasakan saat mati tidak akan sebanding dengan rasa sakit yang harus mereka tanggung seumur hidup. Orang yang memutuskan untuk mengakhiri biasanya tidak memiliki jalan lain untuk melarikan diri.

Bukannya ingin membenarkan. Tapi hanya berusaha untuk memahami dengan melihat dari posisi mereka. Butuh waktu untuk Min-Young mengerti karena dia mengalami masa-masa seperti itu juga. Sampai akhirnya menjadi orang yang KyuHyun lihat hari ini.

KyuHyun tahu tentang trauma teman dekatnya itu. Sangat tahu bagaimana perasaannya karena dia juga memiliki seorang kakak perempuan. Tangannya bergerak mengusap punggung Min-Young, tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk menenangkannya. Dia memang bukan orang yang pintar berbicara.

Pikirannya masih terfokus pada temannya itu saat tiba-tiba Hyo-Hwa lewat didepannya seperti tidak melihatnya.

“Park Hyo-Hwa,” panggilnya tanpa sadar.

Dia tahu kalau wanita itu hanya pura-pura tidak melihatnya dan sekarang bahkan pura-pura tidak mendengarkannya? KyuHyun bangun dari duduknya ingin mengejar Hyo-Hwa tapi tangan Min-Young menahannya.

“Jangan sekarang, temani aku sebentar lagi.” Mohonnya.

KyuHyun menatap temannya kasihan tapi dia tidak bisa melepaskan Hyo-Hwa, tidak kalau kemungkinan terburuk adalah wanita itu tidak akan pernah kembali. Pria itu melepaskan tangan Min-Young darinya perlahan. “Aku tidak bisa.”

Pria itu meninggalkannya kemudian, berlari mengejar Hyo-Hwa yang hampir menghilang dari pandangannya. Ada batas untuk setiap hubungan. Dia sudah melakukan yang terbaik yang bisa seorang teman lakukan untuknya.

Mungkin dia akan terlihat kasar dan tidak baik, tapi teman bukan tempat untuk bersandar selamanya. Min-Young harus mengerti itu, karena hubungan mereka memang hanya sebatas teman. Tidak akan lebih dan tidak ada yang berkurang. Hanya sebatas itu.

KyuHyun berhenti dipintu masuk saat melihat Hyo-Hwa yang sedang serius memperhatikan rekaman CCTV. Entah sejak kapan itu menjadi kebiasaannya, memperhatikan dari jauh. Seperti merasa senang hanya dengan mengetahui wanita itu berada dalam jarak pandangnya.

Hyo-Hwa berdiri tiba-tiba, membalikkan tubuhnya dan langsung membeku saat melihat KyuHyun berada disana.

*****

Hyo-Hwa mengulang kembali detik saat Ji-Min menarik Kyung-Ho untuk berbicara lalu tiba-tiba menciumnya. Pria itu mendorongnya menjauh, mengatakan beberapa kata kasar lalu meninggalkan wanita itu.

“Apa ini?” tanya Hyo-Hwa tidak pada siapapun. “Jadi pria itu tidak berselingkuh?”

Hyo-Hwa menunggu beberapa detik, lalu melihat Ji-Min mengeluarkan sebuah tisu dari tasnya menempelkan pada bibirnya hati-hati. Kenapa dia mengelap bibirnya setelah memaksa mencium pria itu? Apa dia jijik?

Hyo-Hwa bangun dari duduknya merasa sudah cukup menonton. Wanita itu berbalik dan sangat terkejut saat melihat KyuHyun berada disana, seperti sudah sejak dari tadi.

Dia sedang tidak ingin bertengkar dan menyelesaikan masalahnya, jadi memilih untuk menghindar. Wanita itu berjalan lurus melewatinya menganggap seperti tidak melihatnya sama sekali.

“Mengabaikanku lagi?” gumam KyuHyun kesal saat dia melewatinya. Pria itu berjalan cepat, menarik tangan Hyo-Hwa lalu menyudutkan tubuhnya didinding.

Hyo-Hwa mendorong tubuh pria itu menjauh dengan sebelah tangannya yang bebas, berusaha keras melepaskan diri tapi KyuHyun tidak melepaskannya. Melihat kesekelilingnya dan beruntung tidak ada siapapun didepan ruangan CCTV itu.

“Kalau aku tidak melakukan ini kau akan kabur lagi.” Ujar KyuHyun menjelaskan.

Hyo-Hwa menatapnya geram, tidak habis pikir dengan pria didepannya itu. Kenapa dia harus menyukai pria egois sepertinya? Tidak seperti dia bisa mengatur dia bisa menyukai siapa.

“Min-Young hanya teman, aku hanya berusaha bersikap sebagai teman yang baik.”

“Kenapa hanya teman?” tanya Hyo-Hwa dingin. “Dia baik, cantik, tubuhnya bagus. Dan memiliki kemampuan memasak yang hebat. Kau tidak menjadikannya istrimu saja?”

“Apa katamu?” tanya KyuHyun kesal. “Kau sedang mabuk? Bicaramu tidak masuk akal sama sekali,”

“Aku hanya mengatakan, siapa tahu. Mungkin saja Min-Young onnie menyukaimu dan kau juga menyukainya. Kalian bisa bersama, pasangan serasi.”

KyuHyun menyetakkan tangan Hyo-Hwa kedidinding dibelakangnya, memajukan wajahnya lalu mencium bibirnya dalam. Ciuman pria itu kali ini berbeda, sedikit kasar dan tergesa-gesa. KyuHyun menginggit bibir wanita itu dengan bibirnya lalu kembali melumatnya tidak sabar.

Tangannya yang satu lagi menarik pinggang wanita itu agar semakin dekat dengannya. Merasakan tangan Hyo-Hwa didadanya, menahan tubuh pria itu. Wanita itu menolaknya.

KyuHyun menarik diri, merasakan nafas Hyo-Hwa diwajahnya. “Aku sudah bilang aku mencintaimu. Apa itu terdengar seperti lelucon?” KyuHyun mengecup bibir wanita itu lama, menyandarkan dahi mereka. “Aku mencintaimu,”

Hyo-Hwa terlihat masih tidak fokus, terlalu terkejut dengan ciuman tiba-tiba pria itu yang tidak seperti biasanya. Apa KyuHyun memang seperti itu? Dia selalu menyelesaikan pertengkaran mereka dengan ciuman.

Mata KyuHyun masih menatapnya intens, menunggu reaksi damai darinya. Tapi wanita itu masih keras kepala, dia masih ingin melanjutkan perang dinginnya dengan KyuHyun. Jadi KyuHyun melepaskannya, memberi ruang untuk wanita itu.

Hyo-Hwa mulai bernafas normal saat KyuHyun menjauhkan dirinya, masih merasakan jejak bibir pria itu dibibirnya. Dia masih bisa merasakan bibir pria itu, rasa mint yang manis.

Tiba-tiba saja ingatan tentang Ji-Min yang memaksa mencium Kyung-Ho lalu menghapus bibirnya sendiri dengan tisu kembali berputar,dikepalanya. Kyung-Ho yang menjilat bibirnya sendiri setelah memakan spaghetti kekasihnya diikuti dengan Ji-Min yang menahan Hyo-Hwa memberi nafas buatan.

Hyo-Hwa melihat punggung KyuHyun yang berjalan menjauh, ingin berterima kasih dengan ciumannya yang entah bagaimana memberi ide tapi terlalu malu untuk mengatakan.

“Aku juga mencintaimu,” ujarnya kemudian berlari meninggalkan KyuHyun yang sudah berbalik melihatnya. “Tapi aku harus menyelesaikan sesuatu.”

 

*****

Hyo-Hwa memperhatikan Lee Ji-Min yang dari tadi menenangkan Kim Su-Jin yang terus saja menangis seperti air matanya tidak akan habis setiap mengingat kematian tiba-tiba kekasihnya. Mungkin dia merasa sangat bersalah? Pria itu mati setelah memakan masakannya.

“Sampai kapan kami harus berada disini?” salah satu peserta masak mulai marah karena belum diijinkan pulang setelah hampir lima jam.

Suasana makin gaduh yang saat yang lain mulai mengeluh dan berbicara bersamaan. Inspektur Kim harus berusaha keras untuk meminta kerja sama mereka. Dan Hyo-Hwa masih berpikir bagaimana cara untuk membuktikan analisanya benar atau tidak.

Hyo-Hwa duduk didepan Ji-Min dan Su-Jin mengambil sebuat botol air minuman disitu lalu meminumnya masih memperhatikan Ji-Min. Seperti tahu kalau sedang diperhatikan oleh seseorang.

Hyo-Hwa tersenyum padanya, tidak ingin terlihat mencurigakan dan Ji-Min membalas senyumannya dan saat itu dia melihat bibir wanita itu kering. Hyo-Hwa mengambil sebuah botol air minuman lagi, memberikan pada Ji-Min.

“Minumlah,” katanya kemudian.

Wanita itu meminumnya, menengadahkan kepalanya lalu meminumnya tanpa menempelkan mulut botol dengan bibirnya.

“Terima kasih,” kata Ji-Min kemudian.

Hyo-Hwa tersenyum, mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya lalu memberikannya pada Ji-Min.

Wanita itu menatapnya bingung, tapi tetap mengambil sapu tangan yang dia berikan. “Kalau kau takut racunnya masih dibibirmu kau bisa menghapusnya lagi,”

Detektif wanita itu mempertaruhkan segalanya saat mengatakan hal itu. Total gagal, atau total menang. Dia harus mengambil resiko mengingat waktu yang semakin menipis dan mereka akan dibiarkan pulang sebentar lagi.

“Apa maksudmu?” tanya Ji-Min bingung.

“Kau menularkan racun pada Kyung-Ho dengan menciumnya bukan? Tahu kalau kebiasaan pria itu menjilat bibirnya sendiri saat makan.”

Su-Jin bangun dari duduknya tiba-tiba, “Jangan menuduh orang sembangan. Kau pikir kau siapa?” teriaknya kesal.

Hyo-Hwa mengeluarkan ponselnya, menunjukkan foto saat Ji-Min memaksa mencium Kyung-Ho yang sempat dia ambil tadi. Menunjukkan pada Su-Jin lalu menyimpan kembali ponselnya, tidak ingin benda itu menjadi tempat pelampiannya.

“Inspektur Kim, bisa panggilkan tim forensik kemari.” Kata Hyo-Hwa yang mendapatkan persetujuan langsung. “Kalau kau memang tidak bersalah kau tidak perlu takut bukan? Kami hanya ingin memastikan.”

Su-Jin terduduk lemas, masih belum bisa menerima apa yang baru saja dia lihat. Teman baiknya melakukan hal seperti ini padanya dan dengan wajah polos tersenyum ditengah mereka. Dia merasa dirinya sangat idiot.

“Aku seharusnya membiarkanmu memberi nafas buatan padanya saja tadi,” ujar Ji-Min dengan kepala menunduk. Wanita itu bangun dari duduknya menatap Hyo-Hwa marah. “Kalau kau mati maka alibiku sempurna,”

Hyo-Hwa hanya tersenyum sinis mendengar ucapan wanita itu tidak ingin meladeni orang sepertinya tapi bangun tiba-tiba saat melihat Ryeo-Wook muncul entah darimana dan menamparnya.

“Chef-nim,” panggil Hyo-Hwa pelan, terkejut dengan tindakan pria itu.

“Aku selalu mengatakannya bukan? Makanan itu dibuat agar orang yang memakannya bisa hidup lebih lama. Dan kau… membunuhnya?” kata pria itu kecewa. Ryeo-Wook pergi kemudian, meninggalkan tempat itu yang suasananya mendadak menjadi seperti kuburan.

Seorang polisi datang dan memasang borgol ditangan Ji-Min, menarik wanita itu untuk pergi.

“Kenapa?” tanya Su-Jin tiba-tiba. “Kenapa kau membunuhnya kalau kau mencintainya.” Su-Jin berdiri dari duduknya, menatap sahabat dekatnya itu kecewa. “Kalian bisa terus berhubungan, membuatku menjadi orang idiot karena tidak tahu apa-apa, itu lebih baik daripada membunuhnya bukan?”

Ji-Min tersenyum sinis, “Itu karena dia tidak ingin berhubungan denganku lagi. Merasa bersalah padamu, katanya.” Ji-Min menatapnya temannya dingin, “Kalau aku tidak bisa memilikinya, kau juga tidak.”

Su-Jin menatap temannya tidak percaya, “Aku seperti tidak mengenalmu,”

Ji-Min hanya tersenyum mendengar perkataan teman dekatnya, kemudian berjalan meninggalkannya mengikuti polisi yang membawanya. Tidak merasa bersalah sedikitpun tapi terkejut saat melihat KyuHyun yang berdiri dipintu masuk menatapnya marah, seperti ingin mengulitinya hidu-hidup. Tentu saja, wanita itu bukan hanya membunuh kekasih temannya tapi juga hampir membunuh wanitanya tadi.

KyuHyun mengalihkan pandangannya pada Hyo-Hwa yang mendapat tepukan dipunggungnya oleh inspektur Kim, tersenyum bangga. “Kau sudah bekerja keras,”

“Siapa yang sudah bekerja keras?”

KyuHyun menoleh, mendapati Min-Young yang berdiri disampingnya mengikuti mata KyuHyun mencari tahu siapa yang pria itu maksud.

“Ah, Hyo-Hwa memang sudah bekerja sangat keras. Dia bahkan memasak spaghetti yang sangat enak untukmu,”

KyuHyun menatap temannya heran, padahal tadi dia ketakutan begitu dan sekarang seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan marah? Wanita itu memang aneh, mungkin karena itu mereka bisa berteman lama.

“Ini,” katanya kemudian menyodorkan kotak makanan pada KyuHyun. “Spaghetti yang Hyo-Hwa buat tadi, aku mengambilnya setelah menunggu cukup lama. Polisi itu terlalu serius bekerja.” Jelas Min-Young panjang lebar.

KyuHyun mengambil kotak makanan itu sambil tersenyum seperti anak kecil, tidak bisa menyembunyikan ekspresi bodohnya sedikitpun.

“Maaf untuk yang tadi, kau pasti bertengkar hebat dengan Hyo-Hwa ya?”

“Aku harap kami bisa bertengkar, tapi dia mendiamkanku.” Kata KyuHyun terus terang.

“Itu berarti dia sangat marah,” ujar Min-Young menjelaskan. Wanita itu tiba-tiba melambaikan tangannya pada seseorang dibelakang KyuHyun. “Oh, Hyo-Hwa sudah selesai?”

KyuHyun menoleh kebelakang, mendapati Hyo-Hwa berdiri canggung didekatnya. Dia melirik KyuHyun sekilas lalu tersenyum dan mengangguk pada Min-Young.

“Aku pulang dulu, onnie.” Pamitnya.

“Tunggu aku dimobil,” suruh KyuHyun tidak melihatnya. Pria itu tersenyum jahil, menatap teman dekatnya. “Ada hal yang ingin kubicarakan dengan Min-Young,”

Min-Young melihat pria didepannya heran. Bukannya mereka sedang berbicara hal penting juga, kenapa mengatakan hal seperti itu pada Hyo-Hwa? Dan Hyo-Hwa hanya mengangguk dan pergi begitu saja, membuatnya semakin merasa buruk.

“Apa yang sedang kau lakukan bodoh?” bisik Min-Young kesal.

“Ingin membuatnya marah dan bertengkar lagi,” jawab KyuHyun tersenyum membuat Min-Young merasa kalau pria itu benar-benar menjadi bodoh karena mencintai seorang wanita.

Itu aneh memang, tapi dia suka melihat Hyo-Hwa marah padanya. Entahlah, terlihat manis? Dan yah, dia ingin mendengar kalau wanita cemburu saat dia bersama dengan wanita lain. Cemburu itu tandanya cinta bukan? Terdengar kekanakan memang, tapi tidak seperti dia merugikan orang lain karena kelakuannya.

 

*****

Hyo-Hwa memainkan ponselnya bosan, melirik KyuHyun yang masih sibuk berbicara dengan teman dekatnya senang. Tidak bisa menolak tapi merasa tidak suka dengan kedekatan mereka.

“Masih lama ya?” gumamnya sendiri. Dia menaruh ponselnya didashboard mobil menyandarkan tubuhnya pada kursi. “Apa dia sangat menyukainya?” Hyo-Hwa melihat KyuHyun kembali, yang kali ini menepuk-nepuk pundak Min-Young sambil tertawa.

Dia memutuskan untuk keluar kemudian, cukup lelah dengan semua hal yang terjadi hari ini. Tema hari ini adalah persahabatan, perselingkuhan dan pembunuhan. Semuanya hal yang diawali dengan baik tapi berakhir tragis.

Hyo-Hwa menghirup nafas dalam, merasa lebih baik berada di tempat terbuka daripada didalam mobil. Dia memikirkan banyak hal sejak tadi, semuanya tumpang tindih membuat kepalanya pusing sendiri.

Dia mencintai pria itu, sangat. Dia tidak ingin kehilangannya tapi tidak tahu caranya untuk mempertahankannya. Apa pria itu akan kembali padanya?

“Bukankah sudah kubilang untuk menunggu dimobil, apa yang kau lakukan disini?”

Hyo-Hwa membalikkan tubuhnya, melihat KyuHyun berjalan kearahnya dengan langhkah besar-besar terlihat marah.

‘Dia… datang,’ teriaknya senang dalam hati. “Kau terlalu lama, jadi aku jalan-jalan sebentar.” Jawab Hyo-Hwa berusaha terlihat senormal mungkin.

“Dan kau tidak membawa ponselmu,” sambung KyuHyun masih kesal mengabaikan alasan Hyo-Hwa, dia berdiri saat berada tepat didepan wanita itu.

Hari ini sangat melelahkan baginya, Hyo-Hwa terus kabur dan menghindarinya. Mungkin itu memang karakternya, melepaskan yang menurutnya tidak akan bisa dipertahankan.

Pria itu mengulurkan tangannya, “Ayo pulang,” ajaknya tiba-tiba melunak.

Hyo-Hwa menatapnya sebentar, lalu menerima uluran tangan pria itu. Merasa hangat setiap kali merasa tangan KyuHyun menggenggamnya. Walaupun dia selalu berlagak tidak peduli didepannya sebenarnya dia sangat menyukainya saat tangan mereka bertemu.

Dan itu membuatnya tanpa sadar merasa takut kalau pria itu akan melepaskannya. Dia tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk memintanya bertahan disisinya. Hanya berani melihatnya saat KyuHyun membelakanginya.

Hyo-Hwa menghentikan langkahnya tiba-tiba, melepaskan tangan KyuHyun lalu memeluk pria itu dari belakang. “Jangan berbalik,” katanya saat pria itu baru saja akan membalikkan tubuhnya. KyuHyun menurutinya, menunggu apa yang akan Hyo-Hwa lakukan setelah ini.

Hyo-Hwa menarik nafasnya dari punggung pria itu, suka dengan aroma tubuhnya. “Aku tidak suka,” katanya memulai. “Saat kau memeluknya, mengelus kepalanya dan menepuk pundaknya. Tidak suka saat kau tertawa bersamanya, tidak suka dengan kedekatan kalian.”

KyuHyun tersenyum, masih mendengar perkataan wanita itu baik-baik. “Aku tidak membencinya, Min-Young onnie orang yang baik. Aku hanya tidak suka dengan hubungan kalian yang terlalu dekat.”

“Katakan saja kau cemburu,”

“Tidak seperti itu,”

“Lalu apa?” KyuHyun melepaskan tangan Hyo-Hwa diperutnya, membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wanita itu.

“Hanya tidak suka,” kata Hyo-Hwa ragu.

KyuHyun terkekeh geli, mengantukkan dahinya dengan dahi wanita itu pelan. “Aku harus melakukan banyak hal untuk membuatmu mengatakan ini,”

Hyo-Hwa mengelus dahinya kesal. Tapi, tunggu. Apa katanya tadi? Jadi dia sengaja membuat wanita itu uring-uringan seharian ini? KyuHyun itu benar-benar… Hyo-Hwa kehabisan kata-kata, tapi tidak bisa untuk tidak merasa senang. Pikiran buruknya hari ini hanya asumsi.

“Bisa berjanji satu hal?” tanya KyuHyun membuat Hyo-Hwa mendongak dan kembali fokus padanya. KyuHyun melingkarkan tangannya disekeliling pinggangnya lalu menyandarkan dahinya didahi wanita itu. “Tetaplah bersamaku.”

Hyo-Hwa merasa jantungnya akan meledak, berdetak sangat keras karena posisi mereka dan suara pria itu yang sangat lembut dipendengarannya.

“Ke-kenapa harus menjanjikan hal seperti itu?” tanya Hyo-Hwa tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

“Karena kau terus kabur hari ini. Aku hanya ingin memastikan agar kau tidak bisa kemana-mana lagi,”

“Alasan macam apa itu?” kata Hyo-Hwa geram.

KyuHyun tersenyum, mengecup bibir wanita itu sekilas. “Jawab saja,” ujarnya memohon.

“Baiklah,” jawab Hyo-Hwa mengalah sudah terlalu gugup dengan posisi mereka. Hyo-Hwa menarik tangan KyuHyun agar melepaskannya tapi pria itu menolak, memeluk Hyo-Hwa semakin erat dan membuat wajah mereka kembali dekat.

“Kau sudah berjanji bukan?” ujar pria itu membuat Hyo-Hwa terkejut, menatapnya bingung. “Kalau kau akan tetap bersamaku.”

 

End.

Terimakasih kalau masih ada yang mau baca dan ninggalin komen. Dan maaf kalau saya selalu buat kalian nunggu terlalu lama.

Love you all ^^

Pos ini dipublikasikan di one shoot dan tag , , . Tandai permalink.

148 Balasan ke Catch Me If You Can (Stay With Me)

  1. trisnasmile berkata:

    cie cie ada yg cemburu nich suit suit…..

  2. Kyunish berkata:

    aihh akhir’a setelah lama nunggu ada lanjutan’a >,,,< Hyohwa udah cemburu gak mau ngaku nih haha, gak sabar nunggu mereka nikah😀 di tunggu cerita CMIYC Kyuhyun-Hyohwa yg selanjut'a😀

  3. Kang yoora berkata:

    Asek suka cerita kayak gni , cemburu yg manis

  4. Pearluhan berkata:

    Lanjut.
    Ini edisi hyo hwa cemburu, mana edisi kyuhyun nya? Hahaa

  5. Sitaelf-Elsita berkata:

    Tinggalkan jejak dulu, mataku sudah 5 watt (-.-)

  6. Marsceill berkata:

    Assaaah sweet bener tapi itu spagetti.a sayang bgt kalo ga d makan . Mending buat saya aja itung² cemilan tengah malam . Ff ini tuh seriusan nambah ilmu pengetahuan buat saya . Makasih thor . Oh ya mau minta maaf saya tuh sebener.a suka baca² ff d sni tapi ga pernah komen dan sekarang saya mw jadi reader yang baik jadi di mulai dari minta maaf dlu . Baru deh komen² d ff yang ada d kawasan author.a .

  7. wookpil berkata:

    Ceritanya baguus. Daebak
    Aku suka sama sikap dan sifat kyuhyun disini.
    Hyo hwa cemburu nya lucu ya.hihi aku suka kyuhwa moment nya. Sweet banget ;;)

  8. Arina berkata:

    Apa ini masih belanjut….ditungg next storyny

  9. nureazizah berkata:

    Kyuhyun nya jahil..

  10. Drei_Kyu berkata:

    Oenni!! Lama tak jumpa😀 hehe
    suka liat Kyuhyun sengaja manas-manasin hyo hwa biar cemburu! Perlu usaha keras supaya hyo hwa mau ngakuin perasaannya… Setuju sama min young, kyuhyun menjadi bodoh karena mencintai hyo hwa ^^

    eh? Tapi ryeowook nampar hyo hwa?? Kok bisa?

  11. ShinHyeRim berkata:

    Ya ampuuunnn bahasamu thor
    neomu neomu daebakkkkkk

    ditunggu karya author berikutnya

  12. jhunjunie berkata:

    sukA bngt sama kyuhyo…
    saling mmbutuh kan tp juga sama”keras kpalanya…
    di tggu part” selanjutnya ea thor…
    keep writing n good luck

  13. Lucy Young berkata:

    suka sama ini couple, bikin greget greget gimana gitu hhhh
    kyuhyunnya manis banget……

  14. Nur Kim hyo ah berkata:

    ya ampun kalo bca ff nya una eoni pasti bkin mesem2 sendiri, kelakuan kyuhyun ma hyo-hwa bkin gemes bgt,. Kyuhyunnya makin romantis aja.. Hahaha eoni tanggung jawab dah bkin aku tergila2 ma kyuhyun?..

  15. rhyasungie berkata:

    hyo hwa cemburu nihhh… ciee… kyuhyun iseng bngt sihhh sengaja bikin hyo cmburu🙂 …. suka sma cople ini….hyo hwa jg lucu…🙂

  16. Aisyah Fitriyani berkata:

    Prikitiewww… Manis banget sihh, Kyu hyun emang jahil sengaja bikin Hyo hwa cemburu. Ditunggu kelanjutannya..

  17. Miss cendol eksotik berkata:

    Ahahaha.. Ini bener bener bikin exited. Teka-tekinya tetep wow!! Dan manis sesuai porsinya.

    Aaa!! Aku harus merespon kaya gimana coba?? Cengar-cengir sendiri baca nih cerita. Keren keren keren!!😀

  18. cametcline berkata:

    Like it

  19. setia berkata:

    selalu menjadi pasangan yg manis. dan kyuhyun selalu dg keisengannya.🙂

  20. Amii berkata:

    Sweet.. Melting jadinya, penggunaan kata-katanya itu loh eonn. Saya suka.
    Sebuah perdebatan yang berakhir dengan sebuah ciuman, manis sekali.

  21. 8in8 berkata:

    blog yang fantastis
    Terima kasih
    ………………………..
    http://www.8ii.in

  22. tiwiw berkata:

    waaahhh romantisnyaaaaa
    syuka syuka syukaaaaa
    semoga ada moment mereka lagi ^^

  23. Nurul Lailia berkata:

    yeey manis banget… minta sequel nya lagi dong eon !! ^^

  24. Missgyuhyun berkata:

    Aku deg-degan, berasa jadi Hyo-Hwa ih :3 si Kyuhyun mah kecup-kecup mulu kan aku pengen dikecup juga (?) wkwk.

    Ini udahan ya kak? END? Yaaaah padahal CMIYC ini salah satu fic yang bikin aku geregetan pengen namparin perut buncitnya Kyuhyun.

    Dia…….ada ngga sih cowok kayak Kyuhyun di dunia ini? Bagi satu dongsss…dia hobi banget bikin cemburu, diabaikan marah, kalo udah marah abis itu mesra-mesraan, kan greget abis kkkk.

    • kyuhae berkata:

      Kyknya gk ada deh. Klu pun ada beruntung bnget cweknya. Krn sulit ditemukan dlm kenyataan jd direalisasikan lewat fiksi. Kekeke…
      Tp utk kamu semoga ada y ^^

  25. Rephyta berkata:

    ji min kejem bgt ya?

    Gw kira hyo hwa nganggep kyuhyun selingkuh

  26. Sitaelf-Elsita berkata:

    Kyu kamu jail bget sihh tp romantis jga :* makin suka sama another story catch me if you can. Dtunggu next another storynya #daebak

  27. Kkamjong_FC berkata:

    selalu suka sma alur dan isi cerita-nya..lanjuuut yaaa !!
    klo bsa ada konflik yg bkin mreka bner2 marahan atau smpe hyo hwa nangis…dia kan jarang nangis. hhe

  28. magnaelover berkata:

    Cengar cengir sendiri !!!! Makin kesini kenapa makin so sweet mereka berdua ????
    Ini udh ada tanda-tanda menuju ‘pernikahan’ nih!!!
    Kapan kyu lamar hyohwa ??? Cepet nikah gih! Dua-duanya udh ga nahan *eh
    Tumben marcus ga muncul ? Kesambet apaan ??
    Jangan ada org ketiga ya please, ini jalan ceritanya udah rame tanpa bumbu-bumbu konflik ala-ala drama hehehe cukup ngeliat mereka berdua dan kasus pembunuhan aja udah bagus ga nahan !
    Kelanjutannya kyu lamar hyohwa dong !!

  29. choi yeon woo berkata:

    Huwee…akhirnya setelah sekian lama ni couple keluar juga..

    Kyu.seneng banhet bikin cewe bete yak

  30. elfa berkata:

    cho kyuhyun nakal, selalu buat hyohwa cemburu, ayyoo buruan nikahin hyohwa..

  31. salsabellakhaa berkata:

    ish couple ini bikin gregetan,,
    wkwk mana ada namja yg suka buat yeojanya marah coba selain kyu😄
    pngn bacanya lanjutannya lagi,semoga aja ada amin,,
    next ff sangat ditunggu (walaupun ampe lumutan)😄

    • kyuhae berkata:

      Kyu itu unik memang.
      Mksi udh mau tunggu, smpe lumutan pula *terharu

      • salsabellakhaa berkata:

        haha iya emang,iya nggak pp sih kalo lama update tapi pas updatenya ffnya pass dibaca yg baca jdi ikut ngerasaain juga *ini knapa curhat*
        ini beneran nunggu loh lanjutannya wkwk *modus*

  32. nureazizah berkata:

    Ada yg cemburu….kk tapi aku suka.. manis…

  33. AKHIRNYAAAAAAAA KYAAAAA
    Yang d tunggu2 datang jugaaaaaaa seperti biasa tidak mengecewakan❤❤
    Selalu jadi fans nomer 1 nya KYUHAE
    Makasih onnie makasih mau melanjutkan cerita kehidupan mereka T__T *nangisterharu
    Fighting buat project selanjutnyaaa ^^

  34. Dianaa berkata:

    Bener bener yaa ff ini tuh bikin melting🙂

  35. ttaemyeon berkata:

    Aaaaah akhirnyaaaa
    Konfliknya lebih sederhana dan pendek dari biasanya ya… Tp aku suka karena kangen sekali sama tulisanmu onn. Kyuhyun yg sweet… hyohwa yg kikuk… Perkembangan karakternya luar biasa keren dan matang. Juga storylinenya yg research based; itu juga kereeen!!!
    Yah semoga aja dikasih kesempatan spy bisa publish lebih sering. Hwaitiiing

  36. arselli_ berkata:

    menunggu sekian lamaaaaa.akhirnya muncul juga.haha. makin so sweet aja mereka ❤ marcus tumben ga nongol. tapi tetep keren lahhhh.
    ini masih ada lanjutannya kan? sangat ditunggu ya^^ semangat thor nulisnyaaa

  37. yennypuppa berkata:

    Cemburunya Hyo Hwa manis sekali..
    Ah~ gak pernah bosan sama ini couple. Apalagi tiap kalimat yg keluar dari keduanya. Sederhana tapi efeknya luar biasa. Begitulah Kyuhyun & Hyo Hwa.
    Berharap kak Una buat cerita chaptered yg baru.
    Kekeke🙂
    Tapi tetep CMIYC ada lanjutannya. *ditabok

    Pokoknya ini KERENNNNNNNN!!!

  38. josena berkata:

    Yey akhirnyaaaa part yang selalu ditunggu publish juga^^

    Ya Ampun pokoknya jatuh cintaa tiap hari deh sama karakter kyuhyun disini. Dia manis banget!!! tapi udah punya hyowha. Hoho
    pokoknya dinanti terus karya2 mu selanjutnya kaaaaa. Fighting!!

  39. avrizelf berkata:

    CMIYC emang keren… stelah skian lama… akhirnya…

    jgn lma2 sequelnya thor, klo bsa buat sampe mereka punya… anak?😀

  40. adelcho berkata:

    Sweet… jdi makin keinget kyuhyun teros setelah malem tdi pas mahakarya rcti

  41. RukaChan berkata:

    Aku heboh sendiri pas dapet pemberitahuan lanjutan ini ff hehe .. udh lama nunggu akhirnya terbayarkan dengan kepuasan setelah membaca/? haha
    Selalu suka sama gaya bahasa unni yg laen dari yg laen alias beda dan khas unni hehe , suka bgt!!
    semoga trus dilanjut sequelnya yaa unn , aku selalu setia dan menunggumu unn .. Fighting^^

  42. minrakyu berkata:

    hello say..long time yah g pernah update,,,
    kkkkkkkkk,,,,
    btw,,kangen banget ni ama nie couple,,,

  43. Nurul_Evil berkata:

    uwaaaaa udah kangen banget sama couple yang satu Ini….🙂 Kepala kepolisian Cho, Detektif park😀 Si Kyu gk beraksi jadi markus eonni? hahaa😀 Demi apapun! aku suka suka suka pke banget sama karakter kyu di FF Catch me if you can, selalu bikin orang melting >.< Love! Love! buat eonni…. Selalu di tunggu apdetan dari blog eonni :^)

  44. ismicpth berkata:

    i love it, aku nunggu cerita romance selanjutnya
    suka karakter kyu disini

  45. Lee Hana berkata:

    omg finalllyyyyy!!!!!!!!suka bgt sama ff series ini :3 eiy hyo hwa dibuat jealous disini lucu bgt ihh….kyuhyun emg ya gabisa jauh jauh dari sifat jahil ckck. aaaa pokoknya ini keren banget!feelnya dapet banget><aku suka. keep writing kak

  46. kyustagram berkata:

    omg udaaa laaaaamaaaaaaa bangeeet nungguin updte-an ff dari kamu author sayaaang<3 sumpah aku sukaaa banget sma ff tulisan kamu. sukses selalu yaa, kutunggu ff selanjutnyaaa love ya!<3

  47. hyunsoo28 berkata:

    Dari kmaren udh ada feeling pangen ngunjungin blog ini
    Eh bnr kan ada update an ff ini
    Author aku kangen bgt sm psangan ini udh lama ga ketemu wkwkwkwkwk
    Di sini hyohwa yah yg cemburu kesannya lbh manis sm lucu gitu
    Klo kyuhyun yg cemburu bawannya gregetan trs horor gimana gitu wkwkwkwk
    Part ini ga ada marcus nya yaahhh
    Thor di lanjut trs yah, soalnya ini kan bgs bgt hehehehehe

  48. nindy berkata:

    Huwaaa lagi eonni hahahahah, kisah kyuhyun sama hyo-hwa itu bikin ketagihan tau gak sih eonni.. hahak, manis banget deh merekaaa sukaaaa😀 aku tunggu tulisan berikutnya, berikutnya, dan berikutnya lagi eon😀

  49. krisbaekyeol berkata:

    aayhhhhhh ….. da mereka teh so sweet atuh xD suka bantet ama karakter mereka. dan ceritanya juga selalu keren thor. huuuuuu jadi pgn nangis. kpn mereka nikahnya coba?

  50. chohanhwa berkata:

    ahhhh mereka makin sweet ,… ceritanya selalu memuaskan,.. smpai setiap minggu bukak blog mu thor,.. berharap ff favorite yg kece badai ini tayang,.. kangen bgt sama cerita cinta mereka,..(^^)

    thor aku berharap jgn terlalu lama ya thor,.. (^^)

    keep writing !!! (^0^) fighting !!!

  51. alphacentauri88 berkata:

    hi kak, aku reader baru🙂
    cerita kakak keren
    aku senyum2 sendiri baca.a
    so sweet kak🙂

  52. azizahminoz93 berkata:

    aaa~ eoni aku suka bgt kata2 ini >> “tapi teman bukan tempat untuk bersandar selamanya”..
    so sweet daaahh..😀
    eoni, aku tunggu kelanjutan FF ini.. hehe.. *no end??

  53. vilandla berkata:

    melting!!!aaa…suka banget udh nunggu lama kelanjutan ffnya…akhirnya nonggol juga…sukaa sukaa

  54. kareryeo berkata:

    ye… comeback. aku selalu k inget filmnya conan. aplg si pencuri tampan. hihi. next semoga tdk trlalu lama.

  55. kimsun217 berkata:

    Sweet ending ,,
    kalo kemaren2 kan kyuhyun yg selalu cemburu, sekarang ga ada changmin minyoung pun jadi, hehehe
    good story,
    thanks

  56. ditunggu sequel selanjutnya yaaa;)

  57. keni berkata:

    Kakkk ffnya bener2 daebakk!!! Lanjutannya jangan lama lama ya kak:):):)

  58. GyuHae berkata:

    Iseng buka blog ini n ada sequel C.M.I.Y.Cant hahaha😀 hyo hwa emang detektif yg pinter kyu emang cocok sm hyo hwa thor buat kelanjutan ini lg buat mereka nikah+punya anak! Saya suka,,,

  59. WonKyu_ELF berkata:

    Awww, balik lagi…😀 tp agak oendek, ga kayak yg lain. Hehehehe…. Anyway, sllu suka dgn FF ini… Ga bs berhenti terpesona dgn seorg Cho Kyuhyun d sini… *__*
    Aigoooo, hyo-hwa msh ajah yah malu2. Hahaha…. Next ditunggu authornim… Gomawo…

  60. Khairunnisa berkata:

    Hallo eon, aku reader bru..
    Udh bca Catch me if you can all series😄
    tapi maaf ya bru komen skrg, hp ku rada rempong –‘
    tapi serius, FF-nya ini kyaaaaaa!!!
    Gilaaak! Merinding bacanya :3
    keren bingiiiitttt x3
    duh, kyu bkin gemeteran..
    Ditunggu karya lainnya yaaa, fighting!! :3

  61. hinata berkata:

    I like this,, d tunggu next story n author fighting

  62. nathasya berkata:

    Keren!! Aku kira udh gak ada lanjutannya lagi…. Kyuhyun suka banget sih bikin hyohwa cemburu!!! Lanjut ya author-nim!!!

  63. wari berkata:

    memang ff ini nggx ada habisnya
    penasaran terus sm hubungan mereka
    oh sequel donk pingin tahu gimana cara mereka koloborasi nangkap penjahat

  64. rahmiaulyaade berkata:

    Heheheheee,,,kyuhyun masiih aj cemburu,,liat tuuh hyo hwa, santai aja, tapi siih, masih cemburu sama kyuhyun, critany ringan eon, kyk d t4 kursus masak, tapi gak ngelupain judul utama,,detektif2an,😀.
    Oh ia eon, pengen baca ff buatanmu yg ceritany itu kyuhyun yg dominan memecahkan kasus dong eon,,boleh y eon,,pnasaran bnget ama gaya ny kyuhyun klo kek gituu,,,
    Hwaa,,makasih eon yg masih update ff baruu,,,dtunggu next ff y eon,,fighting,,,😀

  65. cinoCHOKYUlat berkata:

    uwaaa~ akhirny ada seriesny lagi..
    syuka pake banget banget ><
    cerita romance yg kaya gini nih yg bikin gw dagdigdug cerr ngg jelas.. triak2 ngg belas, senyum2 sendiri, guling2 badan pas nemuin scene yg menggelikan..
    campur aduk semua jd satu, uda kaya ramesan aja.. kkk~
    berharp nanti mash ada cerita mrk lanjulanjutanny..
    couple idamann…
    pengen punya co kya kyukyu kepala polisii.
    aduh kn~ ni otak jdiny ngelantur kemanamana, klo kaya gini gw susah lagi balik buat normal -..-
    good job authornim~

  66. Ditunggu lanjutannya kak \m/

  67. heeyeon berkata:

    ff ini aaku suka banget author please lanjutin..benar2 suka

  68. siska3424 berkata:

    Ciee.cieee.
    Cemburu yg membutakan.
    Paling suka sama cerita ini.
    Di tunggu kelanjutannya ya

  69. EkaShfly berkata:

    Oooh God aku jd iri dg mereka benar2 karya fiksi, suka banget dg karakter kyuhyun yg selalu sbr menghadpi hyo hwa.. Di tunggu klnjutnny hungga si marcus tertnngkp #keep writting

  70. Kasih berkata:

    Mrka memang pasangan yg unik…

  71. choalfi berkata:

    pasti hari ygpanjang buat hyohwa ya. syok ada pembunuhan sampe sakit hati sama kyuhyun. kyuhyun emang jahil sih. tp sayang bgt sama hyo… sweeeet. semoga langgeng selalu yaaaa

  72. kartika berkata:

    seneng banget deh kalo ada scane jealous2an gini apalagi kalo kyuhyun sengaja buat hyo-hwa jealous
    romantis banget sih kyuhyun nya thor disini kyak cowok2 cuek tp sweet gitu sama pacarnya
    *kapan saya punya pacar kyak gitu
    kapan mereka merried thor??? hahahha

    maaf yaa eonnie baru sempet dan bacanya skrang makasih juga udh post ff lagi hehe
    ditunggu loh thor sequel selanjutnya

  73. berkata:

    oh my!bisakah kyu gk bersikap lbh manis lg dr skrg???aq gk kuat trs2 ngebayangin sikapny yg romantis itu…bkin aq megap2 bacanya…kekeke…^^
    autohrnim,knp kyu romantis n lovable bgt??bkin aq klepek2 baca nya…hehe..
    aq bnr2 jatuh cinta ma jalan cerita dr sequel ini..tiap partny bnr2 keren n kecanduan buat berenti baca…aplg si pipi jerawatan yg gantengny gk ketulungan itu karakter yg author buat dsni bnr2 bkin klepek2…daebak!!!!^^

  74. allrise417 berkata:

    Aaaaaaahhhh !!!

    Sweet bgt😉

  75. kesy berkata:

    senyum2 sndri pas bca ini,

  76. sefty berkata:

    hyaaa selalu kesengsem sama mereka berdua,dan paling suka kalo mreka marahan,kyu ny pasti main cium2 aja modus bgt hahaha
    dan paling suka lg sama kasus2nya jd ngebayangin ny kyu shinchi kudo,hyo hwa nya jadi ran hehehee

  77. KyuHyunCho_Pet berkata:

    Dibaca berkalikalipun ttp ngg bosen..
    Suka sm chemistry kyu sm hyo hwa..
    Series selnjutny dtunggu selalu..

  78. park na na berkata:

    kyuhyyn aneh psagan lain g pgen brtgkar eh dis mlah cti mslah biar bs brtgkar….
    sk bgt ps adegan kyuhyun ngantukkin fahinya ke dahi hyohwa…ksnnya romantis bgt….

  79. LeeXianZhie berkata:

    Hahhah biasa nya kyuhyun yg cmburu, skrng gntian hyo hwa yg cmburu kkkkk
    ak kira bklan ad orng ktiga yg ngerusak hbngan ternyta slah sang ha kkk kereen thor

  80. lim hae rim berkata:

    yuhuuu catch me if tou can sequel…seperti biasa alur sama cerita misterinya keren..aku suka..ciee si kunyuk suka bikin orang cemburu…suka banget sama pasangan ini kapan mereka nikahan ya?yang nan neomu miwo dilanjutin dong eonni😀 the reason is you juga ya

  81. esakodok berkata:

    huwee…..kyu bikin hati panas…hahahahaha…galau berat nihhh baca kyu jahil kaya gini

  82. sakura berkata:

    Romantis deh critanya!
    Snengnya jd hyo hwa dicintai kyuhyun segitunya :*

  83. Fanny berkata:

    Punya pacar macem kyuhyun kayanya harus punya jantung cadangan mengingat kyuhyun sering banget bikin hyohwa dugeun-dugeun wkwk

  84. selvy berkata:

    hai kk
    izin baca ffnya yah aku reader baru disini..
    cerita seru, aku suka karakter kyunya disini..🙂

  85. Ping balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  86. suci berkata:

    Ceritanya sepertinya masih panjang

  87. gaerriszrye berkata:

    Baru nemu ini blog!
    Awwwww
    Sweetness …

  88. Anni handhayanni berkata:

    Pengen deh ada lanjutan sampai kyu-hwa nikah..:)

  89. FriendsLee berkata:

    Huuuaa.. Romantisnya aku jdi cembulu😀 ffnya keren thor alurnya bgus bnget. 😉

  90. jaemijhe berkata:

    Hahaha aneh bgt, masa iya dalam imajinasi aku, min young meracuni kyuhyun dgn albi spaghetti buata hyo hwa dan membuat ada 2 kejadian pembunuhan karena pertemanan.. Wkwkkw

    Kereenn ff nya.. Kyuhyun dengan pembawaan santai dan hyo hwa dengan gengsi cukup tinggi namun ternyata org yg manja ehehe

  91. lovey denalisa berkata:

    suka deh ma ni ff…tiap ada adegan mecahib masalah masuk akal bgt…kaya nyatabgt..

    kasihdi kibrary dibg..di uodate gitu librarynya…jadi pas baca kangen ma ni ff

  92. fira berkata:

    Annyeong^^
    nama id ku sebelumnya kalo gk salah MinRaEun tp ntahlah aku jg sdh lupa… soalnya sdh lama baca series ff nih… hehehe….
    hyohwa ngambek melulu, kyuhyun sihh :v
    like like like this ff :* makin lop lop dehhh dgn mereka apalg masalah² yg timbul diantara mereka dan pekerjaan mereka… lop jg buat authornim yg sdh cape buat nih ff yg hmmm… susah deh, saking cinta nya dgn ff ini *Ok nih mulai #Lebay* *biarin woeeee#
    keep writ and hwaiting thor^^

  93. jaemijhe berkata:

    Kerenn dehh hyo hwa bisa memecahkan kasus itu hanya dalam beberapa jam..

    Hahaha kyuhyun emang iseng, tapi membuat hyo hwa jujur..

  94. hankims_ais berkata:

    Hahaha sekarang gantiannn, kan biasa kyu yg cemburu, sekarang hyo yg ngerasaain kkkkk~

  95. Elisah Purba berkata:

    sumpah keren abizzz!! 😊😊😍😍

  96. Han Aehyun berkata:

    Horeee selalu keren ,, seperti biasa ,, next dong chingu , bwt karya baru😀

  97. nisa1 berkata:

    ah mereka selalu bertengkar,tapi untung aja gak lama. mereka so sweet bangett:)
    fighting😀

  98. nisa1 berkata:

    ah mereka selalu bertengkar,tapi untung aja gak lama. mereka so sweet bangett:)
    fighting😀🙂

  99. Galuh putry berkata:

    Wuahhh.. Suka banget hyo hwa pas cemburu, geli ngliatnya.. Haha

  100. Zana Ria berkata:

    Annyeong…
    Q reades baru ijin ubek” ni blog ya..

  101. Nisasahwa berkata:

    cerita nya seru……
    dan berharap msh ada sambungannya..
    sampai menikah dan punya anak.
    heheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s