Yak! Babo, Saranghae!!! Part 4

HYO HWA POV

Aku menggeliat pelan saat merasakan sinar matahari masuk melalui celah jendela kamarku, sudah pagi dan saat nya melaksanakan aktivitas ku. Aku kembali memegang keningku dan rasanya aku masih bisa merasakan bibir lembutnya disini. Aku tersenyum mengingat kejadian tadi malam, tapi bagaimana kalau aku bertemu dengannya nanti? Apa aku bersikap seperti tidak terjadi apa-apa? Haaah sebaiknya aku mandi  saja.

“Pagi, eomma~?” kataku sambil mencium pipi eomma. Eomma hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.

“Hari ini kau diantar oleh supir Lee saja ya?”

“De? Wae?” tanyaku bingung, “bukankah kyuhyun itu supir pribadiku? Kenapa harus pak lee yang mengantarku?” sambungku.

Eomma mengerutkan keningnya bingung, matanya seolah bertanya padaku..
“Kau tidak tahu?”

“Maksud eomma?”

“Kyuhyun sudah berhenti mulai hari ini, tadi pagi dia sudah berpamitan pada eomma..”

Aku sangat terkejut mendengar perkataan eomma, kenapa dia tiba-tiba pergi? Aku menaruh sendok diatas piringku dan menatap eomma menuntut penjelasan darinya. Seakan mengerti dengan tatapanku eomma langsung menjelaskan maksud perkataannya tadi.

‘2 hari yang lalu kyuhyun mengatakan pada eomma kalau dia harus berhenti karena ada sedikit masalah pribadi dan dia harus pulang kerumahnya. Sepertinya ada masalah yang sangat serius karena eomma sudah berusaha membujuknya tapi dia tetap bersikeras pergi.’ Kata-kata eomma itu berputar-putar di kepalaku, aku terduduk di kasurku.

Mencoba untuk mengerti alasannya, dia memang harus pergi. Apa hakku mencegahnya? Siapa aku untuknya? Aku bahkan tidak berhak mengatakan padanya untuk tidak pergi, tapi aku masih ingin bersamanya. Ingin mendengar omelannya karena kebodohanku, ingin mendengar suaranya saat meneriaki namaku, aku juga masih ingin mendegarkan tarikan nafasnya. Aku membenamkan wajahku pada telapak tanganku dan mengeleng-gelengkan kepalaku. ani, aku tidak boleh berpikiran seperti itu, semuanya sudah berakhir. Dia sudah pergi..

‘Percayalah padaku, Walau seluruh dunia tidak percaya padaku dan tidak menginginkanku lagi asal kau percaya padaku itu sudah cukup bagiku’

Aku menaruh tanganku didadaku, “Aku akan selalu mempercayaimu, oppa. Aku berjanji..” menangis, hanya itu yang bisa kulakukan sekarang. Menangis karena aku terlambat menyadari betapa pentingnya kehadiranmu dalam hidupku, menangis karena terlalu bodoh, dan menangis karena aku akan menjalani hidup tanpa dirimu dihidupku..

2 Tahun kemudian

Hari ini pesta ulang tahun pernikahan eomma dan appa, banyak sekali orang yang datang karena ini pertama kalinya appa mengadakan pesta di rumah kami sendiri. Pesta ini dipenuhi oleh orang-orang dari kalangan atas, laki-laki menggunakan tuxedo dan perempuannya menggunakan gaun dan hampir semuanya berbahan sutra. Juga ada sekelompok pemain music biola di sudut ruangan, benar-benar sangat meriah.

Drrt..drrrt

“Yeobseyo?”

“Ya! Dongsaeng-ya sudah berrapa kali aku meneleponmu, kenapa kau baru mengangkatnya sekarang?”

“Ya! Oppa, kenapa malah kau yang mengomel-ngomel padaku bukankah seharusnya aku yang marah? Kenapa kau tidak pulang di hari ulang tahun pernikahan appa dan eomma?”

“Mianhae, bukankah oppa sudah bilang,. Nara akan melahirkan dalam 2 minggu lagi, dalam kondisinya seperti ini tidak mungkin kami naik pesawat. Kau mau kehilangan keponakan pertamamu?”

“A-ani~ya, mianhae oppa, aku lupa. Kau sudah mengatakan padaku kemarin. Hehehe.. Tapi, kenapa oppa menelfonku?”

“Oppa merindukanmu,. Sudah berapa lama kita tidak bertemu?” Tanya jungso oppa manja.

“Nado, bogoshiposo.. Kita sudah tidak bertemu selama 250 hari, oppa tahu? Itu rekor terlama aku tidak melihat wajahmu?” rengekku.

“Tenang saja, saat oppa kembali. Kau akan kuberi bonus..” jawabnya sambil terkekeh pelan

“Bonus apa?” tanyaku bingung

“Tentu saja anak kami yang hampir lahir. Tunggu saja  jagi~ya..”

“Ne~..”

Jungso oppa mematikan telfonnya saat mendengar nara eonnie memanggil namanya. Apa eonni ngidam lagi? Jujur saja, aku merasa nara eonni itu sedikit aneh, dia sering mengidam hal-hal yang selalu berkaitan dengan jungso oppa. Dulu eonni pernah mengidam jungso oppa berambut putih. Dan hasilnya, jungso oppa benar-benar mengecat rambutnya dengan warna putih. Untung saja jungso oppa sangat tampan, jadi apapun warna rambutnya dia tetap tampan.

Aku sangat iri dengan mereka, saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain. Apa aku juga bisa bahagia seperti mereka? Menemukan laki-laki yang mencintaiku lebih dari dirinya sendiri? Tiba-tiba bayangan kyuhyun terlintas dikepalaku. ‘Kyuhyun, neo.. eodisoe?’ batinku..

“lihat itu, wahh mereka sangat serasi. Bukankah mereka digosipkan akan segera bertunangan?” aku membalikkan badanku dan melihat beberapa tamu wanita sedang memperhatikan sesuatu. Memangnya eoomma dan appa mengundang artis kesini, kenapa mereka bergosip disini?

Aku mengikuti arah pandang mereka dan mataku langsung terbelalak saat melihat pasangan yang berjalan didepanku, tidak, bukan pasangan itu. Melainkan laki-laki yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan wanita disampingnya itu. laki-laki yang membuatku hampir gila karena menunggunya terlalu lama. Laki-laki  yang selalu berkata kasar padaku tapi malah membuatku semakin mencintainya.

Rasa sesak apa ini? Apa aku mengalami asthma? Tapi apakah rasanya akan sesakit ini? Bahkan hatiku juga sangat pedih, seperti disiram dengan minyak panas. Rasanya aku ingin berlari dan menjauh dari tempat ini, tapi tubuhku tidak bisa mengerjakan perintah otakku. Aku masih mematung melihat pemandangan dihadapanku.

Dia terus berjalan layaknya seorang pangeran, ada sedikit keangkuhan dari sorot matanya. Membuatku berfikir benarkah dia cho kyuhyun yang kukenal dulu? Dan akhirnya dia melewatiku begitu saja, seakan-akan aku hanya lah sebuah benda tak bernyawa. Aku bahkan masih bisa mencium aroma tubuh yang sama dengan 2 tahun yang lalu. Membuat ku ingin menangis dan berlari kedalam pelukannya memeluknya seerat mungkin dan tak akan pernah melepaskannya lagi. Tapi, apa aku di ijinkan melakukan nya?

“Dia, cho kyuhyun bukan?” aku kembali mendengar bisikan ibu-ibu disekelilingku.

“Kau benar, dia cho kyuhyun anak pemilik Cho Coorporation itu. Perusahaan elektronik terbesar di korea.” Jawab seorang wanita disampingnya. “Gadis yang bersama dengannya itu Song Victoria, dia wanita kelahiran cina tapi dia kuliah disini. Kalau tidak salah keluarga mereka cukup dekat dan menjalin relasi bisnis yang cukup baik. Dan juga aku mendengar gossip kalau mereka akan bertunangan dalam waktu dekat ini.” Hatiku samakin miris mendengar kata ‘tunangan’ itu, apa aku sedang bermimpi? Kalau iya, kumohon bangunkan aku.

‘percayalah padaku’ heh, kata-kata apa itu? Kenapa sekarang terdengar sangat menjijikkan.

Kata itu tidak bisa menjadikannya milikku, aku pasti sudah gila. Aku mengambil kue didepanku dan memakannya dengan mulut penuh, tidak peduli dengan tatapan orang yang menatapku aneh. Sekeras mungkin aku mencoba menahan air mataku agar tidak keluar membasahi pipiku. Tapi, usahaku sia-sia. Aku memutuskan untuk keluar sesaat sebelum aku menubruk tubuh seseorang.

“Ah, mianhae” kataku sambil sedikit membungkuk dan kembali berjalan tapi tangan seseorang menahan pergelengan tanganku membuatku mau tak mau harus melihat wajahnya. Mata yang sama dengan 2 tahun yang lalu selalu membuat hatiku merasa damai.

“Donghae… Oppa?..”

“Hyo hwa kau mau kemana?” tanyanya sambil melihat wajahku. “kau menangis?” Katanya sambil menghapus air mataku,.

“Aniya, aku mau keluar sebentar. Oppa kenapa bisa ada disini?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Aku bekerja di perusahaan ayahmu, dan aku diundang untuk datang kesini. Lagipula aku sudah lama tidak melihatmu.”

Aku tersenyum kaku ke arahnya, kemudian melirik kyuhyun yang sedang berbicara dengan eomma dan appaku.

“Oppa, ayo kita keluar. Aku ingin menghirup udara segar” donghae oppa menganggukkan kepalanya dan mengikuti ku keluar dari ruangan pesta.

******

Kami duduk di taman belakang rumah disamping kolam renang, aku masih diam. Tidak tahu harus berbicara apa dengan donghae oppa, aku kembali melihat kelangit tapi tidak ada satupun bintang malam ini.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya donghae oppa sambil memperhatikanku.

“Baik, Seperti inilah keadaanku, tidak ada yang berubah bukan,? Bagaimana denganmu oppa?” jawabku sambil menatapnya.

“Aku juga sangat baik. Maaf, hyo hwa, tapi bukankah cho kyuhyun itu laki-laki yang kau kenalkan denganku saat di taman bermain dulu?”

Aku menganggukkan kepalaku pelan sambil menundukkan kepalaku. tidak, aku tidak boleh menangis lagi.

“Oppa, bagaimana kabar kekasihmu. Apa kalian akan menikah?” gurauku. Aku sengaja menanyakan hal ini agar donghae oppa tidak menanyakan masalah kyuhyun lagi padaku.

Donghae oppa tersenyum kecut dan menghembuskan nafasnya berat “kau benar, dia sudah menikah. “

“Maksud oppa? Bukankah seharusnya oppa mengatakan ‘kami sudah menikah’ ” tanyaku bingung

“Heh, kata-kata ‘kami sudah menikah’ hanya pantas diucapkan oleh suaminya. Dia sudah menikah, tapi bukan denganku. Dia memutuskan hubungan kami dan 1 minggu kemudian dia menikah dengan pria lain.” Katanya lemah. Bahkan aku hampir tidak bisa mendengar suaranya.

“Oppaa~..”

Donghae oppa menoleh kearahku sambil tersenyum tapi, matanya seperti akan menangis.

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu,apakah aku terlihat seperti laki-laki bodoh yang dicampakkan oleh wanita?”

“ani, oppa.. kau laki-laki yang sangat baik. Aku yakin suaminya itu tidak bisa mencintainya sebaik yang kau lakukan.” Kataku menyemangatinya

Lagi-lagi donghae oppa tersenyum “Gomawo, kau sangat baik padaku.”

“ne,.” jawabku pelan

“Ayo kita masuk, aku belum memberi selamat pada orang tuamu.” Katanya sambil berdiri. Aku hanya mengikutinya dari belakang. Sebenarnya aku tidak mau masuk tapi tidak ada alasan untuk menolak.

AUTHOR POV

“Sajangnim, chukae…” kata kyuhyun sambil menjabat tangan Direktur Park

“ne, terima kasih kau sudah datang.” Kyuhyun mengangguk dan mengalihkan pandangannya pada nyonya park.

“Nyonya besar, chukaeyo..”

“Aah, anieyo. Aku bukan majikanmu lagi sekarang.”

“Eeh, apa maksud mu berkata seperti itu?” Tanya tuan park pada istrinya. Istrinya hanya tersenyum penuh arti pada suaminya.

“Aniya, ini rahasia kami berdua benar kan, kyuhun-sshi?” Kyuhyun pun membalasnya dengan senyuman. Kyuhyun pun pergi berbaur bersama tamu-tamu lain.

“Chukae, sajangnim..” kata lee donghae.

“aaahh, ne. lee donghae akhirnya kau datang. Kau bersama hyo hwa?”

“Ne..”

“Apa kalian sudah saling kenal?” Tanya ibu hyo hwa

“Donghae oppa adalah sunbae ku saat masih kuliah eomma..” jawab hyo hwa.

“Lee donghae ini adalah tangan kananku di kantor. Dia sangat cekatan dan pintar.”

“Sincha? Ternyata oppa sangat hebat, kenapa oppa tidak menceritakannya padaku tadi.” Goda hyo hwa, lee donghae menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, membuat orangtua hyo hwa tertawa.

“Sepertinya kalian sangat akrab? Hyo hwa, bagaimana kalau donghae ku jadikan pendampingmu?” Tanya appa hyo hwa, hyo hwa membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh appanya.

“Appa~?”

“Kau jangan salah paham, appa hanya ingin menjadikan donghae pendampingmu dikantor. Appa ingin kau mengurus perusahaan mulai sekarang, lagipula kalian sudah saling kenal dan cukup akrab. Bukankah itu akan mempermudah kalian dalam bekerja?” jelas appa hyo hwa panjang lebar.

Hyo hwa menghembuskan nafas lega, tapi dari tadi dia merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya daritadi. Dia mengikuti instingnya dan mendapat kyuhyun sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di deskripsikan. Antara marah, benci, cemburu dan rindu. Begitulah tatapan kyuhyun padanya, hyo hwa menatap lengan kyuhyun yang sedang digandeng oleh gadis di sampingnya, membuat air matanya ingin menerobos keluar lagi.

HYO HWA POV

Tatapan seperti apa itu? Menyebalkan, memangnya siapa dirinya berani sekali menatapku seperti itu. Aku mengalihkan pandanganku dan kembali menatap mata donghae oppa yang indah. Matanya benar-benar mata yang sangat indah.

*****

Hari ini aku benar-benar masuk kantor menjadi pengganti ayah, aneh rasanya menjadi direktur di hari pertama ku bekerja. Semua orang yang melihatku langsung menunduk dan menyapaku.

“Haaaah~” aku menghembuskan nafas berat setelah berkutat seharian membaca laporan keuangan perusahaan. Sampai kapanpun, aku tidak akan terbiasa dengan setiap angka yang kutemui, semua itu benar-benar membuat kepalaku pusing.

“Anda lelah, sajangnim?” Tanya donghae oppa yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingku. Ruangannya memang berada tepat didepan ruanganku, dan sepertinya tadi aku lupa menutup pintuku.

“Oppa~ aku sangat lelah. Mataku sakit melihat ini.” Kataku sambil menunjukkan laporan keuangan yang kubaca tadi pada donghae oppa.  Donghae oppa tersenyum dan mengelus kepalaku.

“Sebaiknya anda bersiap-siap sekarang, karena ada pertemuan dengan klien di restaurant  sebentar lagi..”

“Mwo? Pertemuan dengan klien? Tapi aku baru bekerja hari ini, lagipula aku tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan ini.”

“Tenang saja, aku yakin padamu. Kau pasti bisa melakukannya. Aku akan mendampingimu.” Kata donghae oppa menyemangatiku.

*****

“Oppa~..”

“Kau gugup?” aku menganggukkan kepalaku pelan. Donghae oppa mengelus-elus kepalaku berusaha membuatku tenang. Aku menatap wajahnya dan dia tersenyum, benar-benar tampan.

“Eheeem..” aku menoleh saat mendengar deheman seseorang yang seperti dibuat-buat itu. Betapa terkejutnya aku saat  melihat seseorang yang sedang berdiri didepanku ini. Cho… Kyuhyun? Tapi, sedang apa dia disini? Oh tuhan, jangan bilang dialah klien yang dimaksud oleh donghae oppa.

“Maaf, saya terlambat..” ujar kyuhyun basa-basi.

“Ani, kami juga baru tiba..” jawab donghae oppa sopan. “Baiklah, ayo kita mulai sekarang..” sambung donghae oppa.

Selama rapat atau apapun ini namanya berlangsung, aku hanya menundukkan kepalaku. tidak berani menatap mata kyuhyun, karena aku yakin, kalau aku sampai melakukannya jantungku benar-benar akan keluar dari tubuhku. Aku mengalihkan pandanganku dan melihat sepasang  tangan kyuhyun oppa diatas meja, omona? Tangan nya sangat indah, bagaimana menjelaskannya, urat-urat yang muncul di punggung tangannya semakin membuatnya terlihat… eemm seksi? Haaah eottokeh? Baru melihat tangannya saja aku sudah sesak nafas begini. Andwae, park hyo hwa. Ingat! Dia sudah membohongimu.. Aku mengeleng-gelengkan kepalaku berusaha menepis perasaan ku padanya.

“Bagaimana menurut anda, park hyo hwa-sshi?” betapa terkejutnya aku saat dia menyebut namaku. Nada suara itu, berbeda dengan 2 tahun yang lalu.

“Maaf, bisa anda ulangi lagi?” jawabku gugup.

“Mwo? Sebenarnya kau punya niat kerja atau tidak? Kau menyuruhku mengulang semuanya lagi? Kau fikir aku punya banyak waktu untuk kusia-sia kan, hah?” balasnya setengah berteriak.

“Chosowamida..” kataku menunduk.

“Mian, cho kyuhyun-sshi. Hyo hwa masih baru dan hari ini adalah hari pertamanya menggantikan appanya. Mungkin dia masih bingung?” bela donghae oppa.

“Semua itu tidak bisa kau jadikan alasan hanya untuk membela gadis ini. Neo, tidak adakah hal yang bisa kau lakukan dengan benar? Kerjaanmu itu hanya menyusahkan orang lain. Kau itu…”

“Cukup!! Aku memang bodoh dan hanya bisa menyusahkan orang lain. Lalu apa mau mu sekarang? Kalau kau tidak suka sebaiknya kontrak ini dibatalkan saja.” Balasku sengit. Donghae oppa menggenggam tanganku mencoba meredam emosiku.

“Aku menginginkanmu..”

“Mwo?”

“Aku tidak akan pernah membatalkan kontrak ini, dan jangan pernah mengharapkan hal itu tejadi. Besok kita akan mulai syuting dan aku ingin kau datang. Sampai jumpa” katanya sambil pergi meninggalkanku dan donghae oppa.

Apa maksudnya tadi ‘aku menginginkanmu’. Ani, dia pasti hanya salah bicara atau aku salah mendengar kata-katanya tadi.

*****

Hari ini syuting dimulai, perusahaan appaku adalah perusahaan penyedia layanan iklan yang cukup besar. Dan kyuhyun akan mengiklankan produk handphone terbarunya dan yang mengejutkanku adalah yang menjadi bintang iklannya adalah kekasihnya sendiri, song Victoria. Aku melirik kearah Victoria onnie yang sangat cantik, mereka sangat serasi. Benar-benar sangat serasi.

Aku duduk di belakang sutradara sambil mempehatikan scene yang sedang diambil. Tapi tiba-tiba ada tangan seseorang yang menyentuh bahuku. Aku menolehkan wajahku ke samping dan melihat kyuhyun sedang tersenyum evil ke arahku. Aku langsung menepis tangannya kasar dan bermaksud meninggalkannya. Tapi, aku merasakan genggaman yang sangat kuat di tanganku yang membuatku tidak bisa bergerak. Aku langsung menarik tanganku dari genggamannya dan pergi meniggalkannya. Aku memutuskan berdiri disamping donghae oppa.

“Wae?” Tanya donghae oppa yang melihat wajahku yang sudah memerah karena menahan marah.

“Gwenchana oppa..” jawabku sambil menatapnya. Donghae oppa mengulurkan tangannya lagi dan mengelus kepalaku hal yang sering dilakukannya akhir-akhir ini.

Aku bisa merasakan tatapan sinis yang sedang ditujukan kearahku aku mencari sumber tatapan itu dan melihat kyuhyun oppa sedang menatapku tajam. Aku langsung membuang mukaku dan kembali menatap mata donghae oppa. Donghae oppa matamu itu benar-benar sangat cantik membuatku selalu ingin melihatnya.

“Terima kasih untuk kerjasamanya…” kata seluruh kru bersamaan. Setelah syuting donghae oppa mengajakku makan malam. Selama acara makan malam kami saling bercanda dan tertawa, aku bersyukur kau kembali kedalam kehidupanku oppa.

“Hyo hwa~ya…”

“Ne, waeyo oppa?”

“Sebenarnya ada hubungan apa antara kau dan cho kyuhyun? Maaf, bukannya aku ingin ikut campur urusanmu. Tapi, aku benar-benar penasaran” katanya dengan nada bersalah.

“Oppa, sebenarnya aku tidak pernah ada hubungan apapun dengan kyuhyun” jawabku tegas.

“Tapi, saat di taman bermain itu…”

“Saat itu aku hanya berpura-pura” potongku

“maksudmu?”

Aku menghela nafas pelan. “Sebenarnya saat itu aku hanya berpura-pura mengakui kyuhyun sebagai pacarku hanya untuk menutup perasaanku padamu oppa.” Jelasku

Donghae oppa mengerutkan keningnya bingung. “Dulu aku menyukaimu oppa, bukan. Dulu aku sangat mencintaimu”

Mata donghae oppa langsung membulat mendengar kata-kataku tadi,  “Tapi itu 2 tahun yang lalu oppa” sambungku lagi.

“Sekarang masih adakah kesempatan untukku?”

“De?” aku tersentak mendengar pertanyaan donghae oppa.

“Apa kau masih menyimpan sedikit cintamu untukku?” sambungnya lagi

“Oppa~..”

“Bagaimana kalau kita mencobanya dulu, mungkin kau bisa mencintaiku lagi seperti dulu. Karena sekarang aku juga mulai menyukaimu..”

*****

Donghae oppa mengajakku kencan hari ini kebetulan ini hari minggu. Dan anehnya kami pergi ketaman bermain yang sama dengan taman yang aku dan kyuhyun datangi dulu. Kami berjalan seperti pasangan lainnya saling bergandeng tangan tapi perasaan itu tidak ada, jantungku tidak berdebar-debar.  Kami menaiki hampir seluruh wahana yang ada disini. Mulai roller coaster, komedi putar, dan juga permainan lainnya.

“Oppa~ aku tidak bisa. Aku tidak mau kesini..” rengekku sambil menarik lengan donghae oppa.

“Tapi ini menyenangkan hyo hwa, aku akan mengajarimu kau jangan takut.” Ujarnya mencoba membujukku. Aku tetap bersikeras tidak mau ketempat yang disuruh oleh donghae oppa.

“Oppa~ aku takuuut” rengekku sambil memegang kuat lengan donghae oppa, menjaga keseimbanganlu sebaik mungkin agar aku tidak jatuh dan membuat malu diriku sendiri didepannya. Kenapa ice skating lagi? Memangnya tidak ada tempat lain? Aku hanya bisa mengomel didalam hati.

“Aku tidak akan melepaskan tanganmu, jadi kau tenang saja.”

Seandainya ini terjadi 2 tahun yang lalu, aku pasti akan merasa sangat senang oppa. Kenapa tidak dari dulu kau mengatakan ini padaku.

‘hyo~ babo..’ Kyuhyun? Aku melihat sekelilingku tapi tidak melihat wajahnya. Kenapa aku jadi seperti orang gila begini? Bukankah seharusnya aku bahagia karena bisa berkencan dengan laki-laki sebaik donghae oppa.

*****

Sudah jam 10 malam, donghae oppa memutuskan mengantarku pulang. Aku keluar dari mobil diikuti donghae oppa.

“oppa~ gomawo untuk hari yang sangat menyenangkan ini..” kataku sambil tersenyum manis.

Donghae oppa tersenyum dan mengangkat tangannya, dia pasti akan mengelus kepalaku lagi. Tapi, detik berikutnya aku langsung terpaku karena merasakan bibir donghae oppa menyentuh dahiku. Donghae oppa melepaskan ciumannya dan menatap lurus kedalam bola mataku.

“Ne, cheonmaneyo..” jawabnya singkat sambil tersenyum simpul. Donghae oppa masuk kedalam mobil dan meninggalkanku yang masih mematung, saat mobilnya menjauh aku menyentuh keningku. Masih terasa hangat, tapi kenapa hatiku tidak? Aku memutar tubuhku hendak masuk kedalam rumah sebelum suara seseorang menghaentikanku.

“Menyenangkan?” Tanya seseorang, tapi aku tidak bisa mengenalinya karena laki-laki itu berdiri diluar cahaya lampu.

“Nuguseyo?” tanyaku sambil mengatur nafasku yang tercekat karena takut.

“Menyenangkan sekali bukan? Berkencan dengan pria idamanmu dan…..  mendapat kecupan hangat darinya?” katanya lagi sambil terus berjalan keluar dari balik kegelapan. Detik berikutnya aku langsung terpaku melihat kyuhyun yang sudah berdiri didepanku, menatapku seolah-olah dia ingin memakanku hidup-hidup.

“Bagaimana? Kenapa kau tidak menjawabnya, HAH?” Tanya nya setengah berteriak sambil menguncangkan bahuku. Aku meringis merasakan cengkraman kuat tangannya  di bahuku.

“Kyuhyun? Kau kenapa? Appo~ lepaskan kyuhyun~ah?” kataku sambil meringis ketakutan. Takut melihat tatapan matanya yang seperti ini.

“Percayalah padaku..” katanya pelan, tapi tidak pada cengkramannya kuat pada bahuku.

“Hentikan kyuhyun..” jawabku sambil menahan tangis.

“Bukankah sudah kubilang untuk selalu percaya padaku..” katanya lagi.

“Aku lelah kyuhyun, lepaskan aku” kataku sambil melepas cengkraman tangannya.

“KENAPA KAU TIDAK PERCAYA PADAKU?” teriaknya tepat didepan wajahku.

“Percaya padamu?” Tanya ku sinis. “Kau masih berani mengatakan hal itu setelah semua hal yang telah kau lakukan padaku?” balasku berteriak.

“Menyuruhku untuk selalu percaya padamu, tapi kemudian kau mengacuhkan perasaanku padamu. Mengacuhkanku seakan-akan aku hanyalah seonggok sampah yang tak berguna dimatamu. Apa kau fikir aku masih bisa percaya kata-katamu?” aku berteriak histeris diiringi air mataku yang tumpah.

Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya dibahuku, menundukkan kepalanya. Samar-samar aku bisa mendengar isakan tangis yang keluar dari nya. Dia menangis?

“Kyuhyun?” aku menggoyang bahunya. Tapi dia tetap tidak menatapku, isakan tangisnya semakin terdengar, membuat hatiku sakit. Aku membencinya, tapi aku lebih membenci diriku sendiri kalau dia menangis karena ulahku. ternyata hatimu juga sangat rapuh kyuhyun. Aku mengangkat tanganku menariknya kedalam pelukanku, memeluknya seerat mungkin. Berusaha menghentikan tangisannya yang mengiris hatiku. Kyuhyun menenggelamkan wajahnya dibahuku membuatku hampir berhenti bernafas. Kyuhyun menarik ku lebih dalam kepelukannya membuat kakiku tidak berpijak pada tanah lagi. Aku tidak tahu apa hal yang kulakukan ini benar atau salah, tapi yang kutahu sekarang aku hanya ingin membuat hatinya tenang.

TBC…

Pos ini dipublikasikan di Part dan tag , , . Tandai permalink.

36 Balasan ke Yak! Babo, Saranghae!!! Part 4

  1. 엘 리 사 berkata:

    nyeseeeeeeeeeeeeeeeek TT^TT adegan terakhir bikin nyeseeeeek

  2. tivaclouds berkata:

    Itu beneran kyu mau tunangan sama victoria?tp kesannya dia mmalah mengejar hyo hwa.
    Huweee..semoga aja victoria cuma temen, sepupu, atau apalah yg penting bkn calon tunangan.

  3. magnaelover berkata:

    Semoga ga sad ending🙂
    Next part !

  4. Drei_Kyu berkata:

    Kaya’ny donghae bakal patah hati lagi (poorHae)…!
    Kyu jangan nangis eo, nyesek ak ._.

  5. @nonajongwoon berkata:

    Huaaaa nyesek cuyyy , trus si victoria g mn ?
    Next ahh
    Debak thor🙂

  6. hyunsoo28 berkata:

    aaaa complicated bgt…
    ada apa ini, aaaa penasaran gk bsa berkata kata lg… lanjut ke part akhir

  7. trisna berkata:

    kyu jgn nangis donk……

  8. Choiri berkata:

    hikss… hikss… ikutan sedih… kenapa jadi rumit begini sih…. lanjut baca dulu biar terjawab kisah selanjutnya

  9. Huwaaaaaaa nyeseeekkk *minta nafas buatan sama Siwon*
    Hadeeehhhh emosi deh liat tuh ahjumma *tunjuk Vic eonni*
    AIgooooo knapa jadi complicated begini,,,,
    Donghae oppa kasihan… (T___T)
    Penasaran bgt… lanjutttt

  10. Afifah berkata:

    Hyaa knp kyu sma tuh cwe huaaa-,- ..emngny kyu knpa ,kok bsa nnggalin hyo hwa..ksian hyo nya galau:( .

  11. hinata berkata:

    Nyesekkk😦

  12. Syarofa ukhtina berkata:

    Hahaha . . .aneh kalo liat kyu nangis!*digampar*
    ini konfliknya bkin nyesek eonnie,

  13. melindacuty berkata:

    sbnr nya gmn dan knp si kyu th???

  14. Cho handa berkata:

    kyuhyun ni mau ya apa si. ngilang tiba tiba terus muncul kyk hantu tapi marah marah. mana ahjumma vic di ajak lg hmmmm

  15. mayang berkata:

    Ihh siapa seh kyu itu ???!!!
    bca part nie makin penasaran >.<
    kyu tiba" dateng dengan calon tunangan.a siapa yg gg kecewa coba :3

  16. VynnaELF berkata:

    Kyu pergi selama 2 tahun,dan langsung berubah jadi seorang pangeran? Apa alasan kyu? Molla~
    donghae juga kembali..

  17. iea berkata:

    wah..apa maksud perkataan kyu..apa jgn2 dia djodohn y sama qian..

  18. amoy berkata:

    Kyu….percaya untuk apa??….kau blm menjelaskannya.

  19. berkata:

    pnasaran bgt,sbnrny kyu knp ya???
    drpd pnasaran trs..mending lgsg liat aja ahhhh part slnjutny…hehe^^

  20. YummyJ berkata:

    Rapuh

    Donghae telat
    udah 2thn bAru nyadar!ratapilah nasibmue bAng ikan

  21. miss_250508 berkata:

    Aq punya kritik eonni hehehe itu pas bagian 2th kemudian kayax terlalu cepet trus juga pas mereka ketemu di restoran itu terlalu gimana ya, kataku itu kurang basa basinya, jadi konfliknya tiba2 memuncak gitu sama yg terakhir juga pas kyu guncang2 bahux hyo, agak janggal aja heheheh tapi intinya bagus, 1part lagi end waaaaa

  22. nda ccm berkata:

    omooo,,,,
    pa yg trjd,bkin pnsrn nc,,,,

  23. kyutheee berkata:

    WAEGEURE???????? hyo please jangan balik ke donghae! Kasihan kyuhyun

  24. Elvis berkata:

    Masih banyak misteri yang harus di pecahkan

  25. tri lovekyu berkata:

    kkkok jdi nyesek gini sih ceritanya😥

  26. elfishyvil berkata:

    Ya ampun…
    Nyesak banget…

  27. Nabela berkata:

    next part

  28. hankims_ais berkata:

    Ada masalah paan yaa yg dihadapi kyuu, kyak’a berat bnget..

    Oow hae baru sadar sekarang klo hyohwa bikin nyaman..

  29. nisa11 berkata:

    haha kyuhyun nangis,siapa sih victoria?

  30. nisa11 berkata:

    haha kyuhyun nangis,siapa sih victoria?fighting

  31. Nisasahwa berkata:

    hah..
    sebenr nya percaya tuk hal apa ya….

  32. Anggrain berkata:

    Nyesekkksekksekkk nih Hati..huwa oppa cho Nagis…..;( hadehhhh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s